<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Hari Kemerdekaan Indonesia &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/hari-kemerdekaan-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Aug 2023 02:20:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Hari Kemerdekaan Indonesia &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Indonesia Merdeka Karena Radio?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/indonesia-merdeka-karena-radio/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S83]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Aug 2023 05:21:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[17 Agustus 1945]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kemerdekaan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI ke-78]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Proklamasi]]></category>
		<category><![CDATA[Proklamasi Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[radio]]></category>
		<category><![CDATA[radio era kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sutan Sjahrir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=133840</guid>

					<description><![CDATA[Pada era kemerdekaan, radio menjadi salah satu media komunikasi yang sering digunakan untuk penyebaran sebuah informasi secara luas. Bahkan, radio juga disebut mempunyai peran penting terhadap kemerdekaan Indonesia. PinterPolitik.com Kecepatan penyampaian informasi pada era kemerdekaan tidak bisa semudah akses terhadap sebuah informasi di era digital seperti sekarang ini. Sebagai salah satu media komunikasi massa yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pada era kemerdekaan, radio menjadi salah satu media komunikasi yang sering digunakan untuk penyebaran sebuah informasi secara luas. Bahkan, radio juga disebut mempunyai peran penting terhadap kemerdekaan Indonesia.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Kecepatan penyampaian informasi pada era kemerdekaan tidak bisa semudah akses terhadap sebuah informasi di era digital seperti sekarang ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai salah satu media komunikasi massa yang paling efektif pada masa itu, radio memiliki kemampuan untuk menyebarkan informasi, memotivasi massa, dan mengkoordinasikan gerakan-gerakan perlawanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan adanya radio, mempermudah seluruh masyarakat pada saat itu untuk mengakses informasi secara tepat dan cepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain lewat radio, biasanya penyampaian informasi secara luas pada era itu juga biasa dilakukan melalui surat kabar. Namun, efektivitas penyampaian informasi melalui surat kabar berbeda ketika dilakukan melalui radio.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Radio kemudian pada akhirnya menjadi salah satu alat utama dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat luas mengenai perkembangan perjuangan kemerdekaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada masa itu Indonesia menggunakan radio sebagai sarana untuk menyampaikan pidato-pidato penting, pengumuman, dan berita terkini kepada rakyat.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1080" height="1300" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/akhirnya-belanda-akui-kemerdekaan-17-agustus.jpg" alt="akhirnya belanda akui kemerdekaan 17 agustus" class="wp-image-130736" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/akhirnya-belanda-akui-kemerdekaan-17-agustus.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/akhirnya-belanda-akui-kemerdekaan-17-agustus-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/akhirnya-belanda-akui-kemerdekaan-17-agustus-696x837.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/akhirnya-belanda-akui-kemerdekaan-17-agustus-1068x1285.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/akhirnya-belanda-akui-kemerdekaan-17-agustus-1920x2311.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/akhirnya-belanda-akui-kemerdekaan-17-agustus-348x420.jpg 348w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini memungkinkan informasi penting dapat tersebar dengan cepat dan akurat kepada masyarakat, membangkitkan semangat nasionalisme, dan merangsang partisipasi aktif dalam perjuangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Radio pada masa itu juga digunakan untuk memotivasi dan membangkitkan semangat perjuangan rakyat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program-program radio yang berisi ceramah, lagu-lagu perjuangan, dan pidato-pidato nasionalis menjadi sarana untuk menginspirasi rakyat dalam menghadapi tantangan penjajahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, selain digunakan untuk kepentingan perjuangan bangsa Indonesia pada masa penjajahan, radio juga tak jarang digunakan para penjajah seperti Belanda dan Jepang untuk menyebarkan propaganda mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Radio kiranya juga berperan penting dalam mengoordinasikan pergerakan perlawanan melawan penjajah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesan rahasia dan kode-kode tertentu disampaikan melalui siaran radio, memungkinkan kelompok-kelompok perlawanan untuk berkomunikasi dan mengatur strategi tanpa mudah terdeteksi oleh penjajah.