<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>konvensi nasdem &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/konvensi-nasdem/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Feb 2022 12:03:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>konvensi nasdem &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Partai Nasdem Patut Diwaspadai?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinpol-tv/partai-nasdem-patut-diwaspadai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[B62]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Nov 2021 05:58:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Horizon]]></category>
		<category><![CDATA[PinPol TV]]></category>
		<category><![CDATA[konvensi nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Surya Paloh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=95854</guid>

					<description><![CDATA[Pada Pemilu 2014 Nasdem sukses meraih 6,72 persen suara. Jumlah itu naik signifikan di Pemilu 2019 dengan 9,05 persen. Nasdem kini sukses jadi partai terbesar ke-5 dan sukses menempatkan kader-kadernya di pemerintahan. Terlepas dari narasi benturan, misalnya yang disebut-sebut terjadi dengan PDIP soal jatah kursi menteri di periode ke-2 pemerintahan Presiden Jokowi, Nasdem memang selalu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Partai Nasdem Patut Diwaspadai?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/P36MHRj7PoA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pada Pemilu 2014 Nasdem sukses meraih 6,72 persen suara. Jumlah itu naik signifikan di Pemilu 2019 dengan 9,05 persen. Nasdem kini sukses jadi partai terbesar ke-5 dan sukses menempatkan kader-kadernya di pemerintahan. Terlepas dari narasi benturan, misalnya yang disebut-sebut terjadi dengan PDIP soal jatah kursi menteri di periode ke-2 pemerintahan Presiden Jokowi, Nasdem memang selalu berhasil menarik perhatian publik. Yang terbaru adalah terkait wacana konvensi partai untuk mencari kandidat calon presiden yang akan dipasangkan untuk Pilpres 2024. Iyess, Nasdem mau bikin konvensi. Tentu pertanyaannya adalah akankah konvensi Partai Nasdem kali ini berakhir sebaliknya? Konvensi itu sebetulnya apa sih? Kemudian, akankah strategi ini membuat Nasdem kembali menyodok ke tingkatan teratas posisi partai besar di Indonesia seperti yang terjadi di dua Pemilu sebelumnya? Yuk simak video selengkapnya!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2021/11/maxresdefault-9-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Strategi Cerdik Nasdem di 2024?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/strategi-cerdik-nasdem-di-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A72]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Oct 2021 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[konvensi nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[Nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=86035</guid>

					<description><![CDATA[Partai Nasdem memastikan akan menyelenggarakan konvensi untuk menentukan calon presiden (capres) yang akan diusung dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Apa strategi dan pertimbangan Nasdem dibalik penyelenggaraan konvensi? PinterPolitik.com Dalam risalah militer legendaris&#160;The Art of War, khususnya dalam bagian&#160;Weaknesses and Strengths, Sun Tzu bertitah bahwa siapapun yang pertama tiba di sebuah medan laga, akan menjadi sangat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Partai Nasdem memastikan akan menyelenggarakan konvensi untuk menentukan calon presiden (capres) yang akan diusung dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Apa strategi dan pertimbangan Nasdem dibalik penyelenggaraan konvensi?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam risalah militer legendaris&nbsp;<em>The Art of War</em>, khususnya dalam bagian&nbsp;<em>Weaknesses and Strengths</em>, Sun Tzu bertitah bahwa siapapun yang pertama tiba di sebuah medan laga, akan menjadi sangat siap untuk pertarungan. Namun, sebaliknya, siapa pun yang berada di “urutan kedua”, akan tiba dengan kelelahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari risalah ini kita belajar bahwa salah satu strategi yang dianggap para ahli militer sangat penting dalam sebuah peperangan adalah adalah strategi inisiatif. Dalam konteks politik, mungkin saja hal ini juga diadopsi Partai Nasdem dalam tiap langkah dan strategi politiknya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah politik inisiatif memang acapkali digunakan Nasdem sebagai taktik dalam sebuah kompetisi adu kandidat. Misalnya, pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018, mereka yang pertama menyatakan dukungan untuk Ridwan Kamil (RK) di Jawa Barat (Jabar) dan Khofifah Indar Parawansa di Jawa Timur (Jatim). Lalu, dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019, Nasdem juga tercatat menjadi partai pertama yang mendeklarasikan dukungan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terbaru, Nasdem menjadi partai pertama yang sejak jauh hari telah memutuskan untuk menggelar konvensi yang bertujuan untuk memilih kandidat calon presiden (capres) yang diusung. Berbagai pihak mengapresiasi langkah Nasdem untuk melakukan konvensi tetapi, di satu sisi, juga muncul keraguan terkait efektivitas dari konvensi ini.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut tentu menjadi menarik untuk dianalisis. Mengapa Nasdem gencar untuk merencanakan konvensi capres? Bagaimana kalkulasi politik dan pertimbangan di balik strategi tersebut?