<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Ahokers &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/ahokers/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Sep 2024 09:25:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Ahokers &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ahokers Mau Pilih Siapa?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/ahokers-mau-pilih-siapa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S91]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Sep 2024 09:22:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Ahokers]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono]]></category>
		<category><![CDATA[rano]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=153429</guid>

					<description><![CDATA[Mau dibawa ke mana para Ahokers?~&#160;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/ahokers-mau-pilih-siapaartboard-1-1024x1024.jpg" alt="ahokers mau pilih siapaartboard 1" class="wp-image-153432" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/ahokers-mau-pilih-siapaartboard-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/ahokers-mau-pilih-siapaartboard-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/ahokers-mau-pilih-siapaartboard-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/ahokers-mau-pilih-siapaartboard-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/ahokers-mau-pilih-siapaartboard-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/ahokers-mau-pilih-siapaartboard-1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/ahokers-mau-pilih-siapaartboard-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/ahokers-mau-pilih-siapaartboard-1-copy-1024x1024.jpg" alt="ahokers mau pilih siapaartboard 1 copy" class="wp-image-153433" style="width:880px;height:auto" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/ahokers-mau-pilih-siapaartboard-1-copy-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/ahokers-mau-pilih-siapaartboard-1-copy-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/ahokers-mau-pilih-siapaartboard-1-copy-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/ahokers-mau-pilih-siapaartboard-1-copy-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/ahokers-mau-pilih-siapaartboard-1-copy-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/ahokers-mau-pilih-siapaartboard-1-copy-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/ahokers-mau-pilih-siapaartboard-1-copy.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Mau dibawa ke mana para Ahokers?~&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.1/1f914/32.png" alt="🤔" /></figure>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.1/1f4ad/32.png" alt="💭" /></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/ahokers-mau-pilih-siapaartboard-1-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Ahokers Bisa Muncul?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/kenapa-ahokers-bisa-muncul/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G69]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Nov 2021 09:31:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ahokers]]></category>
		<category><![CDATA[fanatisme]]></category>
		<category><![CDATA[relawan politik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=90637</guid>

					<description><![CDATA[Fenomena munculnya relawan terhadap tokoh politik kembali menghiasi dinamika politik Tanah Air. Bahkan, ada pula kelompok yang cenderung fanatik dalam mendukung jagoannya, seperti Ahokers. Lantas, apa dampak dari hal ini? Lalu mengapa fanatisme terhadap tokoh politik tertentu dapat terjadi? PinterPolitik.com Memenangkan calon pemimpin mulai di daerah hingga pusat merupakan sebuah tujuan yang harus direalisasikan oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Fenomena munculnya relawan terhadap tokoh politik kembali menghiasi dinamika politik Tanah Air. Bahkan, ada pula kelompok yang cenderung fanatik dalam mendukung jagoannya, seperti Ahokers. Lantas, apa dampak dari hal ini? Lalu mengapa fanatisme terhadap tokoh politik tertentu dapat terjadi?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Memenangkan calon pemimpin mulai di daerah hingga pusat merupakan sebuah tujuan yang harus direalisasikan oleh partai politik (parpol). Namun, seiring berjalannya waktu, peran tersebut tidak hanya dilakukan oleh parpol. Munculnya sekelompok orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai relawan politik adalah fenomena lama, namun makin masif dan menunjukkan signifikansi sejak pemilihan presiden tahun 2014. Eksistensi &nbsp;relawan Joko Widodo (Jokowi) disebut memberikan warna dan harapan baru dalam iklim relawan politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kelompok relawan kemudian semakin menjamur dan mengental saat calon Gubernur DKI Jakarta, yakni Basuki Tjahaja Purnama atau dikenal dengan Ahok menjelma sebagai sosok yang sangat fenomenal. Momentum inilah yang memicu lahirnya sekelompok orang yang menamakan dirinya sebagai Ahokers. Mereka terkenal dengan karakternya yang loyal dan militan. Terbukti saat mereka menyatakan dukungannya terhadap Ahok dengan cara berkumpul dan menyalakan lilin di depan pintu masuk utama Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aksi tersebut dilakukan sebagai wujud kesetiaan untuk mendukung mantan Bupati Belitung Timur itu ketika dipenjara karena kasus penistaan agama. Mereka terus mengekspresikan dukungannya dan tidak berhenti berorasi di depan rutan agar bisa bertemu langsung dengan Ahok. Namun keinginan tersebut tidak tercapai sehingga menyebabkan tensi semakin panas dan membuat para Ahokers melakukan aksi bakar-bakaran di depan rutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski dipenuhi dengan bumbu drama, Ahok tetap dipenjara dan baru bebas pada bulan Januari tahun 2019 lalu. Para Ahokers pun masih setia dan tidak meninggalkan Ahok selama masih mendekam di penjara. Saat kebebasannya pun, mereka rela menunggu di depan Mako Brimob agar bisa menyambut Ahok ketika bebas dari penjara. Hal ini membuktikan begitu besar cinta dari pendukungnya terhadap Ahok.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:</strong>&nbsp;<strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/perang-relawan-ganjar-vs-puan">Perang Relawan Ganjar vs Puan</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenonema ini pun memberikan sebuah bukti bahwa individu atau kelompok bisa dilanda ‘cinta buta’ terhadap seseorang yang dianggap hebat. Mereka rela untuk mengorbankan apapun terhadap sosok yang mereka puja. Seperti halnya yang terlihat dari kelompok Ahokers yang setia membela Ahok hingga sekarang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski kerap memuja dengan cara yang cenderung keras namun ternyata eksistensi mereka memiliki pengaruh yang cukup besar dalam dinamika politik dalam negeri. Maka, tidak heran jika sekumpulan orang yang membentuk kelompok sejenis ini justru semakin menjamur. Lantas apa yang menyebabkan fenomena relawan tumbuh subur? Secara khusus, kenapa fanatisme terhadap sosok tertentu dapat terjadi?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="efek-ikut-ikutan"><strong>Efek Ikut-ikutan?