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tempat Munculnya Nasionalisme?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Radio telah menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, menandai kekuatan media massa dalam membentuk opini publik dan mempengaruhi perjalanan sejarah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seorang Indonesianis dari Cornell University Benedict Anderson yang memang secara khusus meneliti nasionalisme di Indonesia sebagai suatu konsep, mengakui jika Indonesia mempunyai konsep nasionalisme yang unik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat slogan <em>Bhinneka Tunggal Ika </em>Indonesia dapat bersatu meski berbeda suku bangsa, regional, dan agama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Anderson berpandangan jika nasionalisme di Indonesia tidak terbentuk begitu saja tanpa adanya contoh dari apa yang terjadi di Barat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih tepatnya, Anderson meyakini jika nasionalisme di Indonesia adalah duplikasi dari nasionalisme Amerika Serikat (AS) dan Revolusi Prancis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam bukunya yang berjudul <em>Imagined Communities: Reflections on the Origin and Spread of Nationalism</em> Anderson menjelaskan jika nasionalisme adalah proses <em>top-down </em>yang dijalankan oleh elit politik dan bersatu dengan kapitalisme.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, nasionalisme dan persatuan suatu bangsa merupakan hasil khayalan atau imajinasi yang di konstruksi sesuai kepentingan elite.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sebuah konstruksi imajinasi tentang nasionalisme itu kemudian menghasilkan kelompok-kelompok revolusi yang terdiri dari para pemuda pada zaman itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam bukunya yang lain berjudul <em>Revoloesi Pemoeda: Pendudukan Jepang dan Perlawanan Di Jawa 1944-1946,</em> Benedict Anderson menjelaskan munculnya generasi dengan kesadaran baru itu juga tak lepas dari peran Jepang yang saat itu menggalang kaum muda di Jawa untuk melawan sekutu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui kelompok-kelompok pemuda itu, muncul bibit semangat revolusi yang diberikan dalam berbagai bentuk, salah satunya stasiun radio.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Radio kemudian semacam menjadi “senjata makan tuan” bagi Jepang. Berbagai semangat revolusi para pemuda kemudian muncul kembali dalam bentuk dan tujuan yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasca kekalahan Jepang dari sekutu, radio kemudian menjadi media para pemuda Indonesia untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan kemerdekaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Propaganda anti-imperialisme juga disiarkan melalui radio sehingga membantu memperkuat rasa persatuan dan nasionalisme di kalangan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, lewat radio pula masyarakat Indonesia saat itu mengetahui akan kemerdekaan bangsanya setelah pembacaan teks proklamasi disiarkan lewat radio ke seluruh penjuru Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, tak berlebihan rasanya jika radio jamak dinilai mempunyai peran penting terhadap konstruksi imajinasi nasionalisme yang tumbuh di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat radio, konstruksi imajinasi para tokoh bangsa Indonesia tentang sebuah kemerdekaan dapat disampaikan dan dikemas dengan bumbu nasionalisme atau kebanggaan sebagai bangsa yang besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Radio juga membantu mengatasi kendala geografis yang ada di Indonesia. Seiring dengan luasnya wilayah Indonesia, radio memungkinkan pesan-pesan kemerdekaan dapat diakses oleh seluruh penjuru tanah air.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal Ini menjadi sangat penting dalam membangun rasa kesatuan dan kesadaran nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanpa radio, informasi akan konstruksi imajinasi para tokoh bangsa itu boleh jadi tidak akan sampai secara efektif pada masyarakat.