<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Data Penduduk &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/data-penduduk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Mar 2023 01:51:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Data Penduduk &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hantu Sengkarut Data LPG 3 Kg</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/hantu-sengkarut-data-lpg-3-kg/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[D90]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Mar 2023 01:49:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Data Penduduk]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[LPG 3kg]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=125887</guid>

					<description><![CDATA[Pemerintah secara resmi akan memberlakukan kebijakan registrasi tunggal untuk setiap pembelian LPG 3 kg. Akankah pelaksanaan kebijakan ini efektif?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah secara resmi akan memberlakukan kebijakan registrasi tunggal untuk setiap pembelian LPG 3 kg. Akankah pelaksanaan kebijakan ini efektif?</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Information is only useful when it can be understood” – Muriel Cooper</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://www.pinterpolitik.com">PinterPolitik.com</a></p>



<p class="dropcapp3 wp-block-paragraph">Tabung gas Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kg yang selama ini banyak digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari harus dibatasi dengan pengesahan kebijakan terbaru dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 27 Februari 2023, Kementerian ESDM resmi mewajibkan registrasi terpadu untuk setiap pembelian LPG 3 kg, dan registrasi ini dijadwalkan akan dimulai pada bulan Maret ini.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendataan pembeli LPG 3 kg rencananya akan diberlakukan di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara per 1 Maret 2023. Sedangkan pendataan untuk wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi akan dilangsungkan per 1 Mei 2023.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendataan ini ditujukan untuk mengatur kuota pembelian LPG 3 kg bagi satu individu, yang mana pendataan ini akan memastikan penyaluran pembelian LPG tepat sasaran berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh pemerintah sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya pengaturan distribusi LPG, dalam jangka panjang, pendataan ini akan mengurangi beban subsidi LPG yang selama ini ditanggung pemerintah. Pengurangan ini nantinya akan dikonversi dalam bentuk pembangunan jaringan pipa gas maupun insentif kompor listrik untuk mempercepat program transisi energi oleh Kementerian ESDM.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, belajar dari sejarah Indonesia terkait distribusi dan penyelarasan data, keputusan ini dinilai rentan menimbulkan ketidakadilan dikarenakan buruknya pengelolaan informasi oleh pemerintah.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebijakan penyaluran bantuan sosial (bansos) Covid-19 yang salah sasaran menjadi salah satu bukti bagaimana pengelolaan data di Indonesia masih belum terselesaikan, terutama yang berkaitan dengan jaring pengaman sosial,&nbsp; hal ini terlihat dari pengelolaan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) yang masih tumpang-tindih. Selain itu, permasalahan DTKS ini berdampak pada banyaknya orang mampu yang justru menerima bansos Covid-19.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan besarnya kemudian adalah, akankah pembelian LPG berurusan kembali dengan pengelolaan data yang masih amburadul?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="851" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-15.png" alt="image 15" class="wp-image-125890" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-15.png 851w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-15-768x924.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-15-696x837.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-15-1068x1285.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-15-1920x2310.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-15-349x420.png 349w" sizes="(max-width: 851px) 100vw, 851px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Registrasi LPG dan Permasalahan Informasi</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap kebijakan yang diterapkan pemerintah tentu membutuhkan pengelolaan informasi yang mumpuni untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai harapan. Salah satunya ialah penyaluran bantuan sosial Covid-19 pada tahun 2020, dengan penyaluran bansos yang ditujukan untuk membantu masyarakat miskin dalam menunjang penghidupannya di tengah pandemi Covid-19.