Titah Lord Luhut untuk Anies

Titah Lord Luhut untuk Anies
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Antara)
3 minute read

“Lavish Lee told me that I’m all these people listen to” – Drake, penyanyi rap asal Kanada


PinterPolitik.com

Gengs, menurut kalian gimana nih tentang komitmen pemerintah dalam menangani permasalahan virus Corona di Indonesia? Aneh, absurd, gak jelas, atau kalian bingung?

Kabarnya sih, ternyata banyak banget loh yang bingung sebenarnya upaya pemerintah ini bagaimana dalam menangani pademi Corona. Weleh-weleh, bapak ibu pejabat ini udah bikin bingung masyarakat karena bakal gak bisa mudik lebaran, ehh, bikin bingung dengan permasalahan lain juga sekarang. Hadeeh, gak bosen bapak-ibu bikin bingung masyarakat terus?

Ada lagi nih yang terbaru, gengs, yang bikin geleng-geleng kepala. Secara mendadak Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan melarang kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarya terkait penghentian mobilitas bus antarkota dan antarprovinsi (AKAP). Hadeeh, padahal kemarin kan udah dikritik banyak pihak ya, gengs, terkait koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah yang kurang bagus. Kok masih saja diulangin? Hmmmm.

Ngomongngomong nih, katanya sih pemerintah komitmen untuk menekan penularan COVID-19, tapi kok secara implementasi kebijakan malah tumpang tindih dan tidak jelas. Ini sebenarnya yang mau dikerjakan oleh pemerintah gimana sih? Ibaratnya nih, seperti ada dua sejoli yang lagi saling marahan tapi di dalam hati memendam kangen. Jadi gak sinkron apa yang diinginkan sama egonya. Behhh.


Opung Luhut, sebenarnya apa sih yang mau dikerjakan pemerintah? Saat ini kan pusat penyebaran Corona di Indonesia ada di Jakarta,  tapi kok tidak menyetujui kebijakan yang bagus dari Pemprov DKI?

Padahal sih tujuan dari Pemprov DKI adalah untuk menekan penyebaran virus Corona, cuy. Kalau kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrianto sih begini, “Kita menyepakati mulai hari ini pukul 18.00 WIB kita akan melakukan pelarangan operasional bus dari Jabodetabek”. Tidak lama setelah itu, keputusan itu dianulir sama Kementerian Perhubungan, brother. Savage abis sih.

Tuh, kan. Opung Luhut langsung memerintahkan pihak yang berwenang. Langsung skakmat gak bisa jalan deh Pemprob DKI. Yang bikin nyesek nih alasannya, cuy. Klasik banget. dikaitkan dengan ekonomi.  Duh, sampek bingung nih sama pemerintah. Lebih penting mana sih keselamatan masyarakat dengan kepentingan ekonomi? Bantu jawab dong, gengs, biar pemerintah pusat baca kritik kita yang membangun ini.

Ya, semoga saja Opung Luhut tak hanya ahli di bidang kemaritiman dan investasi saja. Soalnya nih, persoalan pandemi begini perlu juga pendapat ahli kesehatan. Kan, Pak Menko paling jago dalam segala urusan. Hehe. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.