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/08/10-Negara-pertama-akui-kemerdekaan-Indonesia.jpg" alt="10 negara pertama akui kemerdekaan indonesia" class="wp-image-114710" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/08/10-Negara-pertama-akui-kemerdekaan-Indonesia.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/08/10-Negara-pertama-akui-kemerdekaan-Indonesia-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/08/10-Negara-pertama-akui-kemerdekaan-Indonesia-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/08/10-Negara-pertama-akui-kemerdekaan-Indonesia-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/08/10-Negara-pertama-akui-kemerdekaan-Indonesia-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/08/10-Negara-pertama-akui-kemerdekaan-Indonesia-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/08/10-Negara-pertama-akui-kemerdekaan-Indonesia-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/08/10-Negara-pertama-akui-kemerdekaan-Indonesia-336x420.jpg 336w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bagian dari Alat Perjuangan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, radio memainkan peran yang sangat vital dalam menyebarkan informasi, membangkitkan semangat, mengoordinasikan pergerakan, dan mengatasi kendala geografis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kemampuannya dalam mencapai massa yang luas, radio membantu memperkuat semangat nasionalisme dan persatuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan perspektif penjajah, radio justru dipandang sebagai sesuatu yang dapat membahayakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rosihan Anwar dalam bukunya <em>Sutan Sjahrir: Negarawan Humanis, Demokrat Sejati yang Mendahului Zamannya </em>menjelaskan bahwa ketika Jepang pertama kali tiba di Indonesia, hal pertama yang mereka lakukan adalah menyegel stasiun radio.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jepang memutuskan untuk memusatkan otoritas radio-radio di Indonesia di bawah pengawasan <em>Nippon Hoso Kyokai </em>(NHK).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Siaran-siaran yang mengudara di Indonesia diawasi secara ketat, sementara siaran dari luar negeri diputus oleh pemerintah Jepang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu sosok penggerak kemerdekaan Indonesia Sutan Sjahrir berhasil lolos dari sensor dari pemerintah Jepang. Sjahrir saat itu memang mempunyai sebuah radio kesayangan yang disembunyikan di kamar tidurnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Radio itu dapat menangkap saluran siaran dari luar negeri yang tidak terkena sensor pemerintah Jepang. Memiliki radio ilegal semacam itu adalah hal yang sangat berisiko tinggi pada zaman itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu siaran yang kiranya menjadi titik balik bagi kemerdekaan Indonesia tak terlepas dari peran Sjahrir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat masa pengasingannya, Sjahrir mendengar informasi siaran radio dari Brisbane jika Jepang telah menyerah pada sekutu setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah mendengar kabar itu, Sjahrir lantas memberitahu teman-temanya seperti Wikana, Chaerul Saleh dan Darwis untuk mendesak golongan tua segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah itu, kemudian terjadilah peristiwa Rengasdengklok yang menjadi salah satu rangkaian peristiwa bersejarah sebelum kemerdekaan Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain berperan dalam proses menuju kemerdekaan, radio juga memiliki peran setelah pembacaan teks proklamasi. Berita tentang Indonesia yang telah memproklamirkan kemerdekaannya dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru Nusantara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal saat itu pemimpin tentara Jepang di Indonesia, Jenderal Yamamoto telah memerintahkan untuk tidak menyebarkan berita proklamasi. Kantor Berita Domei dan Harian Asia Raya pun dilarang memuat berita itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi, larangan itu tidak digubris oleh para pemuda yang kemudian menyerahkan teks proklamasi untuk disiarkan secara langsung oleh stasiun radio Domei hingga tiga kali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rangkaian kejadian diatas mencerminkan betapa pentingnya peran radio pada sebelum, saat, dan pasca pembacaan teks proklamasi. Jadi tak berlebihan kiranya jika kita menyebutkan Indonesia dapat merdeka karena radio. (S83)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="DQ9axCJAn88"><iframe title="Kuasa Starlink di Ukraina: Bicara Teknologi AI bersama Jenderal Andika Perkasa | One Step Closer" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/DQ9axCJAn88?start=2&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/indonesia-radio-sejarah-1024x512.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Petualangan Balon Megawati dan PDIP</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/petualangan-balon-megawati-dan-pdip/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2021 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kemerdekaan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=98649</guid>

