<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>bukit algoritma &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/bukit-algoritma/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Feb 2022 15:38:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>bukit algoritma &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bukit Algoritma: Jokowi Hadapi Techno-hegemony?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/bukit-algoritma-jokowi-hadapi-techno-hegemony/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2021 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[bukit algoritma]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=105492</guid>

					<description><![CDATA[Bukit Algoritma yang disebut akan menjadi Silicon Valley ala Indonesia akan dibangun di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar). Apakah pembangunan kompleks perusahaan teknologi ini menjadi kesempatan strategis bagi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)? PinterPolitik.com “Silicon Valley, new venture is tits up” – Frank Ocean, “U-N-I-T-Y” (2016) Bagi para penggemar drama Korea Selatan (drakor) pasti tidak asing lagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bukit Algoritma yang disebut akan menjadi Silicon Valley ala Indonesia akan dibangun di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar). Apakah pembangunan kompleks perusahaan teknologi ini menjadi kesempatan strategis bagi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“Silicon Valley, new venture is tits up” – Frank Ocean, “U-N-I-T-Y” (2016)</p></blockquote>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Bagi para penggemar drama Korea Selatan (drakor) pasti tidak asing lagi dengan sebuah seri yang berjudul&nbsp;<em>Start-Up&nbsp;</em>(2020). Seri satu ini kurang lebih menceritakan drama yang berpusar pada beberapa orang yang bekerja di perusahaan-perusahaan teknologi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa nama tokoh tersebut di antaranya adalah Seo Dal-mi, Han Ji-pyeong, dan Nam Do-san. Mereka semua ini terlibat dalam sebuah inkubasi perusahaan-perusahaan&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;yang bernama Sandbox.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka yang berpartisipasi dalam Sandbox ini memiliki mimpi yang besar, yakni mendirikan sebuah perusahaan&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;yang berbasis teknologi. Ini mungkin sejalan dengan tren bisnis dunia yang mulai banyak menggunakan teknologi-teknologi 4.0.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/ekonomi-digital-jokowi-mungkinkah">Ekonomi Digital Jokowi, Mungkinkah?</a></strong></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CNoWhVBhL7n/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com/photos/shares/Infografis%20K12%202020/Bukit-Algoritma-vs-Silicon-Valley.jpg" alt="Bukit Algoritma vs Silicon Valley"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kurang lebih, latar belakang drama ini mirip-mirip dengan apa yang terjadi di Silicon Valley, Amerika Serikat (AS) – di mana perusahaan-perusahaan teknologi besar mulai tumbuh. Di sana, terdapat banyak perusahaan&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;yang kini telah merajai dunia, mulai dari perusahaan yang menawarkan berbagai layanan daring seperti Google hingga perusahaan media sosial seperti Twitter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, mimpi yang dimiliki oleh Seo Dal-mi dan kawan-kawan ini juga dimiliki Indonesia. Pasalnya, beberapa waktu lalu, sebuah wacana untuk membangun Silicon Valley ala Indonesia di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) mencuat. Kawasan itu akan disebut sebagai Bukit Algoritma.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan tidak mungkin, ambisi ini dapat memenuhi aspirasi Indonesia untuk menjadi&nbsp;<em>power house</em>&nbsp;bagi perusahaan-perusahaan teknologi di Asia Tenggara. Namun, sepertinya, masyarakat tampaknya tidak sepenuhnya setuju.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa warganet bahkan menyayangkan ambisi yang terlalu besar tersebut. Apalagi, banyak persoalan dalam negeri yang disebut belum kunjung diselesaikan – mulai dari insentif tenaga kesehatan (nakes) di tengah pandemi Covid-19 hingga Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) yang masih difotokopi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain persoalan-persoalan yang masih banyak menghantui masyarakat Indonesia, berbagai persoalan yang berhubungan dengan infrastruktur internet pun masih membayangi. Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tengah pandemi, misalnya, memiliki banyak tantangan seperti tidak meratanya akses siswa-siswi kepada jejaring internet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bila infrastruktur internet saja belum memadai, mengapa akhirnya rencana pembangunan Bukit Algoritma mulai diusung saat ini? Lantas, apakah ada kepentingan strategis di balik rencana pembangunan ini?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Perang Dingin Baru</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kemunculan wacana Bukit Algoritma ini bukan tidak mungkin berkaitan dengan situasi dan dinamika politik internasional terkini. Pasalnya, Perang Dingin baru disebut-sebut tengah terjadi di antara dua negara adidaya, yakni Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Amerika Serikat (AS).