HomeCelotehSri Mulyani Melawan Mafia Pajak

Sri Mulyani Melawan Mafia Pajak

“Never stop, never stop fighting till the fight is done,” – Eliot Ness, dalam film The Untouchables (1987)


PinterPolitik.com

Mafia, suatu entitas yang sering diyakini ada, tetapi kerap sulit untuk dibuktikan. Terlepas dari hal itu, keberadaan mafia memang selalu bikin kesal karena meski tak mudah ditelusuri, jejaknya tetap ada dan merugikan banyak pihak.

Salah satu yang dibuat kesal oleh perkara mafia ini adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani. Jadi, belakangan ini kan KPK baru saja menetapkan salah seorang pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebagai tersangka kasus korupsi. Ini menjadi gambaran kalau institusi tersebut masih belum bebas dari perkara korupsi.

Secara spesifik, hal itu menjadi gambaran kalau mafia pajak masih ada di negeri ini. Hal inilah yang membuat Bu Sri Mulyani kesal karena ada pemeriksa yang main-main dan bahkan kepala kantor pajak jadi mafia.

Yang membuat Bu Sri Mulyani tambah kesal, para mafia ini seperti menghidupkan peribahasa karena nila setitik rusak susu sebelanga di lingkaran DJP. Hal ini karena setitik persepsi itu membuat insitusi itu jadi identik dengan perilaku korup semacam itu.

Wah, sabar Bu Ani, perkara ini memang sepertinya membuat kesal banyak orang, tidak hanya Bu Ani seorang, tapi juga masyarakat pembayar pajak. Parahnya, para mafia pajak ini bisa saja berpengaruh kepada kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak.

Dulu, ketika kasus Gayus Tambunan pertama kali menyeruak, masyarakat mulai bingung, kok bisa ya ada orang begitu kaya dengan menjadi pegawai DJP. Nah, sampai sekarang ternyata masih saja ada orang-orang yang seperti itu.

Nah, hal itu bisa membuat masyarakat jadi bingung kalau mau membayar pajak. Mungkin aja jadi ada yang berpikir, buat apa bayar pajak kalau institusi yang diamanatkan memegang uang mereka justru malah melakukan korupsi.

Baca juga :  Biden si Tukang Kompor?
- Advertisement -

Merujuk pada kondisi tersebut, Bu Ani mungkin aja harus segera menyelesaikan masalah itu. Mungkin, Bu Ani bisa mengambil sedikit contoh dari film pemberantasan mafia seperti The Untouchables. Di film itu, kan terlihat kalau Kevin Costner yang berperan sebagai Eliot Ness membentuk tim untuk membersihkan mafia Al Capone yang diperankan oleh Robert De Niro.

Semoga Bu Ani bisa segera mencari cara terbaik ya untuk menyelesaikan mafia pajak ini. Kan ironis juga, di tengah ikhtiar negara mengumpulkan pajak, malah ada mafia. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_img

#Trending Article

Mampukah Gus Yahya “Jatuhkan” Cak Imin?

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, untuk pertama kalinya dalam sejarah terjadi hubungan yang tidak mesra antara PKB dengan PBNU. Jika ketegangan terus...

Joe Biden Menginspirasi Prabowo?

Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari, KH Irfan Yusuf Hakim (Gus Irfan), menyebut KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah berucap bahwa Prabowo...

Jokowi Dijutekin Biden?

Ketika mendarat di Washington DC, Amerika Serikat (AS), tidak ada pejabat tinggi AS yang menyambut Presiden Jokowi. Mungkinkah sang RI-1 tengah tidak dihiraukan atau...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Mengapa Jokowi Merasa Kesepian?

Rocky Gerung menyebut batin Jokowi kini tengah kesepian kala momen Hari Raya Idulfitri 1443H. Mengapa Jokowi merasa kesepian?

Megawati sang Profesor

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of The Arts (SIA), Korea Selatan. Apakah ini menunjukkan Megawati seorang politisi...

Kenapa Megawati Singgung BTS?

Ketika menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of the Arts (SIA) Korea Selatan (Korsel), Megawati Soekarnoputri menyebut tidak ingin kalah dari cucunya yang...

Jokowi Sudah Selesai?

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana mulai mengemas barang-barangnya di Istana untuk dikirim ke Solo, Jawa Tengah. Apakah ini pesan kekuasaan RI-1 sudah selesai secara...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...