					<description><![CDATA[PDIP Jateng sempat berencana terbangkan 73.000 balon. Apa ini petualangan balon ala Megawati dan PDIP?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>PDIP sempat akan menerbangkan sebanyak 73.000 balon dalam rangka merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-76. Namun, rencana itu batal karena disebut bisa mengganggu jalannya transportasi udara.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepada Mas Ganjar,</p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Tanggal 17 Agustus merupakan salah satu hari yang saya tunggu-tunggu. Di hari itu, bapak saya menorehkan sejarah dengan membacakan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 76 tahun silam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada satu hal yang membuat saya kagum dengan bapak saya. Bapak saya itu orangnya visioner – memiliki pandangan panjang jauh ke masa depan untuk bangsa Indonesia ini. Sifat inilah yang saya temukan&nbsp;<em>amusing</em>&nbsp;<em>lan</em>&nbsp;<em>suangar ngono lho&nbsp;</em>dari bapak saya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, keinginan saya untuk memiliki sifat demikian semakin menggebu-gebu setelah saya beberapa waktu lalu&nbsp;<em>nonton</em>&nbsp;film kartun&nbsp;<em>sing uapik</em>, Mas. Judulnya adalah&nbsp;<em>Up&nbsp;</em>(2009). Maknanya bagus – yaitu supaya kita jangan menyerah dalam mengejar mimpi, termasuk mimpi kita bersama untuk membawa PDIP maju terus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Makanya itu, saya minta Mas Pacul buat&nbsp;<em>niru</em>&nbsp;inspirasi ala film itu.&nbsp;<em>Nah</em>, kalau di film itu, Pak Carl&nbsp;<em>nerbangin</em>&nbsp;rumahnya dengan hanya sekitar 10.000-20.000 balon, saya mau kalau bisa kita lebih dari itu – ya sekitar 73.000 balon lah ya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/ketika-megawati-bicara-blusukan-puan"><strong>Ketika Megawati Bicara Blusukan Puan</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CS9bAZkBwNQ/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/Infografis%202020/infografis%20PDIP%20Dibungkam%20Megawati.jpg" alt="PDIP Dibungkam Megawati"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Lho</em>, iya&nbsp;<em>lho</em>, Mas. Rumah PDIP kita itu jauh lebih berat ketimbang rumahnya Carl yang ada di film&nbsp;<em>Up</em>. Belum lagi, rumah kita ini ramainya minta ampun. Ada yang koar-koar kalau calon presiden (capres) PDIP harus trah Soekarno, ada juga yang koar-koar kalau Mas Ganjar&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;yang jadi capres.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, memang&nbsp;<em>sih</em>&nbsp;beban masa lampau ini kerap menghantui partai kita. Belum lagi juga banyak beban kasus korupsi yang kemarin-kemarin mencuat ke publik – mulai dari Pak Harun sampai dengan Pak Juliari.&nbsp;<em>Mumet</em>&nbsp;saya itu, Mas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya kadang berharap juga bisa seperti Carl di film&nbsp;<em>Up</em>. Ya, walaupun ditinggal sama pasangannya, Carl akhirnya dibantu sama anak pramuka yang namanya Russell yang&nbsp;<em>gemay</em>&nbsp;nan lucu. Alhasil, Carl memiliki teman dan&nbsp;<em>journey</em>&nbsp;baru untuk masa depannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi, ya, siapa juga ya yang bisa menjadi sosok Russell buat saya yang&nbsp;<em>udah&nbsp;</em>tua ini? Apa Mas Ganjar mau jadi sosok Russell buat PDIP kita yang menyongsong masa depan, Mas?&nbsp;<em>Hmm</em>, barang kali, seperti Carl, saya akhirnya bisa menemukan “petualangan” PDIP yang baru sama Mas Ganjar. Siapa tahu kan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salam, Ibu Mega.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(A43)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/lord-luhut-vs-madam-megawati"><strong>Lord Luhut vs Madam Megawati</strong></a></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="cLd3AXA33Bs"><iframe loading="lazy" title="Baliho Puan: Strategi Intelijen Tiru Nazi dan Soviet?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/cLd3AXA33Bs?