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang pernah dijelaskan oleh John J. Mearsheimer dalam bukunya yang berjudul&nbsp;<em>The Tragedy of Great Power Politics</em>, negara-negara akan bersaing satu sama lain guna mencapai status hegemoni (paling mendominasi). Dengan menjadi hegemoni dalam suatu kawasan, negara-negara akan menjadi lebih bebas dalam bermanuver di tengah anarki politik dunia – di mana tidak ada entitas yang superior sepenuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Guna mewujudkan hegemoni tersebut, negara-negara akan bersaing satu sama lain – khususnya negara-negara yang memiliki kekuatan (<em>power</em>) yang besar. Inilah yang mungkin tengah terjadi di abad ke-21 kini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, Mearsheimer telah memprediksi soal kebangkitan Tiongkok ini. Profesor politik di University of Chicago tersebut menilai bahwa kebangkitan negara Tirai Bambu itu di bidang ekonomi akan memunculkan rivalitas (<em>rivalry</em>) dengan AS.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/jokowi-biden-dan-perang-dingin-baru">Jokowi, Biden, dan Perang Dingin Baru</a></strong>https://platform.twitter.com/embed/Tweet.html?creatorScreenName=pinterpolitik&amp;dnt=false&amp;embedId=twitter-widget-1&amp;features=eyJ0ZndfZXhwZXJpbWVudHNfY29va2llX2V4cGlyYXRpb24iOnsiYnVja2V0IjoxMjA5NjAwLCJ2ZXJzaW9uIjpudWxsfSwidGZ3X2hvcml6b25fdHdlZXRfZW1iZWRfOTU1NSI6eyJidWNrZXQiOiJodGUiLCJ2ZXJzaW9uIjpudWxsfSwidGZ3X3NwYWNlX2NhcmQiOnsiYnVja2V0Ijoib2ZmIiwidmVyc2lvbiI6bnVsbH19&amp;frame=false&amp;hideCard=false&amp;hideThread=false&amp;id=1381163112259223555&amp;lang=id&amp;origin=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fbukit-algoritma-jokowi-hadapi-techno-hegemony&amp;sessionId=99592bb6940dce7fc61e9d79dba6f8b1c98e801a&amp;siteScreenName=pinterpolitik&amp;theme=light&amp;widgetsVersion=2582c61%3A1645036219416&amp;width=550px</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persaingan ini pun mulai terlihat dari adu kekuatan yang terjadi di kawasan Asia-Pasifik. AS, misalnya, mulai menggandeng negara-negara sekutunya dan membentuk aliansi militer, seperti dengan Filipina, India, Australia, dan Jepang. Bahkan, Mearsheimer sempat menyebut perang terbuka bisa saja terjadi di Asia-Pasifik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski begitu, persaingan yang terjadi antara AS dan Tiongkok ini juga bisa terjadi di berbagai bidang lainnya. Salah satunya adalah bidang teknologi dan informasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perang teknologi dan informasi ini bisa jadi fitur baru di Perang Dingin kali ini. Pasalnya, ruang teknologi dan informasi kini banyak dikuasai oleh perusahaan-perusahaan media-media sosial dan teknologi, seperti Google, Facebook, Twitter, dan sebagainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan tidak mungkin, Perang Dingin di bidang teknologi ini dapat menjadi penentu di dunia serba digital kini. Inilah mengapa AS dan Tiongkok beberapa tahun lalu banyak berebut pengaruh melalui pion-pion perusahaan teknologi, seperti pemblokiran terhadap Huawei dan ByteDance (atau TikTok).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Guna mewujudkan supremasi teknologi ini, AS disebut-sebut juga mengerahkan sekutu-sekutunya. Salah satunya adalah dengan meyakinkan negara-negara sahabatnya untuk menimbang ulang menggunakan teknologi-teknologi Huawei.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bila benar persaingan teknologi ini akan menjadi fitur utama dalam Perang Dingin baru antara AS dan Tiongkok, apa hubungannya dengan rencana pembangunan Bukit Algoritma? Mungkinkah proyek ini berkaitan dengan persaingan besar tersebut?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Hadapi&nbsp;<em>Techno-hegemony</em>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah persaingan teknologi ini, bisa jadi muncul jenis kekuatan (<em>power</em>) baru dalam dinamika politik internasional, yakni kekuatan teknologi (<em>technological power</em>). Meski tidak terletak dalam kelompok kekuatan konvensional, teknologi dapat menjadi penentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Madeline Carr dalam tulisannya yang berjudul&nbsp;<em>International Relations Meets Technology Theory</em>&nbsp;menjelaskan bahwa teknologi dapat termasuk dalam salah satu jenis kekuatan. Dengan mengacu pada pemikiran-pemikiran Hans Morgenthau, kekuatan teknologi ini bisa digolongkan dalam kekuatan material (<em>material power</em>).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggolongan kekuatan teknologi sebagai kekuatan material ini dikarenakan teknologi memiliki faktor-faktor sosial di dalamnya. Teknologi informasi, misalnya, disebut dapat memengaruhi perubahan sosial dalam suatu masyarakat – dengan memengaruhi narasi dan diskursus yang ada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya lagi, Mearsheimer juga menganggap kekuatan teknologi semacam ini penting. Kapabilitas-kapabilitas material seperti teknologi dapat menjadi indikator atas negara mana saja yang akan bertahan dalam suatu konflik.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/manuver-budiman-di-bukit-algoritma">Manuver Budiman di Bukit Algoritma</a></strong></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com/photos/shares/Indonesia%20Menuju%20Ekonomi%20Digital.jpg" alt="Indonesia Menuju Ekonomi Digital"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Apa yang dijelaskan Mearsheimer ini sejalan dengan pemikiran Yakushiji Taizō – seorang profesor di Keio University. Dengan teknologi, suatu negara dapat lebih cepat mencapai status hegemoni. Taizō pun menyebutnya sebagai&nbsp;<em>techno-hegemony</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan tidak mungkin, persaingan inilah yang menjadi latar belakang bagi mimpi teknologi di balik Bukit Algoritma. Pasalnya, dengan mewadahi derasnya arus percepatan teknologi antara AS dan Tiongkok, Indonesia bisa saja “kecipratan” dengan persaingan ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagipula, seperti yang telah dijelaskan Mearsheimer, setiap negara akan berusaha memaksimalkan kekuatannya di tengah anarki politik internasional. Boleh jadi, pemerintahan Jokowi akan bertindak serupa dengan kemunculan Perang Dingin baru ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya lagi, di balik rencana pembangunan Bukit Algoritma ini, terdapat sejumlah investor yang – mengacu pada Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO Budiman Sudjatmiko – berasal dari salah satu negara Amerika Utara mengatakan kesiapannya. Selain itu, sejumlah perusahaan teknologi asal AS – Google dan Facebook – juga akan memasang kabel-kabel internet bawah laut yang akan menghubungkan Amerika Utara dengan Indonesia dan Singapura.