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana diketahui, eksistensi Ahokers sebagai relawan pendukung Ahok diikuti oleh simpatisan lainnya. Menjamurnya para relawan terhadap tokoh politik juga mulai terlihat menjelang kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Berbagai tokoh yang diprediksi akan bertarung pada kontestasi pilpres ramai menjadi pembicaraan publik. Mulai dari relawan Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Puan Maharani, hingga Airlangga Hartarto ramai menghiasi pemberitaan media. Bahkan ada pula relawan Luhut B. Pandjaitan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para relawan ini pun mendeklarasikan diri, sebagai sekumpulan orang yang tidak memiliki kepentingan atau hubungan dengan partai politik dan kelompok kepentingan lainnya. Mayoritas alasan terbentuknya pun hanya sebagai wadah untuk meningkatkan popularitas sosok yang mereka dukung. Seperti pernyataan relawan Ganjar yang bernama GP Mania menyebut bahwa mereka tidak terafiliasi dengan partai politik tertentu. Demikian halnya dengan relawan Anies yang menyatakan terbentuknya kelompok relawan tidak ada permintaan langsung dari Anies Baswedan maupun partai poltik lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menjamurnya kelompok relawan ini pun mengingatkan pada fenomena&nbsp;<em>bandwagon effect</em>. Dalam tulisan berjudul&nbsp;<em>Bandwagon Effect</em>&nbsp;karya Rudiger Schmit-Beck, dijelaskan fenomena&nbsp;<em>bandwagon&nbsp;</em>merupakan sebuah dampak akibat dari tingginya kepercayaan dan kebiasaan yang mampu menginspirasi orang lain terkait nilai-nilai tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal serupa juga dijelaskan dalam tulisan berjudul&nbsp;<em>Social Indicators in Online News Environments: The Influence of Bandwagon Cues on News Perceptions</em>&nbsp;karya Natalee K Seely. Mengacu pada kecenderungan orang untuk bertindak karena dipengaruhi oleh kelompok lainnya, masing-masing individu kemudian merasa bahwa pengaruh yang kuat dari pihak eksternal bisa mempengaruhi mereka untuk mengambil sebuah keputusan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Demikian juga dengan munculnya fenomena maraknya relawan terhadap tokoh politik Tanah Air. Jumlahnya semakin banyak terutama menjelang kontestasi Pilpres 2024. Meski secara rentang waktu masih cukup jauh, yakni 2 tahun lagi, namun para relawan sudah mendeklarasikan diri sejak sekarang. Masing-masing individu begitu antusias untuk membentuk suatu kelompok yang saling bergantung satu dengan yang lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/relawan-jokowi-pecah-ganjar-menguat">Relawan Jokowi Pecah, Ganjar Menguat?</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini terlihat dari sebuah tulisan berjudul&nbsp;<em>When and Why Did Human Brains Decrease in Size? A New Change-Point Analysis and Insights From Brain Evolution In Ants</em>&nbsp;karya Jeremy M. DeSilva dan peneliti lainnya. Intinya, perkembangan evolusi otak manusia sejak zaman&nbsp;<em>pleistosen</em>&nbsp;telah membentuk karakter manusia masa kini yang cenderung tergantung pada kecerdasan secara kolektif. Hal ini menyebabkan penyusutan ukuran otak manusia pada 3.000 tahun lalu karena mereka membutuhkan sedikit energi untuk menyimpan berbagai informasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manusia tidak hanya menyimpan kecerdasannya untuk diri sendiri melainkan mulai membagikannya kepada manusia lainnya sehingga mampu menghasilkan sebuah keputusan secara bersama atau kelompok. Pandangan secara antropologis inilah yang juga menjadi salah satu alasan manusia cenderung membentuk kelompok-kelompok. Maka, sebenarnya maraknya sekumpulan manusia yang mengatasnamakan diri sebagai relawan tokoh politik bukanlah sesuatu yang asing. Lalu bagaimana pengaruhnya terhadap dinamika politik di Indonesia?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="menyebabkan-kehancuran"><strong>Menyebabkan Kehancuran?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Munculnya kelompok yang menamakan diri sebagai relawan suatu tokoh politik memang bertujuan positif, yaitu memberikan dukungan pada sosok yang didambakan. Namun, ada kalanya dukungan yang diberikan terlalu berlebihan atau mengarah ke fanatisme. Kondisi ini sudah terlihat di era Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu dengan kemunculan relawan Ahokers. Kini, para relawan sejenis juga bermunculan, namun masih belum dapat diukur sejauh apa kecintaannya terhadap sosok yang mereka dukung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, intinya karakter fanatisme bisa melekat pada beberapa individu dalam kelompok tersebut. Hal ini harus diwaspadai dan mendapatkan perhatian khusus karena fanatisme juga bisa memberikan dampak negatif. Dalam tulisan berjudul&nbsp;<em>The Rise of Fanaticism and The Impact on Society</em>&nbsp;karya Sadie Wolfe, fanatisme bisa mengarah ke dampak negatif dan merusak. Penyebabnya karena fanatisme buta dapat menjustifikasi pemahaman mereka untuk mencapai suatu kepentingan. Bahkan, untuk meraihnya seorang pemimpin di dalam kelompok tersebut menggunakan isu budaya dan agama untuk menciptakan fanatisme yang membabi buta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa contoh fanatisme yang berdampak negatif juga disebutkan di dalam tulisan ini, yaitu momentum&nbsp;<em>holocaust</em>, tragedi Rwanda, dan fenomena terorisme. Tiga contoh ini memperlihatkan fanatisme berlebihan bisa berujung pada kehancuran apabila ada penyalahgunaan wewenang dengan menggunakan politik identitas dan agama. Seperti sosok Raja Henry VIII yang dinilai menunggangi agama untuk mencapai kekuasaan dengan memanfaatkan kekuatan dari gereja saat itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian ada juga fanatisme yang melahirkan gerakan teroris seperti ISIS dan Al-Qaeda. Dalam tulisan berjudul&nbsp;<em>The Pragmatic Fanaticism of Al-Qaeda: An Anatomy of Extremism in Middle Eastern Politics</em>&nbsp;karya Michael Doran, dijelaskan kelompok fanatik seperti Al-Qaeda memiliki tujuan utama untuk menyingkirkan AS di semenanjung Persia. Kelompok ini juga mengajak seluruh umat Muslim untuk mengantisipasi setiap adanya ancaman, namun hal ini berimbas pada jatuhnya korban jiwa.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:</strong>&nbsp;<strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/relawan-politik-benalu-demokrasi">Relawan Politik, Benalu Demokrasi?