<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Komisi Pemberantasan Korupsi &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/komisi-pemberantasan-korupsi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Feb 2022 06:26:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Komisi Pemberantasan Korupsi &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Juliari dan Kesempatan Kedua Koruptor</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/juliari-dan-kesempatan-kedua-koruptor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Nov 2021 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Banyumas]]></category>
		<category><![CDATA[Juliari P. Batubara]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=95322</guid>

					<description><![CDATA[Bupati Banyumas Achmad Husein minta "kesempatan kedua" bila pejabat tertangkap langgar hukum. Perlukah koruptor punya "kesempatan kedua"?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bupati Banyumas Achmad Husein mengusulkan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak langsung melakukan operasi tangkap tangan (OTT) ketika menemukan kasus korupsi. Apakah para koruptor – seperti mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara – perlu mendapatkan kesempatan kedua?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote has-text-align-center is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“Izinkan aku untuk terakhir kalinya…” – Reza Artamevia, “Berharap Tak Berpisah” (2002)</p></blockquote>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Penyesalan kerap datang di akhir. Itulah ungkapan yang sering dilontarkan oleh banyak orang ketika kita telah melakukan sebuah kesalahan – seakan-akan kesempatan untuk memperbaiki langsung lenyap saat kesalahan itu terjadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, semua menjadi berbeda bila kita hidup di&nbsp;<em>alternate universe</em>&nbsp;Bumi-XX. Pasalnya, orang-orang di sana – khususnya di Negara Kepulauan Indonesia – sangat memegang prinsip “kesempatan kedua”. Semua ini berkat usulan dari Ahmad Husen – seorang pemikir yang sangat dihormati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alhasil, banyak orang sangat memahami apa pentingnya untuk memberi kesempatan kedua. Salah satu program penting yang akhirnya dicanangkan berdasarkan prinsip “kesempatan kedua” ini adalah operasi tanpa tangkap (OTT).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cara kerja OTT ini adalah dengan memberi tahu terlebih dahulu mengenai kesalahan yang dilakukan agar tidak diulangi oleh si pembuat kesalahan pada kesempatan kedua nantinya. Kalau ternyata diulangi, baru si pembuat kesalahan ditangkap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saking dihormatinya nilai “kesempatan kedua” ini, Komisi Pemberi Kesempatan (KPK) pun menjadikannya sebagai kebijakan andalan. Hal ini pun terjadi ketika Juli yang kala itu masih menjabat sebagai Kepala Departemen Sosial melakukan sejumlah kesalahan.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-dots"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bahri</strong>: Juli! Anda melakukan kesalahan. Coba Anda lihat kebijakan bantuan sosial dari kementerian Anda. Ini kenapa dana bantuan sosial terpotong?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Juli</strong>: Hmm. Anu. Itu saya melakukan kesalahan penghitungan. Mohon maaf sebelumnya, Pak Ketua KPK.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bahri</strong>: Waduh. Ya sudah, tidak apa-apa. Lain kali jangan ulangi lagi ya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Juli</strong>: Wah, kalau nanti tidak sengaja terulang bagaimana, Pak?</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-dots"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/di-balik-seteru-kpk-vs-greenpeace"><strong>Di Balik Seteru KPK vs Greenpeace</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/Infografis%202020/poster%20pegawai%20kpk.jpg" alt="Nasib Pegawai KPK"/></a></figure>



<hr class="wp-block-separator is-style-dots"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bahri</strong>: Ya, nanti tergantung putusannya aja. Paling hukumannya juga dipotong karena Pak Juli dulu sering di-<em>bully</em>&nbsp;kan?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Juli:&nbsp;</strong>Iya, Pak. Kita harus&nbsp;<em>say no to bullying</em>!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bahri</strong>: Ya, namanya juga risiko jadi pejabat. Yang penting, prinsip “kesempatan kedua” perlu kita jaga. Lagipula, kita semua kan manusia pasti pernah melakukan kesalahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Juli</strong>: Iya, Pak. Saya kemarin ketemu teman saya yang suka nyanyi. Enak lho suaranya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bahri</strong>: Wah, siapa tuh?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Juli</strong>: Ini orangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(<strong><em>Rag’n’Bone&nbsp;</em></strong><em>pun tiba dan bergabung dalam percakapan</em>.)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rag’n’Bone</strong>:&nbsp;<em>Yes</em>.&nbsp;<em>I’m only human after all. Don’t put the blame on me.</em>~</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bahri</strong>: Nah, ini nih. Bagus buat jadi motto untuk melawan gerakan anti-korupsi.&nbsp;<em>Eh</em>, maksud saya mendukung gerakan anti-korupsi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Juli</strong>: Sip. Saya paham kok, Pak. Tenang, selalu ada “kesempatan kedua”, Pak. Hehe.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(A43)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/saatnya-eks-kpk-buat-partai-baru"><strong>Saatnya Eks-KPK Buat Partai Baru?</strong></a></p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="9zQPjomLGCU"><iframe title="Makna Sebenarnya di Balik Squid Game" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/9zQPjomLGCU?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.youtube.com/c/PinterPolitik/featured"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/ytb%20membership-03.jpg" alt=""/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://linktr.ee/PinterPublishing"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/2021/3/ebook-promo-web-banner.jpg" alt=""/></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Juliari-dan-Kesempatan-Kedua-Koruptor-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Semua Jadi Salah JK?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/semua-jadi-salah-jk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2020 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Benih Lobster]]></category>
		<category><![CDATA[Benur]]></category>
		<category><![CDATA[Edhy Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[JK]]></category>
		<category><![CDATA[Jusuf Kalla]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri KKP Edhy Prabowo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=95886</guid>

					<description><![CDATA[“Apa lagi salahku? Apa lagi salahmu? Ku tak mengerti” – Raisa, penyanyi asal Indonesia PinterPolitik.com Dalam sebuah hubungan,&#160;nggak&#160;bisa dipungkiri sejumlah persoalan akan muncul di tengah jalan. Bahkan&#160;nih,&#160;nggak&#160;jarang pertengkaran hebat juga bisa terjadi&#160;lho. Ketika akan menentukan tempat makan yang akan dikunjungi, misalnya, sering kali perbedaan pendapat menghantui. Bahkan&#160;tuh, pertengkaran kecil senantiasa terkadang mengikuti. Nah, biasanya&#160;tuh, perseteruan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h3 class="wp-block-heading"><strong>“Apa lagi salahku? Apa lagi salahmu? Ku tak mengerti” – Raisa, penyanyi asal Indonesia</strong></h3>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sebuah hubungan,&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>bisa dipungkiri sejumlah persoalan akan muncul di tengah jalan. Bahkan&nbsp;<em>nih</em>,&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>jarang pertengkaran hebat juga bisa terjadi&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika akan menentukan tempat makan yang akan dikunjungi, misalnya, sering kali perbedaan pendapat menghantui. Bahkan&nbsp;<em>tuh</em>, pertengkaran kecil senantiasa terkadang mengikuti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, biasanya&nbsp;<em>tuh</em>, perseteruan sepasang kekasih semacam ini baru bakal bisa berakhir ketika salah satu dari mereka akhirnya mengalah.