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan tidak mungkin, berbagai upaya ini juga menjadi salah satu cara negara-negara Amerika Utara yang&nbsp;<em>notabene</em>&nbsp;bersekutu dengan AS guna menghalau pembangunan kekuatan teknologi Tiongkok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tsuchiya Motohiro dalam tulisannya yang berjudul&nbsp;<em>America, China, and the Battle for Techno-Hegemony</em>&nbsp;menjelaskan bahwa AS berusaha menekan laju teknologi negara Tirai Bambu tersebut. Di sisi lain, Tiongkok juga mengejar waktu untuk mencapai supremasi teknologi dengan bonus demografi yang kini tengah dinikmatinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, inilah mengapa Indonesia juga memiliki kesempatan yang sama. Pasalnya, Indonesia disebut juga tengah menikmati bonus demografi pada rentang waktu tahun 2020-2035.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, ini kembali menjadi pertanyaan karena angkatan tenaga kerja dinilai masih belum memiliki kemampuan yang sejalan dengan permintaan pasar. Laporan McKinsey &amp; Company yang berjudul&nbsp;<em>The Digital Archipelago</em>&nbsp;juga menyebutkan bahwa Indonesia perlu mengatasi persoalan sumber daya manusia untuk dapat menuju ekonomi digital – belum lagi persoalan infrastruktur internet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, inilah mengapa banyak orang bilang rencana pembangunan Bukit Algoritma ini hanya semacam latah dari pemerintah. Bagaimana tidak? Selain bukit ini, banyak juga gagasan-gagasan akan Silicon Valley ala Indonesia lainnya – mulai dari Bekraf Creative District (BCD), Papuan Youth Creative Hub, Bandung Teknopolis, hingga Techno Park Singhasari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bila memang Perang Dingin baru ini dapat menjadi kesempatan bagi Indonesia, bukan tidak mungkin pemerintahan Jokowi harus bergerak dari hanya sekadar “latah” membuat konsep ala Silicon Valley. Semua pun kembali pada komitmen dan rencana pemerintah yang terarah. Bukan begitu? (A43)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/bukit-algoritma-cita-cita-semu">Bukit Algoritma, Cita-Cita Semu?</a></strong></p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="HIXxe-_hTXc"><iframe title="Segitiga Privasi: Alasan Pemerintah Pakai AI Awasi Internet" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/HIXxe-_hTXc?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.youtube.com/c/PinterPolitik/featured"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com/photos/shares/ytb%20membership-03.jpg" alt=""/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://linktr.ee/PinterPublishing"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com/photos/shares/2021/3/ebook-promo-web-banner.jpg" alt=""/></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/1618919322_bukit-algoritma-jokowi-hadapi-techno-hegemonyjpg-1024x655.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Manuver Budiman di Bukit Algoritma</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/manuver-budiman-di-bukit-algoritma/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2021 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Budiman Sudjatmiko]]></category>
		<category><![CDATA[bukit algoritma]]></category>
		<category><![CDATA[Silicon Valley]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=105081</guid>

					<description><![CDATA[Wacana pembangunan kawasan teknologi seperti Silicon Valley, Amerika Serikat (AS), mulai muncul dengan nama Bukit Algoritma yang akan dibangun di Sukabumi, Jawa Barat. Menariknya, terdapat sosok politikus PDIP Budiman Sudjatmiko di balik rencana ini. PinterPolitik.com Hayoo, siapa yang sudah&#160;nonton&#160;seri asal Korea Selatan (Korsel) yang berjudul&#160;Start-Up&#160;(2020)? Hampir semua yang suka seri-seri Drakor (drama Korea) pasti pada&#160;udah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Wacana pembangunan kawasan teknologi seperti Silicon Valley, Amerika Serikat (AS), mulai muncul dengan nama Bukit Algoritma yang akan dibangun di Sukabumi, Jawa Barat. Menariknya, terdapat sosok politikus PDIP Budiman Sudjatmiko di balik rencana ini.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hayoo</em>, siapa yang sudah&nbsp;<em>nonton</em>&nbsp;seri asal Korea Selatan (Korsel) yang berjudul&nbsp;<em>Start-Up</em>&nbsp;(2020)? Hampir semua yang suka seri-seri Drakor (drama Korea) pasti pada&nbsp;<em>udah nonton</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bisa dibilang, seri satu ini telah meraup kesuksesan&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;dengan jumlah penonton yang besar di salah satu layanan&nbsp;<em>streaming</em>&nbsp;film. Sampai-sampai&nbsp;<em>nih</em>, seri satu ini menimbulkan perdebatan besar di masyarakat, yakni soal siapa yang layak menjadi pendamping Seo Dal-mi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tenang,&nbsp;<em>gengs</em>.&nbsp;<em>Mimin</em>&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;bakal bahas siapa yang lebih pantas&nbsp;<em>kok</em>&nbsp;antara Nam Do-san atau Han Ji-pyeong. Bisa-bisa, perdebatan ini bakal tidak berujung&nbsp;<em>tuh</em>.