</a></strong><strong></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada pula tulisan berjudul&nbsp;<em>The Many Faces of Fanaticism</em>&nbsp;karya Kalmer Marimaa yang menjelaskan fanatisme merupakan sebuah fenomena yang sudah tidak asing dengan kegiatan manusia. Meski lekat dengan kehidupan manusia, namun secara umum fenomena tersebut bisa mengarah ke arah positif, netral, hingga destruktif. Selain itu, dalam tulisan ini juga dijelaskan bahwa fanatisme dipahami sebagai sebuah karakter dari individu yang memiliki rasa kecintaan yang tergolong ekstrem sehingga tidak bisa melontarkan kritik terhadap individu atau kelompok lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Imbas dari fanatisme, terciptalah sebuah&nbsp;<em>labelling</em>&nbsp;yang berbeda dengan orang lain, misalnya seseorang yang dianggap sebagai pelaku kejahatan. Namun, di mata para pendukungnya, sosok tersebut dianggap sebagai pahlawan. Label berbeda ini juga terjadi di era modern seperti sekarang, khususnya di sektor politik Tanah Air. Apalagi memasuki era&nbsp;<em>post-truth</em>, di mana masyarakat lebih senang untuk mendengar atau melihat apa yang mereka sukai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa fanatisme yang membabi buta bisa saja berakhir pada kehancuran dan perpecahan. Apabila kondisi ini terus terjadi, dinamika politik di Indonesia bisa terdampak. (G69)</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Apakah Jokowi Benar-benar Jenius?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/7d5ITVLBMOg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://www.youtube.com/c/PinterPolitik/featured" target="_blank" rel="noopener"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="132" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-1024x132.jpg" alt="Youtube Membership" class="wp-image-90629" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-150x19.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-1536x198.jpg 1536w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-2048x264.jpg 2048w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://linktr.ee/PinterPublishing" target="_blank" rel="noopener"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="132" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-2-1024x132.jpg" alt="Promo Buku" class="wp-image-90630" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-2-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-2-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-2-150x19.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-2-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-2-1536x198.jpg 1536w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-2-2048x264.jpg 2048w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-2-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-2-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-2-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Kenapa-Ahokers-Bisa-Muncul.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dewi Tanjung Ingin Ahok-kan Anies?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/dewi-tanjung-ingin-ahok-kan-anies/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jan 2020 09:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[Ahokers]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Basuki Tjahaja Purnama]]></category>
		<category><![CDATA[btp]]></category>
		<category><![CDATA[Dewi Tanjung]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=72004</guid>

					<description><![CDATA[“We don&#8217;t dress alike. We don&#8217;t rap alike. I shine different. I rhyme different. Only thing you got is some years on me. Man, f**k you and your time difference” – Drake, penyanyi rap asal Kanada PinterPolitik.com Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhir-akhir ini tampaknya tengah menghadapi ujian berat nih. Tepat setelah pergantian tahun dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“We don&#8217;t dress alike. We don&#8217;t rap alike. I shine different. I rhyme different. Only thing you got is some years on me. Man, f**k you and your time difference” – Drake, penyanyi rap asal Kanada</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">G</span>ubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhir-akhir ini tampaknya tengah menghadapi ujian berat <em>nih</em>. Tepat setelah pergantian tahun dari 2019 ke 2020 lalu, Jakarta – dan beberapa daerah di sekitarnya – dilanda hujan deras yang akhirnya menyebabkan banjir di banyak titik ibu kota.</p>
<p>Kalau dihitung-hitung <em>tuh</em>, <em>udah</em> banyak <em>lho</em> kerugian yang disebabkan oleh bencana banjir kemarin. Kabarnya, puluhan korban dinyatakan meninggal. Sampai-sampai, ribuan juga harus mengungsi dari tempat tinggalnya.</p>
<p>Ya, namanya bencana memang sulit diprediksi. <em>Tapi</em>, bukan berarti pemerintah bisa lepas tanggung jawab selaku pembuat kebijakan terkait bencana, seperti mitigasi dan evakuasi misalnya.</p>
<p>Mungkin, menjadi wajar juga apabila banyak warganet akhirnya menyalurkan protes dan komplainnya kepada Anies selaku gubernur. <em>Udah</em> sepatutnya juga pemerintah mendengarkan aspirasi-aspirasi tersebut.</p>
<p>Namun, tampaknya suasana duka akibat banjir kemarin turut dimanfaatkan oleh beberapa pihak yang disebut-sebut menjadi <em>buzzer </em>politik. Lini masa media sosial <em>nggak </em>jarang dipenuhi oleh kritik dan hujatan yang dianggap memperkeruh suasana.</p>
<p>Dalam kritik dan hujatan tersebut, biasanya ada nama satu orang yang turut dibawa-bawa <em>nih</em>, yakni Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu sering kali dikenang karena kinerjanya yang disebut-sebut lebih baik ketimbang Anies.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B7SpXrXAp0r/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B7SpXrXAp0r/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B7SpXrXAp0r/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Anies Baswedan akan didemo terkait banjir Jakarta.⠀ ⠀ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-01-14T07:16:21+00:00">Jan 13, 2020 at 11:16pm PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Bisa jadi, politisi PDIP Dewi Tanjung dan beberapa pegiat media sosial lainnya yang <a href="https://www.pinterpolitik.com/akhirnya-buzzer-turun-ke-jalan/"><strong>berdemonstrasi</strong></a> soal banjir beberapa waktu lalu ingin Anies bisa menjadi seperti Ahok <em>tuh</em>. Kan, mereka pastinya ingin <em>dong</em> kalau Jakarta berubah menjadi lebih baik – paling tidak sesuai ekspektasi mereka.</p>
<p><em>Hmm</em>, <em>tapi</em>, sepertinya keinginan Dewi dan kawan-kawan untuk meng-Ahok-kan Anies tidak hanya sebatas soal penanganan banjir <em>tuh</em>. Soalnya, Dewi bilang ia <a href="https://metro.tempo.co/read/1295376/ancaman-dewi-tanjung-demo-terus-sampai-anies-baswedan-turun/" rel="nofollow"><strong>ingin tetap berdemo</strong></a> sampai mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mundur dari kursi gubernur.</p>
<p>Wah, jadi ingat tahun 2016-2017 dulu. Kala itu, banyak juga <em>tuh</em> yang ingin berdemo menuntut Ahok untuk mundur dari jabatan gubernur. Jadi, <em>kek gimana yah</em>? Mirip-mirip <em>gitu</em>. <em>Hehe</em>.</p>
<p>Lagi pula, Ahok sendiri tampaknya <em>udah nggak</em> ingin berkomentar <em>tuh</em> soal pemerintahan Anies di Jakarta. Bahkan, beliau bilang bahwa <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200114134031-20-465198/ahok-anies-lebih-pintar-atasi-banjir-jakarta/" rel="nofollow"><strong>Anies lebih pintar</strong></a> soal penanganan banjir – <em>nggak </em>tahu serius atau <em>nggak</em>. <em>Hehe</em>.</p>
