Trauma APBD Sampai ke DPR?

Prabowo Rapat Anggaran Dengan DPR
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (Foto : Merdeka.com)
2 minute read

“The paradox of trauma is that it has both the power to destroy and the power to transform and resurrect.” – Peter A. Levine, Psychologist


PinterPolitik.com

Jalan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) memiliki pembukaan yang mulus. Saya gak ngomongin 01-02 dan koalisi oposisi ya, sudah berita lama itu. Yang mau dibahas disini rapat kerja perdana beliau dengan Komisi I DPR RI.

Prabowo memulai rapat dengan normal. Namun, di tengah rapat muncul interupsi dari Politisi PDIP, Effendi Simbolon. Effendi minta agar Prabowo memberi penjabaran soal anggaran Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Hal ini pun mendapat pertentangan dari beberapa peserta sidang, seperti Syaifullah Tamliha dari PPP dan Prabowo sendiri tentunya. Prabowo berpendapat kalo masalah anggaran Kemhan itu bisa dikasih tau ke Komisi I tapi tertutup alias ga boleh ketauan publik rinciannya. Alasannya pun sebenarnya lumayan masuk akal.


Pasalnya, rincian anggaran pertahanan Indonesia merupakan hal sensitif dan sebisa mungkin pihak non-Indonesia tidak mengetahui apapun. Ya, mungkin Pak Prabowo sebagai Menhan ingin berhati-hati jangan sampai ada kekuatan yang sebenarnya rahasia jadi bocor.

Tapi berkaca dari kejadian ini, kita mungkin gak heran kalo politisi seperti Effendi Simbolon minta transparansi anggaran. Baru-baru ini kan ada masalah APBD janggal di Pemprov DKI Jakarta. Malah kasusnya aneh sekali karena melibatkan pembelian lem Aibon dalam jumlah masif. Bau-baunya nih politisi pada trauma dengan dana anggaran yang berbau lem itu.

Mungkin APBD janggal Pemprov DKI Jakarta ini punya hikmah. Yaitu bikin politisi mengkritisi transparansi anggaran. Jarang-jarang nih, biasanya mereka paling getol nutup-nutupin dengan berbagai dalih.

Tapi kayaknya ada yang kebalik deh. Harusnya rancangan APBD DKI Jakarta sudah bisa diakses secara terbuka oleh publik. Situs resmi itu buat pajangan doang atau gimana sih?

Nah, sebaliknya anggaran pertahanan Indonesia yang sensitif malah mau dijelaskan panjang lebar di rapat terbuka. Untung rapatnya diubah jadi tertutup. Berabe kan kalo sampe pihak-pihak non-Indonesia (meminjam kata Prabowo) menyalahgunakan informasi tersebut.

Hmmm, mungkin APBD harus buru-buru dibenahi sebelum banyak pihak makin fobia soal anggaran yang gak transparan. (M52)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Dilema Posisi LGBT Gerindra