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Mimin</em>&nbsp;ingin bahas soal latar belakang kisah dari seri satu ini. Jadi&nbsp;<em>nih</em>, mereka-mereka ini ceritanya punya mimpi&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;membangun perusahaan&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;yang diinkubasi dalam sebuah wadah khusus&nbsp;<em>gitu</em>. Namanya adalah Sandbox.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kurang lebih&nbsp;<em>sih</em>, Sandbox ini mirip-mirip lah ya dengan Silicon Valley yang ada di Amerika Serikat (AS) – di mana banyak perusahaan berbasis teknologi berkembang dan merajai industri teknologi baik di dalam negeri maupun secara global. Ada Facebook, Google, Twitter, dan sebagainya&nbsp;<em>tuh</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, mimpi ala&nbsp;<em>Start-Up</em>&nbsp;ini tampaknya juga ada&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;di Indonesia. Ya iyalah, masa pemuda-pemudi kita hanya bisa menonton saja. Ya&nbsp;<em>nggak</em>?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baru-baru ini, muncul&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;wacana untuk membangun sebuah kawasan yang bakal jadi pusat perkembangan teknologi dan perusahaan&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;ala Silicon Valley. Namanya adalah Bukit Algoritma.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, saking ambisiusnya, para&nbsp;<em>netizen</em>&nbsp;ini langsung skeptis&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;sama rencana ini. Bahkan, banyak&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;yang menyindir kalau masih ada berbagai keperluan masyarakat yang belum terpenuhi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/bukit-algoritma-cita-cita-semu">Bukit Algoritma, Cita-Cita Semu?</a></strong></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CNoWhVBhL7n/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com/photos/shares/Infografis%20K12%202020/Bukit-Algoritma-vs-Silicon-Valley.jpg" alt="Bukit Algoritma vs Silicon Valley"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Misalnya&nbsp;<em>nih</em>, ada kabar kalau insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) masih belum dibayarkan&nbsp;<em>lho</em>. Belum lagi, infrastruktur digital Indonesia yang belum sepenuhnya memadai.&nbsp;<em>Lha</em>,&nbsp;<em>wong</em>&nbsp;pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah pandemi Covid-19&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;masih menimbulkan banyak tantangan&nbsp;<em>kok</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>,&nbsp;<em>nyinyiran</em>&nbsp;para&nbsp;<em>netizen</em>&nbsp;ini belum tentu salah&nbsp;<em>kok</em>&nbsp;sebenarnya.&nbsp;<em>Tapi</em>,&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;<em>sih</em>&nbsp;<em>positive thinking</em>&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;<em>sih</em>. Kan, dalam beberapa kesempatan, pemerintah juga menggalakkan kebijakan-kebijakan di bidang teknologi dan informasi&nbsp;<em>kok</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Coba kalian ingat-ingat&nbsp;<em>deh</em>. Pernah&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;pemerintah menggelontorkan dana yang cukup besar untuk membangun pranata sosial di ruang digital.&nbsp;<em>Iyap</em>, benar banget. Salah satunya adalah upaya untuk mendukung&nbsp;<em>influencer</em>&nbsp;– khususnya kala mempromosikan wisata di tengah pandemi pada tahun 2020 lalu.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Barang kali, dengan adanya Bukit Algoritma, para&nbsp;<em>influencer</em>&nbsp;jadi terbantu&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;menangkap algoritma para&nbsp;<em>netizen</em>. Namanya&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;Bukit Algoritma. Pasti sebukit juga&nbsp;<em>dong</em>&nbsp;algoritma soal kebiasaan penggunaan internet di masyarakat.&nbsp;<em>Wah</em>, apakah Bukit Algoritma ini jadi markas besar (mabes) bagi para&nbsp;<em>influencer</em>&nbsp;– dan&nbsp;<em>buzzer</em>?&nbsp;<em>Hmm</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Tapi nih</em>, ada hal yang menarik&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;dari rencana pembangunan Silicon Valley ala Indonesia ini. Soalnya&nbsp;<em>nih</em>, ada&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;salah satu politikus PDIP yang terlibat dalam rencana ini. Beliau adalah Budiman Sudjatmiko. Itu&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;yang dulu disebut-sebut mirip dengan Ardhito Pramono.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Wah</em>, mungkin, rencana ini bisa jadi pembuktikan bagi Bung Budiman&nbsp;<em>nih</em>. Soalnya, selama ini, Budiman makin jarang terlihat&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;di publik dan media setelah sebelumnya aktif mendukung kampanye Joko Widodo (Jokowi)-K.H. Ma’ruf Amin pada 2019 silam.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, mari kita nantikan sajalah bagaimana kelanjutan dari rencana Bukit Algoritma ini. Ya, kalau nanti berhasil, mungkin nama akun Instagram milik Bung Budiman bisa&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;diganti dari @budimaninovator menjadi @budimaneksekutor. Canda&nbsp;<em>deng</em>.&nbsp;<em>Hehe</em>. (A43)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/gagal-jadi-menteri-budiman-kini-komisaris">Gagal Jadi Menteri, Budiman Kini Komisaris</a></strong></p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="5397oNxjiEk"><iframe title="Mengapa The Simpsons Bisa Ramalkan Masa Depan?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/5397oNxjiEk?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.youtube.com/c/PinterPolitik/featured"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com/photos/shares/ytb%20membership-03.jpg" alt=""/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://linktr.ee/PinterPublishing"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com/photos/shares/2021/3/ebook-promo-web-banner.jpg" alt=""/></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/1618493486_manuver-budiman-di-bukit-algoritmajpg-1024x684.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bukit Algoritma vs Silicon Valley</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/bukit-algoritma-vs-silicon-valley/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2021 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Budiman Sudjatmiko]]></category>