<p>Selain Ahok yang tampaknya tenang-tenang <em>aja</em>, tidak semua rekan-rekan separtai Dewi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta sependapat dengan dirinya. Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah misalnya, malah <a href="https://news.detik.com/berita/d-4858047/tak-sepakat-anies-didemo-pdip-dki-beri-kesempatan-tuntaskan-janji-soal-banjir"><strong>bilang</strong></a> kalau dirinya <em>nggak </em>sepakat <em>tuh</em> dengan cara-cara demonstrasi untuk melengserkan Anies.</p>
<p>Ima malah lebih memilih memberi kesempatan bagi Pak Gubernur sampai Pilkada selanjutnya. Intinya <em>sih</em>, biar masyarakat Jakarta yang menilai kembali nanti apakah kinerja Pak Anies pantas dilanjutkan atau <em>nggak</em>.</p>
<p>Aduh, kasihan <em>dong </em>Mbak Dewi dan kawan-kawan jadinya sendirian berdemo di jalan. Lagi pula, daripada menuntut Anies mundur, hal yang lebih penting adalah bagaimana pencegahan dan penanganan bencana banjir Jakarta dapat diperbaiki – agar hal yang sama tak terulang kembali. (A43)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="cckrPsMbhKU"><iframe loading="lazy" title="Ada Lem Aibon, Kenapa Anies Nggak Marah?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/cckrPsMbhKU?start=3&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1.jpg" alt="" width="2916" height="376" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1.jpg 2916w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 2916px) 100vw, 2916px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/1090_20200114171535_4-1024x768.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ahok Menang Menuju Jimmy Fallon</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/ahok-menang-menuju-jimmy-fallon/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R50]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jul 2019 06:59:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[Ahokers]]></category>
		<category><![CDATA[Basuki Tjahaja Purnama]]></category>
		<category><![CDATA[btp]]></category>
		<category><![CDATA[Jimmy Fallon]]></category>
		<category><![CDATA[stand up comedy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=61962</guid>

					<description><![CDATA[“Berarti kalau kambing dibedakin ikut (Pilkada) kan bisa jadi Gubernur, asal bukan Ahok.” – Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok PinterPolitik.com Lelah bersaing di dunia politik, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok pun akui kalau karir politiknya sudah game over. Hmm. Kalau beneran sudah game over, ngapain ya bilang-bilang ke publik gitu. Kan eyke jadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Berarti kalau kambing dibedakin ikut (Pilkada) kan bisa jadi Gubernur, asal bukan Ahok.” – Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">L</span>elah bersaing di dunia politik, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok pun akui kalau karir politiknya sudah <em>game over</em>.</p>
<p><em>Hmm</em>. Kalau beneran sudah <em>game over</em>, ngapain ya bilang-bilang ke publik gitu. Kan <em>eyke</em> jadi curiga kalau ada udang di balik batu nih. <em>Hehehe.</em></p>
<p>Meskipun BTP yang nggak mau disebut Ahok lagi – tapi udah terlanjur nggak bisa dilepaskan dari nama itu – pernah mendekam di sel tahanan selama 2 tahun, rupanya kejadian itu tidak membuat hatinya menjadi keras seperti batu <em>gengs</em>. Malahan doi semakin terdorong untuk menolong masyarakat <em>loh</em>.</p>
<p>Mungkin Ahok sadar, meskipun dia digaji Rp 1 miliar per bulan, pastinya dia nggak akan pernah bisa bantuin semua orang miskin yang ada.</p>
<div id="fb-root"></div>
<p><script async="1" defer="1" crossorigin="anonymous" src="https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&amp;version=v3.3"></script></p>
<div class="fb-post" data-href="https://www.facebook.com/pinterpolitikdotcom/photos/a.1186487481431015/2406803622732722/?type=3&amp;theater" data-width="696">
<blockquote cite="https://www.facebook.com/pinterpolitikdotcom/photos/a.1186487481431015/2406803622732722/?type=3" class="fb-xfbml-parse-ignore">
<p>Kursi Menag Lukman Hakim Saifuddin sepertinya tengah memanas. Selama beberapa waktu terakhir, jabatannya memang terancam&#8230;</p>
<p>Posted by <a href="https://www.facebook.com/pinterpolitikdotcom/">Pinter Politik</a> on&nbsp;<a href="https://www.facebook.com/pinterpolitikdotcom/photos/a.1186487481431015/2406803622732722/?type=3">Monday, July 22, 2019</a></p></blockquote>
</div>
<p><em>Nah</em>, makanya doi berencana banting <em>stir</em> untuk jadi pelawak <em>gengs</em>. <em>Lah</em> serius nih?</p>
<p>Beneran <em>gengs, </em>katanya akan ada <em>show stand up comedy</em> yang katanya sih akan diberi judul BTP alias Bicara Tanpa Pikir. <em>Weleh-weleh</em>, hati-hati ya Pak Ahok kalau ngomong di TV. Jangan sampe nanti ada yang tersinggung gara-gara ngomongnya nggak mikir, bisa-bisa kena UU ITE lagi <em>loh</em>. <em>Upss</em>.</p>
<p>Kalau misalnya jadi pelawak, bakat terpendam Ahok yang dulu suka mengeluarkan celotehan lucu bisa menghibur masyarakat bisa tersalurkan juga <em>gengs</em>.</p>
<p>Kayak lawakannya Ahok dulu tentang pejabat dan “Pil PPG” alias Pura-Pura Gila atau Pura-Pura Goblok. Bukannya ucapan-ucapan dia dulu sering banget ya menggelitik perut <em>netizen</em>. <em>Hehehe</em>.</p>
<p>Atau kayak kata “mikir” yang dulu pernah jadi <em>hits</em> karena diucapkan pas Ahok marah. Siapa yang sangka kan kalau gara-gara Ahok ngomong itu, terlahirlah ribuan <em>meme</em> di Twitter pada masanya. <em>Hehehe.</em></p>
<p>Terus kalian tahu nggak kalau katanya sih Ahok mau jadi pelawak ala-ala Jimmy Fallon gitu deh <em>gengs</em>.</p>
<p>Kalau kelucuanya Jimmy Fallon <em>mah</em> nggak usah dipertanyakan lagi lah ya. Buktinya dia aja masih jadi pembawa acara idaman di <em>The Tonight Show</em> sejak tahun 2014 hingga sekarang.</p>
<p>Kalau menurut kalian, bisa nggak nih Ahok menyaingi kelucuan Jimmy Fallon? Kalau menurut <em>eyke</em> sih, pastinya masih lebih lucu Ahok lah ya. Kelucuan Ahok <em>mah</em> sudah tiada tandiangannya deh. Asal nggak bawa-bawa agama di dalamnya. <em>Upppss. Hehehe.</em> (R50)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="kQphan5w_1s"><iframe loading="lazy" title="JAKARTA TENGGELAM 2050, SALAH SIAPA?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/kQphan5w_1s?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p><a href="https://pinterpolitik.com/panduan-tulisan/"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-60765" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/web-banner-300x39.jpg" alt="" width="300" height="39" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/web-banner-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/web-banner-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/web-banner-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/web-banner-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/web-banner-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/web-banner-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/rahel_ahok.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ma’ruf Rayu Ahokers, Fifi Heran</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/maruf-temui-ahokers/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F41]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2018 10:27:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[Ahokers]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'ruf Amin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=40404</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Pertemuan dua kepribadian seperti hubungan dua bahan kimia; jika terjadi reaksi, keduanya akan berubah.