Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

Walikota Depok
Suara nan merdu dilantunkan, walau memang kebisingan kota dan lalu lintas yang sesak, tapi kita harus hargai usaha Wali Kota Depok bekerja melampaui tugasnya sebagai Wali Kota, yakni sebagai penghibur lampu merah, weleeeh weleeeeh.
2 minute read

“Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, ” – Butet Kertaredjasa


PinterPolitik.com 

M

ungkin agak terlalu sulit menemukan pelawak yang bisa membuat gelak tawa lepas, ngakak, heleeehhhh

Salah satu pelawak andalan ialah para politisi yang seringkali membuat masyarakat terkocok perutnya karena tingkah laku yang konyol dan jenaka, weleeeh weleeeeh.

Sebenernya kasian para politisi, mereka bukan hanya digaji untuk membela kepentingan rakyat dan menjadi pelayan, tapi mereka juga dibebankan untuk menciptakan gelak tawa.
Kasian juga ya tugasnya banyak, weleeeeh weleeeh, kan mereka juga manusia, jangan dikasih beban tugas yang berat-berat laaah, heleeeeehhh.


Tapi para politisi tak kuasa menahan derasnya desakan publik agar mereka bisa tertawa, tapi terkadang politisi terbatas guyonannya dan mungkin juga sudah kehabisan stock ledekan, weiittsss, jangan salah, diamnya politisi juga bisa bikin kita ngakak.

Contohnya aja nih, politisi lagi diem melongo saat rapat sangat membuat kita tertawa, hehehehe, kasian banget beban pikirannya banyak sampe jadi puasa bicara gitu, hahahhaa.
Tapi selain diamnya politisi itu sangat menggemaskan, nih ada juga yang menghebohkan jagat perguyonan tanah air. Yaaappsss, betul sekali, Wali Kota Depok Idris yang kini nyambi jadi ‘biduan’ di lampu merah.

Weeeeiitss, ini saking sulitnya hidup atau memang saking totalitasnya ingin menghibur masyarakat, heleeeeehhhh, dua-duanya sih kayanya, karena terlihat dari ketulusan setiap bait yang didendangkan, weleeeh weleeeeh.

Suara nan merdu dilantunkan, walau memang kebisingan kota dan lalu lintas yang sesak, tapi kita harus hargai usaha Wali Kota Depok bekerja melampaui tugasnya sebagai Wali Kota, yakni sebagai penghibur lampu merah, weleeeh weleeeeh.
Profesi apapun sah-sah saja dilakoni politisi, apalagi hanya sidejob, sungguh apresiasi setinggi-tingginya agar ia bisa memaksimalkan perannya menyenangkan masyarakat.

Baca juga :  Menguak Ambisi Kartu Prakerja Jokowi

Heleeeehhhh, tapi kocak sih nyanyian Wali Kota yang satu ini, ia seperti ngajarin ikan berenang, pengguna jalan juga tau kalau lampu merah berhenti, lampu kuning hati – hati, lampu hijau jalan lagi.

Bentarrrrr, kok gue hafal sih, ohhhh tidakkkk, hahahahha. Tapi sebenernya bukan itu poinnya, tapi Wali Kota ingin dirinya ditertawakan masyarakat dan akhirnya bisa terhibur disaat jalanan Depok yang muaaaacetttttt, syekaliiiiiiihhhhh.

Gapapalah, jangan ditolak kebijakan kaya gini, lumayan buat jadi bahan candaan kita, kalo Wali Kotanya lempeng-lempeng aja dia gagal jadi penghibur dan pelayan masyarakat.

Heleeeehhh, Pak Wali Kota, adakah produser yang mau meminang untuk bikin album hits di bumi ini? Weleeeh weleeeeh, kalo gak ada, nanti kita carikan, heleeeehhh. (Z19)