HomeCelotehPKS Terkenang Iklan Soeharto?

PKS Terkenang Iklan Soeharto?

“Barisan puisi ini adalah yang aku punya. Mungkin akan kau lupakan, atau untuk dikenang” – Jikustik, Untuk Dikenang


PinterPolitik.com

PKS sepertinya lagi giat bermanuver. Setelah sebelumnya mengadakan pertemuan dengan salah satu partai anggota koalisi pemerintahan yaitu Nasdem, partai yang identik dengan ideologi Islam ini bertemu dengan partai Berkarya, salah satu debutan di Pemilu 2019 lalu.

Banyak yang menduga bahwa gerak-gerik PKS ini terkait dengan pilihan politik mereka yang memilih berposisi kepada pemerintahan Jokowi. Partai yang dipimpin oleh Sohibul Iman ini disinyalir akan membentuk poros oposisi yang lebih mumpuni dengan menjalin relasi dengan banyak partai.

Nah, salah satu partai yang diproyeksikan memperkuat bangunan oposisi PKS itu ya Berkarya itu. Eits, tapi ngomong-ngomong Berkarya ini kan gak lolos ke parlemen, kok PKS sampai harus rela membuka komunikasi yang secara formal tak punya suara di dalam DPR?

Jangan salah, Berkarya ini kan partai yang disebut beberapa pihak menggambarkan kekuatan politik lama yaitu Soeharto. Hal ini digambarkan misalnya oleh dua anak mantan penguasa Orde Baru itu yang jadi pengurus Partai Berkarya, yaitu Tommy Soeharto dan Titiek Soeharto.

Kondisi tersebut belum termasuk dengan anggota Keluarga Cendana lain yang pada Pemilu lalu berpose bersama Tommy dan Titiek untuk mendukung partai tersebut.

Merujuk pada kondisi tersebut, Berkarya beserta keluarga Soeharto ini sebenarnya tetap merupakan entitas politik yang tidak bisa dianggap remeh. Secara ketokohan, keluarga ini tetap merupakan keluarga yang disegani dan berpengaruh. Selain itu, secara finansial sosok-sosok tersebut juga cukup mumpuni di mana beberapa di antaranya bahkan masuk 150 orang terkaya di negeri ini.

Nah, boleh jadi berbagai kondisi tersebutlah yang membuat PKS merasa perlu membuka komunikasi dengan Partai Berkarya. Meski mereka tak punya kursi di DPR, pengaruh Keluarga Cendana bisa saja memberi manfaat kepada PKS yang akan beroposisi kepada pemerintahan.

Baca juga :  Layakkah Soeharto Jadi Pahlawan?
- Advertisement -

Kalau ditelusuri lebih jauh, silaturahmi PKS dengan keluarga Soeharto dalam berkarya ini sebenarnya bukan hal yang mengagetkan. Pada 2008 lalu, partai yang diidentikkan dengan muslim perkotaan ini pernah membuat iklan menampilkan Soeharto sebagai guru bangsa dan pahlawan.

Tidak hanya itu, PKS juga termasuk satu dari segelintir partai yang getol mendorong agar Soeharto jadi pahlawan nasional.

Berdasarkan hal-hal tersebut, mungkin aja PKS masih terkenang dengan iklan yang mereka bikin bertahun-tahun yang lalu sehingga perlu menjalin komunikasi dengan Partai Berkarya.

Tapi, manfaat konkret apa sih yang bisa didapat PKS melalui komunikasi dengan Berkarya? Ya, belum tahu pasti, yang jelas PKS sepertinya memang sudah punya catatan tersendiri mengapa Berkarya dan keluarga Soeharto harus diajak silaturahmi. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_img

#Trending Article

Jokowi Dijutekin Biden?

Ketika mendarat di Washington DC, Amerika Serikat (AS), tidak ada pejabat tinggi AS yang menyambut Presiden Jokowi. Mungkinkah sang RI-1 tengah tidak dihiraukan atau...

Berani Ganjar Tinggalkan PDIP?

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo tidak diundang dalam halal bihalal PDIP Jateng. Apakah PDIP sudah tidak memperhitungkan Ganjar? Apakah Ganjar harus meninggalkan PDIP? PinterPolitik.com Bagi...

Jokowi Sudah Selesai?

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana mulai mengemas barang-barangnya di Istana untuk dikirim ke Solo, Jawa Tengah. Apakah ini pesan kekuasaan RI-1 sudah selesai secara...

Anies Lagi, Anies Lagi

Beberapa pihak menyebut nama Jakarta International Stadium (JIS) melanggar undang-undang karena tidak menggunakan bahasa Indonesia. Apakah kritik ini terjadi karena yang merampungkan pembangunannya adalah...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Cak Imin Bisa “Tenggelam”?

Politikus PKB Umar Hasibuan sebut soal kemungkinan ancaman pembajakan terhadap PKB. Bila terjadi, mungkinkah Cak Imin bisa makin tenggelam?

Partai Mana yang Diinginkan Gatot?

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menolak ajakan Din Syamsuddin untuk bergabung dalam Partai Pelita. Mungkinkah yang diinginkan Gatot adalah partai besar? PinterPolitik.com Kalau membahas eks Panglima...

Mampukah Gus Yahya “Jatuhkan” Cak Imin?

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, untuk pertama kalinya dalam sejarah terjadi hubungan yang tidak mesra antara PKB dengan PBNU. Jika ketegangan terus...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...