&#8221; ~Carl Gustav Jung PinterPolitik.com [dropcap]A[/dropcap]da yang bilang, kalau silaturahmi itu dapat menumbuhkan rasa cinta. Jadi wajarlah, jika Ma&#8217;ruf Amin hendak bertemu para pendukung Ahok (Ahokers). Ya, biar yang sebel-sebel jadi sayang. Semakin banyak yang sayang, kan semakin banyak suara yang didapat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Pertemuan dua kepribadian seperti hubungan dua bahan kimia; jika terjadi reaksi, keduanya akan berubah.&#8221; ~Carl Gustav Jung</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]A[/dropcap]da yang bilang, kalau silaturahmi itu dapat menumbuhkan rasa cinta. Jadi wajarlah, jika Ma&#8217;ruf Amin hendak bertemu para pendukung Ahok (Ahokers). Ya, biar yang sebel-sebel jadi sayang. Semakin banyak yang sayang, kan semakin banyak suara yang didapat saat pilpres. <em>Hehehe.</em></p>
<p>Tapi kok adik Ahok, Fifi Lety Indra, malah bingung? Doi malah terheran-heran gitu sama rencana Ma’ruf Amin. Langit dan lautan begitu luasnya, kenapa juga Ma’ruf mesti ke Ahokers? Doi kira, Ma’ruf dipilih biar bisa merangkul para pendemo Ahok. Ternyata eh ternyata… kurang mempan ya?</p>
<p><em>Ckckck</em>, Bu Fifi orangnya kurang peka <em>nih</em>. Apa pura-pura gagal paham? Kalau urusan politik <em>mah</em>, jangankan cuma deketin para pendukung Ahok. Larangan-larangan yang dulu pernah doi tetapkan aja bisa jadi halal. Selama kepentingan tetap digenggaman. <em>Ehh, </em>gitu <em>nggak sih? </em>Apa aku aja yang terlalu sensitif? <em>Hehehe.</em></p>
<p>Seperti yang pernah diungkapkan oleh politikus Partai Golkar Nusron Wahid, Ahokers yang akan ditemui Ma’ruf adalah kelompok Relawan Nusantara dan Ahokers sayap Islam.</p>
<p><hr /><p><em>Sebaga cawapres, Ma&#039;ruf Amin hendak menemui para Ahokers. Katanya demi keutuhan negeri. Kalau keutuhan dukungan di Pilpres 2019 gimana?</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fmaruf-temui-ahokers%2F&#038;text=Sebaga%20cawapres%2C%20Ma%27ruf%20Amin%20hendak%20menemui%20para%20Ahokers.%20Katanya%20demi%20keutuhan%20negeri.%20Kalau%20keutuhan%20dukungan%20di%20Pilpres%202019%20gimana%3F&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Ma&#8217;ruf sendiri mengaku sangat gembira hendak bertemu Ahokers. Menurutnya, sebagai cawapres <em>doi</em> harus bergaul dengan semua pihak untuk keutuhan bangsa. Dan tentunya keutuhan dukungan di Pilpres 2019. <em>Ehh? Hehehe.</em></p>
<p>Melalui akun Instagramnya, Fifi memposting sebuah foto dengan <em>caption</em> yang cukup panjang. Intinya, mempertanyakan maksud Ma’ruf Amin. <em>Cie, cie</em>, kayaknya masih kesal ya? <em>Hmm…</em></p>
<p>Fifi menilai ada banyak Ahokers di masyarakat. Dia mempertanyakan, Ahokers mana yang akan ditemui Ma’ruf.</p>
<p><em>Hmm</em>, yang mana <em>aja boleee</em>, yang penting dapat dukungan. Mungkin kalau Bu Fifi nggak <em>jutek-jutek</em> amat, bisa kali disambangi juga. <em>Hehehe.</em></p>
<p>Fifi merasa tak punya hak untuk menerima atau menolak niat Ma’ruf. Menurutnya Ahokers bisa menentukan sikap. Fifi melanjutkan, yang repot itu kalau Ma’ruf hendak bertemu dirinya. <em>Wadaw</em>, <em>ngapa</em> bisa repot <em>yak</em>?</p>
<p>Ngomong-ngomong, Bu Fifi ini makin hari makin eksis aja di sosial media. Kalau ditanya apa, pasti bilangnya, ‘tunggu saja dipostingan saya berikutnya’. <em>Woelahhh</em>, eksis bener. <em>Follow </em>aku juga<em> dong kakaaa</em>… (E36)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Fifi-Lety-Indra.-Jitunews.com_.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sikap Ahokers untuk Jokowi-Ma’ruf</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/sikap-ahokers-untuk-jokowi-maruf/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F41]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Aug 2018 12:53:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[Ahokers]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi-Ma'ruf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=35477</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Pemimpin harus cukup dekat dengan yang dipimpinnya agar bisa memahami kondisi mereka, tetapi harus cukup jauh juga agar bisa memotivasi mereka.&#8221; ~ John Maxwell PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]etelah dikagetkan dengan kejutan maha dasyat dari Joko Widodo yang akhirnya memilih Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya, kini para Ahokers (sebutan untuk para pendukung Ahok) mulai kalem untuk kemudian berpikir dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Pemimpin harus cukup dekat dengan yang dipimpinnya agar bisa memahami kondisi mereka, tetapi harus cukup jauh juga agar bisa memotivasi mereka.&#8221; ~ John Maxwell</strong></h4>
<hr />
<p><strong><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></strong></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]etelah dikagetkan dengan kejutan maha dasyat dari Joko Widodo yang akhirnya memilih Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya, kini para Ahokers (sebutan untuk para pendukung Ahok) mulai kalem untuk kemudian berpikir dengan jernih bagaimana mereka akan bersikap di Pilpres 2019, akankah tetap mendukung Jokowi atau malah mendukung Prabowo yang memilih Sandi sebagai cawapresnya.</p>
<p>Memang, terus-terusan kaget dan merasa <em>shock</em> itu tidak baik. Dari pada kena serangan jantung bertubi-tubi, dan merasa galau tak berkesudahan, lebih baik dipastikan, mau jadi golongan kecebong atau kampret? <em>Hehehehe.</em></p>
<p>Setelah dikumpulkan dalam diskusi bertema &#8216;Cawapres Ma&#8217;ruf Amin, Ahokers Dukung Jokowi?&#8217; di Kawasan Cikini, akhirnya mereka sepakat untuk tetap mendukung Jokowi dan tidak akan memberikan ruang kepada Prabowo-Sandi. Menurut mereka, yang terpenting Jokowi presidennya.</p>
<p>Koordinator Ahoker Milenial, Pangeran Norman menegaskan, tidak ada Ahokers yang terpecah-belah karena sikap politik Jokowi menggandeng Kiai Ma’ruf sebagai calon wapres. Dia mengatakan isu-isu suara Ahokers pecah dihembuskan oleh kubu yang menjadi rival Jokowi-Ma’ruf.</p>
<p>Nah, ini baru namanya sehati sama idola. Masa Ahok pilih Jokowi-Ma’ruf, Ahokers pilih golput? Nggak baik dong ah. Tapi kalau mau pilih calon lain nggak apa-apa, yang penting jangan golput, demi kebaikan bangsa, <em>gaes</em>…</p>
<p>Lagian, kalau kata Abu Hamid Al Ghazali, untuk mendapatkan apa yang kamu sukai, kamu harus bersabar dengan apa yang kamu benci. Ya, kalau kamu mau negeri ini ada dan maju, kamu harus rela melakukan hal yang kamu benci, termasuk memilih tokoh yang kamu nggak suka misalnya. Sabar <em>yaw</em>~</p>