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="mengenal-konvensi"><strong>Mengenal Konvensi&nbsp;</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Konvensi parpol sering terdengar utamanya di kancah politik Amerika Serikat (AS). Dengan sistem kepartaian di sana, sederhananya, parpol di AS menjadikan konvensi untuk menyeleksi secara internal para kandidat presiden dan wakil presiden sebelum partai secara resmi mengusung pasangan kandidat ke lembaga penyelenggara pemilu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tevi Troy dalam&nbsp;<em>The Evolution of Party Conventions</em>&nbsp;menjelaskan dengan cukup jelas sejarah perkembangan konvensi, di mana esensinya ialah demi partai yang lebih kuat dan aktif dalam aspek perencanaan dan koordinasi jelang kontestasi elektoral.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sejarah politik Indonesia, konvensi pertama kali dilakukan oleh Partai Golkar di saat kepemimpinan Akbar Tandjung periode 1998-2004 — memelopori mekanisme perekrutan kandidat presiden secara terbuka melalui mekanisme itu. Tak hanya Golkar, konvensi juga sempat dilakukan oleh Partai Demokrat pada tahun 2014 tetapi, sayangnya, banyak dianggap kurang berhasil.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/nasdem-terjebak-politik-jawa-jokowi"><strong>NasDem Terjebak Politik Jawa Jokowi?</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate Ari Nurcahyo, kelebihan konvensi ialah dapat mencegah politik dinasti dari parpol. Selain itu, konvensi pun bisa mengembalikan citra partai di mata khalayak dengan munculnya tokoh-tokoh yang benar-benar diharapkan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ide konvensi juga dinilai dapat mengubah sistem pengambilan keputusan di tubuh parpol dari tendensi sentralistis menjadi demokratis. Bila benar demikian manfaat dan keuntungan dari mengadakan konvensi, lantas, pertimbangan yang mana yang membuat Nasdem menyelenggarakan konvensi capres ini?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="konvensi-menguntungkan"><strong>Konvensi Menguntungkan?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Nasdem di sisi lain juga bukan tidak mungkin mempunyai pertimbangan tertentu di balik konvensi tersebut Dalam politik, hal ini dapat dijelaskan melalui konsep c<em>ost and benefit analysis</em>&nbsp;dari tulisan Niek Mouter yang berjudul&nbsp;<em>The Politics of Cost-Benefit Analysis</em>.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mouter menjelaskan bahwa aktor politik baik partai maupun politisi idealnya menimbang kerugian&nbsp;<em>(cost)</em>&nbsp;dan keuntungan&nbsp;<em>(benefit)</em>&nbsp;dalam memutuskan tindakan politik mereka. Kalkulasi ini dilakukan agar partai politik dapat mencapai tujuan politiknya dengan menimbang keputusan dan tindakannya</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berangkat dari tulisan Mouter, merujuk pada kalkulasi politiknya ada beberapa analisis terkait kerugian&nbsp;<em>(cost)</em>&nbsp;dan keuntungan&nbsp;<em>(benefit)</em>&nbsp;dari inisiasi Nasdem menggelar konvensi ini. Dari segi kerugian (cost) konvensi Nasdem yang rencananya akan digelar pada tahun 2022 dinilai tak lepas dari risiko.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masalahnya adalah calon yang terpilih belum tentu dapat diusung Nasdem. Sebab, Nasdem dengan perolehan suara pada Pileg 2019 hanya 9,05% tentunya tidak bisa sendiri mengusung capres.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nasdem harus berkoalisi dengan partai lain untuk memenuhi ambang batas presiden. Untuk berkoalisi, Nasdem juga akan menghadapi kendala karena sudah menetapkan ketua umum partai politik tidak boleh ikut konvensi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, beberapa ketua umum partai politik — seperti Prabowo Subianto, Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) — juga disinyalir akan dicalonkan oleh partainya pada Pilpres 2024. Partai politik tersebut dengan sendirinya akan sulit berkoalisi dengan Nasdem.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/nasdem-terancam-sandiaga-uno"><strong>Nasdem Terancam Sandiaga Uno?</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Imbasnya, jika Nasdem gagal mengusung calon yang menang dalam konvensi ke dalam kontestasi pilpres ini akan menjadi “bumerang” bagi kredibilitas partai.&nbsp; Selanjutnya, dari segi keuntungan&nbsp;<em>(benefit)</em>,&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertama, dengan menggelar konvensi, Nasdem secara otomatis akan mendapatkan calon presiden potensial dari proses ini. Hal ini jelas akan memberikan keuntungan — mengingat Nasdem sejauh ini memang tampak mengalami persoalan terbesar, yakni kurang memiliki kader yang benar-benar punya elektabilitas mumpuni untuk dicalonkan sebagai presiden.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, munculnya wacana konvensi yang akan diselenggarakan Nasdem nampak realistis. Pun ketika menatap perhelatan Pilpres 2024 mendatang, nama-nama yang ada dalam bursa dan paling memiliki prospek kebanyakan telah memiliki afiliasi parpol tersendiri — seperti Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, dan Ganjar Pranowo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua, konvensi merupakan cara paling efisien untuk melakukan sosialisasi politik, baik itu bagi para peserta maupun secara khusus bagi Partai Nasdem itu sendiri. Dengan menyelenggarakan konvensi,&nbsp;<em>branding</em>&nbsp;Nasdem akan melekat di tiap peserta konvensi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para peserta konvensi sendiri, tentunya akan datang tidak sebagai gerbong kosong di belakangnya. Mereka diyakini akan membawa basis pemilih yang loyal di segmen masing-masing sehingga, tanpa mengeluarkan&nbsp;<em>cost</em>&nbsp;politik yang besar untuk melakukan kampanye dan sosialisasi, Nasdem dengan sendirinya dapat menjangkau beberapa segmentasi pemilih tersebut. Hal ini merupakan langkah sosialisasi politik yang efektif dan efisien bagi partai.