HomeCelotehMeneladani Jejak Antikorupsi Bung Hatta

Meneladani Jejak Antikorupsi Bung Hatta

“Tuhan, terlalu cepat semua. Kau panggil satu-satunya yang tersisa proklamator tercinta,” – Iwan Fals, Bung Hatta


PinterPolitik.com

Prihatin. Mungkin itu yang dirasakan oleh banyak aktivis dan masyarakat lain yang antikorupsi. Tahun 2019 dipandang berat karena berbagai upaya pemberantasan korupsi sepertinya mendapatkan beragam hambatan.

Nah, nuansa prihatin itu dirasakan pula oleh Natalia Soebagjo salah satu pengurus perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA). Saking prihatinnya, perkumpulan tersebut memutuskan untuk tidak memberikan penghargaan BHACA kepada siapapun di tahun ini.

Hmmm, sedih ya. Masa sih, saat ini gak ada sosok yang bisa dianggap punya komitmen antikorupsi sehingga bisa diberi penghargaan itu?

Mungkin, kita jadi harus merefleksikan jauh hingga ke era sosok yang namanya dijadikan penghargaan itu, yaitu Mohammad Hatta. Siapapun sepertinya bisa meneladani sosok proklamator ini agar upaya pemeberantasan korupsi di negeri ini gak dideskripsikan dengan kata “prihatin”.

Kalau kata Iwan Fals, Bung Hatta ini dianggap sebagai sosok yang jujur, lugu, dan sederhana. Kata-kata itu, sebenarnya cukup tergambar dalam kiprahnya selama mewarnai perjalanan republik ini.

Berbeda dengan pejabat saat ini yang senang mendapatkan banyak fasilitas negara bahkan menyelewengkannya, Bung Hatta justru menghindari hal itu, bahkan untuk urusan yang dianggap kecil sekalipun.

Misalnya, Bung Hatta pernah menegur putrinya Gemala Hatta karena mengirim surat pakai amplop dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Sydney. Menurut Bung Hatta, surat Gemala kan surat pribadi, bukan surat dinas, jadi jangan pakai amplop konsulat.

- Advertisement -

Selain itu, ada juga kisah Bung Hatta yang menolak menggunakan mobil dinas untuk menemui ibunya sendiri. Loh, bukannya biasa aja ya bepergian dengan mobil dinas? Orang juga gak akan protes kalau pejabat yang pergi pakai mobil dinas itu sekelas Bung Hatta.

Baca juga :  Cak Imin Kok Seret Ma’ruf Amin?

Wapres RI pertama itu sepertinya gak setuju dengan anggapan tersebut. Menurutnya, mobil itu bukan kepunyaannya, sehingga ia tidak bisa menggunakan mobil dinas untuk urusan pribadi.

Wah, pantesan aja nama Bung Hatta diabadikan jadi penghargaan antikorupsi di negeri ini. Untuk urusan kecil aja, kalau membebani negara beliau gak mau. Kalau pejabat sekarang seperti apa ya kalau diberikan situasi seperti itu?

Makanya mungkin, pantas aja BHACA gak diberikan di tahun ini soalnya gak semua pejabat merefleksikan kehidupan sang proklamator. Kalau misalnya penghargaan itu dipaksakan diberikan dalam kondisi seperti sekarang, mungkinkah dia akan setuju atau justru akan menangis? (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_img

#Trending Article

Joe Biden Menginspirasi Prabowo?

Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari, KH Irfan Yusuf Hakim (Gus Irfan), menyebut KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah berucap bahwa Prabowo...

Mampukah Gus Yahya “Jatuhkan” Cak Imin?

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, untuk pertama kalinya dalam sejarah terjadi hubungan yang tidak mesra antara PKB dengan PBNU. Jika ketegangan terus...

Megawati sang Profesor

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of The Arts (SIA), Korea Selatan. Apakah ini menunjukkan Megawati seorang politisi...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Mengapa Jokowi Merasa Kesepian?

Rocky Gerung menyebut batin Jokowi kini tengah kesepian kala momen Hari Raya Idulfitri 1443H. Mengapa Jokowi merasa kesepian?

Kenapa Megawati Singgung BTS?

Ketika menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of the Arts (SIA) Korea Selatan (Korsel), Megawati Soekarnoputri menyebut tidak ingin kalah dari cucunya yang...

Jokowi Dijutekin Biden?

Ketika mendarat di Washington DC, Amerika Serikat (AS), tidak ada pejabat tinggi AS yang menyambut Presiden Jokowi. Mungkinkah sang RI-1 tengah tidak dihiraukan atau...

Mencari Capres Ganteng ala Puan

Ketua DPR RI Puan Maharani sindir soal sosok capres potensial yang dapat dukungan karena ganteng. Siapa capres ganteng yang dimaksud Puan?

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...