&nbsp;<em>Hmm</em>, kalau kata orang&nbsp;<em>sih</em>, pihak yang selalu mengalah adalah pihak lelaki.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada pepatah umum yang bilang kalau pihak perempuan dalam sebuah hubungan selalu benar. Bahkan, ada juga yang bilang kalau&nbsp;<em>cowok</em>&nbsp;itu selalu salah&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;di mata perempuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, situasi seperti ini mungkin mirip-mirip <em>nih</em> dengan apa yang dialami oleh mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK). Soanya <em>nih</em>, Pak JK ini tampaknya kerap dituding <em>lho</em> tiap ada peristiwa politik baru-baru ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Soal kepulangan Habib Rizieq Shihab (HRS), misalnya, JK sempat dirumorkan jadi sosok Chaplin yang disebutkan oleh Ferdinand Hutahaean. Ketua Umum (Ketum) Palang Merah Indonesia (PMI) tersebut bahkan disebut-sebut jadi penyokong kepulangan HRS – meski akhirnya sudah ditampik oleh Pak JK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Belum berhenti di situ, Pak JK lagi-lagi kena tudingan&nbsp;<em>lho</em>, yakni soal penangkapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo. Rumor ini mencuat setelah Calon Wali Kota Makassar Danny Pomanto menyebut JK lah aktor di balik penangkapan Edhy.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wah, Pak JK ini&nbsp;<em>kayak­</em>-nya sial terus ya. Masa semua-semuanya jadi salah Pak JK ya? Kan, kasian juga.&nbsp;<em>Hehe</em>.&nbsp;<em>Hmm,&nbsp;</em>mungkin Pak JK ini pengaruhnya&nbsp;<em>emang</em>&nbsp;besar ya. Soalnya, sebagai mantan Wapres sekaligus pebisnis besar, Pak JK ini kerap disebut-sebut banyak berperan&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;di pemerintahan dulu, misal soal Rizal Ramli yang dicopot dari posisi Menteri Koordinator Kemaritiman.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, <em>tapi</em> ya kalau diingat-ingat lagi, Pak JK ini jadi ramai di publik akhir-akhir ini setelah muncul di <em>channel </em>YouTube-nya Karni Ilyas <em>sih</em>. Wah, kalau <em>gitu</em>, semua ini jadi salah Pak JK atau sebenarnya malah salah Bang Karni nih? Tentuin sendiri <em>aja deh</em>. <em>Hehe</em>. (A43)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Sejarah Nyai Dahlan: Pendobrak Tradisi, Perempuan Pertama Pemimpin Kongres" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/MzAv8eCqHOY?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Semua-Jadi-Salah-JK.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Di Balik KPK Tangkap Edhy-Juliari</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/di-balik-kpk-tangkap-edhy-juliari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2020 23:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Bansos Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Edhy Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Juliari P. Batubara]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri KKP Edhy Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Sosial RI]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Rocky Gerung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=95858</guid>

					<description><![CDATA[“Iya, pilih yang menang. MU sudah lama kalah terus” – Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Indonesia PinterPolitik.com Akhir-akhir ini, publik dikejutkan dengan sejumlah penangkapan para pejabat pemerintahan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).&#160;Gimana nggak&#160;kaget?&#160;Wong&#160;sejumlah pejabat ditangkap secara beruntun dalam waktu yang terbilang tidak lama. Setelah Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo, kini giliran Menteri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h3 class="wp-block-heading"><strong>“Iya, pilih yang menang. MU sudah lama kalah terus” – Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Indonesia</strong></h3>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Akhir-akhir ini, publik dikejutkan dengan sejumlah penangkapan para pejabat pemerintahan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).&nbsp;<em>Gimana nggak&nbsp;</em>kaget?&nbsp;<em>Wong</em>&nbsp;sejumlah pejabat ditangkap secara beruntun dalam waktu yang terbilang tidak lama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo, kini giliran Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara yang diduga melakukan tindak pidana korupsi terhadap kebijakan bantuan sosial (bansos). Sedihnya lagi&nbsp;<em>nih</em>, kebijakan bansos ini pada mulanya ditujukan untuk mereka yang terdampak secara ekonomi oleh pandemi Covid-19&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, namanya berita-berita fenomenal pasti mengundang perhatian dan komentar berbagai pihak&nbsp;<em>dong</em>. Salah satunya datang dari seorang pengamat politik yang bernama Rocky Gerung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat berita penangkapan beruntun ini, Pak Rocky ini pun menganalogikan fenomena-fenomena ini bak sebuah permainan. “Skor 1-1 antara Hambalang dan Teuku Umar. Draw. Buat Jokowi (Joko Widodo) 2-0,”&nbsp;<strong><a href="https://riau.suara.com/read/2020/12/06/175127/mensos-juliari-terjerat-korupsi-bansos-rocky-gerung-sindir-megawati/">begitu ujar</a></strong>&nbsp;Rocky dalam sebuah video di YouTube.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hambalang yang dimaksud Pak Rocky di sini adalah Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. Sementara, Teuku Umar adalah Megawati Soekarnoputri dan PDIP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wah, kalau menganalogikan dengan perolehan skor begini, jadi ingat klasemen ala Liga Inggris&nbsp;<em>deh</em>. Soalnya&nbsp;<em>tuh</em>, peringkat klasemen dalam liga-liga sepak bola ini juga dipengaruhi oleh perolehan skor gol dalam masing-masing pertandingan.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, kalau dibawa ke situasi politik Indonesia&nbsp;<em>gini</em>, siapa ya yang bakal memuncaki klasemen? Biasanya kan PDIP dan Gerindra&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;yang memuncaki klasemen – apalagi&nbsp;<em>udah&nbsp;</em>mendominasi di berbagai Pemilu juga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi ingat dengan salah satu tim yang dijuluki Setan Merah. Kalau&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>salah&nbsp;<em>tuh</em>, tim yang bernama Manchester United (MU) dulu juga kerap jadi juara&nbsp;<em>lho</em>.&nbsp;<em>Hmm</em>,&nbsp;<em>tapi</em>, kalau sekarang&nbsp;<em>gimana</em>&nbsp;ya? Mungkin, para penggemar sepak bola bisa menjawab.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kan, namanya juga dinamika politik.&nbsp;<em>Nggak&nbsp;</em>ada yang&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>mungkin. Apalagi, partai berlambang kepala banteng ini kan&nbsp;<em>udah</em>&nbsp;beberapa kali&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;terjegal kasus korupsi – misal kasus Harun Masiku yang sampai sekarang belum ditangkap.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, terlepas dari itu semua – dan meski sama-sama berwarna merah <em>nih</em>, semoga <em>aja</em> dua perisitiwa penangkapan baru-baru ini bisa sama-sama jadi motivasi buat koreksi ya. Mari kita amati saja kembali dinamika klasemen liga KPK mendatang. (A43)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Sejarah Nyai Dahlan: Pendobrak Tradisi, Perempuan Pertama Pemimpin Kongres" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/MzAv8eCqHOY?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/1607381965_di-balik-kpk-tangkap-edhy-juliarijpg-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Firli Bahuri ‘Pantang Menyerah’?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/firli-bahuri-pantang-menyerah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2020 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Pengawas KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Firli Bahuri]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil Dinas]]></category>
		<category><![CDATA[Pimpinan KPK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=88159</guid>