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketiga, dari segi pencitraan, dengan melaksanakan konvensi Nasdem dapat menampilkan citra sebagai partai yang demokratis dalam mengambil keputusan. Hal ini dinilai sebagai sebuah terobosan di tengah minimnya kepercayaan publik terhadap eksistensi partai politik yang dianggap semakin tidak demokratis.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, jika keseluruhan faktor ini dianalisis dengan konsep cost and benefit, dengan menggelar konvensi, Nasdem diyakini tetap akan lebih banyak keuntungan&nbsp;<em>(benefit)</em>&nbsp;daripada kerugian&nbsp;<em>(cost)</em>&nbsp;yang berpotensi menimpanya. Lantas, akankah konvensi Nasdem menarik bagi kandidat capres?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="nasdem-pelabuhan-menarik"><strong>Nasdem, “Pelabuhan” Menarik?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Ulla Fionna dan Dirk Tomsa dalam&nbsp;<em>Parties and Factions in Indonesia: The Effects of Historical Legacies and Institutional Engineering</em>&nbsp;mengatakan bahwa Nasdem dapat diklasifikasikan sebagai&nbsp;<em>personalistic parties</em>&nbsp;atau partai personalistik karena satu-satunya tujuan mereka yang tampak adalah untuk menjadi kendaraan elektoral bagi ambisi tokoh-tokoh politik besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/kuartet-menteri-pkb-nestapa-nasdem"><strong>Kuartet Menteri PKB, Nestapa Nasdem?</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini terlihat, misalnya, pada Pilkada 2018, mereka menjadi partai pertama yang memberikan kendaraan politik bagi beberapa tokoh potensial non-parpol seperti RK dan Khofifah yang pada akhirnya berhasil menjadi gubernur di provinsi masing-masing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak berhenti sampai disini, mengacu pada data yang dirilis oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS) pada Pemilu 2019 lalu, disebutkan 20 dari 31 caleg petahana justru pindah parpol ke Nasdem. Temuan serupa juga dipaparkan oleh Koordinator Konsorsium LSM Bengkulu Syaiful Anwar yang menyebutkan bahwa sebanyak 195 kepala daerah di Indonesia telah menjadi kader Nasdem sebelum gelaran Pemilu 2019 dilaksanakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terkait hal ini, signifikansi kekuatan politik Nasdem yang dapat menarik minat beberapa politisi diduga karena didukung oleh ketersediaan modal ekonomi yang mumpuni. Seperti yang jamak diketahui, di tubuh Partai Nasdem sendiri banyak terdapat pengusaha-pengusaha yang tentunya dapat menunjang performa partai dalam menghadapi Pemilu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambah sejak awal, partai ini memposisikan diri sebagai kekuatan politik yang terbuka (<em>catch-all party</em>) dan tidak menganut ideologi politik yang ekstrem – baik kiri maupun kanan. Sikap politik yang moderat dan terbuka tersebut memudahkan partai ini untuk menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi dan aktor politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menggabungkan berbagai modal politik — seperti modal ekonomi, hingga karakteristik partai yang terbuka — membuat Nasdem memiliki potensi besar untuk menarik kader-kader partai lain atau kandidat potensial non parpol untuk berlabuh. James Coleman dalam konsep&nbsp;<em>rational choice theory</em>&nbsp;mengungkap bahwa politisi sebagai makhluk rasional akan akan berusaha untuk sebisa mungkin mendapatkan keuntungan yang optimal dengan memanfaatkan segala fasilitas, kemampuan, dan kondisi yang dimiliki.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks ini, pilihan bergabung Nasdem bisa dianggap sebagai pilihan yang paling rasional bagi para kandidat capres potensial non-parpol — di antaranya seperti Anies dan Khofifah, dua nama yang santer diberitakan sebagai kandidat kuat peserta konvensi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain karena bekal modal politik yang dimiliki Nasdem, dari segi elektoral, dengan bergabung dengan Partai Nasdem yang berlatar belakang partai nasionalis, segmentasi market pemilih bagi kedua nama tersebut akan lebih luas ketimbang bergabung dengan partai Islam seperti PKS yang memiliki basis pemilih sama dengan Anies dan PKB yang memiliki basis sama dengan Khofifah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, strategi Nasdem menggelar konvensi ini patut diapresiasi sebagai sebuah terobosan di tengah minimnya kepercayaan publik terhadap eksistensi partai politik yang dianggap semakin tidak demokratis. Namun, salah satu indikator keberhasilan dari konvensi ini tentu saja sejauh mana Nasdem bisa menarik para kandidat capres potensial yang ada untuk mengikuti konvensi, sekaligus mengantarnya dalam kontestasi pilpres. Untuk hal ini hanya waktu yang bisa menjawab. (A72)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/bela-anies-pembelotan-tersirat-nasdem"><strong>Bela Anies, Pembelotan Tersirat Nasdem?</strong></a></p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Sejarah Habsburg: Keluarga Terkuat dalam Sejarah Eropa?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/2lxZmg4XBv4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Strategi-Cerdik-Nasdem-di-2024-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menuju Nasdem’s Got Talent?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/menuju-nasdems-got-talent/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2021 00:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[konvensi nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[Nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[Surya Paloh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=103975</guid>

