Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Ketika Megawati Bicara Blusukan Puan

Ketika Megawati Bicara Blusukan Puan


A43 - Wednesday, August 18, 2021 16:00
Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: Istimewa)

0 min read

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bercerita tentang pengalamannya untuk mengajarkan putrinya, Ketua DPP PDIP Puan Maharani, untuk melakukan blusukan


PinterPolitik.com

Dear Mbak Risma,

Saya pengen curcol dengan Mbak Risma – apalagi saya tahu kalau Mbak Risma ini sangat sayang dengan ibu saya, Bu Mega. Gimana nggak? Mbak Risma ini saya akui da best banget lah – apa-apa yang Mbak Risma nggak suka langsung jadi perhatian ibu.

Jadi, begini, Mbak Risma. Saya itu kadang kesel kalau ibu banding-bandingin saya dengan anak-anak lain. Dikit-dikit disuruh ngelihat prestasinya anak-anak lain? Coba, siapa yang suka di-gituin?

Masa ya ibu ini tiba-tiba suka banget sama karakter Lady Diana di sinetron The Crown (2016-sekarang)? Kata ibu, saya harus bisa blusukan seperti dia. Beuh, iya kalau aku princess ala Disney.

Apalagi, setelah ibu tahu kalau Lady Diana pernah salaman sama penderita lepra (kusta) pas ke Indonesia. “Kamu juga kudhu salaman sama penderita lepra iku lho! Hmm, delok’en ta lah! Santun ngono. Diana ae bisa, masa kamu nggak?” sahut ibuku kala mendengar berita blusukan mantan menantu Tante Lilibet itu.

Kadang, saya pengen juga nyelatuk ke ibu. “Lha, ibu ini mau niru Tante Lilibet juga ya? You know lah, the longest reigning monarch in the world gitu lho,” batinku sambil kesel. Kan, Mbak Risma tahu sendiri kan kalau ibu itu udah jadi ketua umum (ketum) lama banget. Ya, kadang saya juga kasihan sama ibu kalau tiap hari capek ngurusin anak-anak terus.

Baca Juga: Puan Mau Ternak “Lele”?

Baliho Puan Tidak Efektif

Oh iya, waktu Mas Joko main ke rumah, ibu lagi-lagi juga ngomong soal blusukan. Dan, lagi-lagi, saya juga diikut-ikutkan dan disuruh ikut blusukan sama Mas Joko. Mbak Risma ingat kan pas kemarin ada bencana di Jawa Timur? Pas itu, saya akhirnya ikut blusukan sama Mas Joko ke sana.

Saking kesalnya sama ibu, saya kadang pengen bilang ke ibu kalau setiap anak itu punya sifat dan hobinya sendiri-sendiri. Masa cita-cita orang tua harus dipaksain ke anak? Ini udah tahun 2021 lho – zaman di mana orang-orang ngomong-nya “Just be yourself!

Lagipula, kalau saya blusukan, impact-nya nggak se-gedhe kalau Mbak Risma atau Mas Joko kalau blusukan. Mbak Risma, misalnya, teriak dikit aja langsung muncul semua judul berita di banyak portal. Lha, kalau saya malah dapatnya komentar-komentar negatif di Instagram (IG). Oh my God, they’re so toxic gitu lho.

Akhirnya, daripada capek-capek blusukan saya dapat ide cemerlang beberapa waktu lalu. Kan, kalau blusukan cuma bisa hadir di satu tempat dalam satu waktu ya? Nah, saya akhirnya mikir, “kenapa nggak hadir di banyak tempat dalam satu waktu aja kalau bisa?” Muncul lah ide baliho-baliho “Kepak Sayap Kebhinekaan” di seluruh penjuru nusa dan bangsa Indonesia, Mbak. Menurut mbak, gimana? Keren kan? So majestic, kan?

Udah dulu ya, Mbak Risma, curcol-nya. Saya mau latihan buat ngebacain teks proklamasi yang ditulis sama kakek saya. Itu lho Bung Karno, Mbak. Oh iya, titip juga buat bilangin ibu pelan-pelan ya soal curcol saya ini. Thank you very much, Mbak Risma.

Love, Puan.

(A43)

Baca Juga: Baliho, Senjata Makan Puan?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait