<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>bawang &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/bawang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Feb 2022 16:54:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>bawang &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kisah Polisi dan Bawang Putih</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/kisah-polisi-dan-bawang-putih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2021 23:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[bawang]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Polantas]]></category>
		<category><![CDATA[Polisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=95356</guid>

					<description><![CDATA[Seorang aparat Polantas di Tangerang disebut meminta satu karung bawang putih saat berikan tilang. Sebuah kisah polisi dan bawang putih?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Seorang aparat polisi lalu lintas (Polantas) di Tangerang, Banten. dikabarkan memberikan tilang kepada seorang pengemudi truk yang bermuatan bawang putih. Tentu saja, aparat tersebut menolak tawaran damai dengan tawaran uang tunai dari sang pengemudi.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jalanan antar-kota dan antar-provinsi yang sibuk mungkin menjadi sebuah gambaran umum dalam roda ekonomi sebuah negara. Negara mana lagi kalau bukan Negara Indonesia dalam&nbsp;<em>alternate universe</em>&nbsp;Bumi-45.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bisa dibilang, negara ini telah menikmati ‘ledakan’ ekonomi dengan infrastruktur yang semakin memadai. Bagaimana tidak? Semakin ke sini, semakin banyak jalan tol dan jalan antar-provinsi yang menyambungkan dari satu ke daerah lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Budi yang merupakan seorang pengemudi truk bermuatan bawang putih pun sepakat bila dirinya terbantu dengan adanya infrastruktur ini. Demi sesuap nasi yang harus didapatkannya setiap hari, dia pun mengarungi jalanan ini.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski sudah menjadi kesehariannya, Budi pun tetap seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan. Pada hari yang apes itu, Budi ternyata tertangkap melanggar peraturan lalu lintas di Kota Tangerang, Provinsi Banten.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alhasil, Bambang yang merupakan bagian dari satuan polisi loyal tanpa batas (Polantas) pun memberhentikan laju truk yang dikemudikan oleh Budi. “<em>Nyiieeet</em>,” bunyi suara rem truk tersebut. Dalam waktu singkat, Bambang pun menghampiri Budi.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bambang</strong>: Selamat pagi, Bapak. Bapak tahu mengapa bapak diberhentikan?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Budi</strong>: Ampun, Pak. Ampun.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bambang</strong>: Lho, kok langsung minta ampun? Ya sudah. Saya kasih tahu ya. Jadi, bapak melanggar peraturan lalu lintas. Kalau boleh tahu, apa muatan truk bapak ini ya?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Budi</strong>: Saya bawa bawang putih, Pak Polisi. Ya sudah ya, Pak. Ini saya sejumlah uang. Besarnya Rp100.000 nih.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bambang</strong>: Hmm. Bapak tadi bilang bawa bawang putih kan? (<em>Sembari menghitung-hitung</em>.)</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/sejarah/jenderal-hoegeng-polisi-jujur-yang-disingkirkan-soeharto"><strong>Jenderal Hoegeng: Polisi Jujur Yang Disingkirkan Soeharto</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/Infografis%20K12%202020/Lapor-Twitter-)-Lapor-Polisi-.jpg" alt="Lapor Twitter &gt; Lapor Polisi"/></a></figure>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Budi</strong>: Iya. Benar, Pak Polisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bambang</strong>: Kalau gitu, saya mau karungi bawang putihnya aja dah. Sekarung aja cukup.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Budi</strong>: Waduh, kayaknya nggak cukup deh, Pak.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bambang</strong>: Maksud kamu gimana? Apanya yang nggak cukup?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Budi</strong>: Bapak coba aja cek di belakang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(<strong><em>Bambang</em></strong><em>&nbsp;pun membuka bak belakang dari truk tersebut</em>.)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bawang Putih</strong>; Heh, Pak?!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bambang</strong>: Lho, kok bukan bawang putih?!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Budi</strong>: Lho, ini justru Bawang Putih, Pak Polisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bawang Putih</strong>: Iya, Pak. Saya ikut Mas Budi supaya tidak dikejar-kejar terus oleh ibu tiri saya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bambang</strong>: Waduuh. Saya kira bawang putih yang lain.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">(A43)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/pak-luhut-jadi-polisi-india"><strong>Pak Luhut Jadi &#8220;Polisi India&#8221;?</strong></a></p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="uW6J9CzPwy0"><iframe title="Sejarah Jenderal Hoegeng: Polisi Jujur Disingkirkan Soeharto" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/uW6J9CzPwy0?