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun demikian, penyaluran bansos Covid-19 justru menuai masalah dikarenakan pelaksanaannya justru dikorupsi oleh eks-Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara pada akhir 2020, korupsi ini kemudian berimbas pada penyaluran bansos Covid-19 yang bermasalah di tangan Risma.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya korupsi, ketidakmerataan penyaluran bansos juga disebabkan oleh sengkarutnya pengelolaan data, di mana ketimpangan pembaruan DTKS justru menghambat penyaluran bansos secara tepat sasaran, hal ini dibuktikan dengan temuan BPK mengenai penyaluran bansos sebesar Rp 6,93 triliun yang justru diterima oleh kalangan mampu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sherah Kurnia dan kawan-kawan dalam tulisan mereka <em>3 Alasan Data Covid-19 Indonesia Tak Sinkron dan Solusinya</em>,&nbsp; menyebutkan bahwa pemerintah justru “menganggap remeh” pengelolaan data Covid-19 dan tindakan ini jelas berdampak buruk pada penanganannya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satunya<em> </em>ialah penutupan data, di mana Presiden Jokowi mengakui bahwa data kematian pasien disembunyikan untuk mencegah kepanikan dan penutupan ini berdampak pada kesenjangan data, seperti laporan pemerintah yang mencapai 784 kematian dengan laporan riset media yang menyebutkan 1.500 kematian pada tahun 2020.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Permasalahan pengelolaan informasi masih menjadi permasalahan utama dalam setiap kebijakan pemerintah. Perkembangan informasi yang berkembang semakin cepat justru tidak diimbangi dengan kesigapan pemerintah dalam membangun infrastruktur pengelolaan informasi. Kegagapan ini kemudian berdampak pada pelaksanaan kebijakan sosial yang tumpang tindih.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Simon Foxell dan Ian Cooper dalam tulisan mereka <em>Closing the Policy Gap</em> menyebutkan bahwa ketimpangan pelaksanaan kebijakan terjadi bila tujuan yang ingin dicapai nyatanya tidak terpenuhi karena permasalahan dari kebijakan sebelumnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ibaratnya, hal ini sama dengan adagium pemadam kebakaran yang berbunyi “memadamkan api tanpa menyelesaikan akar permasalahannya”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adagium ini sering terjadi pada tindakan negara yang ingin menyelesaikan suatu masalah namun tidak berkaca pada evaluasi kebijakan sebelumnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada konteks registrasi LPG, jika permasalahan ini tidak diperhatikan secara tepat, pengelolaan informasi pembelian LPG terancam tidak terselesaikan dikarenakan ketiadaan inisiatif pemerintah dalam membenahi pengelolaan data secara terpadu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau masih tidak berubah, ketiadaan inisiatif untuk pengelolaan data ini kemudian harus dihadapkan dengan ambisi pemerintah di balik program LPG ini untuk menekan subsidi LPG dan kesenjangan antara pengesahan registrasi LPG, dengan pengelolaan data yang mumpuni. Ini jelas akan berdampak pada pembagian kuota subsidi LPG yang salah sasaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan, apakah registrasi LPG akan mengulangi kasus bansos Covid-19 yang diwarnai ketidakmerataan dalam penyalurannya?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-16.png" alt="image 16" class="wp-image-125891" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-16.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-16-300x300.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-16-150x150.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-16-768x768.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-16-1536x1536.png 1536w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-16-2048x2048.png 2048w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-16-696x696.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-16-1068x1068.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-16-1920x1920.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-16-420x420.png 420w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bayangan Ketidakmerataan Registrasi LPG</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Subsidi LPG mendapatkan porsi yang cukup besar dalam belanja negara, yang mana pada triwulan pertama tahun 2022 tercatat sekitar 32,68% dari APBN 2022 atau sebesar Rp 21,65 triliun. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan subsidi listrik yang hanya mencapai Rp7,62 triliun.