<p>Nah, dengan adanya dukungan dari para Ahokers ini, tentu kubu Jokowi-Ma’ruf akan sangat diuntungkan. Pasalnya pendukung Ahok dikenal setia dan militan. Jadi, makin percaya diri dong harusnya. Tinggal bagaimana nih buat para Golfud, alias Golongan Mahfud, bakal ikutan memilih Jokowi-Ma’ruf juga <em>nggak</em> ya? (E36)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/Basuki-Tjahaja-Purnama-Ahok-bersama-para-pendukungnya.-Foto-Instagram-basukibtp-1024x537.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pesan Ahok untuk Ahokers</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/pesan-ahok-untuk-ahokers/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F41]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Aug 2018 12:01:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[Ahokers]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=34818</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Takkan mulia kau menunggu permintaan maaf. Takkan hina kau meminta maaf terlebih dahulu.&#8221; ~Fiersa Besari PinterPolitik.com [dropcap]M[/dropcap]enko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku telah menerima surat dari mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang berisi soal dukungan Ahok kepada pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin. Ahh, yang bener nih? Jadi Ahok udah ikhlas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Takkan mulia kau menunggu permintaan maaf. Takkan hina kau meminta maaf terlebih dahulu.&#8221; ~Fiersa Besari</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #d5e339;">PinterPolitik.com</span></p>
<p>[dropcap]M[/dropcap]enko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku telah menerima surat dari mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang berisi soal dukungan Ahok kepada pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin.</p>
<p>Ahh, yang bener nih? Jadi Ahok udah ikhlas atas terpilihnya Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi? Eike jadi penasaran, seluas apa sih hatinya Pak Ahok sampe bersedia mendukung salah satu saksi yang pernah memberatkan kasusnya? Ini orang yang bikin dia harus dipenjara gitu loh.</p>
<p>Ya, kalau ucapan Luhut benar, suasana yang kemarin-kemarin sempat memanas bisa lebih adem ya gaes. Damai nggak sih melihat orang yang dulu saling tuding menjadi saling dukung? <em>Azek bener</em>…</p>
<p>Selama ini, pendukung Ahok dikenal juga sebagai pendukung Jokowi, selain karena pernah berpasangan memimpin DKI Jakarta, keduanya juga dipandang memiliki kedekatan. Tapi, masalahnya, sekarang pendukung Ahok terpecah nih, gara-gara muncul nama Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi. <em>Weleh-weleh</em>…</p>
<p>Katanya, sebagian pendukung Ahok pada kecewa nih gaes. Malah kemungkinan bakal banyak yang golput atau abstain. Tapi, kalau ternyata Ahok beneran dukung Jokowi-Ma’ruf, bisa jadi para Ahokers yang sudah terlanjur kecewa, balik mendukung Jokowi lagi.</p>
<p>Luhut bilang, dalam suratnya Ahok mengatakan, &#8216;Saya senang, Pak. Kalau saya keluar dari penjara, saya pengin juga ikut kampanye nanti di tim pemenangan&#8217;. <em>Nah, loh</em>, mantap betul kan Pak Ahok ini. Jadi nggak sabar ngeliat Ahok, Jokowi, dan Ma’ruf kampanye bareng. <em>Uhuyyy</em>!</p>
<p>Luhut juga menyampaikan, berdasarkan informasi yang didapat dari seorang kawan, Ahok juga berpesan kepada para generasi muda untuk tetap mendukung Jokowi-Ma&#8217;ruf Amin. Apalagi, Jokowi merupakan sosok yang berjiwa muda.</p>
<p><em>Ishh…ishh…ishh…</em> tadinya eike juga mikir gitu Pak. Tapi setelah doi memilih Ma’ruf Amin, eike jadi rada terkejut gitu loh, <em>lah kok</em>? <em>Lah kok</em>? <em>Lah kok gini</em>? <em>Hihihihi.</em></p>
<p>Intinya gini gaes, daripada pusing-pusing mikirin fenomena penuh kejutan di antara para politikus ini, mending kalian inget nih pesan dari Bung Karno: “Pemilihan umum jangan menjadi tempat pertempuran. Perjuangan kepartaian yang dapat memecah persatuan bangsa Indonesia.” Jadi, mau siapapun yang dipilih nanti, utamakan persatuan dan kesatuan NKRI ya gaes. <em>Hehehe</em>. (E36)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/Basuki-Tjahaja-Purnama-Ahok.-Foto-LAZUARDI.id_-1024x577.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Anies ‘Diseruduk’ Pendukung Ahok</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/anies-diserudukpendukung-ahok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F41]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jul 2018 11:30:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[Ahokers]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Lapangan Banteng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=33764</guid>

					<description><![CDATA[“Ingat&#8230; Mengalah bukan berarti kalah, diam juga bukan berarti kalah, sama seperti mendung yang belum berarti akan hujan.” ~ Anonim PinterPolitik.com [dropcap]A[/dropcap]syikkk!!! Akhirnya revitalisi Lapangan Banteng selesai dan sudah resmi dibuka untuk umum. Setelah sekian lama menunggu. Aihh bisa nih minggu besok ngajak gebetan buat jogging bareng. Ihiwww!!! Kalau lihat-lihat gambar penampakan Lapangan Banteng sekarang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Ingat&#8230; Mengalah bukan berarti kalah, diam juga bukan berarti kalah, sama seperti mendung yang belum berarti akan hujan.” ~ Anonim</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #d5e339;">PinterPolitik.com</span></p>
<p>[dropcap]A[/dropcap]syikkk!!! Akhirnya revitalisi Lapangan Banteng selesai dan sudah resmi dibuka untuk umum. Setelah sekian lama menunggu. Aihh bisa nih minggu besok ngajak gebetan buat jogging bareng. Ihiwww!!!</p>
<p>Kalau lihat-lihat gambar penampakan Lapangan Banteng sekarang, eike jadi nggak sabar. Keren banget gengsss!!! Sekarang lebih hijau, asri, dan cantik. Mantap betul buat berduaan. Ehh, maksudnya jogging berdua. Ehhh, rame-rame juga seru, kok. Wkwkwkwk</p>
<p>Ngomong-ngomong, sebenernya siapa sih orang di balik wajah baru lapangan yang pernah menjadi saksi penting kemerdekaan bangsa kita ini?</p>
<p>Nah, hal itu sedang menjadi topik hangat di kalangan netizen, nih. Tahu nggak kenapa?</p>
<p>Ternyata ada kejadian heboh saat Gubernur DKI Jakata Anies Baswedan sedang memberikan sambutan di acara peresmian.Ada sekelompok orang berteriak “Ahok-Djarot’ sambil membentangkan spanduk. Coba tebak apa dong tulisannya?</p>
<p>&#8216;Terima Kasih Basuki-Djarot atas Karya Revitalisasi Lapangan Banteng&#8217;</p>
<p>&#8216;Warisan Gubernur Sebelumnya&#8217;</p>
<p>Dan tulisan terakhir…</p>
<p>&#8216;Terima Kasih kepada Petugas Gunting Pita yang Telah Meresmikan Karya Besar Ahok&#8217;</p>
<p><em>Whaatt</em>, jadi maksudnya Anies cuma dianggap sebagai ‘petugas penggunting pita’ gitu? Yaa, jangan gitu juga dong sahabat.</p>
<p>Emang sih, revitalisasi Lapangan Banteng merupakan gagasan Ahok waktu masih menjabat sebagai Gubernur. Tapi kan, belum sempat memulai renovasi, Ahok sudah harus sibuk kampanye, sehingga dilimpahkanlah tugas itu kepada Sumarsono selaku Pelaksana TugasGubernur.</p>
<p>Nah, tanggung jawab renovasi Lapangan Banteng nggak berhenti sampai di Sumarsono dong? Dilanjutkanlah di era kepimimpinan Anies. Jadi maap maap aja, kalo menurut eike, menyebut Anies sebagai petugas pemotong pita agak sedikit keterlaluan sih. Hehe</p>
<p>Melihat aksi tersebut, sontak beberapa polisi dan Satpol PP menghampiri untuk menenangkan massa dan meminta agar tidak mengganggu acara.</p>