					<description><![CDATA[Ketum Partai Nasdem Surya Paloh temui Ketum Golkar Airlangga Hartarto guna bahas Konvensi Capres 2022. Apa ini kegiatan menuju Nasdem's Got Talent?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ketua Umum (Ketum) Partai Nasdem Surya Paloh disebut bicarakan opsi Konvensi Capres 2022 pada sejumlah partai politik – seperti PKS, Golkar, dan PAN. Apakah ini acara&nbsp;<em>Nasdem’s Got Talent</em>&nbsp;yang tengah dipersiapkan oleh partai tersebut?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Bagi mereka yang berasal dari generasi milenial – dan sejumlah generasi lainnya, acara-acara televisi yang bermodel ajang pencarian bakat merupakan jenis acara televisi yang kerap menjadi favorit.&nbsp;<em>Akademi Fantasi Indosiar</em>&nbsp;(AFI) yang diadakan sejak tahun 2003 hingga tahun 2006, misalnya, sempat menjadi acara televisi yang sangat digandrungi&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah AFI, muncul juga&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;ajang pencarian bakat seperti&nbsp;<em>Indonesian Idol</em>&nbsp;(2004-2019),&nbsp;<em>The Voice Indonesia</em>&nbsp;(2013-2019), hingga Indonesia Mencari Bakat (IMB) (2010-2014). Tujuannya&nbsp;<em>sih</em>, acara televisi seperti ini bisa melahirkan bintang-bintang baru dengan bakat-bakat yang selama ini terpendam.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nggak</em>&nbsp;jarang&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;lulusan-lulusan ajang tersebut menjadi bintang dan artis hingga kini.&nbsp;<em>Nah</em>, mungkin&nbsp;<em>nih</em>, pencarian bakat seperti ini juga tengah dilakukan di dunia politik Indonesia&nbsp;<em>nih</em>, yakni oleh Partai Nasdem.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Lha</em>,&nbsp;<em>gimana nggak</em>? Akhir-akhir ini, partai tersebut dikabarkan aktif&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;buat bertemu dengan partai-partai lain. Yang terbaru&nbsp;<em>nih</em>, pertemuan yang dilakukan antara Ketua Umum (Ketum) Partai Nasdem Surya Paloh dan Ketum Golkar Airlangga Hartarto di Kaliage, Kepulauan Seribu.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/duet-anies-rk-senjata-mempesona-nasdem">Duet Anies-RK, Senjata Mempesona Nasdem?</a></strong></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CLwFTBWBJO5/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/Infografis%202020/Infografis%20Konvensi%20Capres%20Langkah%20Jitu%20Nasdem.jpg" alt="Konvensi Capres Langkah Jitu Nasdem"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kabarnya, Pak Surya dan Pak Airlangga ini juga membahas opsi untuk mengadakan Konvensi Calon Presiden (Capres) bersama&nbsp;<em>lho</em>.&nbsp;<em>Emang sih</em>, Nasdem dikabarkan memiliki gagasan untuk mengadakan konvensi tersebut pada tahun 2022 nanti.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nggak</em>&nbsp;hanya Golkar, sejumlah partai lainnya dikabarkan tengah mendapatkan tawaran serupa. Salah satunya adalah PKS yang akan membahas usulan tersebut dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada Maret 2021 ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Wah</em>,&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;jadi ingat&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;sama zaman-zaman&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;jadi panitia kegiatan di sekolah dan kampus. Ya, mungkin&nbsp;<em>nih</em>, mirip-mirip dengan upaya cari sponsor ala anak kepanitiaan, Nasdem kini juga mencari teman “sponsor” juga&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;buat kegiatan konvensi ala&nbsp;<em>Nasdem’s Got Talent</em>&nbsp;<em>nih</em>.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menarik juga&nbsp;<em>sih</em>&nbsp;sebenarnya. Bukan&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;mungkin, dengan mengadakan konvensi capres bersama, Nasdem bisa menghimpun kekuatan dan dukungan untuk Pilpres 2024 – sekaligus membaca dinamika politik melalui capres-capres potensial yang ada. Mungkin&nbsp;<em>nih</em>, kalau dianalogikan dengan ajang pencarian bakat, konvensi ini bisa dibilang sebagai babak eliminasi&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;buat menuju kompetisi sebenarnya, yakni Pilpres 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, terlepas dari itu semua, bukan&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;mungkin upaya Nasdem ini bakal memiliki pengaruh besar pada siapa&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;yang bakal maju di Pilpres 2024. Menarik&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;buat ditonton siapa&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;yang bakal lolos – dan tereliminasi – dalam&nbsp;<em>Nasdem’s Got Talent</em>&nbsp;ini.&nbsp;<em>Hehe</em>. (A43)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/manuver-nasdem-yang-terancam">Manuver Nasdem Yang Terancam</a></strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="uRynqHesDfI"><iframe title="Sejarah Represi Islam oleh Soeharto: Antara Huntington dan Kejawen?