TGB Pilih ‘Berteduh’ di Golkar

tgb ke golkar
Tuan Guru Bajang bersama Sandiaga Uno. (Foto: Alinea.ID)
2 minute read

“Apakah ada di dunia ini seorang politikus dengan hati mulia dan niat lurus?” ~Tere Liye


PinterPolitik.com

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) akhirnya melabuhkan pilihan setelah kemarin-kemarin sempat dilirik sama NasDem dan PKB.

Uwuwuwuw, jadi setelah hubungan memanas dengan Partai Demokrat, Pak TGB milih berteduhnya di bawah pohon beringin nih? Ehh, maksudnya lebih memilih Golkar gitu? Lebih adem ya?

Ya, mungkin Golkar memang menjadi pilihan paling sejuk bagi TGB. Katanya karena Golkar itu partai tengah-tengah, nggak kiri, nggak kanan, dan kokoh pada nilai teknokrasi. Moderat gitulah, jadi nyaman menurutnya.

Menurut TGB, sikap penengah menjadi hal yang amat penting di era perpolitikan sekarang maupun di masa depan. Yang nggak konfrontatif, tidak diametral. Jadi pola berpikirnya harus selalu mengarah ke solusi. Itu yang penting untuk sebuah bangsa.


Ehmm, tapi emang Golkar begitu ya? Kalau emang selalu berpikir solutif, tolong ditanyain dong solusi pemberantasan korupsi di Indonesia gimana? Atau paling nggak tolong tanyain Golkar tahu nggak caranya biar nggak jadi partai terkorup? Edededeh

Kenapa TGB pilih Golkar? Karena lebih rimbun 'tawarannya'? Click To Tweet

Oh ya, ngomong-ngomong Pak TGB nggak takut dibilang kutu lompat nih? Kubu oposisi ada yang udah bisik-bisik loh soal ulama kutu loncat. Hihihi

Tapi ya namanya politikus mah biasa lompat-lompat indah begitu. Mau background-nya apa juga, lumrah. TGB sendiri mengatakan, sebenarnya bergabungnya dirinya ke Golkar nggak secara tiba-tiba, perlu waktu cukup lama untuk membangung proses komunikasi.

Alhamdulillah ya, dari proses komunikasi yang panjang, akhirnya bisa masuk Golkar dan langsung di kasih dua jabatan sekaligus. Ketua Koordinator Bidang Keumatan dan Wakil Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Legislatif dan Presiden Partai Golkar gitu loh. Ekspres sekali. Padahal yang lain kalau mau dapat jabatan harus jadi kader minimal lima tahun dulu. Memang istimewa syekali… Hihihi.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sih sudah menegaskan, terkait alasan penunjukan TGB untuk menjabat di posisi-posisi tersebut adalah karena track record-nya baik. Bergabungnya TGB juga ditegaskan Airlangga, sudah melalui prosedur rapat internal pengurus dan rapat pleno secara resmi yang sama-sama menyepakati masuknya TGB ke dalam kepengurusan.

Yaa, semoga aja kehadiran TGB di posisi atas yang instan di Golkar nggak akan memunculkan kecemburuan ya. Soalnya manusia kalau udah cemburu suka nganu… (E36)