<p>Oke, baik. Tapi, gimana ya kira-kira perasaan Pak Anies? Marah? Kesel? Duh, untungnya nggak gengsss.</p>
<p>Dengan santai dia berkata, &#8220;Setiap warga memiliki hak yang sama untuk menikmati tempat ini. Dan mudah-mudahan tempat ini jadi interaksi semua dengan latar belakang apa pun, pandangan apa pun.&#8221;</p>
<p>Wah, kalau soal beretorika emang Pak Anies jagonya deh. Bikin adem.Nggak kebayang deh kalo Pak Anies pake emosi dan meledak-ledak, peresmian Lapangan Banteng kemarin pasti bakal makin kacau ya gaes.</p>
<p>Kayaknya Pak Anies tahulah, gimana sih kalo rakyat udah cinta. Ya begitu, suka heboh memuji pemimpinnya. Semoga aja, Pak Anies juga makin dicintai rakyat Jakarta yaaa. (E36)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/Gubernur-DKI-Jakarta-Anies-Baswedan-Foto-Beritagar-1024x684.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Rizieq ‘Pengikut’ Ahok</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/rizieq-pengikut-ahok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Feb 2018 07:11:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ahokers]]></category>
		<category><![CDATA[Basuki Tjahaja Purnama]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Rizieq Shihab]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Hukum Rizieq Shihab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=21994</guid>

					<description><![CDATA[“Menjadi pengikut memang bukan dosa, tapi jadi diri sendiri itu istimewa.” PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]etidaknya Basuki Tjahaja Purnama a.k.a Ahok telah memberikan contoh bagi para politikus untuk taat dan patuh terhadap hukum. Jerat kasus apapun harus diselesaikan melalui persidangan, mau ujung – ujungnya dipenjara ataupun dibebaskan, itu urusan nanti. Tapi yang menjadi keistimewaan bukan pada akhir dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Menjadi pengikut memang bukan dosa, tapi jadi diri sendiri itu istimewa.”</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]etidaknya Basuki Tjahaja Purnama a.k.a Ahok telah memberikan contoh bagi para politikus untuk taat dan patuh terhadap hukum.</p>
<p>Jerat kasus apapun harus diselesaikan melalui persidangan, mau ujung – ujungnya dipenjara ataupun dibebaskan, itu urusan nanti.</p>
<p>Tapi yang menjadi keistimewaan bukan pada akhir dari nasib kasusnya, tapi terletak pada keberaniannya tampil dengan kepala tegak menyelesaikan kasus hukumnya.</p>
<p>Untuk perihal keberanian menjalani proses hukum, Ahok patut diacungi jempol dan dijadikan panutan bagi para politikus maupun berbagai tokoh lain yang terkena jerat kasus.</p>
<p>Ya walaupun di awalnya kasus Ahok itu harus mendapat desakan dari massa aksi dulu, <em>uppppssss, weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Kalau pake istilah hukumnya itu <em>equality before the law, </em>ya secara pemaknaan semua orang itu sama di mata hukum, tanpa terkecuali dan tanpa pandang bulu. Nah kalau prinsipnya udah begitu, tapi <em>kok</em> masih ada aja ya yang ga belajar dari pengalaman Ahok.</p>
<p><em>Weeedeewww</em>, siapa tuh yang mangkir dari proses hukum? Kalau mau jadi warga negara yang baik, harusnya udah tau lah, ga usah mangkir – mangkir aja.</p>
<p>Salah atau benar itu tugasnya hakim aja, jalani dulu. Kuncinya itu, tinggal nanti buktikan saja dipersidangan benar atau salahnya. Urusan selesai.</p>
<p>Kalau terus mangkir begitu, <em>ahhhh syudahhhhhlahhh </em>ga akan kelar – kelar itu urusan. Ampun dah ah.</p>
<p>Lah jawab dulu dong yang mangkir itu siapa? <em>Weeeeetttt</em>, sabar dong ah, <em>weleeeh weleeeh.</em> Ia adalah Rizieq Shihab. Entah alasannya itu mangkir, atau liburannya yang kelamaan jadi kelupaan deh sama Indonesia.</p>
<p>Ada dua persoalan sih sebenernya yang harusnya bisa dijawab. Kenapa Rizieq ga balik ke Indonesia dan kenapa kepolisian ga mengejar Rizieq?</p>
<p>Kalau kenapa Rizieq ga balik ke Indonesia, mungkin akan terjawab nanti 21 Februari karena rumornya sih katanya mau pulang<em>. Kuuuyyyy </em>pulang ya, lalu selesaikan seperti bagaimana Ahok menyelesaikan kasusnya.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">[Popular] Presidium 212 Minta Rizieq Contoh Ahok <a href="https://t.co/msR4dAATdU">https://t.co/msR4dAATdU</a> <a href="https://t.co/KorcCv5qlH">pic.twitter.com/KorcCv5qlH</a></p>
<p>— METRO TV (@Metro_TV) <a href="https://twitter.com/Metro_TV/status/964847226596990976?ref_src=twsrc%5Etfw">February 17, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Sekali-kalilah Rizieq jadikan Ahok sebagai panutan, ya walaupun untuk perihal proses hukum aja juga gapapa, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Nah kalau alasan kenapa kepolisian terkesan hanya menunggu dan tak jemput bola, <em>hmmm </em>gimana ya, <em>ahhh syudahhhhlah</em>. Mungkin ga enak kali, lah masa gitu? <em>weleeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/ahok-rizieq-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Di Balik Cabut Banding Ahok</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/dibalik-cabut-banding-ahok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A27]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 May 2017 06:23:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[Ahok cabut banding]]></category>
		<category><![CDATA[Ahokers]]></category>
		<category><![CDATA[Basuki Tjahaja Purnama]]></category>
		<category><![CDATA[Istri Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Penodaan Agama]]></category>
		<category><![CDATA[KTP untuk Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[Pengadilan Tinggi Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[Veranica Tan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=10435</guid>

					<description><![CDATA[Setelah sempat mendaftarkan berkas ke pengadilan, 30 menit kemudian, ia membatalkan permohonan bandingnya. PinterPolitik.com  Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok batal melawan vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam perkara dugaan penodaan agama. Pukul 11.00 WIB, bertempat di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Veronica Tan didampingi adiknya, Fifi Lety Indra, membacakan surat pembatalan pencabutan banding [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Setelah sempat mendaftarkan berkas ke pengadilan, 30 menit kemudian, ia membatalkan permohonan bandingnya.</strong></p>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>PinterPolitik.com </strong></span></p>
<p>Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok batal melawan vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam perkara dugaan penodaan agama. Pukul 11.00 WIB, bertempat di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Veronica Tan didampingi adiknya, Fifi Lety Indra, membacakan surat pembatalan pencabutan banding Ahok.</p>