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/uRynqHesDfI?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="132" src="https://www.pinterpolitik.com/asset/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" class="wp-image-61983" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Menuju-Nasdem-s-Got-Talent-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Duet Anies-RK, Senjata Mempesona Nasdem?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/duet-anies-rk-senjata-mempesona-nasdem/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2021 11:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[konvensi nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[Nasdem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=93560</guid>

					<description><![CDATA[Partai Nasdem memastikan akan menggelar konvensi di tahun 2022 untuk memproyeksikan koalisi parpol dan calon yang akan diusung di Pilpres 2024 kelak. Dengan dinamika politik yang ada saat ini, akan seperti apa bentuk koalisi dan calon dengan kans terbaik yang diusung Nasdem? PinterPolitik.com Gercep. Mungkin itulah akronim familiar di kalangan anak muda yang berarti “gerak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Partai Nasdem memastikan akan menggelar konvensi di tahun 2022 untuk memproyeksikan koalisi parpol dan calon yang akan diusung di Pilpres 2024 kelak. Dengan dinamika politik yang ada saat ini, akan seperti apa bentuk koalisi dan calon dengan kans terbaik yang diusung Nasdem?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Gercep. Mungkin itulah akronim familiar di kalangan anak muda yang berarti “gerak cepat” dan dapat menggambarkan manuver politik Partai Nasdem. Impresi sebagai partai politik (parpol) paling berinisiatif jika berbicara&nbsp;<em>usung-mengusung</em>&nbsp;agaknya akan menjadi sesuatu yang benar-benar khas dari partai pimpinan Surya Paloh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimana tidak, Nasdem seolah telah mengambil ancang-ancang sejak dini dengan memastikan akan menggelar konvensi partai yang akan dilaksanakan pada tahun 2022. Hal ini setelah Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai NasDem, Johnny G. Plate menyampaikan agenda itu pada Kamis kemarin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konvensi tersebut dikatakan tidak hanya akan menelurkan kandidat calon presiden (Capres), Nasdem juga akan menginisiasi koalisi dengan partai yang memiliki kesamaan visi dan misi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Johnny melanjutkan, Nasdem mempersiapkan konvensi di tahun 2022 mendatang dengan sangat serius. Penegasan ini yang kemudian menjadi menarik ketika tajuk konvensi ialah inklusivitas dengan membuka pintu bagi kandidat dari luar parpol, plus seperti yang disebutkan sebelumnya, lengkap dengan kerangka koalisi parpol yang mengusungnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun ketika konvensi dilangsungkan, masih ada dua tahun sisa masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diusung Nasdem dalam koalisi pemerintah saat ini. Artinya, apapun hasil konvensi agaknya akan menimbulkan turbulensi politik tersendiri, baik jika Nasdem bertahan, didepak, atau undur diri dari koalisi di saat itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akan tetapi, sesungguhnya hal tersebut cukup lumrah di iklim politik tanah air. Seperti yang telah diprakirakan oleh Hasanudin Ali dari Alvara Research Center dalam&nbsp;<em>Jokowi forms broad Indonesia coalition, bringing in rival Prabowo</em>, bahwa sebelum kontestasi elektoral di tahun 2024, kemungkinan besar partai-partai koalisi akan berkepentingan untuk mengkampanyekan agenda mereka sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun di balik itu semua, mengapa Partai Nasdem terkesan menjadi yang paling gercep dengan memastikan agenda plus rencana spesifik konvensi di tahun 2022 mendatang?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="paling-memahami-esensi-konvensi"><strong>Paling Memahami Esensi Konvensi?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Konvensi parpol sering terdengar utamanya di kancah politik Amerika Serikat (AS). Dengan sistem kepartaian di sana, sederhananya, parpol di AS menjadikan konvensi untuk menyeleksi secara internal para kandidat presiden dan wakil presiden sebelum partai secara resmi mengusung pasangan kandidat ke lembaga penyelenggara pemilu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tevi Troy dalam&nbsp;<em><strong><a href="https://www.nationalaffairs.com/publications/detail/the-evolution-of-party-conventions">The Evolution of Party Conventions</a></strong></em>&nbsp;menjelaskan dengan cukup jelas sejarah perkembangan konvensi, di mana esensinya ialah demi partai yang lebih kuat dan aktif dalam aspek perencanaan dan koordinasi jelang kontestasi elektoral.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berlangsung pertama kali sejak September 1831 dan dilangsungkan oleh Partai Anti-Mason saat itu, konvensi parpol di AS terus bertransformasi hingga menjadi mekanisme pra-elektoral yang terstruktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/bela-anies-pembelotan-tersirat-nasdem">Bela Anies, Pembelotan Tersirat Nasdem?