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.youtube.com/c/PinterPolitik/featured"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/ytb%20membership-03.jpg" alt=""/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://linktr.ee/PinterPublishing"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/2021/3/ebook-promo-web-banner.jpg" alt=""/></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Kisah-Polisi-dan-Bawang-Putih-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menteri Lain Tantang Menteri Enggar?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/menteri-lain-tantang-menteri-enggar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2019 08:59:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[bawang]]></category>
		<category><![CDATA[Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[impor]]></category>
		<category><![CDATA[Impor Bawang]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Kabinet Kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=56714</guid>

					<description><![CDATA[“Jangan perdebatkan soal keadilan sebab keadilan bukan untuk diperdebatkan. Jangan cerita soal kemakmuran sebab kemakmuran hanya untuk anjing si tuan polan”. – Iwan Fals PinterPolitik.com [dropcap]G[/dropcap]aes, masih ingat kisah bau bawang pasca Pemilu? Itu loh, sehari pasca Pemilu pemerintah menerbitkan surat perintah kepada Bulog agar melakukan impor bawang putih sebanyak 100 ribu ton. Nah, padahal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“</strong><strong>Jangan perdebatkan soal keadilan sebab keadilan bukan untuk diperdebatkan. Jangan cerita soal kemakmuran sebab kemakmuran hanya untuk anjing si tuan polan”</strong><strong>. – Iwan Fals</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]G[/dropcap]aes, masih ingat kisah bau bawang pasca Pemilu? Itu loh, sehari pasca Pemilu pemerintah menerbitkan surat perintah kepada Bulog agar melakukan impor bawang putih sebanyak 100 ribu ton.</p>
<p>Nah, padahal surat perintah itu sudah lama diterbitkan alias sejak hari pasca Pemilu itu, tapi ternyata masih belum bisa ditindaklanjuti loh <em>gaes</em>. Waduh kenapa ya? Kan tinggal eksekusi aja tuh? Apalagi perusahaan yang diperintahkan untuk melakukan impor itu juga sudah ada.</p>
<p><hr /><p><em>Harga bawang putih di pasar sudah mencapai Rp 60 ribu per kg, sedangkan harga normal biasanya hanya sekitar Rp 25 ribu. Waduh, udah mencapai 100 persen lebih ya cuy kenaikannya. Mau menunggu hingga harga berapa nih?</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fmenteri-lain-tantang-menteri-enggar%2F&#038;text=Harga%20bawang%20putih%20di%20pasar%20sudah%20mencapai%20Rp%2060%20ribu%20per%20kg%2C%20sedangkan%20harga%20normal%20biasanya%20hanya%20sekitar%20Rp%2025%20ribu.%20Waduh%2C%20udah%20mencapai%20100%20persen%20lebih%20ya%20cuy%20kenaikannya.%20Mau%20menunggu%20hingga%20harga%20berapa%20nih%3F&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Permasalahan ini membuat Budi Waseso yang akrab disapa Buwas selaku Direktur Utama Bulog angkat bicara <em>cuy</em>. Doi mengatakan bahwa impor bawang putih masih tersendat perizinan. Ah masak sih? Kan sudah diberikan izin oleh Menko Perekonomian dan Menteri Perdagangan, seharusnya sudah bisa langsung dieksekusi dong.</p>
<p>Informasinya <em>nih</em>, hingga sekarang Kementerian BUMN masih belum mengeluarkan izin agar Bulog secepatnya melakukan impor. Waduh, bukannya menjelang bulan Ramadan seperti saat ini biasanya permintaan bahan makanan pokok meningkat? Kalau permintaan tinggi, tapi barangnya gak ada kan bisa membuat harga bawang putih semakin melonjak.</p>
<p>Benar banget <em>cuy</em>, saat ini harga bawang putih di pasar sudah mencapai Rp 60 ribu per kg, sedangkan harga normal biasanya hanya sekitar Rp 25 ribu. Waduh, udah mencapai 100 persen lebih ya <em>cuy</em> kenaikannya. Mau menunggu hingga harga berapa nih?</p>
<p>Dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Darmin Nasution selaku Menko Perekonomian, terdapat satu Menteri yang berpikiran berbeda. Dia menolak impor bawang putih yang akan dilaksanakan oleh Bulog. Kata Buwas, Menteri ini mempunyai kekuatan besar dan posisi vital. Waduh ada-ada aja nih Menteri ya.</p>
<p>Menteri-menteri kabinet ini gimana sih koordinasinya? Apa gak kasihan sama masyarakat biasa ya? Semoga rumitnya perumusan kebijakan tidak membuat kesengsaraan masyarakat bawah semakin lama ya <em>gaes</em>. Kasihan para emak-emak dapurnya jadi gak ngebul. <em>Hehehe</em>.</p>
<p>Sadar gak sih <em>gaes</em>, permasalahan ini malah membuat kita bertanya-tanya. Siapa sebenarnya Menteri yang dimaksud oleh Buwas? Kok sampai mempunyai wewenang sebesar ini? Apa yang dia inginkan sebenarnya? Jangan-jangan karena doi merasa belum mendapatkan jatah kuota impor, akhirnya yang ini dipersulit? <em>Upsss,</em> mungkin hanya Ebit G. Ade dan rumput yang bergoyang bisa bantu menjawab. <em>Hehehe</em>. (F46)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="xfH0qGvNUE0"><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/xfH0qGvNUE0?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/buwas-dan-impor-bawang.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