					<description><![CDATA[“Peraturan seringkali bisa disiasati. Namun, asas kepatutan dan etika janganlah dikhianati” – Najwa Shihab, jurnalis asal Indonesia PinterPolitik.com Gengs, apa&#160;sih&#160;di pikiran kalian ketika mendengar nama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pertama kali? Pasti yang ada di pikiran kalian yaitu sebuah lembaga yang bagaikan pahlawan dengan kesederhanaan dan integritas tinggi. Bahkan, berdasarkan pengalaman&#160;mimin nih&#160;ketika dulu mengadakan kegiatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading" id="peraturan-seringkali-bisa-disiasati-namun-asas-kepatutan-dan-etika-janganlah-dikhianati-najwa-shihab-jurnalis-asal-indonesia"><strong>“Peraturan seringkali bisa disiasati. Namun, asas kepatutan dan etika janganlah dikhianati” – Najwa Shihab, jurnalis asal Indonesia</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gengs</em>, apa&nbsp;<em>sih</em>&nbsp;di pikiran kalian ketika mendengar nama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pertama kali? Pasti yang ada di pikiran kalian yaitu sebuah lembaga yang bagaikan pahlawan dengan kesederhanaan dan integritas tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, berdasarkan pengalaman&nbsp;<em>mimin nih</em>&nbsp;ketika dulu mengadakan kegiatan dan mengundang salah satu pimpinan di KPK, doi dibayar pun tidak mau,&nbsp;<em>gengs</em>. Lah, kok dibayar, dijemput di bandara – bahkan hanya sekedar makan saja – mereka&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;menolak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hanya ambil minum air botol yang harganya tidak lebih dari Rp 5.000,00. Kalau itu maklum lah ya, habis ngomong panjang lebar masa sih&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;minum sedikit pun. Kan seret,&nbsp;<em>cuy</em>.&nbsp;<em>Hehehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, identitas yang telah lama dibentuk itu lambat laun kelihatannya mulai luntur dan hilang,&nbsp;<em>sob</em>. Kenapa&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;mengatakan bahwa itu semua mulai hilang? Pasalnya, secara mengejutkan, KPK Jilid V di bawah komando Bapak Firli Bahuri ini mengajukan anggaran pembelian mobil dinas kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),&nbsp;<em>cuy</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mobil dinas yang diusulkan untuk ketua KPK, yaitu Pak&nbsp;<a href="https://tirto.id/mobil-dinas-kpk-penanda-hancurnya-citra-kesederhanaan-16-tahun-f52e/"><strong>Firli</strong></a>&nbsp;sendiri, senilai Rp 1,45 miliar. Dalam hal nilai dan spesifikasi mobil, doi meminta sekelas kendaraan baru para menteri dan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) serta DPR, yaitu Toyota Crown 2.5 HV G-Executive. Sementara, mobil dinas yang diusulkan untuk wakil ketua masing-masing mencapai Rp 1 miliar dan dewan pengawas serta pejabat eselon 1 Rp 702 juta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Coba kalian bayangkan dan berpikir sejenak. Berapa total anggaran yang diajukan? Anggap saja komposisi KPK yaitu satu ketua, empat wakil ketua, lima dewan pengawas, dan empat pejabat eselon I. <em>Beh</em>, Rp 1 triliun lebih, <em>sob</em>, kalau dihitung.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Weleh-weleh</em>, ini bagaimana ya Pak Firli Bahuri? Kalau kata Bu Tejo, “Hati nuraninya&nbsp;<em>loh</em>”.&nbsp;<em>Mbok ya</em>&nbsp;dipikir dan direnungkan terlebih dahulu sebelum meminta. Ini kan kondisinya sedang pandemi Covid-19. Masyarakat jelas lebih membutuhkan anggaran tersebut.&nbsp;<em>Hadeuhh</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlebih, sejak berdiri pada 2003, para pejabat KPK hanya menggunakan kendaraan pribadi. Selama empat periode memang tidak mengenal mobil dinas untuk para pimpinan. Meski tawaran mobil dinas sebenarnya sudah muncul sejak Jilid I, tetapi ditolak dan berlaku hingga Jilid IV.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itu semua untuk apa,&nbsp;<em>sob</em>? Ya, jelas untuk menunjukkan integritas dan independen dari negara sehingga nanti, jika mau menangkap koruptor, bisa tanpa tedeng aling-aling langsung diringkus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apa lagi&nbsp;<em>nih</em>, gajinya Pak Firli ini&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;main-main dan cukup besar&nbsp;<em>loh</em>, yaitu totalnya Rp 123,9 juta per bulan. Karena adanya hal ini, sampai membuat Bung Saut Situmorang, sebagai mantan pimpinan KPK langsung angkat bicara dan menyarankan Pak Firli agar menggunakan uang tunjangan transportasi untuk kredit mobil baru saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Duh</em>, rasanya melihat fenomena KPK yang seperti sekarang&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;jadi mau bernyanyi, “Aku yang dulu bukanlah yang sekarang”.&nbsp;<em>Hehehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagian, apa Pak Firli <em>nggak</em> takut mendapatkan panggilan lagi <em>nih</em>? Sebelumnya kan sudah pernah dipanggil terkait pelanggaran kode etik. Masa sih mau jatuh di lubang yang sama? Keledai saja tidak akan masuk dua kali di lubang yang sama. <em>Upss</em>. (F46)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="McDonald vs Burger King: Donald Trump Hingga Perang Besar Burger" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/7O4VKAzZP_Y?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Firli-Bahuri-Pantang-Menyerah-1024x682.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bocor, Tugas Sri Mulyani atau KPK?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/bocor-tugas-sri-mulyani-atau-kpk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2020 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran negara]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Mulyani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=89547</guid>

					<description><![CDATA[“Satu-satunya anggaran yang baik adalah anggaran yang berimbang” – Adam Smith, ekonom asal Inggris PinterPolitik.com Ada yang bocor tapi bukan atap rumah&#160;nih,&#160;gengs. Kira-kira, apa&#160;hayo?&#160;Hadeh,&#160;ngapain sih mimin&#160;pakai tebak-tebakan?&#160;Wong&#160;ya kalian juga sudah pada tahu kok. Apalagi, ini konteksnya politik dan pemerintahan. Lagian,&#160;emang&#160;ada jawaban lain selain kebocoran yang merujuk pada soal anggaran?&#160;Yaps, kali ini, “atap rumah” pemerintahan kita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading" id="satu-satunya-anggaran-yang-baik-adalah-anggaran-yang-berimbang-adam-smith-ekonom-asal-inggris"><strong>“Satu-satunya anggaran yang baik adalah anggaran yang berimbang” – Adam Smith, ekonom asal Inggris</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada yang bocor tapi bukan atap rumah&nbsp;<em>nih</em>,&nbsp;<em>gengs</em>. Kira-kira, apa&nbsp;<em>hayo</em>?&nbsp;<em>Hadeh</em>,&nbsp;<em>ngapain sih mimin</em>&nbsp;pakai tebak-tebakan?&nbsp;<em>Wong</em>&nbsp;ya kalian juga sudah pada tahu kok. Apalagi, ini konteksnya politik dan pemerintahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagian,&nbsp;<em>emang</em>&nbsp;ada jawaban lain selain kebocoran yang merujuk pada soal anggaran?&nbsp;<em>Yaps</em>, kali ini, “atap rumah” pemerintahan kita kembali mengalami kebocoran anggaran,&nbsp;<em>cuy</em>. Lagi, lagi, dan lagi. Perasaan dari dulu kok ya terus berulang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nggak</em>&nbsp;ada kemajuan sistem&nbsp;<em>monitoring</em>&nbsp;yang&nbsp;<em>ketje</em>&nbsp;buat menyumpal parahnya kebocoran itu. Bagaimana&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;parah,&nbsp;<em>cuy</em>? Kebocoran ini&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;cuma berada di satu titik, melainkan sudah menguasai hampir seluruh atap keuangan kita – mulai dari yang disebabkan oleh penggerogotan secara sengaja oleh pejabat yang&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;amanah, sampai soal yang paling&nbsp;<em>smooth</em>&nbsp;tapi dampaknya luar biasa yakni efisiensi anggaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, masalah yang belakang itu paling susah buat disadari karena orang Indonesia ini kan terkenal &#8216;kagetan&#8217; sama sesuatu yang bombastis. Padahal, kebocoran anggaran sebab tidak efisien menggunakan uang negara merupakan perkara samar tetapi, kalau&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;segera disumpal, bisa-bisa jebol keuangan kita&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini kan mirip kayak pencuri yang melakukan aksinya di toko emas. Kalian tahu kan pasti rata-rata pemilik toko bakalan fokus pada pencuri-pencuri yang memang aksinya kentara? Makanya dikasih CCTV