		<category><![CDATA[bukit algoritma]]></category>
		<category><![CDATA[Silicon Valley]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=89823</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="838" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Bukit-Algoritma-vs-Silicon-Valley-838x1024.jpg" alt="" class="wp-image-89806" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Bukit-Algoritma-vs-Silicon-Valley-838x1024.jpg 838w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Bukit-Algoritma-vs-Silicon-Valley-245x300.jpg 245w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Bukit-Algoritma-vs-Silicon-Valley-123x150.jpg 123w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Bukit-Algoritma-vs-Silicon-Valley-768x939.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Bukit-Algoritma-vs-Silicon-Valley-696x851.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Bukit-Algoritma-vs-Silicon-Valley-1068x1305.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Bukit-Algoritma-vs-Silicon-Valley-344x420.jpg 344w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Bukit-Algoritma-vs-Silicon-Valley.jpg 1080w" sizes="(max-width: 838px) 100vw, 838px" /><figcaption>Wacana Bukit Algoritma masih menghadapi tantangan</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Bukit-Algoritma-vs-Silicon-Valley-838x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bukit Algoritma, Cita-Cita Semu?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/bukit-algoritma-cita-cita-semu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R66]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2021 16:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bukit algoritma]]></category>
		<category><![CDATA[Industri 4.0]]></category>
		<category><![CDATA[Silicon Valley]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=96042</guid>

					<description><![CDATA[Indonesia akan membangun Bukit Algoritma Sukabumi yang terinspirasi dari Silicon Valley Amerika Serikat. Konsep Silicon Valley ini memang berhasil meningkatkan ekonomi dan menampung ide-ide inovatif di beberapa negara. Namun, apakah Bukit Algoritma ini akan sesuai dengan ekspektasi? PinterPolitik.com Budiman Sudjatmiko, Komisaris PTPN V sekaligus Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO, meramal Indonesia di masa depan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Indonesia akan membangun Bukit Algoritma Sukabumi yang terinspirasi dari Silicon Valley Amerika Serikat. Konsep Silicon Valley ini memang berhasil meningkatkan ekonomi dan menampung ide-ide inovatif di beberapa negara. Namun, apakah Bukit Algoritma ini akan sesuai dengan ekspektasi?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/a">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Budiman Sudjatmiko, Komisaris PTPN V sekaligus Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO, meramal Indonesia di masa depan akan memiliki banyak pusat pengembangan inovasi dan teknologi. Mungkin untuk menjawab “ramalannya,” ia mendukung pengembangan Bukit Algoritma yang akan dibangun di Sukabumi. Bukit Algoritma Sukabumi rencananya akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pengembangan Teknologi Industri 4.0 yang letak persisnya di kawasan Cikidang dan Cibadak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukit Algoritma ini sendiri terinspirasi dari Silicon Valley yang ada di San Fransisco, Amerika Serikat. Silicon Valley yang ada di negara Paman Sam ini merupakan pusat inovasi yang menampung 2.000 perusahaan teknologi, seperti Apple, Facebook, Google, dan Netflix.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berangkat dari konsep Silicon Valley, Bukit Algoritma diharapkan akan menjadi pusat&nbsp;<em>research and development</em>&nbsp;untuk mengembangkan inovasi dan teknologi. Bukit Algoritma menjadi bentuk adaptasi Indonesia menuju Revolusi 4.0. Disebutkan Bukit Algoritma ini menjadi tempat untuk menampung ide anak bangsa, meningkatkan pendidikan dan sektor pariwisata. Budiman bercita-cita kawasan ini akan mengembangkan berbagai inovasi, seperti kecerdasan buatan, robotik,&nbsp;<em>drone</em>&nbsp;hingga panel surya untuk energi ramah lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proyek&nbsp;<em>gigantic&nbsp;</em>ini akan menggunakan lahan sebesar 888 hektar. Pembangunan tahapan awal akan membutuhkan dana 1 miliar euro atau setara Rp 18 triliun. PT Amarta Karya (AMKA), BUMN konstruksi ditunjuk menjadi mitra infrastruktur proyek tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukit Algoritma dilihat sebagai jalan keluar bagi Indonesia untuk mengembangkan pembangunan sumber daya manusia berbasis iptek dan mendorong ekonomi nasional. Namun, proyek ambisius ini membawa kita ke beberapa pertanyaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/suez-saatnya-jokowi-ingat-sriwijaya">Suez: Saatnya Jokowi Ingat Sriwijaya?