Juliari minta dibebaskan dari segala dakwaan yang dikenakan terhadapnya. Buat yang belum tahu, Juliari didakwa menerima suap hingga Rp 32 miliar lebih dalam kasus korupsi dana bansos tersebut. Entah kebetulan atau tidak, permintaan dibebaskan secara serupa juga pernah disampaikan oleh eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Edhy kala itu juga minta dibebaskan atau diberikan hukuman yang seringan-ringannya karena alasan keluarga, masih punya anak yang butuh kasih sayang ayah, dan lain sebagainya. Permintaan tersebut terbilang menarik karena pada Februari lalu, eks politisi Edhy sempat mengaku siap dihukum mati, bahkan hukuman yang lebih berat dari itu. Terlepas dari bentuk argumentasi pembelaan keduanya, kasus Juliari dan Edhy adalah fenomena gunung es atas maraknya kasus politisi korup yang kerap kita dengar. Dua kasus ini juga kembali memperkuat persepsi publik terkait partai politik sebagai entitas yang korup. Alasannya sederhana, kader-kader yang dihasilkan tidak jarang mendekam di balik jeruji besi karena kasus korupsi. Ini tentu menimbulkan pertanyaan. Jika demikian, lalu mengapa partai politik khususnya di Indonesia menjadi sangat koruptif? Yuk simak video selengkapnya!
Juliari Batubara: Saatnya Partai Dibiayai Negara?
Written by B62
Kecil Besar
Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
#Trending Article
Kegagalan BIN Analisis Covid-19?
BIN. Lembaga intelijen Indonesia ini bisa dibilang menjadi institusi yang punya posisi penting dalam menentukan keberlangsungan Indonesia sebagai sebuah negara. Ini tidak lepas dari fungsi lembaga intelijen dalam kerangka pengumpulan, analisis, dan eksploitasi informasi untuk mendukung penegakan hukum, keamanan nasional, militer, dan tujuan kebijakan luar negeri.
Misteri Sukarno: Benar Menimbun Emas di Luar Negeri?
Dari total 7 Presiden yang pernah memimpin Indonesia, Presiden Sukarno sering disebut-sebut sebagai yang paling kaya, bahkan melebihi Presiden Indonesia dengan jabatan terlama, yaitu Presiden Suharto.
Tiongkok vs AS: Digdaya Xi Jinping Buatan Amerika?
https://youtu.be/zi2VA1o4MeU Perkenalkan Milton Friedman, ekonom paling terkemuka di dekade 1960-an hingga 1980-an. Milton adalah simpul wajah Chicago School of Economics dan moneterisme yang dianutnya membawa...
Cawe-cawe Keluarga Rotschild di Akar Perang Israel-Palestina
https://youtu.be/q4BSLBFDNn0 Perang antara Israel dan Palestina semakin mengkhawatirkan.Laporan dari Kemenkes Palestina menyebutkan per tanggal 10 November 2023 total kematian warga Palestina telah menembus angka 11.000....
Bicara Papua dan HAM | Wawancara Bersama Rivanlee Anandar
https://youtu.be/PDn6txwHYCs Isu Papua dan pelanggaran HAM menjadi dua hal yang seolah tidak bisa dipisahkan. Masih berlarut-larutnya konflik di wilayah paling timur Indonesia ini memang jadi...
More Stories
Beras, ”Biang Keladi” Meledaknya Populasi Asia?
https://youtu.be/a8taRzGWxsw Tahun 1200-an jadi tahun yang sangat spesial bagi Tiongkok. Pada masa itu, populasi daratan yang kini jadi Rakyat Republik Tiongkok itu melewati angka 140...
PSI Gagal ke Senayan Lagi Karena Ketua Dewan Pembina?
https://youtu.be/Kteik-oOVWQ Kegagalan Partai Solidaritas Indonesia atau PSI untuk lolos ke parlemen pusat mungkin jadi salah satu topik yang menarik dalam beberapa waktu terakhir. Gimana enggak,...
Sejarah Kedai Kopi dan Politik: Kisah Minuman Politik Perlawanan Ottoman Atas Budaya Eropa
https://youtu.be/BeAa3I7Oluk