dan lain sebagainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, sekarang coba diamati, berapa banyak para penjual yang sadar bahwa pencuri di tokonya&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;hanya berasal dari pencuri &#8216;orang luar&#8217; dengan aksi &#8216;kentara&#8217; tersebut? Padahal, pegawai yang&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;mengurangi satu laporan transaksi atau menilap uang kembalian juga termasuk pencuri kan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan, justru apa yang disebut terakhir sudah jelas membuat toko dalam lubang kehancuran paling nyata. Sebab, di mana-mana, bergerak dalam senyap lebih berbahaya&nbsp;<em>lho</em>,&nbsp;<em>cuy</em>&nbsp;–&nbsp;<em>kayak</em>&nbsp;Robin Hood&nbsp;<em>gitu deh</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, kekhawatiran&nbsp;<em>mimin tuh</em>&nbsp;kelihatan banget kok pada penjelasan yang disampaikan oleh Kepala&nbsp;<strong><a href="https://rmco.id/baca-berita/ekonomi-bisnis/48876/kemenkeu-anggaran-banyak-yang-bocor-kpk-manakpk-mana/">Badan Kebijakan Fiskal</a></strong>&nbsp;(BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu yang bilang, “Tidak sedikit pengeluaran pemerintah yang tidak efisien, banyak bocor, tidak perlu, yang tidak hasilkan nilai tambah besar.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini&nbsp;<em>mah</em>&nbsp;parah menurut&nbsp;<em>mimin</em>,&nbsp;<em>cuy</em>, karena pasti menyangkut pada soal seperti perjalanan dinas, dan lain-lain. Parahnya&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;bukan hanya pada anggaran yang hilang sia-sia, tetapi rata-rata sangat sedikit pihak yang sadar akan bahaya &#8216;jalan-jalan yang&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;jelas&#8217; itu&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau memang sudah tahu begini,&nbsp;<em>gimana nih</em>&nbsp;Ibu Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani? Di mana Inspektorat Jenderal (Itjen) yang mempunyai fungsi sebagai pengawas di kementerian? Bisa&nbsp;<em>loh</em>&nbsp;Ibu Menkeu ini memanggil Itjen dan membahas ini secara mendalam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau memang dirasa tidak mampu sendirian, ya bisa juga menggandeng rekan dari luar kementerian – misal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan membuat laporan. Lagian, baik Kemenkeu dan KPK kan juga terikat oleh norma hukum soal penyelamatan anggaran <em>sih</em>. <em>Hmm</em>. (F46)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Bahas Anak Muda &amp; Politik serta Pilkada ditengah wabah Covid19 | Wawancara bersama Emil Dardak" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/ocW9iSfNF3g?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Bocor-Tugas-Sri-Mulyani-atau-KPK-1024x631.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menguak Manuver KPK Soroti Prakerja</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/menguak-manuver-kpk-soroti-prakerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2020 11:30:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[2024]]></category>
		<category><![CDATA[Airlangga Hartarto]]></category>
		<category><![CDATA[Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu pra kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Prakerja]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[KPK RI]]></category>
		<category><![CDATA[PDI Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[PDI-P]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Polemik Kartu Prakerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=80189</guid>

					<description><![CDATA[Kebijakan Kartu Prakerja akhir-akhir ini kembali menjadi sorotan melalui surat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kala masyarakat Indonesia menyongsong normal baru (new normal). Mungkinkah sorotan ini disertai dinamika politik? PinterPolitik.com “Justice will prevail, you say? But of course it will. Whoever wins this war becomes justice.” – Donquixote Doflamingo, One Piece Tidak sedikit orang kerap menganggap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Kebijakan Kartu Prakerja akhir-akhir ini kembali menjadi sorotan melalui surat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kala masyarakat Indonesia menyongsong normal baru (<em>new normal</em>). Mungkinkah sorotan ini disertai dinamika politik?</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p>“Justice will prevail, you say? But of course it will. Whoever wins this war becomes justice.” – Donquixote Doflamingo, <em>One Piece</em></p></blockquote>
<p><span class="dropcap dropcap2">T</span>idak sedikit orang kerap menganggap bahwa kekuasaan rentan menjadi lahan korupsi. Bahkan, tanpa disadari isu korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan semacam ini turut tertanam dalam berbagai produk budaya di banyak negara.</p>
<p>Seri anime yang berjudul <em>One Piece </em>misalnya menjadi salah satu produk budaya yang juga menyebutkan pesan politis semacam ini dalam alur ceritanya. Para penggemarnya mungkin bisa menemukan perilaku koruptif seperti ini pada World Government dan Marine.</p>
<p>Boleh jadi, World Government dan Marine menjadi musuh para bajak laut <em>One Piece</em> karena perilaku koruptif tersebut. Alhasil, bajak laut mana saja pasti selalu curiga dengan gerak-gerik mereka.</p>
<p>Mungkin, sikap curiga inilah yang perlu setiap saat dimiliki oleh lembaga antirasuah di negara manapun. Hal ini tentu juga berlaku bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Indonesia.</p>
<p>Dalam kebijakan program Kartu Prakerja yang dicanangkan oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) kala pandemi virus Corona (Covid-19) misalnya, dugaan konflik kepentingan dan penyalahgunaan kekuasaan justru mencuat di masyarakat. Sorotan publik pun sempat ramai setelah beberapa perusahaan <em>start-up</em> yang dimiliki Adamas Belva Syah Devara – kala itu menjabat sebagai Staf Khusus Presiden – terlibat dalam kerja sama di program itu.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Kegeraman ProDEM pada UU No.2/2020 bertambah karena ada temuan masalah <a href="https://twitter.com/KPK_RI?ref_src=twsrc%5Etfw">@KPK_RI</a> atas proyek pelatihan Kartu Pra Kerja. Tapi temuan <a href="https://twitter.com/KPK_RI?ref_src=twsrc%5Etfw">@KPK_RI</a> itu hanya dianggap sebagai kajian.</p>
<p>Bangkrut dan ancur, kalau Rezim Sontoloyo ini tak segra disudahi. </p>
<p>Iya gak sih? <a href="https://t.co/cvm86LBF1k">https://t.co/cvm86LBF1k</a></p>
<p>&mdash; RealKetuaProDEM (@KetumProDEM) <a href="https://twitter.com/KetumProDEM/status/1275642766958235648?ref_src=twsrc%5Etfw">June 24, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Terkait dugaan itu, Ketua KPK Firli Bahuri mengirimkan sebuah surat kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Pasalnya, program Kartu Prakerja berada di bawah urusan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian.</p>
<p>Dalam surat yang dikirim Firli, terdapat juga beberapa poin lain yang menjadi perhatian, seperti jumlah peserta dengan data pekerja terdampak pandemi virus Corona (Covid-19) yang tidak sebanding, kurasi materi yang kurang kompeten, dan fitur pengenal wajah yang dianggap tidak efisien.</p>
<p>Airlangga pun langsung merespons dengan revisi regulasi terkait program tersebut. Mantan Menteri Perindustrian (Menperin) tersebut bahkan menyebutkan bahwa kementeriannya lah yang mengajukan diri untuk diawasi.</p>
<p>Terlepas dari drama lempar narasi terkait polemik program Kartu Prakerja ini, bukan tidak mungkin dinamika politik turut menyertai. Kira-kira, dinamika seperti apakah yang melandasi? Lalu, bagaimana efek dan dampak dari sorotan KPK ini ke depannya?</p>
<h4><strong>Efek KPK</strong></h4>
<p>Sorotan KPK terhadap pejabat dan politisi tentu dapat selalu membawa efek politis. Bukan tidak mungkin, sorotan lembaga antirasuah ini dapat berdampak pada hasil politik lainnya di masa mendatang.</p>
<p>Dampak seperti ini tercerminkan dalam beberapa kasus korupsi yang menjerat figur politisi penting. Pada tahun 2019 misalnya, mantan Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy (Rommy) terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK soal kasus jual-beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).</p>
<p>Tentu, begitu nama tersebut disebut oleh KPK, publik pun tidak hanya tinggal diam. Masyarakat akan memberikan penilaian melalui pemilihan umum (Pemilu).</p>
