HomeCelotehSri Mulyani Ditagih PBNU

Sri Mulyani Ditagih PBNU

“They not rewarding us. They disregarding us” – Dreezy, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Dalam sebuah persaingan dan perseteruan, menang dan kalah adalah dua hal yang biasa terjadi. Pemilihan umum (Pemilu) 2019 lalu misalnya, menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kemenangan dan kekalahan bisa datang pada siapa saja. Hehe.

Ya, hingga akhir 2019 lalu, persoalan mengenai kemenangan dan kekalahan dalam Pilpres tampaknya belum selesai juga. Kabarnya nih, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dikabarkan tidak memenuhi janjinya guna memberikan dana pinjaman pada kelompok-kelompok tertentu, yakni kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Janji untuk memberikan kredit murah senilai Rp 1,5 triliun itu kabarnya telah tertuang dalam sebuah nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Pengurus Besar NU (PBNU). Ketua PBNU Said Aqil Siradj kabarnya sampai-sampai harus menagih janji Bu Sri Mulyani nih.

Waduh, gimana nih, Bu Menkeu? Boleh jadi, kredit murah itu baik juga buat pengembangan dan pemberdayaan UMKM. Kan, Bu Sri Mulyani juga pernah bilang kalau UMKM perlu menjadi tumpuan ekonomi Indonesia.

Eits, tapi tunggu dulu. Kata Bu Menkeu nih, program kredit tersebut sudah dijalankan dan dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017. Namun, tampaknya, PBNU belum puas nih. Pasalnya, kredit tersebut dinilai tak semurah yang dijanjikan dan dianggap tidak layak bagi rakyat kecil dengan bunga kredit yang terlalu mahal.

Waduh, kekecewaan dari PBNU ini tampaknya juga tak dapat dibendung nih. Pasalnya, kalau kata Pak Kiai Said Aqil, beliau merasa suara PBNU hanya dimanfaatkan oleh pihak tertentu dalam Pilpres 2019 lalu.

- Advertisement -

Uniknya, kekecewaan dari Pak Kiai Said Aqil ini ditanggapi nih oleh Haikal Hassan Baras – seorang aktivis 212. Beliau menilai bahwa itu sudah menjadi tingkah laku pemerintah – yakni dengan memanfaatkan suara dalam Pemilu dan ditinggalkan ketika telah selesai.

Wah, kalau dilihat dari komentar Haikal Hassan, PBNU dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 ini seperti memiliki persamaan nasib dalam pusaran Pilpres 2019 – yakni sama-sama merasa kecewa pada pihak-pihak yang didukung. Bila satu pihak kecewa karena calonnya ternyata kini menjadi bagian dari pemerintahan, satu lagi kecewa karena merasa janjinya tak dipenuhi oleh pemerintah.

Hmm, apakah habis ini PBNU masuk barisan kecewa seperti PA 212? Mungkin nggak ya organisasi tersebut bakal seterusnya mengkritik pemerintah? Apalagi nih, Pak Wakil Presiden kan juga berasal dari NU. Hmm, kita tunggu aja deh kelanjutannya. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  PSI Butuhkan Fahri Hamzah?
spot_img

#Trending Article

Mampukah Gus Yahya “Jatuhkan” Cak Imin?

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, untuk pertama kalinya dalam sejarah terjadi hubungan yang tidak mesra antara PKB dengan PBNU. Jika ketegangan terus...

Joe Biden Menginspirasi Prabowo?

Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari, KH Irfan Yusuf Hakim (Gus Irfan), menyebut KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah berucap bahwa Prabowo...

Jokowi Dijutekin Biden?

Ketika mendarat di Washington DC, Amerika Serikat (AS), tidak ada pejabat tinggi AS yang menyambut Presiden Jokowi. Mungkinkah sang RI-1 tengah tidak dihiraukan atau...

Megawati sang Profesor

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of The Arts (SIA), Korea Selatan. Apakah ini menunjukkan Megawati seorang politisi...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Mengapa Jokowi Merasa Kesepian?

Rocky Gerung menyebut batin Jokowi kini tengah kesepian kala momen Hari Raya Idulfitri 1443H. Mengapa Jokowi merasa kesepian?

Kenapa Megawati Singgung BTS?

Ketika menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of the Arts (SIA) Korea Selatan (Korsel), Megawati Soekarnoputri menyebut tidak ingin kalah dari cucunya yang...

Mencari Capres Ganteng ala Puan

Ketua DPR RI Puan Maharani sindir soal sosok capres potensial yang dapat dukungan karena ganteng. Siapa capres ganteng yang dimaksud Puan?

More Stories

Elon Musk: The New “Bill Gates”?

Nama CEO SpaceX dan Tesla Elon Musk disorot media usai beli penuh Twitter. Kini, Musk baru saja bertemu Jokowi. Apakah Musk "Bill Gates" baru?

Megawati: Mega-Diplomat untuk Korsel?

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri hadiri pelantikan dan bertemu Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol. Apakah Megawati adalah Mega-Diplomat?

Mencari Capres Ganteng ala Puan

Ketua DPR RI Puan Maharani sindir soal sosok capres potensial yang dapat dukungan karena ganteng. Siapa capres ganteng yang dimaksud Puan?