<p><figure id="attachment_10437" aria-describedby="caption-attachment-10437" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-10437 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/3085150876.jpeg" alt="Di Balik Cabut Banding Ahok" width="750" height="500" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/3085150876.jpeg 750w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/3085150876-696x464.jpeg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/3085150876-630x420.jpeg 630w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/3085150876-300x200.jpeg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/3085150876-360x240.jpeg 360w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /><figcaption id="caption-attachment-10437" class="wp-caption-text">Veronica Tan menahan tangis saat membacakan surat yang ditulis Ahok pada jumpa pers (foto: istimewa)</figcaption></figure></p>
<p>Dalam suratnya, Ahok menghaturkan banyak terima kasih atas dukungan yang diberikan masyarakat kepadanya. Ia juga berharap agar bentuk-bentuk dukungan kepadanya, baik dalam bentuk kiriman bunga, penyalaan lilin di berbagai daerah, demonstrasi, dan lainnya, dihentikan. Ia beralasan, keputusannya ini untuk menghindari pihak-pihak lain yang ingin menunggangi gerakan tersebut.</p>
<p>Di tempat terpisah, pengacara Ahok, Darwin Aritonang menyatakan kalau keputusan Ahok ini bijak. Karena bisa jadi hukumannya malah akan ditambah, bahkan hak-hak politiknya pun terancam dicabut, apabila niat bandingnya tetap diteruskan. “Dia (Ahok) bilang, kalau banding hukumannya bisa ditambah, maju ke kasasi, ditambah lagi. Bisa-bisa hak politiknya dicabut,” paparnya.</p>
<p><strong>Pencabutan Sudah Dilakukan</strong></p>
<p>Veronica Tan, istri Ahok beserta tim hukumnya, telah melakukan proses pencabutan berkas banding tersebut. Mereka datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Senin (22/5) sore kemarin. Awalnya, Veronica dan tim hukum memberikan memori banding ke Pengadilan Negeri. Namun di luar dugaan, 30 menit kemudian, berkas setebal 196 halaman berisi 22 poin keberatan Ahok tersebut, dicabut kembali.</p>
<p><figure id="attachment_10440" aria-describedby="caption-attachment-10440" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-10440 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/kb07gvcdwgqsd6ivifd3.jpg" alt="Veronica Tan (tengah), didampigi adiknya, Fifi KLety dan tim kuasa hukum saat mendaftarkan berkas banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara (foto: Tempo)" width="640" height="360" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/kb07gvcdwgqsd6ivifd3.jpg 640w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/kb07gvcdwgqsd6ivifd3-300x169.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-10440" class="wp-caption-text">Veronica Tan (tengah), didampingi adiknya, Fifi Lety dan tim kuasa hukum saat mendaftarkan berkas banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara (foto: Tempo)</figcaption></figure></p>
<p>Darwin, selaku pengacara Ahok mengaku menghormati segala keputusan pencabutan permohonan banding kliennya. Mereka telah mempertimbangkan baik-baik. Menurutnya, jika Ahok menerima putusan hukuman dua tahun penjara, menjalani hukuman, dan berusaha mendapat remisi, maka hukumannya bisa jauh lebih pendek. “Kami sudah perhitungkan semua.” ujar Darwin lagi.</p>
<p>Namun I Wayan Sudirta, pengacara Ahok lainnya menyatakan, pencabutan permohonan banding tidak otomatis menghentikan perkara Ahok. Pasalnya, jaksa telah mengajukan banding seminggu yang lalu. Sekarang, pengabulan atau penolakan berkas banding merupakan wewenang penuh jaksa. Dengan demikian, jika jaksa menolak pencabutan berkas banding, semua masih akan terus diproses. Sampai tulisan ini dibuat, pihak Kejaksaan Tinggi Jakarta sendiri belum bisa dihubungi.</p>
<p><strong>Pendukung Hormati Keputusan </strong></p>
<p>Setelah putusan bersalah jatuh dan Ahok harus diganjar dengan hukuman dua tahun penjara, kelompok yang terdiri dari relawan dan pendukung Ahok, menggalang pengumpulan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk keperluan penangguhan penahanan.</p>
<p>Susi Rizki Wiyantini, seorang pendukung Ahok yang juga salah seorang inisiator pengumpulan KTP, mengaku kaget atas keputusan pencabutan berkas banding tersebut. Dirinya juga masih belum bisa memastikan, apakah gerakan pengumpulan KTP ini akan dihentikan. “Kami akan berkonsultasi dulu dengan tim kuasa hukum untuk mengetahui keberlanjutan gerakan kami,” ujarnya.</p>
<p>Walau begitu, proses pengumpulan KTP hingga saat ini masih berjalan. Berdasarkan data yang dihimpun <em>Tempo</em>, KTP yang terkumpul sudah sebanyak 6.500 lembar. Sementara 3.338 di antaranya, sudah di Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk disertakan sebagai bukti penjaminan. Sedangkan KTP sisanya akan diberikan pada Jumat pekan ini.</p>
<p>Relawan Badja, Athika Batangaris, menyatakan pencabutan berkas banding Ahok bukanlah bentuk pengakuan bersalah Ahok, namun sebagai sebuah harapan agar proses hukum bisa menghentikan polemik dan kegaduhan yang berkembang di tengah masyarakat.</p>
<p>Hal senada juga diutarakan Raja Juli Antoni, selaku Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia. Ia yakin bahwa keputusan Ahok lebih dilatari oleh pertimbangan sistem hukum di Indonesia yang belum bersahabat kepada para pencari keadilan.</p>
<p><figure id="attachment_10438" aria-describedby="caption-attachment-10438" style="width: 300px" class="wp-caption alignright"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-10438 size-medium" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_2822-300x200.jpg" alt="(foto: istimewa)" width="300" height="200" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_2822-300x200.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_2822-696x464.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_2822-1068x712.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_2822-630x420.jpg 630w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_2822-1920x1280.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_2822-768x512.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_2822-1024x683.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_2822-360x240.jpg 360w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-10438" class="wp-caption-text">Raja Juli Antoni, Sekjen PSI (foto: istimewa)</figcaption></figure></p>
<p><strong>Bergelantungan di Penjara</strong></p>
<p>Hingga hari ini, Ahok sendiri masih menempati ruangan berukuran 2&#215;3 meter di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok. Ia sendiri banyak mengisi hari-harinya dengan berolahraga, menulis tentang politik, dan membaca kitab suci.</p>
<p>Kepada Sirra Prayuna, pengacaranya yang lain, Ahok pernah berkelakar bahwa aktivitas olahraganya mirip monyet. Sebab, ia lebih suka melakukannya di ruang tahanan ketimbang di ruang kebugaran. “<em>Gue</em> sekarang olahraganya gelantungan, kayak monyet lompat-lompatan,” ujar Sirra menirukan Ahok.</p>
<p>Lebih lanjut, Sirra juga menjelaskan kalau Ahok tidak menempati blok khusus. Ruangannya tidak berdipan dan tak memiliki pendingin ruangan. Walau begitu, Kepala Bagian Operasional Korps Brigadir Mobil Kelapa Dua, Komisaris Besar Waris Wagono selalu memastikan Ahok setiap harinya menjalani pemeriksaan kesehatan. (Berbagai Sumber/A27)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/jakartapost-1-1024x682.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
