Akhirnya Buzzer Turun ke Jalan

buzzer ke jalan
Demonstrasi soal banjir Jakarta kepada Anies Baswedan (Foto: Antara)
2 minute read

“Turun ke jalan, mencari keramaian,” – The Changchuters, Gila-gilaan


PinterPolitik.com

Tweetwaaaarrr! Begitu kira-kira seruan anak-anak Twitter lama kalau melihat perseteruan antara netizen di media sosial Twitter. Pokoknya, netizen sepertinya paling gemar kalau lihat dua orang beradu argumen apalagi sampai panas. Meski tensi tinggi, jarang banget tuh ada ketegangan yang dibawa ke dunia nyata.

Ternyata akhirnya ada juga yang bisa membuat para pelaku media sosial ini mau menunjukkan rivalitasnya ke dunia nyata. Setelah ditunggu-tunggu dan jadi cibiran karena jadi keyboard warrior, akhirnya personality di media sosial ini turun juga ke jalan.

Secara spesifik, figur-figur yang dimaksud ini adalah mereka yang kerap diberi cap buzzer.  Adalah sosok Abu Janda, Dewi Tanjung, dan kawan-kawan yang akhirnya mau turun ke jalan. Mereka ini kan terkenal kritis kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Nah, mereka kemudian mengekspresikan sikap kritis itu dengan berdemo di kawasan Patung Kuda. Mereka lumayan gak main-main di demo ini, minta pertanggungjawaban Pak Anies pas banjir beberapa waktu lalu dan bahkan memintanya mundur.  Waduh.


Terlepas dari apapun, sebenarnya langkah para buzzer ini jadi langkah yang menarik. Kapan lagi sih bisa melihat para aktivis di balik komputer dan telepon genggam ini turun ke jalan?

Yang unik, ternyata para buzzer pas berdemo harus berhadapan dengan massa yang pro kepada Pak Anies. Secara spesifik, massa Abu Janda cs. ini berhadapan dengan Bang Japar yang organisasinya dipimpin oleh anggota DPD Fahira Idris.

Ini nih yang bikin jadi tambah unik. Bu Fahira ini kan sosok yang juga amat terkenal di media sosial. Dari hal itu, bisa dibilang kalau saling berhadapannya dua massa ini semacam tweetwar yang dibawa ke dunia nyata. Wah, ini dia nih yang ditunggu para netizen!

Eh, tapi yang namanya buzzer, meski udah rame di jalanan, tetap aja mereka harus meramaikan media sosial. Masing-masing kubu ternyata masih aja melakukan perang tagar #JKTBergerakTurunkan4nies dan #JagaDanKawalAnies.

Ya, mungkin namanya juga buzzer kalau gak ngetwit, mungkin kurang afdol. Kita lihat aja deh, apakah gerakan para buzzer ini bakal berdampak seperti apa. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.