</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sejarah politik Indonesia, konvensi pertama kali dilakukan oleh Partai Golkar di saat kepemimpinan Akbar Tandjung periode 1998-2004, plus memelopori mekanisme perekrutan kandidat presiden secara terbuka melalui mekanisme itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada putaran pertama terseleksi nama-nama&nbsp;<em>beken</em>, di antaranya Akbar Tandjung, Wiranto, Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, Jusuf Kalla, Surya Paloh, dan Sultan Hamengkubuwono X. Pada putaran kedua, tinggal Akbar Tandjung dan Wiranto, di mana konvensi akhirnya dimenangi Wiranto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski Wiranto gagal dalam Pilpres 2004, Golkar jumawa dalam ajang Pileg di tahun yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya Golkar, konvensi juga sempat dilakukan oleh Partai Demokrat pada tahun 2014, namun sayangnya banyak dianggap kurang berhasil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate, Ari Nurcahyo, kelebihan konvensi ialah dapat mencegah politik dinasti dari parpol. Selain itu, Konvensi pun bisa mengembalikan citra partai di mata khalayak dengan munculnya tokoh-tokoh yang benar-benar diharapkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ide konvensi juga dinilai dapat mengubah sistem pengambilan keputusan di tubuh parpol, dari tendensi sentralistis menjadi demokratis.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="langkah-pre-emptive-atau-pembalasan-politik"><strong>Langkah&nbsp;<em>Pre-emptive</em>&nbsp;atau “Pembalasan Politik”?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dari penjelasan sebelumnya, Nasdem kiranya memahami betul esensi dari konvensi di mana Surya Paloh sendiri nyatanya pernah menjadi bagian dari mekanisme yang cukup positif itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Nasdem di sisi lain juga bukan tidak mungkin mengimplementasikan strategi tertentu di balik konvensi tersebut. Dalam risalah militer legendaris&nbsp;<em>The Art of War</em>, khususnya dalam bagian&nbsp;<em>Weaknesses and Strengths</em>, Sun Tzu bertitah bahwa siapapun yang pertama tiba di sebuah medan laga, akan menjadi sangat siap untuk pertarungan. Namun sebaliknya, siapa pun yang berada di “urutan kedua”, akan tiba dengan kelelahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Signifikansi yang dianggap para ahli militer sangat penting dalam mengutamakan inisiatif, mungkin saja diadopsi Nasdem dalam inisiasi konvensinya di tahun 2022.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/kuartet-menteri-pkb-nestapa-nasdem">Kuartet Menteri PKB, Nestapa Nasdem?</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah politik inisiatif memang acapkali digunakan Nasdem sebagai taktik dalam sebuah kompetisi adu kandidat. Misalnya, pada Pilkada Jabar 2018, mereka yang pertama menyatakan dukungan untuk Ridwan Kamil (RK).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu di Pilpres 2019 juga menjadi yang pertama mendukung Jokowi menjadi Capres di tahun 2017. Bahkan kemudian baru diikuti PDIP setelahnya. Menariknya, kedua tokoh itu pun tampil sebagai juara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut pakar politik LIPI, Aisah Putri Budiarti, terdapat dua alasan di balik inisiatif semacam itu.&nbsp;<em>Pertama</em>, mereka agaknya ingin menjalin hubungan politik awal dengan calon-calon potensial untuk memenangkan pemilu sebelum partai besar lainnya merekrut tokoh-tokoh tersebut.&nbsp;<em>Kedua</em>, meningkatkan posisi&nbsp;<em>political bid</em>&nbsp;atau daya tawarnya dalam pencalonan, khususnya dalam konteks pilpres bersama partai besar lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun di sisi lain, taktik jitu itu sesungguhnya juga menguak kelemahan internal Nasdem yang terkadang dapat terefleksi pada dinamika koalisi politik mereka dalam perjalanannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ulla Fionna dan Dirk Tomsa dalam&nbsp;<em><strong><a href="https://www.iseas.edu.sg/images/pdf/WorkingPaper2017_1.pdf">Parties and Factions in Indonesia: The Effects of Historical Legacies and Institutional Engineering</a></strong></em>, mengatakan bahwa Nasdem dapat diklasifikasikan sebagai&nbsp;<em>personalistic parties</em>&nbsp;atau partai personalistik, karena satu-satunya tujuan mereka yang tampak adalah untuk menjadi kendaraan elektoral bagi ambisi calon presiden dari tokoh-tokoh politik besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nasdem sejauh ini memang tampak mengalami persoalan terbesar yakni kurang memiliki kader yang benar-benar punya elektabilitas mumpuni, bahkan Nasdem kerap menggaet artis hingga atlet untuk bergabung dengan partai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya, preseden karakteristik itu kurang positif bagi Nasdem ketika jadi parpol pertama pengusung Jokowi di tahun 2017 untuk Pilpres 2019, namun justru seolah dikesampingkan oleh parpol besar, khususnya PDIP ketika Jokowi telah berkuasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Intrik ini muaranya terlihat dari Nasdem yang bersama beberapa parpol koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf, sesungguhnya mengadakan pertemuan pasca Pilpres pada 22 Juli 2019, untuk sepakat tidak akan memberikan kesempatan parpol oposisi bergabung. PDIP dan Megawati diundang dalam pertemuan ini namun berhalangan hadir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua hari berselang, PDIP justru melakukan pertemuan dengan Gerindra, yang ujungnya parpol besutan Prabowo Subianto mendapat jatah dua menteri di Kabinet.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/pdip-nasdem-selingkuh-dibalas-selingkuh">PDIP-Nasdem: Selingkuh Dibalas Selingkuh?