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.youtube.com/c/PinterPolitik/featured"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/ytb%20membership-03.jpg" alt=""/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://linktr.ee/PinterPublishing"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/2021/3/ebook-promo-web-banner.jpg" alt=""/></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Petualangan-Balon-Megawati-dan-PDIP-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sorotan Lagi untuk BPIP</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/sorotan-lagi-untuk-bpip/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2021 03:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[BPIP]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kemerdekaan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Yudian Wahyudi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=98127</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="851" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Sorotan-Lagi-untuk-BPIP-851x1024.jpg" alt="" class="wp-image-98132" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Sorotan-Lagi-untuk-BPIP-851x1024.jpg 851w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Sorotan-Lagi-untuk-BPIP-249x300.jpg 249w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Sorotan-Lagi-untuk-BPIP-125x150.jpg 125w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Sorotan-Lagi-untuk-BPIP-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Sorotan-Lagi-untuk-BPIP-696x838.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Sorotan-Lagi-untuk-BPIP-1068x1286.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Sorotan-Lagi-untuk-BPIP-349x420.jpg 349w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Sorotan-Lagi-untuk-BPIP.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 851px) 100vw, 851px" /></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Sorotan-Lagi-untuk-BPIP-851x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pesawat Jokowi Dimodif</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/pesawat-jokowi-dimodif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2021 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[17 agustus]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kemerdekaan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Pesawat Kepresidenan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=98312</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="885" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Pesawat-Jokowi-Dimodif-885x1024.jpg" alt="" class="wp-image-98294" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Pesawat-Jokowi-Dimodif-885x1024.jpg 885w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Pesawat-Jokowi-Dimodif-259x300.jpg 259w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Pesawat-Jokowi-Dimodif-130x150.jpg 130w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Pesawat-Jokowi-Dimodif-768x889.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Pesawat-Jokowi-Dimodif-696x806.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Pesawat-Jokowi-Dimodif-1068x1236.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Pesawat-Jokowi-Dimodif-363x420.jpg 363w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Pesawat-Jokowi-Dimodif.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 885px) 100vw, 885px" /></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Pesawat-Jokowi-Dimodif-885x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jokowi dan Politik Uang Rp 75 Ribu</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/jokowi-dan-politik-uang-rp-75-ribu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2020 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kemerdekaan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan RI]]></category>
		<category><![CDATA[Pecahan 75 Ribu]]></category>
		<category><![CDATA[Rp 75 Ribu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=91781</guid>

					<description><![CDATA[Bank Indonesia (BI) menerbitkan uang baru dengan nilai Rp 75 ribu guna memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan RI. Namun, adakah makna politik dalam uang baru ini? PinterPolitik.com “A thousand words leave not the same deep impression as does a single deed.” – Henrik Ibsen, dramawan dan sutradara teater asal Norwegia Peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia memang menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading" id="bank-indonesia-bi-menerbitkan-uang-baru-dengan-nilai-rp-75-ribu-guna-memperingati-hut-ke-75-kemerdekaan-ri-namun-adakah-makna-politik-dalam-uang-baru-ini"><strong>Bank Indonesia (BI) menerbitkan uang baru dengan nilai Rp 75 ribu guna memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan RI. Namun, adakah makna politik dalam uang baru ini?