Teten Masduki Lupa Ada UMKM?

Teten Masduki Lupa Ada UMKM
Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki (kiri) dan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) pada tahun 2015 silam. (Foto: Antara)
4 minute read

Where are you now that I need ya? Couldn’t find you anywhere Justin Bieber, penyanyi asal Kanada


PinterPolitik.com

Kita sepakat ya teman-teman bahwa pandemi Covid-19 ini memang memberikan dampak terhadap berbagai sektor. Kalau dampaknya terhadap sektor kesehatan, tidak usah diperdebatkan lagi. Itu sudah hal yang pasti.

Namun, jika kita membahas dampaknya pada sektor ekonomi, ini akan menjadi pembahasan panjang banget. Andai dibuat diskusi panel santai atau seminar, kelihatannya gak cukup kalau diperbincangkan hanya satu atau dua jam. Seharian penuh juga mungkin masih kurang dari berbagai sektor seperti pariwisata dan industri besar hingga ojek online dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Hehehe.

Dari pariwisata dan industri besar misalnya, sejak awal ditetapkannya pandemi Covid-19 ini sebagai bencana, perputaran uang di sektor ini kembang kempis. Saking parahnya terdampak Covid-19, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marvest) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemulihan pariwisata akibat Corona lebih lama daripada akibat terorisme.

Tapi, kali ini, kita tidak membahas tentang dampak Covid-19 terhadap sektor pariwisata atau industri besar ya karena dua sektor itu sudah banyak orang yang memperhatikan. Pariwisata tadi sudah ada Menko Luhut yang sudah mengurusi.Kalau industri besar, sudah ada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang sering membawa aspirasi mereka.

Kalau UMKM, siapa yang membahas? Jarang banget, bro and sist. Jadi kita akan lebih membahas sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat menengah ke bawah ini. Harus diakui bahwa sektor ini mendapatkan dampak yang sangat besar. Tidak sedikit UMKM yang lebur dan gulung tikar di tengah pandemi Covid-19.

Di DKI Jakarta, setidaknya ada 13.336 UMKM yang terdampak Covid-19. Di masyarakat Badui, Kabupaten Lebak, setidaknya ada 2.000 UMKM yang sudah gulung tikar, bahkan terdapat 24 ribu UMKM di Cianjur yang terdampak dan puluhan ribu UMKM tersebut terpaksa gulung tikar.

Belum lagi, di wilayah lain seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan wilayah luas jawa lainnya. Beeh, mungkin sudah ada ratusan ribu UMKM yang terdampak.

Tapi, by the way, melihat kondisi seperti ini, pemerintah kok kelihatannya diam-diam saja ya? Adem ayem gitu, apalagi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop dan UMKM) Teten Masduki. Behh, irit banget dalam berbicara ketika kondisi seperti ini. Kalau bensin yang irit sih bagus ya, tapi kalau sekelas menteri, duh jangan dong.Kan, seorang pengambil keputusan. Bahaya itu.

Pertanyaan lebih jauhnya, kira-kira doi kenapa ya? Masa sih Pak Teten lupa dengan UMKM? Apa Pak Teten bingung mau ambil sikap seperti apa?

Atau jangan-jangan memang tidak tahu harus bersikap bagaimana? Harus berani bersikap loh, pak. Kalau sekelas Menteri bingung ambil sikap dan tindakan, kalau bahasa Jawanya, yo ‘selak ambyar iki wong cilik’, hancur lebur.

Yaa, sesekali muncul ke permukaan gitu pak, tapi kalau muncul jangan hanya memberikan imbauan. Kalau bisa juga sekaligus memberi terobosan konkret dan solutif. Pelaku UMKM kan butuh asupan dan uluran tangan pemerintah.Hehehe.

Kalau melihat dan belajar dari negara tetangga seperti Singapura, mereka sudah membuat kebijakan dan memberikan stimulus paket fiskal sebesar SDG 33 miliar (sekitar Rp 343,1 triliun). Ditambah lagi, ada rencana pemberian stimulus khusus untuk UMKM juga lho. Gak ada niatan mencontoh kebijakan ini, Pak Teten?

Ya, sebagai masyarakat kecil biasa, jika boleh ngasih saran, kelihatannya bapak perlu deh menjalin komunikasi baik dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Curhat atau speak-speak tipis gitu.

Siapa tahu setelah diajak ngobrol, bisa jalan bareng-bareng dan ada secercah harapan bagi pelaku UMKM. Sebagai seorang Menteri, gak mungkin dong bapak tega melihat pelaku UMKM semakin tergencet seperti sekarang. Ditunggu ya pak kehadiran kebijakannya. Hehehe. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.