</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah membangun infrastruktur fisik menjadi solusi bagi Indonesia mengembangkan inovasi? Walaupun tidak menggunakan APBN, bukankah Indonesia dapat mengalokasi dana sebesar Rp 18 triliun untuk program yang lebih tepat sasaran? Apakah Bukit Algoritma akan terealisasi sesuai dengan harapan?</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="838" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Bukit-Algoritma-vs-Silicon-Valley-838x1024.jpg" alt="" class="wp-image-89806" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Bukit-Algoritma-vs-Silicon-Valley-838x1024.jpg 838w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Bukit-Algoritma-vs-Silicon-Valley-245x300.jpg 245w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Bukit-Algoritma-vs-Silicon-Valley-123x150.jpg 123w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Bukit-Algoritma-vs-Silicon-Valley-768x939.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Bukit-Algoritma-vs-Silicon-Valley-696x851.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Bukit-Algoritma-vs-Silicon-Valley-1068x1305.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Bukit-Algoritma-vs-Silicon-Valley-344x420.jpg 344w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Bukit-Algoritma-vs-Silicon-Valley.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 838px) 100vw, 838px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bukit Algoritma sebagai&nbsp;<em>frogleap</em>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sikap ambisius merupakan hal yang baik untuk kemajuan. Namun, dalam konteks pembangunan Bukit Algoritma, ambisius dan cita-cita tentu bukan modal yang cukup dalam merealisasikan proyek jangka panjang ini.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak yang skeptis terhadap ide pemerintah dalam merealisasikan Silicon Valley-nya Indonesia. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sudah was-was agar proyek ini tidak menjadi&nbsp;<em>gimmick&nbsp;</em>belakang. Ia juga skeptis &nbsp;Bukit Algoritma ini akan sesuai dengan ekspektasi. Kang Emil juga membandingkan Bukit Algoritma dan Silicon Valley yang memiliki konteks yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukit Algoritma muncul karena revolusi industri 4.0 yang saat ini melanda secara global. Indonesia sendiri berambisi untuk mengejar ketertinggalannya melalui industri 4.0.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari tulisan Bernard Marr yang berjudul&nbsp;<em>What is Industry 4.0?,</em>&nbsp;industri 4.0 pada dasarnya merupakan transformasi industri di mana produk diproduksi dari digitalisasi manufaktur (<em>smart machines</em>), sehingga kerja menjadi efektif, produktif dan minim pemborosan.&nbsp;<em>Smart machine&nbsp;</em>memiliki akses terhadap data dan informasi sehingga dapat membantu pengembangan bisnis, khususnya di dunia digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arison Tamfu melalui tulisannya&nbsp;<em>Will Industry 4.0 be an opportunity for developing countries to catch up?</em>&nbsp;mengatakan industri 4.0 menjadi kesempatan bagi negara berkembang untuk meningkatkan ekonomi dan kualitas hidup. Industri digital akan membantu efisiensi bisnis dalam produksi dan pelayanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Amita Acharya dalam bukunya&nbsp;<em>The End of American World Order</em>&nbsp;mengatakan negara akan melakukan loncatan katak (<em>leapfrog</em>) untuk meningkatkan statusnya dalam panggung internasional. Ketika regional sudah tidak menjadi tantangan bagi negara dominan, maka negara akan meningkatkan statusnya ke tingkat internasional dengan mengejar&nbsp;<em>prestige&nbsp;</em>global.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/globalis-dan-ambisi-antariksa-jokowi">Globalis dan Ambisi Antariksa Jokowi</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Berangkat dari penjelasan Archarya, Indonesia sebagai negara&nbsp;<em>emerging power&nbsp;</em>(kekuatan baru yang tengah berkembang) mengharapkan industri 4.0 menjadi momentum untuk meningkatkan ekonomi. Industri 4.0 menjadi medium&nbsp;<em>leapfrog&nbsp;</em>bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalannya sebagai negara berkembang dan bisa menjadi kesempatan meningkatkan statusnya menjadi negara maju. Diharapkan Bukit Algoritma ini akan memberi dampak ekonomi yang besar, sama seperti Silicon Valley di AS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berkaca dari pengalaman Jerman dan Prancis, negara tersebut menggunakan industri sebagai&nbsp;<em>leapfrog&nbsp;</em>sehingga ekonominya dapat menyaingi Britania Raya. Kini, Industri 4.0 juga banyak menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jerman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesuksesan negara lain dalam memasuki era industri 4.0 mungkin menginspirasi Indonesia untuk melakukan hal yang sama. Sehingga muncul lah rencana Bukit Algoritma yang menjadi wadah inovasi dan pengembangan digital.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="840" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Tantangan-Indonesia-Mengembangkan-Nikel-840x1024.jpg" alt="" class="wp-image-89974" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Tantangan-Indonesia-Mengembangkan-Nikel-840x1024.jpg 840w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Tantangan-Indonesia-Mengembangkan-Nikel-246x300.jpg 246w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Tantangan-Indonesia-Mengembangkan-Nikel-123x150.jpg 123w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Tantangan-Indonesia-Mengembangkan-Nikel-768x937.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Tantangan-Indonesia-Mengembangkan-Nikel-696x849.