Tragedi Rusaknya ECG Papa

Tragedi Rusaknya ECG Papa
Foto: istimewa
3 minute read

Papa the Series, Episode #2: “Dul, tidakkah kamu tahu kalau alat itu sedang rusak? Kabelnya hilang!”


PinterPolitik.com

Dul, ketika Willem Einthoven (1860-1927) menciptakan elektrokardiograf (electrocardiograph/ECG), ia tentu bermaksud untuk menolong banyak orang. Setidaknya, alat ini membantu para petugas medis untuk melihat kondisi jantung pasien dan tentu tidak dipakai buat foto-foto atau bikin vlog.

Itu loh, sepupumu bikin papa kesal, tiap hari kerjaannya bikin vlog. Kayak ga ada kerjaan lain saja.

Kesalnya papa ini mungkin sama kayak kesalnya Einthoven kalau tahu alatnya dipakai buat main-main. Pernah dulu papa lihat ada yang pakai alat ECG itu buat main drama di kampus, kan papa jadi ngikutin – eh, maksudnya, papa jadi marah. Alat kesehatan kok dipakai buat drama dan lucu-lucuan.

Papa sekarang ini memang lagi bergantung banget sama alat ini. Keren lah pokoknya, kayak di sinetron-sinetron. Kalau tidak ada alat ini, kan dokter dan perawat jadi nggak tau kondisi papa sebenarnya kayak gimana – walaupun mereka emang nggak tau sih sebenernya kondisi papa ini kayak gimana, ha ha.


Makanya, ketika kemarin beredar foto papa yang lagi sakit di media sosial, papa berharap masyarakat tahu kebenarannya. Bahwa ECG itu lagi rusak, kabelnya hilang!

Tragedi Rusaknya ECG Papa

Kata dokter, ada yang ngerampok kabelnya buat dibawa ke Jalan Anggrek Neli. Buat rapat apa gitu katanya, papa juga bingung.

Papa jadi keder, alat ini kan sangat penting untuk menunjang posisi – eh maksudnya kesehatan papa. Mereka nggak tau ya kalau alat ini emang nggak boleh dipakai buat main-main. Pusing papa kalau mikirin ini, vertigo jadi kambuh.

Lagi pusing-pusingnya, eh dokternya datang dan bilang kalau papa diminta mundur – eh maksudnya keluar dari rumah sakit. Padahal papa kan lagi sakit. Dasar orang-orang tidak berperikemanusiaan!

Itulah, Dul, papa bingung sama republik ini. Walaupun sakit, papa masih sering lihat berita di TV. Saat orang-orang pada ribut tentang PKI, eh jenderal-jenderal malah ngeributin soal senjata ilegal. Mereka nggak tau ya kalau orang-orang kayak papa ini kerjanya super duper berat buat ngejagain republik ini dari KPK – eh maksudnya dari orang-orang yang tidak bermoral.

Sementara itu yang di Padang sana pidato tentang upaya menciptakan ideologi yang humanis. Hadeh, apa mereka nggak tau kalau papamu ini yang jagain Pakde-mu loh dari segala godaan-godaan dan penyimpangan. Tanpa papa, pasti Pakdemu jadi tambah pusing ngurusin rumah tangga.

Mau humanis kek, mau manis-manis kek, kalau nggak bener ya tetap nggak bener lah, gitu aja kok repot!

Jadi, papa minta kamu, tolong beritahu teman-temanmu. Foto papa itu asli dan papa lagi sakit beneran, titik! Itu alatnya nggak jalan karena kabelnya dirampok. Ini tragedi!

Daripada ribut-ributin papa, mending lihat itu ada perusahaan listrik plat merah yang mau dijual. Ributin itu aja lah. Okay?

Jaga kesehatanmu ya, Dul, akhir-akhir ini banyak yang sakit perut, kayak teman-teman papa di Pansus – itu loh duo pelawak zaman dulu: Topan dan Lesus. Jangan lupa, ECG-nya lagi rusak, bawain papa kabel baru!

Salam sayang,

 

Papa

(S13)