</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“A thousand words leave not the same deep impression as does a single deed.” – Henrik Ibsen, dramawan dan sutradara teater asal Norwegia</p></blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia memang menjadi momen yang spesial bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak? Hampir setiap tahun, masyarakat akan merayakan hari tersebut dengan sejumlah perlombaan di kampung masing-masing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suasana semarak mungkin akan selalu diidentikkan dengan tanggal 17 Agustus ini. Berbagai lomba asyik – dari balap karung, makan kerupuk, hingga panjat pinang – menjadi simpul penanda bahwa kerukunan tetap terjalin di antara masyarakat Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya perlombaan, momen-momen Proklamasi Kemerdekaan yang terjadi pada 75 tahun yang lalu ini juga selalu diperingati dengan upacara di berbagai tempat – dari sekolah, perkantoran, hingga Istana Kepresidenan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, suasana semarak tersebut harus tertunda terlebih dahulu pada tahun 2020 ini. Pasalnya, ancaman pandemi Covid-19 hingga kini masih menjadi marabahaya yang harus diwaspadai oleh masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, momen pandemi ini turut menjadi pengingat bagi Indonesia bahwa para pejuang di masa lampau juga menghadapi persoalan-persoalan yang menyangkut hidup dan mati. Perjuangan yang akhirnya berujung pada Proklamasi Kemerdekaan pada tahun 1945 ini mungkin patut menjadi teladan bagi Indonesia di masa kini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ilham dan inspirasi inilah yang bisa jadi ingin disematkan oleh Bank Indonesia (BI) dan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) – dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Beberapa waktu lalu, BI mengumumkan penerbitan uang kertas baru dengan nominal senilai Rp 75 ribu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nuansa persatuan dan pembangunan akan sangat terasa bila mengamati uang kertas ini. Bagaimana tidak? Di bagian belakang uang ini, terdapat gambar sejumlah anak kecil yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah Indonesia – melambangkan keanekaragaman masyarakat Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, di bagian depan, sejumlah infrastruktur nasional turut terpampang – mulai dari Ratangga Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, Jembatan Youtefa, hingga jalan tol Trans-Jawa. Kabarnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menganggap munculnya infrastruktur-infrastruktur ini sebagai wujud pembangunan Indonesia hingga HUT ke-75 ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski begitu, keputusan untuk mengeluarkan uang baru ini tetap menyisakan pertanyaan di benak masyarakat. Mengapa BI memutuskan untuk menerbitkan pecahan Rp 75 ribu? Apa ada alasan politik dan ekonomi di baliknya?</p>



<h4 class="wp-block-heading" id="ikonografi-dalam-uang"><strong>Ikonografi dalam Uang</strong></h4>



<p class="wp-block-paragraph">Apa yang dikatakan oleh Perry mengenai ikon-ikon yang muncul dalam pecahan Rp 75 ribu ini bisa saja benar. Pasalnya, pecahan uang kerap digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan politik tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini sejalan dengan ungkapan umum yang ada dalam Bahasa Inggris. “<em>A picture is worth a thousand words</em>,” begitu bunyi ungkapan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Andrew Champagne dalam&nbsp;<strong><a href="https://pdfs.semanticscholar.org/2ae3/5b13911fa608c3e83d96b7a8505fc0250c82.pdf">tulisannya</a></strong>&nbsp;yang berjudul&nbsp;<em>At the Intersection of Place Branding and Political Branding&nbsp;</em>setidaknya juga menjelaskan mengenai pentingnya gambar dalam cetakan uang. Menurutnya, uang (<em>banknote</em>) kerap digunakan oleh pemerintah untuk menyalurkan pesan-pesan politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Champagne pun mencontohkan beberapa negara yang menggunakannya, seperti Kanada, Argentina, dan Inggris (United Kingdom).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kasus Kanada, Champagne menceritakan bahwa Bank of Canada pada tahun 2004 merilis sebuah cetakan uang yang memasukkan budaya bangsa asli asal Kanada – terutama Haida First Nation. Keputusan tersebut dianggap revolusioner karena akhirnya dapat memberikan kesempatan pada masyarakat Kanada untuk berbincang soal sejarah dan budaya negaranya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Champagne menganggap keputusan Kanada kala itu sebagai hal yang sejalan dengan pola dan nilai politik yang dianut negara tersebut. Namun, keputusan itu juga dinilai sejalan dengan kebijakan Perdana Menteri (PM) Paul Martin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Martin kala itu sedang menjalani negosiasi dengan komunitas bangsa asli Kanada guna menghasilkan kebijakan sosial dan ekonomi yang lebih inklusif. Kesepakatan yang tercapai kala itu disebut sebagai Kelowna Accord.