HomeCelotehMenyongsong Cercah di Tahun 2020

Menyongsong Cercah di Tahun 2020

“Keep exploring. Keep dreaming. Keep asking why. Don’t settle for what you already know. Never stop believing in the power of your ideas, your imagination, your hard work to change the world.” – Barack Obama, mantan Presiden Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Mungkin, bagi sebagian dari kita tahun 2019 ini adalah tahun yang monumental bagi peristiwa-peristiwa politik yang penting, baik di Indonesia maupun di negara-negara lain. Panas dan dingin, tegang dan santai, gembira dan sedih, hingga pertengkaran dan perdamaian banyak mengisi satu tahun terakhir ini.

Tahun politik ini jelas sangat terasa bagi saya sebagai penulis di PinterPolitik.com. Dari seteru antarkubu dalam Pemilu 2019, gelombang demonstrasi pada bulan September, hingga dimulainya periode pemerintahan 2019-2024 tak luput dari perhatian sehari-hari.

Selain menjadi penulis, para pembaca PinterPolitik.com juga mengenal saya dalam beberapa video. Bagi para subscribers dan followers di YouTube dan Facebook, saya akan mudah ditemui dengan nama Alfin.

Dalam tulisan kali ini, saya mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan diri saya lebih jauh kepada para pembaca sekalian. Oleh sebab itu, saya ingin menyampaikan pesan dan kesan saya setelah semenjak beberapa bulan lalu memberikan sumbangsih karya-karya pada masyarakat melalui media daring ini.

Tentu saja, saya tahu apa yang saya tulis dan ucapkan, baik dalam artikel maupun video, mungkin dapat dinilai berbeda-beda oleh pembaca dan penonton. Ada yang suka dan ada juga yang tidak suka. Tak jarang pula kritik datang.

Namun, buat saya, pendapat apapun yang diberikan oleh para pembaca dan penonton sekalian merupakan bantuan yang patut diterima. Lagi pula, bukan tidak mungkin setiap saran dan kritik adalah langkah awal menuju versi diri yang lebih baik.

“When I hear ’em talking, I just don’t know what to make of it. Hate is so familiar to me, I’m slowly embracing it. Doesn’t come natural, bear with me, it could take a bit.” – Drake, penyanyi rap asal Kanada

Seperti lirik rapper Drake dalam lagunya yang berjudul “Fireworks”, kritik memang bisa terkadang terdengar menyakitkan. Mungkin, dengan menerimanya secara perlahan, kita justru dapat terus bertumbuh dan berkembang.

Baca juga :  Mencari Capres Ganteng ala Puan
- Advertisement -

Maka dari itu, dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih bagi para pembaca dan penonton yang senantiasa menerima dan memberi saran atas hasil-hasil karya saya bersama rekan-rekan PinterPolitik.com lainnya.

Meskipun media ini dikenal sebagai media yang banyak memberikan edukasi mengenai isu-isu sosial dan politik, saya sebenarnya justru merasa terus belajar dan berkembang bersama kalian selama tahun 2019 ini. Bersama kalian, kesempatan untuk belajar dan memandang politik dari berbagai perspektif yang berbeda – seperti budaya, musik, dan sejarah – membuat saya merasa bersyukur dan terpacu untuk terus menorehkan tulisan-tulisan baru.

Dalam proses-proses pembelajaran tersebut, tak jarang saya merasakan luapan emosi yang tak menentu juga. Pasalnya, tahun ini juga tak terhindarkan dari peristiwa-peristiwa yang menggoyah hati kita sebagai manusia; dari berita-berita duka, diskriminasi yang terjadi di banyak tempat, bencana-bencana alam yang menimpa saudara-saudara kita, hingga kekerasan-kekerasan yang masih eksis.

“Waking up to headlines filled with devastation again. My heart is broken. But, I keep going.” – Shawn Mendes, penyanyi asal Kanada

Terkadang, benar memang isu-isu yang ada di luar sana membuat kita merasa frustrasi. Terkadang, hal-hal yang menyelimuti dunia ini seakan-akan menyebabkan kita merasa lemah dan tak berdaya.