</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Intrik-intrik lain seolah berlanjut dan cenderung tampak kurang menguntungkan untuk Nasdem, misalnya saat melalui tendensi ketidaksukaan Nasdem dalam beberapa kesempatan setelah kehadiran Gerindra di kabinet, Paloh yang pernah dilewati Megawati saat hendak bersalaman di acara pelantikan anggota MPR/DPR tahun 2019 lalu, hingga seolah begitu rentannya menteri asal Nasdem setelah sempat muncul beberapa isu&nbsp;<em>reshuffle</em>&nbsp;yang menyasar kadernya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu berangkat dari dinamika itu, akan seperti apa kiranya koalisi dan kandidat paling potensial bagi Nasdem di konvensi 2022 mendatang?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="anies-rk-senjata-rahasia"><strong>Anies-RK, Senjata Rahasia?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Konvensi yang berlangsung di tahun 2022 sendiri menjadi menarik karena juga bertepatan dengan berakhirnya masa jabatan Anies Baswedan, sosok yang bukan rahasia lagi memiliki hubungan spesial dengan Nasdem.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan menyinggung inklusivitas dan keterbukaan terhadap pihak yang berada di luar parpol sebagai tajuk konvensi, kecenderungan kuat memang mengarah pada Anies jika berbicara kalkulasi elektabilitas sampai sejauh ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, tak menutup kemungkinan pula bagi calon potensial lain seperti RK untuk diusung, jika mengacu inisiatif Nasdem di Pilgub Jabar 2018 plus elektabilitas yang sama baiknya dengan Anies.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari situ, bukan mustahil Anies-RK akan menjadi kombinasi fenomenal yang jadi hasil akhir Capres-Cawapres 2024 hasil konvensi Nasdem. Selain itu, efek positif dari pasangan itu juga bisa jadi jalan tengah bagi tarik menarik kepentingan perwakilan parpol dalam koalisi di kemudian hari, yang mungkin akan menarik simpati publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari segi koalisi, dengan intrik yang ada dengan PDIP, Nasdem kemungkinan besar akan pisah kongsi dengan partai banteng. Dengan&nbsp;<em>presidential threshold</em>&nbsp;20 persen suara partai, parpol yang belakangan bertendensi oposan tentu dapat dirangkul, seperti PKS dengan 8,21 persen, lalu ada pula Demokrat dengan 7,71 persen, dan kemungkinan PAN 6,84 persen yang langkahnya tampak masih mengambang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Serta satu lagi yang kemungkinan jadi penentu, yakni Golkar dengan 12,31 persen jika berkaca pada porsi relasi Anies, Jusuf Kalla, dan Surya Paloh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, mungkinkah skenario tersebut menjadi kenyataan? Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (J61)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/manuver-nasdem-yang-terancam">Manuver Nasdem Yang Terancam</a></strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="yot3eybuSNw"><iframe loading="lazy" title="Misteri Freemason Indonesia: Pernah “Menggoda” Soekarno dan Hatta?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/yot3eybuSNw?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/ruang-publik"><strong>bit.ly/ruang-publik</strong></a>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2021/02/Duet-Anies-RK-Senjata-Mempesona-Nasdem.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Anies &#038; Surya Paloh: Sahabat Baru?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/anies-surya-paloh-sahabat-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2020 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[2024]]></category>
		<category><![CDATA[anies]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[capres 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Capres 2024-2029]]></category>
		<category><![CDATA[konvensi nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[Nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Surya Paloh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=94809</guid>

					<description><![CDATA[“Persahabatan bagai kepompong. Mengubah ulat menjadi kupu-kupu” – Sind3ntosca, musisi asal Indonesia PinterPolitik.com Sedia payung sebelum hujan. Mungkin, peribahasa ini perlu dipelajari dan diterapkan oleh semua orang. Siapa tahu kan persoalan suatu saat nanti akan datang tanpa antisipasi dan persiapan yang cukup? Persiapan seperti ini pun bisa dilakukan sejak jauh hari. Payton Hobart dalam seri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading"><strong>“Persahabatan bagai kepompong. Mengubah ulat menjadi kupu-kupu” – Sind3ntosca, musisi asal Indonesia</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedia payung sebelum hujan. Mungkin, peribahasa ini perlu dipelajari dan diterapkan oleh semua orang. Siapa tahu kan persoalan suatu saat nanti akan datang tanpa antisipasi dan persiapan yang cukup?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persiapan seperti ini pun bisa dilakukan sejak jauh hari. Payton Hobart dalam seri yang berjudul&nbsp;<em>The Politician</em>&nbsp;(2019-sekarang), misalnya, memiliki mimpi agar suatu saat nanti dapat menjadi presiden Amerika Serikat (AS). Guna mencapai mimpi itu, Payton pun menyusun rencana hidup dan politik sejak duduk di bangku sekolah&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, bukan&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>mungkin persiapan seperti ini juga diperlukan&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;dalam kancah perpolitikan Indonesia. Soal Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tahun 2024 nanti, misalnya, sudah banyak pihak – mulai dari politisi, partai politik, pengamat, hingga publik sendiri – mulai berbincang soal ini&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satunya adalah Partai Nasdem. Partai yang didirikan dan dipimpin oleh Surya Paloh ini baru saja memperingati hari ulang tahunnya. Dalam perayaan hari itu, Nasdem pun mengumumkan akan melaksanakan Konvensi Calon Presiden (Capres) pada tahun 2020&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wah, menarik&nbsp;<em>dong&nbsp;</em>ini. Nasdem bisa dibilang sigap dan cekatan.