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apa yang terjadi di Kanada ini merefleksikan nilai-nilai politik yang dianut oleh pemerintah tersebut. Pasalnya, di pemerintahan berikutnya yang bersifat konservatif, kesepakatan tersebut tidak dilanjutkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perdebatan ikon dalam uang ini juga terjadi di Amerika Serikat (AS) beberapa tahun terakhir ini. Pada pemerintahan Barack Obama, AS berencana menerbitkan uang yang bergambar Harriet Tubman – seorang perempuan Afrika-Amerika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rencana tersebut disambut baik karena dianggap menjadi ikon inklusivitas bagi perempuan dan komunitas Afrika-Amerika. Bagaimana tidak? Sebelumnya tidak ada tokoh perempuan yang muncul dalam desain cetakan dolar AS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, keputusan itu akhirnya tidak dilanjutkan di bawah pemerintahan Donald Trump yang konservatif. Trump menganggap sosok Andrew Jackson di pecahan uang 20 dolar AS tidak perlu digantikan dengan Tubman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Politik seputar cetakan uang ini memang wajar. Pasalnya, menurut Champagne, uang kerap menjadi medium komunikasi massal yang sangat berarti – mengingat uang yang dipergunakan dapat dicetak dalam jumlah besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bila berkaca pada apa yang terjadi di Kanada dan AS, apakah mungkin pemerintahan Jokowi juga menginginkan adanya kegunaan medium komunikasi via uang juga? Kira-kira, pesan politik apa yang ingin disampaikan dalam pecahan baru Rp 75 ribu itu?</p>



<h4 class="wp-block-heading" id="di-balik-uang-75-ribu"><strong>Di Balik Uang 75 Ribu</strong></h4>



<p class="wp-block-paragraph">Bila berkaca pada fungsi ikonografi dalam uang yang terjadi di Kanada dan AS, bukan tidak mungkin pemerintahan Jokowi ingin menjadikan uang sebagai medium komunikasi massal juga. Hal ini juga terlihat dari bagaimana uang ini memiliki unsur dan gambar terkait persatuan dan pembangunan Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi belakang pecahan Rp 75 ribu tersebut, misalnya, terdapat sejumlah figur anak-anak yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah. Selain itu, di bagian atas gambar tersebut, terdapat peta Indonesia yang digambarkan dengan warna emas – menunjukkan simbol kemajuan Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di samping peta tersebut, terdapat juga Satelit Merah Putih (Satelit Telkom-4) yang dioperasikan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) sebagai penanda bagi transformasi digital Indonesia. Satelit ini diluncurkan oleh SpaceX pada 7 Agustus 2018 di Canaveral Air Force Station, Orlando, AS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi depan, sejumlah infrastruktur yang dibangun di masa pemerintahan Jokowi juga terpampang jelas. Beberapa di antaranya adalah Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, Jembatan Youtefa di Papua, dan Jalan Tol Trans-Jawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana yang telah diketahui, infrastruktur merupakan salah satu sektor yang menjadi fokus utama Jokowi di periode pemerintahannya yang pertama. Saking besarnya pembangunan infrastruktur kala itu, Jokowi sendiri disebut-sebut dapat menjadi&nbsp;<strong><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20190217183246-4-55973/layakkah-jokowi-disebut-bapak-infrastruktur/">Bapak Infrastruktur</a></strong>&nbsp;bagi Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan tidak mungkin, banyaknya infrastruktur transportasi dan digital yang terpampang pada pecahan uang Rp 75 ribu yang baru ini merupakan cara Jokowi untuk mengingatkan masyarakat akan warisan politik yang telah dibangunnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasalnya, Jokowi bisa saja ingin meninggalkan warisan politik (<em>political legacy</em>) setelah periode kedua jabatannya berakhir. Mengacu pada&nbsp;<strong><a href="https://www.gsb.stanford.edu/faculty-research/working-papers/political-legacies/">tulisan</a></strong>&nbsp;Christian Fong, Neil Mahotra, dan Yotam Margalit yang berjudul&nbsp;<em>Political Legacies</em>, seorang presiden dapat meninggalkan warisan-warisan politik, baik berupa&nbsp;<em>hard legacy</em>&nbsp;seperti kebijakan dan pembangunan maupun&nbsp;<em>soft legacy</em>&nbsp;berupa nilai dan prinsip.