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Tantangan-Indonesia-Mengembangkan-Nikel-1068x1302.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Tantangan-Indonesia-Mengembangkan-Nikel-344x420.jpg 344w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Tantangan-Indonesia-Mengembangkan-Nikel.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 840px) 100vw, 840px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ekspektasi vs Realita</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Harapan dan cita-cita tak melulu sesuai dengan keinginan. Tidak ada jaminan Bukit Algoritma sesuai dengan ekspektasi pemerintah yang selalu digadang-gadang akan meningkatkan ekonomi, inovasi digital dan SDM. Pertanyaanya, apakah Bukit Algoritma akan sesuai dengan ekspektasi tersebut? Jawabannya mungkin tidak, atau setidaknya belum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang terpenting dari industri 4.0 bukanlah infrastruktur fisik seperti Bukit Algoritma. Ada variabel-variabel lain yang perlu diperhatikan agar Bukit Algoritma ini sesuai dengan tujuannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya variabel tersebut belum memadai di Indonesia, seperti sumber daya manusia. Hal ini terlihat pada fenomena krisis insinyur di Indonesia. Saat ini Indonesia membutuhkan lebih dari 260.000 insinyur. Angka itu belum menutup 30 sampai 40 persen dari total keseluruhan kebutuhan insinyur dan kekosongan tersebut diisi oleh tenaga asing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hanya 1 dari 83 orang lulusan teknik menjadi insinyur profesional. Menjadi kekhawatiran bahwa universitas di Indonesia tidak dapat menutup kebutuhan itu sepenuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dibandingkan negara lain, seperti negara di Asia Tenggara, Indonesia masih tertinggal jauh. Malaysia memiliki perbandingan 3.300 orang insinyur per satu juta. Thailand dan Vietnam lebih tinggi, di mana Thailand memiliki 4.000 dan Vietnam memiliki 9.000 orang insinyur per satu juta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedangkan jumlah insinyur di Indonesia hanya 3.000 orang per satu juta. Padahal, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan peran insinyur sangat vital dalam era industri 4.0.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengikuti kebutuhan saat ini, Indonesia masih harus mengisi 70 persen kebutuhan insinyur. Indonesia belum membenahi permasalahan ini dan kebutuhan insinyur di Bukit Algoritma akan memperbesar kekosongan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia juga masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital. Kominfo mengatakan &nbsp;kemampuan berdigitalisasi masih tergolong rendah. Indeks literasi digital Indonesia berada pada hasil 3,17 dari angka 4.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Permasalahan lainnya, Indonesia masih gagap dalam menghadapi teknologi. Dalam urusan administrasi negara, misalnya KTP elektronik masih harus difotokopi<em>.&nbsp;</em>KTP elektronik menjadi tidak berbeda dengan KTP versi lama.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/di-balik-permintaan-fotokopi-e-ktp">Di Balik Permintaan Fotokopi e-KTP</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Data dan informasi di Indonesia juga belum terjamin aman. Beberapa kali, data-data KTP bocor dan dijual di pasar gelap dengan harga murah. Juni tahun lalu, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) diketahui memberikan hak akses data kependudukan kepada aplikasi pinjaman online (pinjol).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akses internet di Indonesia juga masih timpang. Ini terlihat pada kebijakan sekolah di rumah pada saat pandemi. Banyak anak-anak yang sulit mendapatkan sinyal internet yang baik dalam proses belajarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Survei dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia menyebutkan &nbsp;pengguna internet masih terkonsentrasi di Jawa. Pulau Jawa menyumbang 56,4 persen dan yang terendah berada di Maluku-Papua yang hanya menyentuh angka 3 persen saja. Permasalahannya terletak pada infrastruktur, terutama untuk daerah di luar Pulau Jawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan berbagai tantangan yang belum diselesaikan dan keterbatasan kapital, mengapa Indonesia masih percaya diri untuk mewujudkan Bukit Algoritma?</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="924" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Nasib-Kertajati-Jadi-Bengkel-924x1024.jpg" alt="" class="wp-image-89947" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Nasib-Kertajati-Jadi-Bengkel-924x1024.jpg 924w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Nasib-Kertajati-Jadi-Bengkel-271x300.jpg 271w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Nasib-Kertajati-Jadi-Bengkel-135x150.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Nasib-Kertajati-Jadi-Bengkel-768x851.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Nasib-Kertajati-Jadi-Bengkel-696x771.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Nasib-Kertajati-Jadi-Bengkel-1068x1184.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Nasib-Kertajati-Jadi-Bengkel-379x420.jpg 379w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Nasib-Kertajati-Jadi-Bengkel.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 924px) 100vw, 924px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengapa Didorong?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sikap pemerintah ini dapat dianalisa dengan pendekatan psikologi. Tim Harford dalam tulisannya&nbsp;<em>Wishful thinking in politics is a recipe for foolishness</em>&nbsp;mengutip dua bentuk bias kognitif, yakni&nbsp;<em>confirmation bias&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>desirability bias.