Meski begitu, apapun yang terjadi di dunia kini boleh jadi adalah kesempatan bagi kita semua, baik saya sebagai penulis maupun kalian para pembaca, untuk terus melanjutkan langkah ke depan. Fakta bahwa kita dapat mengetahui apa yang terjadi di berbagai belahan dunia ini justru menandakan akan melimpahnya hal-hal yang perlu kita eksplorasi bersama.

Justru, dengan terus mengeksplorasi dunia, kita justru dapat mengembangkan imajinasi akan Indonesia dan dunia yang lebih ideal – menyisakan celah kemungkinan bagi perubahan menuju masa depan yang cerah. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama pernah mengatakan – seperti di awal tulisan – bahwa gagasan dan imajinasi kita sebenarnya memiliki kekuatan untuk mengubah dunia suatu saat nanti.

Baca juga :  Menggugat Logika Denny Siregar

Peristiwa-peristiwa baik lainnya juga tak sepenuhnya absen di tahun 2019. Beberapa hal kecil yang berarti di tahun ini boleh saja menjadi bekal bagi perubahan di masa depan. Amnesti untuk Baiq Nuril misalnya, memberikan secercah harapan bagi perjuangan perlawanan terhadap kekerasan seksual di Indonesia.

Tahun ini, pada intinya, boleh saja akan segera berakhir. Namun, sinar-sinar harapan baru tidak menutup kemungkinan akan terus hadir di setiap masa dan di mana pun ia berada. Oleh sebab itu, marilah kita terus mengeksplorasi dan melangkah guna menyongsong cercah-cercah harapan baru tersebut. Selamat Tahun Baru 2020!

- Advertisement -

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_img

#Trending Article

Mampukah Gus Yahya “Jatuhkan” Cak Imin?

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, untuk pertama kalinya dalam sejarah terjadi hubungan yang tidak mesra antara PKB dengan PBNU. Jika ketegangan terus...

Joe Biden Menginspirasi Prabowo?

Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari, KH Irfan Yusuf Hakim (Gus Irfan), menyebut KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah berucap bahwa Prabowo...

Jokowi Dijutekin Biden?

Ketika mendarat di Washington DC, Amerika Serikat (AS), tidak ada pejabat tinggi AS yang menyambut Presiden Jokowi. Mungkinkah sang RI-1 tengah tidak dihiraukan atau...

Megawati sang Profesor

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of The Arts (SIA), Korea Selatan. Apakah ini menunjukkan Megawati seorang politisi...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Mengapa Jokowi Merasa Kesepian?

Rocky Gerung menyebut batin Jokowi kini tengah kesepian kala momen Hari Raya Idulfitri 1443H. Mengapa Jokowi merasa kesepian?

Kenapa Megawati Singgung BTS?

Ketika menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of the Arts (SIA) Korea Selatan (Korsel), Megawati Soekarnoputri menyebut tidak ingin kalah dari cucunya yang...

Mencari Capres Ganteng ala Puan

Ketua DPR RI Puan Maharani sindir soal sosok capres potensial yang dapat dukungan karena ganteng. Siapa capres ganteng yang dimaksud Puan?

More Stories

Menyoal Bias Privat dan Publik

Dengan perkembangan teknologi, konsekuensi sosial dan politik turut mengikuti. Apakah batas antara kehidupan privat dan publik masih eksis?

Keluarga Medici, The Godfather of Renaissance?

Banyak cerita soal keluarga Medici, bangsawan Italia yang hidup sejak abad ke-13. Selain dikenal sebagai penguasa Italia, keluarga Medici ternyata memiliki pengaruh besar pada...

Jika Indonesia-Malaysia Jadi Satu Negara

Sejak era Presiden Soekarno, Indonesia dan Malaysia beberapa kali terlibat ketegangan. Lantas, apa jadinya jika dua negara rumpun melayu ini menjadi satu negara? PinterPolitik.com Ganyang Malaysia....