<p>Kala itu, koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin juga dibuat khawatir terkait dampaknya terhadap perolehan suara Piplres 2019. Pasalnya, Rommy sendiri dikenal memiliki kedekatan politik dengan sang presiden.</p>
<p>Banyak media dan pengamat politik menyebut fenomena tersebut sebagai <em>Rommy Effect</em>. Efek itu ditakutkan dapat membawa para pemilih menyeberang ke kubu lawan, yakni Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pasalnya, PPP kala itu juga telah terpecah.</p>
<p><hr /><p><em>Sorotan lembaga antirasuah KPK ini bisa saja dapat berdampak pada hasil politik di masa mendatang.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fmenguak-manuver-kpk-soroti-prakerja%2F&#038;text=Sorotan%20lembaga%20antirasuah%20KPK%20ini%20bisa%20saja%20dapat%20berdampak%20pada%20hasil%20politik%20di%20masa%20mendatang.&#038;related' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p><em>Rommy Effect</em> seperti ini sebenarnya tidak dapat dilepaskan dari bagaimana kecenderungan masyarakat secara psikologis dapat memengaruhi Pemilu. Tendensi kognitif seperti ini biasa disebut sebagai <em>negativity bias</em>.</p>
<p>Bias inilah yang dijabarkan oleh Amrisha Vaish dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology dalam <a href="https://www.researchgate.net/publication/5407136_Not_All_Emotions_Are_Created_Equal_The_Negativity_Bias_in_Social-Emotional_Development"><strong>tulisannya</strong></a> bersama rekan-rekannya yang berjudul <em>Not All Emotions Are Created Equal</em>. Mereka menyebutkan bahwa terdapat kecenderungan pada orang dewasa untuk lebih menggunakan informasi-informasi negatif dalam mengambil keputusan.</p>
<p>Itulah mengapa Rommy Effect ini bisa saja berdampak pada hasil Pemilu. PPP sendiri misalnya, disebut-sebut berada dalam ambang “kehancuran” karena kasus tersebut. Partai itu juga mengalami <a href="https://nasional.kompas.com/read/2019/05/21/06353851/perbandingan-suara-parpol-2014-dan-2019-dari-yang-melejit-tersingkir-hingga/" rel="nofollow"><strong>penurunan perolehan suara</strong></a> dari 6,53 persen pada tahun 2014 menjadi hanya 4,52 persen pada tahun 2019.</p>
<p>Bukan tidak mungkin, hal yang serupa dapat terjadi pada Airlangga selaku Ketum Partai Golkar. Bagaimana pun juga, Airlangga perlu menggunakan taktik tertentu agar sorotan KPK ini tak dapat berujung pada efek yang sama dengan <em>Rommy Effect</em>.</p>
<p>Meski Airlangga telah menangkis sorotan ini dengan memberikan janji revisi regulasi, bukan tidak mungkin dinamika politik lainnya tetap berlanjut. Kira-kira, dinamika apa yang melandasi sorotan KPK pada program Kartu Prakerja yang ditangani oleh Airlangga ini?</p>
<h4><strong>Strategi PDIP?</strong></h4>
<p>Bagaimana pun juga, sikap politis KPK bukan hanya sekali ini dicurigai ada. Dalam beberapa kasus, KPK juga dianggap menjadi instrumen politik dengan jeratan kasus korupsinya.</p>
<p>Manuver politik melalui KPK ini pernah <a href="https://www.pinterpolitik.com/strategi-jerat-rangkul-jokowi/"><strong>disebut-sebut</strong></a> digunakan oleh Presiden Jokowi untuk menjerat dan merangkul lawan-lawan politiknya. Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo misalnya disebut-sebut pernah terkena strategi jerat-rangkul melalui kasus hukum tertentu.</p>
<p>Bukan tidak mungkin, strategi serupa kini dilakukan kembali oleh aktor politik yang berbeda. Apalagi, situasi politik pada tahun 2024 bisa saja menjadi semakin sulit dikontrol.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CBzOlIgBTEL/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CBzOlIgBTEL/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CBzOlIgBTEL/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">KPK minta program Prakerja dihentikan, kenapa ya? #kpk #kartuprakerja #prakerja #menkoperekonomian #corona #coronavirus #covid19 #pandemicorona #jagajarak #cegahcorona #cucitangan #stayhealth #pakemasker #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-06-24T02:05:32+00:00">Jun 23, 2020 at 7:05pm PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Bila diamati kembali, sosok politisi yang menjadi sorotan kini adalah Airlangga yang sekaligus menjabat sebagai Ketum Golkar. Partai berlambang pohon beringin ini juga merupakan salah satu partai dengan suara terbanyak pada Pemilu 2019 lalu.</p>
<p>Bukan tidak mungkin, kekuatan Golkar yang besar kini dapat menjadi keuntungan maupun kerugian bagi kekuatan lain. Pasalnya, Golkar ini digadang-gadang oleh banyak pengamat politik untuk menjadi <a href="https://www.pinterpolitik.com/2024-megawati-vs-everybody/"><strong>poros ketiga</strong></a> dalam Pemilu 2024 – menyaingi dua poros utama lainnya, yakni poros PDIP dan poros PKS.</p>
<p>Terdapat juga anggapan bahwa Golkar merupakan salah satu partai yang menjadi kekuatan poros ketiga yang ingin dibangun oleh Jokowi. Pasalnya, Jokowi sendiri disebut-sebut ingin melepaskan diri dari pengaruh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.</p>
<p>Boleh jadi, dinamika inilah yang mendasari sorotan KPK pada Airlangga terkait program Kartu Prakerja. Asumsi ini juga didukung dengan dugaan di masyarakat yang mengatakan bahwa KPK kini turut <a href="https://www.merdeka.com/peristiwa/firli-ungkap-kedekatan-dengan-pdip-di-uji-kelayakan-dan-kepatutan-capim-kpk.html"><strong>dipengaruhi</strong></a> oleh PDIP dengan Firli Bahuri sebagai pimpinannya.</p>
<p>Mungkin, KPK di bawah kepemimpinan Firli inilah yang menjadi instrumen strategi jerat-rangkul baru ala PDIP. Lagi pula, PDIP sendiri semakin ke sini semakin terlihat kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintahan Jokowi di tengah pandemi Covid-19.</p>
<p>Kemungkinan penggunaan strategi ini tentu juga sejalan dengan <em>game theory </em>(teori permainan) – di mana berjalan sebuah permainan di antara aktor-aktor yang berlawanan. Biasanya, dalam prinsip <em>zero-sum game</em>, kerugian yang dialami pihak lawan dapat menjadi keuntungan bagi pihak tertentu.</p>
<p>Kerugian politis semacam ini bisa saja dialami Airlangga dan Jokowi dengan sorotan KPK terhadap kebijakan Kartu Prakerja. Dengan adanya bias negatif, bukan tidak mungkin kekuatan Golkar dan Jokowi untuk tahun 2024 mendatang secara perlahan <em>digembosi</em>.</p>
<p>Meski begitu, gambaran kemungkinan manuver politis seperti ini belum pasti benar adanya. Yang jelas, bagaimana pun, sorotan KPK terhadap kebijakan pemerintahan Jokowi ini bisa saja berdampak secara politis ke depannya. Menarik untuk dinanti kelanjutannya. (A43)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="rBvbD6YLBq4"><iframe loading="lazy" title="Seniman dan Politik: Kiprah Sang Maestro Lokal Affandi" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/rBvbD6YLBq4?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/06/Jokowi-Airlangga-Hartarto.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Giliran KPK Kerjai Prakerja?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/giliran-kpk-kerjai-prakerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2020 07:00:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu pra kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Prakerja]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[KPK RI]]></category>
		<category><![CDATA[Polemik Kartu Prakerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=80106</guid>

					<description><![CDATA[“Tugas pemuda adalah menantang korupsi” – Kurt Cobain, musisi asal Amerika Serikat PinterPolitik.com Gengs, kalian tahu gak sih film The Pursuit of Happyness (2006)? Film itu diambil dari kisah nyata loh – bercerita tentang pria yang bernama Chris Gardener yang berharap menjadi cepat kaya dan bergabung dalam bisnis MLM alat dokter hingga menghabiskan semua tabungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Tugas pemuda adalah menantang korupsi” – Kurt Cobain, musisi asal Amerika Serikat</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<p><em><span class="dropcap dropcap2">G</span>engs</em>, kalian tahu <em>gak</em> <em>sih</em> film <em>The Pursuit of Happyness</em> (2006)? Film itu diambil dari kisah nyata <em>loh</em> – bercerita tentang pria yang bernama Chris Gardener yang berharap menjadi cepat kaya dan bergabung dalam bisnis MLM alat dokter hingga menghabiskan semua tabungan yang dimilikinya dan istri. Namun, karena barang tersebut ternyata sulit dijual, akhirnya perekonomian keluarganya mengalami kehancuran dan ditinggalkan oleh sang istri.</p>