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun penggunaan LPG 3 kg justru salah sasaran dengan 93 persen masyarakat mampu menggunakan LPG 3 kg untuk kebutuhan dapur dan hanya sebagian masyarakat miskin yang mampu menggunakannya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, data dari Dewan Energi Nasional pada kenyataannya juga tidak digubris oleh pemerintah dengan pembenahan mekanisme yang berarti. Praktis data 93 persen hanya menjadi &#8220;tulisan&#8221; belaka dan subsidi LPG tetap dilangsungkan hanya untuk memenuhi ambisi pemerintah semata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau memang pola kebijakan yang salah sasaran akibat ketidaksesuaian data ini masih terjadi, maka bukan tidak mungkin pemerintah mengulangi masalah yang sama seperti yang terjadi ketika pembagian bansos Covid-19.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bob Hudson dalam artikelnya <em>Policy Failure </em>menyebutkan bahwa kesalahan pemerintah dalam implementasi kebijakan seperti ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti miskoordinasi antara pusat dengan daerah, sampai pengelolaan data yang buruk, tapi faktor utamanya ialah kegagapan pemerintah dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sederhananya, Hudson menilai bahwa pemerintah sering gembar-gembor ingin menyelesaikan suatu masalah dengan berbagai terobosan, tapi hanya sebagai sesuatu &#8220;mengkilau&#8221; di mata publik semata, bukan untuk menyajikan solusi yang tepat.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, pemerintah juga harus menyadari bahwa untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat, mereka pun harus melibatkan semua aspek yang terkait, baik jejaringnya, teknologi, dan lain sebagainya, agar masalah mereka benar-benar tuntas.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, sebagai penutup, setidaknya bisa kita katakan ada dua alasan mengapa registrasi LPG akan dibayangi sengkarut data.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertama ialah <em>policy gap</em>, di mana kebijakan registrasi LPG masih tidak dibarengi dengan pengelolaan data yang matang dan hal ini akan mengganggu pelaksanaan pendataan yang sangat bergantung pada data. Kedua, ialah <em>data mismanagement</em>, di mana registrasi LPG hanya akan mengulangi kasus bansos apabila pengelolaannya tidak dilakukan secara terpadu. (D90)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="UdAXVefxYP0"><iframe title="Ribuan Triliun Hilang dari Pajak Indonesia Setiap Tahun | One Step Closer with Hadi Poernomo" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/UdAXVefxYP0?start=699&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Hantu-sengkarut-lpg-3kg.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Susi Pudjiastuti Jadi Bungkus Gorengan?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/susi-pudjiastuti-jadi-bungkus-gorengan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Dec 2021 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Data Penduduk]]></category>
		<category><![CDATA[data pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Gorengan]]></category>
		<category><![CDATA[Susi Pudjiastuti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=87137</guid>

					<description><![CDATA[Dokumen kependudukan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti viral karena jadi bungkus gorengan. Mengapa ini bisa terjadi?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Sebuah kabar soal dokumen pribadi mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (Men-KP) Susi Pudjiastuti yang menjadi bungkus gorengan viral di media sosial (medsos). Bagaimana bisa dokumen Susi malah menjadi bungkus makanan ringan yang umum di masyarakat tersebut?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Pada suatu hari, hiduplah seorang mata-mata sekaligus agen rahasia yang bernama Xin Jipeng. Ia bekerja untuk badan mata-mata negara Republik Rakyat Han (RRH) di sebuah&nbsp;<em>alternate universe</em>&nbsp;yang dikenal sebagai Bumi-45.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebetulan, kini Xin mendapatkan tugas untuk menggali informasi soal seorang mantan pejabat di negeri Republik Nusantara – sebuah negara yang disebut-sebut “bermusuhan” sekaligus “bersahabat” dengan RRH. Untuk memperoleh informasi, tentu saja Xin harus Menyusun strategi agar misinya berhasil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akhirnya, ketika tiba di Jayakarta – ibu kota dari Nusantara, Xin pun bertanya-tanya tentang tempat di mana sumber informasi berada. Namun, Xin pun menemui jalan buntu dalam upayanya ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena kelelahan, Xin pun memutuskan untuk membeli makanan terlebih dahulu. Upaya ini pun menemui jalan buntu karena makanan murah yang ia cari-cari tidak ditemukan di daerah Jalan Sudirboy.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Xin pun baru menemukan sebuah gerobak makanan yang bertuliskan “Aneka Gorengan 1000” ketika mampir di daerah Bukit Ben alias Ben Hill – mungkin nama ini digunakan untuk menghormati jasa-jasa Ben Parker. Ingat. Dengan kekuatan yang besar, datang juga tanggung jawab yang besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat menghampiri tukang gorengan tersebut, Xin terkejut. Ternyata,&nbsp;<em>oh</em>, ternyata, ada juga pembeli lain yang sedang mengantre. Namanya adalah Puwan Maharini yang sehari-hari bekerja menjadi Abdi Rakyat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/inikah-rayuan-anies-untuk-susi"><strong>Inikah Rayuan Anies untuk Susi?</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/hckdPFkQ2gXxjZ4V7VBrRdnhVHWyp8-VMd_RfqHRzW1ce_3Vxv7kPX84KpokRkOpMDAcF3khXiH_NMNfsVzGHP_o9-8UaKytBBA9-69aywT4OUWmS9aAxCCePZpu98fJde2dNt9b" alt="Ganjar Susi atau Anies Susi"/></a></figure>