&nbsp;<em>Hehe</em>. Kira-kira, siapa ya calon yang akan diusung oleh Nasdem nanti? Kabarnya&nbsp;<em>sih</em>, partai itu akan terbuka pada siapa saya yang hendak maju melalui Nasdem&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, uniknya lagi <em>nih</em>, di peringatan hari ulang tahun beberapa waktu lalu, terdapat sebuah <strong><a href="https://www.rmolbanten.com/read/2020/11/12/20159/Terpampang-Di-Baliho-HUT-Nasdem,-Anies-Baswedan-Capres-2024-">baliho</a></strong> berlambang Nasdem di Jakarta yang mencantumkan salah satu politikus yang disebut-sebut berpotensi menjadi capres pada tahun 2024 nanti <em>lho</em>. Sosok tersebut adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan <em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Widih</em>, kemunculan baliho ini bukan&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>mungkin jadi sinyal tertentu&nbsp;<em>dong</em>&nbsp;soal hubungan politik antara Nasdem dan Pak Anies. Apalagi&nbsp;<em>nih</em>, Pak Surya Paloh sejak tahun lalu juga sempat&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;<strong><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20200127124043-4-132988/surya-paloh-puji-kerja-anies-di-dki-siap-siap-2024/">terlihat dekat</a></strong>&nbsp;dengan Pak Gubernur Jakarta satu ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apa jangan-jangan Pak Surya Paloh sekarang sudah punya sahabat baru ya? Kan, sebelumnya Ketum Nasdem tersebut selalu&nbsp;<strong><a href="https://www.suara.com/news/2019/11/11/203654/surya-paloh-jokowi-dan-megawati-sahabat-sejati-partai-nasdem/">mengaku</a></strong>&nbsp;sebagai sahabat tersayang dan sejati bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan sampai lah, karena sahabat baru, Pak Surya Paloh jadi berjauh-jauhan dengan sahabat lamanya. Kalau kata lagu “Kepompong” dari Sind3ntosca&nbsp;<em>sih</em>, sahabat bisa saja berjalan berjauh-jauhan dan bertindak kejauhan karena sesuatu&nbsp;<em>lho</em>.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Tapi</em>, ya, bagaimana pun, Sind3ntosca juga bilang kalau persahabatan itu bak kepompong yang mengubah ulat menjadi kupu-kupu. Mungkin, Pak Surya Paloh dan Pak Anies ingin&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;bermetamorfosis menjadi kupu-kupu di dunia politik – khususnya pada tahun 2024 nanti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagipula, fase metamorfosis itu penting lah untuk ulat hingga menjadi kupu-kupu. Mungkin, proses alami ini bisa dijadikan pelajaran bagi manusia untuk menjadi lebih baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, semoga saja dua ulat ini mampu menjadi kupu-kupu yang mampu mendukung satu sama lain lah ya. Jangan sampai dari ulat malah menjadi “kepentingan”. <em>Hehe</em>. (A43)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="UU Ciptaker dan Monopoli Kebenaran Pemerintah | Wawancara bersama Asfinawati" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/WR7wsgy8Ugo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Anies-Surya-Paloh-Sahabat-Baru-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menuju Konvensi Capres Nasdem</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/menuju-konvensi-capres-nasdem/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2020 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[konvensi nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[Nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Surya Paloh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=93227</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="996" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/MENUJU-KONVENSI-CAPRES-NASDEM-01-996x1024.jpg" alt="" class="wp-image-93175" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/MENUJU-KONVENSI-CAPRES-NASDEM-01-996x1024.jpg 996w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/MENUJU-KONVENSI-CAPRES-NASDEM-01-292x300.jpg 292w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/MENUJU-KONVENSI-CAPRES-NASDEM-01-146x150.jpg 146w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/MENUJU-KONVENSI-CAPRES-NASDEM-01-768x790.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/MENUJU-KONVENSI-CAPRES-NASDEM-01-1494x1536.jpg 1494w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/MENUJU-KONVENSI-CAPRES-NASDEM-01-1991x2048.jpg 1991w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/MENUJU-KONVENSI-CAPRES-NASDEM-01-696x716.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/MENUJU-KONVENSI-CAPRES-NASDEM-01-1068x1098.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/MENUJU-KONVENSI-CAPRES-NASDEM-01-1920x1975.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/MENUJU-KONVENSI-CAPRES-NASDEM-01-408x420.jpg 408w" sizes="auto, (max-width: 996px) 100vw, 996px" /><figcaption>Partai Nasdem wacanakan konvensi capres untuk 2024</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/MENUJU-KONVENSI-CAPRES-NASDEM-01-996x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