<p>Singkat cerita, dia mengajukan diri magang di sebuah perusahaan tanpa dibayar. Berkat semangat dan kerja kerasnya, akhirnya dia diterima sebagai karyawan tetap dan diberikan gaji fantastis. Kalau penasaran coba tonton sendiri aja ya. <em>Hehehe</em>.</p>
<p>Nah, mengingat film tersebut yang menunjukkan semangat kerja keras dan banting tulang Chris Gardener, <em>mimin</em> jadi teringat sesuatu nih, <em>cuy</em>, sebenarnya. Kayak ada mirip-miripnya <em>gitu</em> dengan jargon seseorang. Kalian pasti sudah mengetahui lah ya tanpa <em>mimin</em> jelasin secara panjang lebar.</p>
<p>Selain teringat sosok yang mempopulerkan jargon itu, <em>mimin</em> juga teringat tentang program Kartu Prakerja yang mendapatkan banyak kritikan dari berbagai pihak itu, <em>cuy</em>. Kalau polemik kemarin, itu kan banyak orang menilai bahwa masalahnya itu terkait ketidakjelasan konten yang diberikan oleh layanan kartu tersebut.</p>
<p>Kali ini ada permasalahan lagi, <em>cuy</em>, tapi berbeda masalahnya dari yang sebelumnya. Jika kemarin banyak pihak yang mengatakan bahwa program ini rawan diselewengkan (dikorupsi), ternyata kali ini kelihatannya omongan itu menjadi perhatian salah satu lembaga penegak hukum.</p>
<p>Soalnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan kejanggalan terkait sejumlah masalah dalam program&nbsp;Kartu Prakerja. Sebenarnya, ada beberapa masalah, tapi kalau <em>mimin</em> sebutin semuanya kan kurang menarik, jadi kita ambil masalah yang krusial saja ya.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CBw5l_pBbGC/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CBw5l_pBbGC/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CBw5l_pBbGC/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Happy Late Birthday Pak @jokowi semoga makin sabar dan kuat menghadapi tantangan di periode kedua kekuasaan #presidenjokowi #jokowi #ulangtahunjokowi #corona #coronavirus #covid19 #pandemicorona #jagajarak #cegahcorona #cucitangan #stayhealth #pakemasker #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-06-23T04:23:40+00:00">Jun 22, 2020 at 9:23pm PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Data dari <strong><a href="https://nasional.kompas.com/read/2020/06/19/13280301/kpk-temukan-masalah-kartu-prakerja-istana-tanya-menko-perekonomian/" rel="nofollow">Kementerian Ketenagakerjaan</a></strong> dan BPJS Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa sebenarnya ada 1,7 juta pekerja terdampak (<em>whitelist</em>). Namun, faktanya, hanya sebagian kecil dari&nbsp;<em>whitelist</em>&nbsp;tersebut yang mendaftar secara daring, yaitu 143.000 orang.</p>
<p>Sementara, sebagian besar peserta yang mendaftar untuk tiga gelombang yaitu sebesar 9,4 juta pendaftar, bukanlah target yang disasar oleh program ini. <em>Wadadaww</em>, yang tidak sesuai dengan sasaran program ternyata banyak banget ya, <em>cuy</em>.</p>
<p>Melihat kondisi ini, <em>mimin pengen ngajak</em> kalian sedikit <em>flashback</em> nih. <em>Mimin</em> yakin kalian masih ingat semangat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam upaya pemberantasan korupsi di tengah pandemi. Bahkan <em>nih</em>, Presiden Jokowi pada saat membicarakan anggaran percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional meminta agar langsung digigit jika ada oknum yang mencoba main-main. <em>Behh</em>, garang banget <em>deh</em> pokoknya.</p>
<p>Pada saat itu, <em>mimin</em> langsung <em>standing applause</em> sambil geleng-geleng kepala, <em>cuy</em>. <em>G</em><em>okil</em> keren banget nih Bapak Presiden. Namun, ternyata, ketika ada dugaan kasus korupsi terkait program Kartu Prakerja, pihak istana malah seakan terkesan saling lempar bola <em>gitu</em> ketika dimintai keterangan.</p>
<p>Bahkan, Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Purwono dan Juru Bicara Presiden Fajroel Rachman memberikan jawaban yang sama, yaitu meminta agar langsung menanyakan saja kepada pihak Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.</p>
<p><em>Hadeuhh</em>, kok jadi begini ya, <em>cuy</em>. Padahal, anggaran dalam program ini kan besar banget. Terlebih, indikasi konflik kepentingan ini terjadi di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang. Harusnya kan pihak istana juga responsif menyangkut hal ini.</p>
<p>Mendengar hal ini, semangat <em>mimin</em> jadi langsung melempem sambil ngelus dada nih. Kalau dipikir secara mendalam, kok begini banget ya hidup di Indonesia. Kok seperti ada benarnya juga ya judul film Watchdoc Documentary. Darikerja, prakerja, <em>eh</em>, akhirnya kita malah dikerjai. <em>Hadeeh</em>. (F46)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="ZecLbPRrC5U"><iframe loading="lazy" title="Mengapa J-Pop Kalah dari K-Pop?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/ZecLbPRrC5U?start=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/06/Firli-Bahuri-KPK.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Balapan Polri vs KPK</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/balapan-polri-vs-kpk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2020 05:00:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[coronavirus]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[KPK RI]]></category>
		<category><![CDATA[KPK-Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Polri vs KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=79927</guid>

					<description><![CDATA[“See the way we on and then we all up in the race” – Busta Rhymes, penyanyi rap asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Adakah yang pernah lihat balap liar? Pasti pernah lah ya, minimal balapan di depan komplek antarsepeda ontel. Kalau mimin boleh ngasih gambaran sedikit, balap liar itu ada persamaan dengan balap resmi, seperti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“See the way we on and then we all up in the race” – Busta Rhymes, penyanyi rap asal Amerika Serikat (AS)</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">A</span>dakah yang pernah lihat balap liar? Pasti pernah lah ya, minimal balapan di depan <em>komplek</em> antarsepeda ontel. Kalau <em>mimin</em> boleh ngasih gambaran sedikit, balap liar itu ada persamaan dengan balap resmi, seperti harus ada pembalapnya, minimal dua, terus harus punya aturan yang jelas, dan pastinya harus mengutamakan kesepakatan taruhan antar pelaku.</p>
<p>Perbedaannya sederhana kok. Cuma terletak pada persoalan perizinan. Ya, kan <em>emang</em> disebut liar sebab nggak mau diatur sama petugas berwajib. <em>Hehehe</em>. Jadi, sebenarnya banyak persamaannya daripada perbedaannya <em>sih</em>.</p>
<p>Tapi <em>gengs</em>, ada <em>lho</em> balapan yang pesertanya resmi diakui oleh lembaga berwenang. Pokoknya, siapa yang tanggap dan cepat dia yang terhebat.</p>
<p>Yang terbaru, balapan seperti itu bisa dilihat lewat persaingan antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) vs Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Begitu lah kira-kira.</p>
<p>Kali ini keduanya dipertemukan dalam laga bertajuk ‘derby klasik’ pengawalan anggaran. Dibandingin KPK, dalam arena Covid-19 sekarang, Polri kayaknya lebih <em>gercep</em> <em>deh</em>, pemirsa.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CBXrOZfBwZ2/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CBXrOZfBwZ2/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CBXrOZfBwZ2/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Tuai kritikan, komitmen Presiden Jokowi untuk KPK dipertanyakan #KPK #komisipemberantasankorupsi #jokowidodo #corona #coronavirus #covid19 #pandemicorona #jagajarak #cegahcorona #cucitangan #tetapsehat #pakemasker #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-06-13T09:17:06+00:00">Jun 13, 2020 at 2:17am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Hal itu kelihatan kok. Setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta penegak hukum supaya serius mengawal dana, secepat kilat si Polri langsung ber-<em>statement</em> akan memberi sanksi tegas kepada pihak yang menyelewengkan dana penanganan Covid-19.</p>
<p>Bahkan, <strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200615210221-12-513620/kapolri-penyeleweng-dana-corona-kami-sikat-hukuman-berat/" rel="nofollow">Kapolri Idham Aziz</a></strong> sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) di bawah kemudi Komjen Listyo Sigit Prabowo yang punya tugas khusus ‘menyikat’ oknum penyeleweng. <em>Wih</em>, kayak petir <em>nih</em> Polri.</p>