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam hal ini, ikonografi yang dimunculkan dalam pecahan uang Rp 75 ribu yang baru dapat mencerminkan dua jenis warisan tersebut. Ikon infrastruktur, misalnya, dapat menjadi&nbsp;<em>hard legacy</em>&nbsp;dari pemerintahan Jokowi. Sementara, nilai persatuan dan keberagaman dapat menjadi&nbsp;<em>soft legacy</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski begitu, alasan ekonomi dari penerbitan pecahan baru ini bisa saja turut melandasi. Pasalnya, di tengah ancaman resesi ekonomi, pemerintah bisa juga perlu menambahkan likuiditas di masyarakat agar aktivitas ekonomi dapat terpacu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Asumsi seperti ini sejalan dengan&nbsp;<em>Modern Monetary Theory</em>&nbsp;(<strong><a href="https://pinterpolitik.com/menolak-cetak-uang-bi-khawatirkan-imf">MMT</a></strong>) yang mendorong pencetakan uang sebagai jalan keluar untuk mengatasi krisis dan resesi ekonomi. Usulan ini sempat diperdebatkan sebelumnya karena dapat berujung pada inflasi dengan suplai uang yang berlebihan di masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan tidak mungkin, penerbitan uang Rp 75 ribu ini menjadi momen yang pas untuk memberikan suntikan uang ke masyarakat. Pasalnya, meski Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menampik akan adanya tujuan tersebut, penerbitan uang ini dapat&nbsp;<strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200817120606-78-536484/bi-cetak-75-juta-lembar-uang-pecahan-baru-rp75-ribu/">menambahkan</a></strong>&nbsp;suplai uang di masyarakat hingga senilai Rp 5,625 triliun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski begitu, gambaran kemungkinan yang telah dijelaskan di atas belum tentu benar adanya. Yang jelas, gambar yang ada dalam pecahan uang baru ini dapat menjadi ikonografi bagi pemerintahan Jokowi – entah pesan apa yang ingin disampaikan pada masyarakat. (A43)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Inilah Top 5 Senjata Mematikan Mengubah Peradaban Dunia!" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/5FiVK1FIbaw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Jokowi-dan-Politik-Uang-Rp-75-Ribu-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bukti Indonesia &#8220;Bhineka Tunggal Ika&#8221;</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinpol-tv/bukti-indonesia-bhineka-tunggal-ika/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A15]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Aug 2017 02:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PinPol TV]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kemerdekaan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=12841</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><div id="tdi_1" class="tdc-row"><div class="vc_row tdi_2  wpb_row td-pb-row" >
<style scoped>.tdi_2,.tdi_2 .tdc-columns{min-height:0}.tdi_2,.tdi_2 .tdc-columns{display:block}.tdi_2 .tdc-columns{width:100%}.tdi_2:before,.tdi_2:after{display:table}</style><div class="vc_column tdi_4  wpb_column vc_column_container tdc-column td-pb-span12">
<style scoped>.tdi_4{vertical-align:baseline}.tdi_4>.wpb_wrapper,.tdi_4>.wpb_wrapper>.tdc-elements{display:block}.tdi_4>.wpb_wrapper>.tdc-elements{width:100%}.tdi_4>.wpb_wrapper>.vc_row_inner{width:auto}.tdi_4>.wpb_wrapper{width:auto;height:auto}</style><div class="wpb_wrapper" ><div class="wpb_wrapper td_block_wrap vc_raw_html tdi_6 videoWrapper .videoWrapper"><div class="td-fix-index"><div><iframe loading="lazy" type="text/html" width="853" height="480" src="https://www.youtube-nocookie.com/embed/OVk3QDcWOiI?showinfo=0&modestbranding=1&autoplay=1&loop=1&autohide=1&rel=0&fs=0" frameborder="0" allow="autoplay" ></iframe></div></div></div></div></div></div></div><div id="tdi_7" class="tdc-row"><div class="vc_row tdi_8  wpb_row td-pb-row" >
<style scoped>.tdi_8,.tdi_8 .tdc-columns{min-height:0}.tdi_8,.tdi_8 .tdc-columns{display:block}.tdi_8 .tdc-columns{width:100%}.tdi_8:before,.tdi_8:after{display:table}</style><div class="vc_column tdi_10  wpb_column vc_column_container tdc-column td-pb-span12">
<style scoped>.tdi_10{vertical-align:baseline}.tdi_10>.wpb_wrapper,.tdi_10>.wpb_wrapper>.tdc-elements{display:block}.tdi_10>.wpb_wrapper>.tdc-elements{width:100%}.tdi_10>.wpb_wrapper>.vc_row_inner{width:auto}.tdi_10>.wpb_wrapper{width:auto;height:auto}</style><div class="wpb_wrapper" ><div class="wpb_wrapper wpb_text_column td_block_wrap td_block_wrap vc_column_text tdi_11  tagdiv-type td-pb-border-top td_block_template_1"  data-td-block-uid="tdi_11" >
<style>.vc_column_text>.td-element-style{z-index:-1}</style><div class="td-fix-index"><p><strong>PinterPolitik.com</strong> mengucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia ke 72 Tahun, mari kita usung kerja bersama untuk memajukan bangsa ini</p>
<p>&nbsp;</p>
</div></div></div></div></div></div></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/08/Soekarno.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