<hr class="wp-block-separator is-style-dots"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Xin</strong>: Suka gorengan juga nih, Mbak?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Puwan</strong>: Iya nih. Ini makanan favorit saya. Merakyat gitu lho.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Xin</strong>: Wah, favoritnya gorengan jenis apa nih?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Puwan</strong>: Apa aja pokoknya enak lah, Koh.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Xin</strong>: Hmm. 对. 对.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Puwan</strong>: Wah, pesanan sudah selesai nih.&nbsp;<em>Monggo</em>. Duluan ya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Xin</strong>: Oh iya. Silakan.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-dots"/>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah membeli gorengan, Xin pun menikmati makanan ringan tersebut di tempat tinggalnya. Sembari makan, Xin pun terkejut. Ternyata,&nbsp;<em>oh</em>, ternyata, tukang gorengannya lupa memberikan dia cabai sebagai pendamping gorengan. Sungguh sial nasib Xin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, Xin pun terkejut kembali. Tenyata,&nbsp;<em>oh</em>, ternyata, gorengan yang dibelinya&nbsp;<em>kriuk</em>&nbsp;dan renyah sekali. Sungguh sebuah nasib yang mujur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, Xin kembali terkejut lagi. Ternyata,&nbsp;<em>oh</em>, ternyata, ada nama orang di kertas bungkus gorengannya, yakni nama salah satu mantan pejabat Nusantara. Nama tersebut adalah Sushi Pujiastuti. Xin pun bertanya-tanya dalam batinnya, “Apa gorengan ini ternyata punya orang ini ya? Apa saya salah ambil pesenan?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sungguh nasib yang “sial” dari Xin. Sudah salah mengambil pesanan gorengan,&nbsp;<em>eh</em>, malah gagal dalam mendapatkan informasi yang dicari-cari. Sungguh sedih. (A43)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/luhut-dan-susi-dua-nemesis"><strong>Luhut dan Susi, Dua Nemesis?</strong></a></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="HAvUl73lerw"><iframe loading="lazy" title="Jika Arab Saudi Jadi Negara Komunis" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/HAvUl73lerw?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.youtube.com/c/PinterPolitik/featured"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/ytb%20membership-03.jpg" alt=""/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://linktr.ee/PinterPublishing"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/2021/3/ebook-promo-web-banner.jpg" alt=""/></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Susi-Pudjiastuti-Jadi-Bungkus-Gorengan-1024x684.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kominfo: Si Jago Blokir?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/kominfo-si-jago-blokir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 May 2021 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[blokir]]></category>
		<category><![CDATA[Data Penduduk]]></category>
		<category><![CDATA[Johnny G Plate]]></category>
		<category><![CDATA[Kominfo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=100573</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="885" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Kominfo-Si-Jago-Blokir-885x1024.jpg" alt="" class="wp-image-100559" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Kominfo-Si-Jago-Blokir-885x1024.jpg 885w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Kominfo-Si-Jago-Blokir-259x300.jpg 259w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Kominfo-Si-Jago-Blokir-130x150.jpg 130w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Kominfo-Si-Jago-Blokir-768x889.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Kominfo-Si-Jago-Blokir-696x806.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Kominfo-Si-Jago-Blokir-1068x1236.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Kominfo-Si-Jago-Blokir-363x420.jpg 363w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Kominfo-Si-Jago-Blokir.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 885px) 100vw, 885px" /></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Kominfo-Si-Jago-Blokir-885x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