<p>Wah, kalau begitu KPK kalah <em>start</em> banget nih, <em>cuy</em>. Secara, saat Polri sudah melangkah, KPK malah masih terjebak pada banyak isu, termasuk &nbsp;isu kenaikan gaji pimpinan. Astaga naga, kok begini ya? Padahal <em>lho</em>, ini sudah mulai banyak bermunculan dugaan-dugaan korupsi dana Covid-19 seperti yang dialami Kabupaten <strong><a href="https://regional.kompas.com/read/2020/06/17/09483431/soal-dugaan-korupsi-anggaran-covid-19-ini-kata-sekda-tanah-datar/" rel="nofollow">Tanah Datar, Sumatera Barat</a></strong>.</p>
<p>Itu kalau KPK <em>nggak</em> segera sadar akan perannya, bisa berabe kan. Soalnya, kemarin-kemarin Presiden menaruh harapan supaya KPK turut mengawasi dana Covid-19 ini. Bahkan, nama KPK langsung di-<em>mention</em>. <em>Hehehe</em>.</p>
<p>Harusnya, berlomba-lomba dalam kebaikan boleh, kan? Kalau sudah begitu, kira-kira siapa <em>nih&nbsp;</em>yang bakal menang di hati publik soal penanganan dana Covid-19. Polri atau KPK? Kita lihat saja ke depan. (F46)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="duzqhV8V_Jo"><iframe loading="lazy" title="One Piece: Politik dalam Anime &amp; Manga" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/duzqhV8V_Jo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/06/Kapolri-Idham-Azis-Ketua-KPK-Firli-Bahuri.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KPK Mulai Jadi Cicak?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/kpk-mulai-jadi-cicak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2020 11:00:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[KPK RI]]></category>
		<category><![CDATA[KPK-Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Polri vs KPK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=79703</guid>

					<description><![CDATA[“Ono cicak nguntal boyo. Boyo coklat nyekel godo. Ojo seneng nguntal negoro, mundak rakyatmu dadi sengsoro” – Kill the DJ, penyanyi rap asal Indonesia PinterPolitik.com Gengs, masih ingat lagu milik Marzuki alias Kill the DJ yang liriknya dikutip di awal tulisan gak? Lagu yang tenar sekitar 10 tahun yang lalu tiba-tiba melintas di telinga mimin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Ono cicak nguntal boyo. Boyo coklat nyekel godo. Ojo seneng nguntal negoro, mundak rakyatmu dadi sengsoro” – Kill the DJ, penyanyi rap asal Indonesia</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<p><em><span class="dropcap dropcap2">G</span>engs</em>, masih ingat lagu milik Marzuki alias Kill the DJ yang liriknya dikutip di awal tulisan <em>gak</em>? Lagu yang tenar sekitar 10 tahun yang lalu tiba-tiba melintas di telinga mimin e, <em>cuy</em>. Lagu itu mengingatkan kita pada konflik si cicak – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) – melawan si buaya &#8216;Polri&#8217; yang dipotret oleh Majalah Tempo dari hasil mewawancarai Susno Duadji. Eks Kabareskrim Polri itu melempar kalimat yang menggelitik begini, &#8220;Cicak kok mau melawan buaya.&#8221;</p>
<p>Saat itu <em>sih</em>, banyak yang masih meragukan pernyataan Susno, sebab KPK ternyata berangsur menjadi lembaga yang dielu-elukan masyarakat. Sampai dengan tahun 2018 saja, <strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181211070221-20-352621/survei-lsi-icw-kpk-dan-presiden-lembaga-paling-dipercaya/" rel="nofollow">KPK</a></strong> selalu berada di klasemen atas dan berhasil unggul dari Polri dalam beberapa survei tentang kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga negara.</p>
<p><em>Wih</em>, <em>emang</em> sangar sih KPK dulu. Tapi itu dulu <em>lho</em>, ya. Seperti kata Andreas Nugroho, si motivator handal, &#8220;Dunia ini berubah dengan cepat.&#8221; Pun demikian halnya dengan klasemen lembaga-lembaga negara tersebut di mata masyarakat.</p>
<p>Nyatanya, untuk musim 2020 ini, peringkat klasemen KPK resmi berada di bawah Polri. <em>Buyh byuh</em>, apa perkataan Pak Susno mulai terbukti ya, semacam ramalan <em>gitu</em>. <em>Upss</em>.</p>
<p>Sebentar, <em>mimin</em> masih kaget <em>sih</em> sebenarnya. Kok bisa KPK yang pada tahun 2018 menurut <em>Indonesian Corruption Watch&nbsp;</em>(ICW) berhasil mengantongi 85 persen suara sehingga menjadi lembaga paling dipercaya publik, kali ini di tahun 2020 dari survei <strong><a href="https://kumparan.com/kumparannews/survei-indikator-tingkat-kepercayaan-publik-ke-dpr-kpk-tni-hingga-polri-turun-1tZFC34LphN/" rel="nofollow">Indikator Politik</a></strong> melandai di angka 74,7 persen, dan berada di peringkat empat di bawah Polri.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CBXrOZfBwZ2/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CBXrOZfBwZ2/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CBXrOZfBwZ2/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Tuai kritikan, komitmen Presiden Jokowi untuk KPK dipertanyakan #KPK #komisipemberantasankorupsi #jokowidodo #corona #coronavirus #covid19 #pandemicorona #jagajarak #cegahcorona #cucitangan #tetapsehat #pakemasker #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-06-13T09:17:06+00:00">Jun 13, 2020 at 2:17am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Ya, mimin sih awalnya mencoba <em>husnuzon</em>. Jangan-jangan beda lembaga survei, beda metode dan hasil. Tapi tetap saja, hati kecil <em>mimin</em> bilang kalau hasil itu kayaknya memang pantas <em>sih</em>.</p>
<p>Dan, akhirnya, <em>mimin</em> mengerti sekarang. Mungkin, ini efek dari gejolak Revisi Undang-undang (UU) KPK di tahun 2019 dan proses pergantian kepemimpinan KPK.</p>
<p>Sudah begitu, ada lagi isu yang bikin hati mimin semakin mantap kalau KPK ini pantas berada di papan bawah, yakni pembicaraan gaji pimpinannya yang mau dilambungkan menjadi Rp <strong><a href="https://www.idntimes.com/news/indonesia/santi-dewi/duduk-perkara-pimpinan-kpk-minta-naik-gaji-rp-300-juta/" rel="nofollow">300 juta-an</a></strong><strong>.</strong> <em>Wow</em>. Aduh, bundo, kinerja penangkapan Nurhadi – buron KPK dalam korupsi yang melibatkan pejabat Mahkamah Agung (MA) – <em>aja</em> masih butuh waktu yang lama.</p>
<p>Masa gaji pimpinan <em>udah</em> ngebet <em>pengen</em> dinaikkan? Mending <em>tuh</em> gaji dibuat biaya operasional tim kan.</p>
<p>Sebagai bukti kecintaan <em>mimin</em> sama lembaga negara, kayaknya <em>mimin</em> perlu <em>ngutip</em> kalimat dari Chairil Anwar <em>deh</em>, &#8220;Ada yang berubah, ada yang bertahan. Karena zaman tak bisa dilawan. Yang pasti kepercayaan harus diperjuangkan&#8221;.</p>
<p>Nah, artinya, kalau memang KPK merasa prestasinya di depan publik kok melorot, tingkatkan kinerjanya. Ingat <em>lho</em>, ya, yang ditingkatkan <em>tuh</em> kinerja, bukan hanya anggarannya saja. <em>Hehehe</em>. (F46)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="duzqhV8V_Jo"><iframe loading="lazy" title="One Piece: Politik dalam Anime &amp; Manga" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/duzqhV8V_Jo?start=2&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/06/Pimpinan-KPK-Firli.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Seberapa Tajam Taring KPK Kini?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/ruang-publik/seberapa-tajam-taring-kpk-kini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pinter Politik]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2020 05:30:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[KPK RI]]></category>
		<category><![CDATA[revisi UU KPK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=79643</guid>

					<description><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan lembaga yang krusial dalam melawan korupsi. Namun, semenjak UU KPK direvisi, lembaga antirasuah tersebut kehilangan taring yang tajam. PinterPolitik.com Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang dapat merugikan keuangan Negara dan dapat berdampak pada terhambatnya kesejahteraan masyarakat. Dengan korupsi yang sudah dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa, maka dibutuhkan penanggulangan atau pemberantasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan lembaga yang krusial dalam melawan korupsi. Namun, semenjak UU KPK direvisi, lembaga antirasuah tersebut kehilangan taring yang tajam.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">K</span>orupsi merupakan kejahatan luar biasa yang dapat merugikan keuangan Negara dan dapat berdampak pada terhambatnya kesejahteraan masyarakat. Dengan korupsi yang sudah dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa, maka dibutuhkan penanggulangan atau pemberantasan korupsi yang luar biasa pula.</p>
<p>Terdapat komitmen dari berbagai Negara untuk dapat mengatasi kejahatan korupsi yang begitu kompleks dewasa ini, ada negara yang hanya menggunakan produk undang-undang untuk memberantas korupsi seperti di Mongolia dan terdapat pula Negara yang membentuk lembaga khusus pemberantasan korupsi sekaligus membentuk produk hukum untuk menanggulangi korupsi, seperti Indonesia, Singapura, Hongkong, dan Negara lainya.</p>
<p>Untuk Indonesia, sebenarnya lembaga antikorupsi sudah dibentuk sejak era Orde Lama hal itu dapat ditandai dengan munculnya lembaga-lembaga anti korupsi seperti Badan Koordinasi Penilik Harta Benda (1957), Badan Pengawas Kegiatan Aparatur Negara (1959), Panitia Retooling Aparatur Negara (1960), Operasi Budi (1963), Komando Retooling Aparatur Revolusi (1964).</p>
<p>Di era Orde Baru terdapat lembaga anti korupsi seperti, Tim Pemberantasan Korupsi (1967),  Operasi Penertiban (1977), Tim Pemberantasan Korupsi (1982), dan juga lembaga anti korupsi. Di era reformasi seperti Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (2000), Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (2002), Tim Koordinasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (2005). Hingga saaat ini KPK yang masih bertahan untuk melakukan agenda-agenda pemberantasan korupsi.</p>
<p>Politik hukum pembentukan KPK dimulai dengan adanya Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Setelah beberapa tahun berlaku, resmi pada bulan September 2019 Undang-Undang 30 Tahun 2002 direvisi menjadi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK.</p>
<p>Terdapat beberapa hal yang menjadi kontroversi dalam rumusan Undang-Undang KPK yang baru. Terhitung munculnya persoalan didalamnya terkait dengan kedudukan KPK yang berada dalam rumpun eksekutif dan keberadaan Dewan Pengawas yang dipilih oleh Presiden sebagai ancaman bagi independensi KPK.</p>
<h4><strong>Pasca Revisi Undang-Undang KPK </strong></h4>
<p>Setelah beberapa bulan berlaku sejak disahkan pada tahun 2019, terdapat budaya baru dalam diri KPK. Kita begitu minim melihat atau mendengar pemberitaan di beberapa media terkait pelaksaan fungsi penindakan yaitu Operasi Tangkap Tangan (OTT), tercatat begitu sedikitnya OTT yang dilakukan oleh KPK pasca aturannya direvisi. Hal ini menjadi tanda tanya besar apakah ini merupakan keberhasilan dibidang pencegahan atau malah justru KPK sudah tidak bertaring lagi dibidang penindakan.</p>
<p>Kasus terbaru yaitu OTT yang dilakukan penyidik KPK terhadap pejabat di Universitas Negeri Jakarta. Kasus itu terkait adanya dugaan dari pihak Rektorat yang berinisiatif memberikan tunjangan hari raya kepada pejabat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Permasalahan muncul ketika KPK justru menyerahkan perkara ini kepada Kepolisian Republik Indonesia.</p>
<p>Padahal, sejatinya menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme Pimpinan Perguruan Tingi Negeri merupakan pejabat Negara. Berdasarkan hal tersebut maka KPK seharusnya yang berperan untuk menangani perkara ini.</p>
<p>Kasus berikutnya yang begitu menyita perhatian publik yaitu korupsi yang dilakukan oleh salah satu Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) yaitu Wahyu Setiawan. Kasus tersebut terkait suap yang diduga dilakukan oleh caleg PDIP yaitu Harun Masiku kepada Wahyu Setiawan mengenai pergantian antar waktu.</p>
<p>Kasus tersebut juga diduga melibatkan salah satu pimpinan dari partai PDIP. Pasca undang-undang KPK direvisi seolah KPK kesulitan dalam memberantas korupsi di negeri ini. Hal itu dapat dilihat dari Harun Masiku yang menjadi buronan hingga beberapa bulan ini belum ditemukan keberadaannya.</p>
<p>Padahal, kalau kita melihat KPK memiliki berbagai instrumen yang cukup canggih untuk melakukan penangkapan terduga korupsi. Selain dua kasus tersebut, terdapat beberapa penghentian penyelidikan oleh KPK. Padahal sebelumnya KPK tidak pernah mengumumkan penghentian penyelidikan.</p>
<p>Kalau kita lihat sejatinya beberapa perkara tersebut masih memungkinkan dilanjutkan pada tahap penyidikan, jika ditemukan bukti tambahan baru dikemudian hari. Beberapa kejadian pasca direvisinya undang-undang KPK ini menjadi ironi tersendiri bagi masa depan pemberantasan korupsi.</p>
<h4><strong>Mendambakan KPK </strong><strong>y</strong><strong>ang Ideal</strong></h4>
<p>Setelah disahkanya revisi undang-undang KPK menjadi undang-undang KPK yang baru, setidak-tidaknya terdapat dua persoalan utama terkait kedudukan dan independensi KPK. Pertama, terkait kedudukan KPK sebagaimana diatur dalam pasal 3 undang-undang nomor 19 tahun 2019, yang menempatkan KPK termasuk bagian dari rumpun eksekutif. Dapat diartikan bahwa rumusan pasal 3 ini mengisysrakatkan kedudukan KPK secara kelembagaan termasuk bagian dari lembaga eksekutif dan secara fungsional terbebas dari kekuasaan manapun.</p>
<p>Sebagaimana kita ketahui KPK merupakan lembaga Negara independen yang lahir dari rahim reformasi. Maka rumusan pasal 3 ini bertolak belakang dengan salah satu karakteristik lembaga Negara independen yang digagas oleh Zainal Arifin Mochtar menurutnya <em>“lembaga Negara independen adalah lembaga yang lahir dan ditempatkan tidak menjadi bagian dari cabang kekuasaan yang ada, meskipun pada saat yang sama ia menjadi lembaga independen yang mengerjakan tugas yang dulunya dipegang oleh pemerintah”. </em></p>
<p>Dapat diartikan bahwa kedudukan KPK sebagai lembaga Negara independen seharusnya secara kelembagaan maupun secara fungsional tidak termasuk dalam lembaga Negara manapun, sehingga kemungkinan adanya intervensi dari lembaga Negara lain dapat ditanggulangi.</p>
<p>Persoalan kedua terkait independensi KPK, ketika kita mengacu pada pasal 37 A undang-undang nomor 19 tahun 2019 maka disitu terdapat intrumen pengawasan baru yaitu dengan dibentuknya Dewan Pengawas. Lebih tepatnya, di dalam pasal 37 E ayat (1) yang berbunyi “Ketua dan anggota Dewan Pengawas sebagaimana dimaksud dalam pasal 37 A diangkat dan ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia.”</p>
<p>Pasal ini memberikan satu pesan khusus bahwa Presiden berpotensi dapat mengintervensi KPK dengan kewenangannya memilih Dewan Pengawas. Hal ini berbahaya karena dapat mengganggu kerja-kerja KPK dalam pemberantasan korupsi yang melibatkan penyelenggara Negara, sehingga dapat dikatakan independensi KPK akan terancam. Rumusan ini begitu kontradiktif dengan pandangan Denny Indrayana, menurutnya, “Dengan tugas super berat yang dihadapi KPK, maka tidak ada pilihan lain bagi suatu komisi anti korupsi, kecuali berpijak pada konsepsi kelembagaan Negara yang independen. Tanpa independensi kelembagaan, maka modal dan syarat utama bagi keberhasilan komisi anti korupsi sudah tidak hadir sedari awal, alias ia tidak akan berhasil dalam menjalankan tugasnya dalam memberantas korupsi.”</p>
<p>Dapat diartikan bahwa independensi menjadi suatu hal yang penting untuk ditanamkan pada diri KPK, agar dalam menjalankan tugas dan fungsinya dapat sesuai dengan cita-citanya untuk memberantas korupsi di Indonesia tanpa pandang bulu. Untuk itu, dalam  mendambakan komisi anti korupsi yang ideal harus sesuai dengan teori dan perkembangan ketatanegaraan yang ada, terutama terkait kedudukan dan keindependensianya, agar komisi anti korupsi tersebut dapat menunjukkan taringnya untuk melakukan tugas mulia dalam memberanntas korupsi.</p>
<p>Selanjutnya ketika mengubah atau merevisi produk undang-undang merupakan sebuah keniscayaan, terlebih khusus untuk merevisi undang-undang KPK karena seiring perkembangan zaman maka kebutuhan dan persoalan masyarakat juga semakin kompleks. Namun, perubahan undang-undang KPK harus diiringi komitmen untuk memperkuat KPK dalam melaksanakan agenda-agenda pemberantasan korupsi.</p>
<h5 style="text-align: right;"><strong>Tulisan milik Aldo Ibrahim, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta.</strong></h5>
<hr />
<h6><strong><em>“Disclaimer: Opini adalah kiriman dari penulis. Isi opini adalah sepenuhnya tanggung jawab penulis dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi PinterPolitik.com.”</em></strong></h6>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <a href="http://bit.ly/ruang-publik"><strong>bit.ly/ruang-publik</strong></a> untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/06/KPK-Firli-Bahuri.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