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Confirmation bias&nbsp;</em>adalah tendensi untuk melihat sesuatu sesuai dengan informasi yang kita miliki. Sementara,&nbsp;<em>desirability bias&nbsp;</em>merupakan&nbsp;<em>wishful thinking,&nbsp;</em>di mana orang akan melihat hal yang ingin dia lihat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Orang dengan&nbsp;<em>desirability bias</em>&nbsp;akan cenderung fokus pada fakta yang mereka inginkan dan menolak fakta yang bertentangan dengan keinginan mereka. Sedangkan pada&nbsp;<em>confirmation bias,&nbsp;</em>ada upaya untuk mencari fakta-fakta yang ada untuk mengonfirmasi sebuah fakta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Obsesi pemerintah untuk mewujudkan Bukit Algoritma dapat dikategorikan sebagai&nbsp;<em>desirability bias</em>&nbsp;atau&nbsp;<em>wishful thinking.&nbsp;</em>Pemerintah hanya fokus pada fakta yang mendukung kepercayaan mereka bahwa Bukit Algoritma akan membantu Indonesia secara ekonomi, sama halnya seperti Silicon Valley di Amerika Serikat. Pemerintah juga mungkin melihat negara lain yang berhasil beradaptasi dengan industri 4.0 seperti Jerman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah abai dengan fakta lainnya yang tidak mendukung realisasi Bukit Algoritma. Indonesia masih memiliki berbagai tantangan untuk mewujudkan industri 4.0. Bukit Algoritma kemungkinan besar tidak memberikan dampak sesuai dengan ekspektasi karena ada tantangan di SDM, pendidikan, pemerataan akses internet, infrastruktur informasi dan teknologi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Silicon Valley dapat berkembang secara pesat di Amerika Serikat karena memiliki banyak universitas, pusat penelitian pemerintah dan laboratorium komersial. Silicon Valley juga merupakan tempat merek global dan memiliki budaya wirausaha yang baik. Terdapat pula akses ke pemberi modal ventura yang berlimpah. Pada dasarnya Silicon Valley merupakan tempat untuk penelitian, perusahaan dan investor yang bertemu di satu tempat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">India sendiri memiliki Silicon Valley yang disebut Bengaluru. Bengaluru efektif di India karena India telah mengembangkan teknologi serta infrastruktur informasi dan teknologi. India merupakan negara dengan konektivitas internet kedua tertinggi di dunia dari 86 juta pengguna&nbsp;<em>smartphone&nbsp;</em>pada 2014 menjadi 450 juta pada 2019. India juga berhasil menjadi negara terbesar ketiga yang memiliki ekosistem&nbsp;<em>start-up</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/jokowi-akan-kirim-pesawat-ke-mars">Jokowi akan Kirim Pesawat ke Mars?</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia tidak dapat mengambil sikap&nbsp;<em>desirability bias</em>&nbsp;dengan serta merta melihat keberhasilan Silicon Valley di negara lain akan terjadi di Indonesia. Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan agar Bukit Algoritma ini tidak sia-sia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, di Amerika Serikat, Silicon Valley memiliki polemik tersendiri dan tidak seindah seperti yang dipikirkan. Silicon Valley memiliki pajak yang tinggi. Sistem&nbsp;<em>work from home&nbsp;</em>(WFH) menyadarkan perusahaan bahwa pegawai dapat bekerja dengan maksimal walaupun hanya di rumah dan perusahaan bisa menghemat biaya sewa kantor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Twitter menawarkan karyawannya untuk bekerja WFH secara permanen dan 50 persen pekerja Facebook bekerja dari rumah. Banyak perusahaan yang sudah tidak tertarik dengan Silicon Valley sehingga Silicon Valley diperkirakan hanya akan menjadi tempat kosong.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas mengapa Indonesia masih terobsesi dengan Silicon Valley? Belum lagi berbagai tantangan dan pekerjaan rumah yang harus dihadapi Indonesia dalam mewujudkan industri 4.0. Tantangan yang tidak diselesaikan hanya akan mengakibatkan proyek Bukit Algoritma yang gemuk dana sia-sia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaiknya dana sebesar Rp 18 triliun dialokasikan untuk infrastruktur informasi dan teknologi, sistem pendidikan agar melahirkan sumber daya manusia yang memadai, pengembangan literasi digital dan keamanan digital. Apalah arti Bukit Algoritma tanpa infrastruktur iptek yang memadai dan keterbatasan SDM. (R66)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Nikel sebagai Bargaining Power Jokowi?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/unPd7nbXz3E?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="132" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-1024x132.jpg" alt="Youtube Membership" class="wp-image-90629" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-150x19.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-1536x198.jpg 1536w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-2048x264.jpg 2048w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="132" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-2-1024x132.jpg" alt="Promo Buku" class="wp-image-90630" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-2-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-2-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-2-150x19.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-2-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-2-1536x198.jpg 1536w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-2-2048x264.jpg 2048w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-2-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-2-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-2-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Bukit-Algoritma-Cita-Cita-Semu.png" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
