HomeCelotehMenyoal Unggahan Guntur Soal Anies-Bima

Menyoal Unggahan Guntur Soal Anies-Bima

“Look at this photograph, every time I do it makes me laugh,” – Nickelback, Photograph


PinterPolitik.com

Di tengah musibah seperti banjir Jabodetabek sekarang ini, sepertinya ada aja orang yang menjadikannya sebagai komoditas politik. Kayaknya ada aja orang yang gak tahan untuk menjadikan bencana untuk menyindir aktor politik yang tak sejalan dengan pilihan pribadinya.

Salah satu dari gambaran dari hal ini adalah cuitan dari kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli. Beberapa waktu yang lalu, sosok yang sempat berlaga di Pileg 2019 lalu itu mengirimkan foto lama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di kawasan Bendung Katulampa.

Kalau menurut Guntur, foto tersebut diunggah sebagai bentuk satire dan kontrapropaganda untuk foto-foto yang dikirimkan oleh para pendukung Anies. Secara khusus, ia menyebut kalau foto itu digunakan untuk membantah klaim pendukung Anies yang bilang kalau Pak Anies gak berfoto saat kerja.

Unggahan foto itu kemudian mendapatkan respons dari Pak Bima Arya. Waketum PAN itu menyoroti soal empati di kala musibah dan menyoroti kalau foto itu diambil pada 12 Februari 2018 tapi diunggah Guntur pada 2 Januari 2020.

Waduh, gimana nih Pak Guntur, Pak Bima Arya udah mengungkit-ungkit soal rasa empati. Kan gak enak juga kalau udah dikait-kaitkan dengan urusan semacam ini.

Memang sih kalau mau adil, menyeret-nyeret urusan politik ke perkara bencana ini adalah hal yang problematik. Bencana terlihat seperti jadi komoditas politik untuk membenarkan pilihan politik pribadi dan menyerang sosok yang tak sejalan dengan diri.

Bisa dibilang, langkah semacam itu adalah hal yang meleset secara timing. Kan lagi ada yang terkena musibah, mengungsi, jatuh korban jiwa, rugi materi, dan lain sebagainya. Idealnya sih, menyeret-nyeret perkara semacam itu dihindari itu karena rawan digugat soal rasa empati.

Baca juga :  Anies-Sandi for 2024?
- Advertisement -

Yang juga membuat hal semacam itu rawan dicerca adalah karena yang diserang merupakan pejabat yang lagi bekerja di tengah bencana. Kita bisa berdebatlah apakah kinerja Pak Anies dan Pak Bima Arya ini sudah sempurna atau enggak dalam menangani banjir. Tapi, setidaknya mereka lagi bekerja dan gak berlindung di balik meja.

Pak Anies di Jakarta udah jelaslah ya lagi keluar masuk kawasan banjir untuk memastikan warga selamat. Sementara itu, Pak Bima Arya dan jajarannya ini juga ada kontribusinya terutama dalam menggkoordinasikan  kondisi di Bendung Katulampa.

Nah, dari hal itu, Pak Guntur dan banyak pihak lain di netizen rawan ditanya balik kalau mengirim sesuatu hal terkait banjir yang bernada politik. Banyak orang mungkin bakal bertanya, “emangnya kamu udah ngapain buat banjir ini?”

Ya semoga banyak dari kita bisa menahan diri dari menjadikan bencana sebagai komoditas politik. Kritik memang penting, tapi idealnya sih fokus ke substansi dan gak menghilangkan rasa empati. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_img

#Trending Article

Jokowi Isyaratkan Lawan Megawati?

Tangkapan kamera formasi iringan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama tujuh ketua umum partai politik dianggap merepresentasi terbentuknya poros koalisi menghadapi kontestasi politik 2024. Lantas,...

Surya Paloh Cuma Coba-coba?

Meskipun Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah menghasilkan nama-nama hasil voting Dewan Pimpinan Daerah (DPW), Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang...

Cak Imin Jago Gocek?

Lagi lagi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin tampil dan menarik atensi publik melalui gocekan-gocekan politiknya...

NasDem-Demokrat Bentuk Koalisi?

Surya Paloh merupakan elite politik pertama yang ditemui secara terbuka oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apakah Partai NasDem dan Partai Demokrat akan membentuk koalisi? PinterPolitik.com Sambutan...

Prabowo Tidak Yakin dengan Megawati?

Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dibentuk oleh Partai Gerindra bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Apakah ini dapat dimaknai sebagai kekhawatiran Prabowo Subianto terhadap Megawati? PinterPolitik.com Partai Gerindra...

Permainan Surya Paloh Belum Usai?

Meski Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah usai, tapi tanya tentang hasil Rakernas masih membayangi pikiran publik. Apa sebenarnya strategi Ketua Umum Surya Paloh di balik...

Jokowi Gak Butuh Ma’ruf Amin?

Tidak terlihatnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada reshuffle kabinet mengundang tanda tanya sebagian orang. Apakah ini bermakna bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak butuh Ma’ruf? PinterPolitik.com Sebagian orang...

Kok Jokowi Marah-Marah?

Lagi-lagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur pejabat  kementerian dan pemerintahan daerah soal prioritas belanja. Jokowi menilai belanja produk luar masih lebih tinggi dibandingkan produk...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...