Tuan Guru Bajang Jadi Cawapres?

Tuan Guru Bajang Jadi Cawapres?
2 minute read

Nama-nama calon pendamping Jokowi di Pilpres 2019 masih terus mengalir, salah satu yang muncul adalah Gubernur NTB, Tuanku Guru Bajang. Benarkah ia pilihan yang lebih baik dibanding Cak Imin?


PinterPolitik.com

“Jika dilihat dari sisi basis massa Islam maka nama Cak Imin, Romy (Ketum PPP) dan Tuan Guru Bajang (Gubernur NTB) sangat pantas diperhitungkan.”

Ketiga nama tokoh di atas, konon merupakan alternatif Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang potensial bagi Jokowi. Selain berusia muda, ketiganya juga diprediksi mampu membantu Jokowi dalam meraih simpati pemilih dari basis Islam, menurut staf pengajar di Departemen Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Dr. Lili Romli.

Tapi kalau dipilah pilih lagi, sepertinya nama Romy harus keluar dari daftar. Mengapa? Karena hingga saat ini, ia terbukti gagal membawa partainya melakukan islah dengan kubu Djan Faridz. Kalau masalah partainya sendiri saja, ia tak mampu menyelesaikan. Apalagi permasalahan negara? Iya kan?

Nah, jadi yang tertinggal adalah Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau yang dikenal dengan sebutan Tuan Guru Bajang (TGB). Untuk dua nama ini, para pengamat memiliki pandangan berbeda. Ada yang mengunggulkan Cak Imin, tapi ada juga yang menyatakan TGB lebih baik. Wah, masa iya?


Dari pandangan Lili Romli, suara Jokowi akan mampu terdongkrak bila bergandengan dengan Cak Imin. Soalnya, Cak Imin kan punya partai berbasis Nahdlatul Ulama (NU) yang massanya paling banyak se Indonesia. Hmm, tapi kalau dipikir-pikir, jika memang massa NU banyak, mengapa di DPR kursi PKB ‘biasa-biasa’ aja? Pasti ada yang salah.

Jawabannya, menurut Direktur Mahara Leadership Iwel Sastra, bisa jadi karena kadar kepemimpinan Cak Imin masih ‘belum kelihatan’. Dalam artian, selama ini kiprah PKB hanya biasa-biasa saja, dan cenderung condong pada kepentingan atau keuntungan partainya semata. Jadi kesannya suka mencla mencle.

Nah, terus bagaimana dengan TGB? Menurut Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio, dibanding Cak Imin, TGB punya kelebihan di atasnya. Soalnya walau bukan ketua partai, tapi TGB punya pengalaman sebagai gubernur dua periode, bersih dari korupsi, dan yang utama, ia tahfiz (penghapal) Alquran!

Wow, hebat juga sih. Tapi apakah namanya sudah cukup dikenal oleh masyarakat di seluruh Indonesia? Bila memang TGB bersedia menjadi wakil Jokowi di Pilpres 2019 nanti, bagaimana ya peluangnya? Apalagi di berbagai survei, nama TGB masih belum terlalu kelihatan. Bagaimana menurutmu? (R24)