Yenny Wahid Pengagum Jokowi

yenny wahid jokowi
Yenny Wahid dan Jokowi. (Foto: Detik)
2 minute read

“Setetes kejujuran menangkap lebih banyak lalat daripada segalon lem.” ~Abraham Lincoln


PinterPolitik.com

Hari ini, Yenny bersama Joko Widodo menghadiri deklarasi ulama se-Madura di Bangkalan. Ulama yang datang nggak main-main, ada 5.000 gaes. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Sampang, Pamekasan, Sumenep, dan Bangkalan. Semua berkumpul di Gedung Serba Guna Rato Ebuh.

Para ulama-ulama ini ternyata berkumpul untuk mendeklarasikan dukungannya untuk Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019. Karena apa? Karena menggratiskan Tol Suramadu dan memilih Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden. Wadaww, tenyata kebijakan tersebut sakti juga ya. Mantap.

Dalam acara tersebut, puji-pujian uwuwuwuw dilontarkan oleh Putri kedua mantan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid kepada calon presiden nomor urut 01 Jokowi. Pujian tersebut terkait dengan kinerja Jokowi selama menjabat presiden RI dalam empat tahun belakangan.

Menurut Yenny, Jokowi adalah sosok pemimpin yang strong alias kuat. Padahal badannya kurus begitu, tapi kalau soal mental Yenny acungkan jempol.


Yenny pun mencotohkan, selama ini Jokowi kerap dihujani dengan berbagai isu, antek asing dan aseng. Tapi tetap teguh. Yenny juga melihat keberanian Jokowi ketika mengunjungi Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Padahal saat itu China ingin menambah klaim beberapa wilayah tambahan 2016 silam.

Negara lain biasanya memilih mengirim lawyer ke pengadilan. Tapi Jokowi nggak. Dia bermaklumat bahwa Indonesia adalah negara berdaulat. Dia melintasi kepulauan Natuna dengan menaiki kapal perang. Kalau begini, kenapa masih bilang dikuasai asing dan aseng? Dia itu berani loh…

Siapa yang bilang Jokowi antek asing? Coba ngobrol dulu sama Mbak Yenny Wahid... Click To Tweet

Nggak cuma sampe di situ, Yenny juga mengagumi sifat Jokowi yang terlihat dekat dengan masyarakat. Buktinya Jokowi mau berjibaku membangun banyak infrastruktur karena begitu memikirkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Beragam bangunan seperti jembatan, posyandu, hingga jalan baru dibangun agar masyarakat bisa mendapatkan manfaat ekonomi.

Hmmm, ya demi kesejahteraan dan demi dipilih lagi ya Mbak Yenny? Soalnya kalau semata-mata demi rakyat kan harusnya nggak perlu ngejar target pembangunan sebegitu kerasnya sampai terus-terusan nambah utang negara ketika nilai tukar rupiah jatuh. Hehehe.

Menurut Yenny, Jokowi telah cukup menunjukkan kerja nyatanya untuk Indonesia. Bukan sekadar retorika semata.

Yenny mengatakan, pemimpin yang kuat bukan karena bisa berbicara dengan berapi-api, tapi bagaimana dia bisa memastikan negara tidak akan hancur 30 tahun lagi. Pemimpin seperti itu, yang menurut Yenny mesti kita cari.

Oke deh, tapi kayaknya pemimpin juga kayaknya  harus tetap pintar beretorika sih, biar komunikasinya bisa tersampaikan dengan baik ke masyarakat.  Tapi ya, itu kan pilihan Mbak Yenny sih. (E36)