Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Terkini > Kondisi Terbaik Indonesia untuk Investasi

Kondisi Terbaik Indonesia untuk Investasi


E19 - Sunday, February 26, 2017 17:00
NSW Jokowi||Kunjunhan Jokowi ke australia

0 min read

Ia menyebutkan, awal bulan ini lembaga rating Edelman merilis indeks tahunan mereka yang menyatakan kepercayaan publik terhadap Pemerintah Indonesia melonjak 13 poin menjadi 74.






pinterpolitik.com

SYDNEY - Indonesia sedang mengalami kondisi terbaik dalam dunia investasi, karena meningkatnya kepercayaan publik terhadap pemerintah. Beberapa lembaga rating, seperti Fitch, Edelman, dan Moody’s, menyebutkan naiknya indeks kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia.

Dalam sambutannya pada acara Pertemuan Bisnis di Shangri-La Hotel di Sydney, Sabtu (25/2), Presiden Joko Widodo mengatakan, Moody’s dan Fitch dua bulan lalu merilis indeks yang menunjukkan kepercayaan investor terhadap Pemerintah Indonesia naik, dari stabil ke nilai yang positif.

Ia menyebutkan, awal bulan ini lembaga rating Edelman merilis indeks tahunan mereka yang menyebutkan kepercayaan publik terhadap Pemerintah Indonesia melonjak 13 poin menjadi 74.

Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih kepada para Chief Executive Office (CEO) yang menyempatkan hadir pada Pertemuan Bisnis dalam rangka kunjungan kerjanya  di Sydney, Australia.

“Saya tidak tahu bagaimana di Australia, tapi di Indonesia, kadang-kadang kita bekerja saat akhir pekan. Malah bukan kadang-kadang, tapi selalu,” ujar Jokowi sambil tertawa.

Setelah menghadiri Pertemuan Bisnis  dengan 13 pebisnis besar di Austalia, Presiden Jokowi bertemu dengan Premier of New South Wales (NSW) Gladys Berejiklian. Pertemuan ini membahas kerja sama antara NSW – Indonesia.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, NSW memiliki arti yang cukup penting dalam hubungan bilateral Indonesia dan  Australia, karena terdapat sekitar 41.435 WNI yang tinggal di NSW.

“Selain itu dari total 20 ribu pelajar Indonesia yang belajar di Australia, lebih dari separuh tinggal di NSW,” kata Retno kepada wartawan, di Sydney, Sabtu.

Hari kedua kunjungan di Australia, Minggu (26/2), menurut Menlu,  Presiden Jokowi akan melakukan pertemuan bilateral dengan PM Malcolm Turnbull. Selain itu, Presiden  akan memimpin delegasi Pemerintah Indonesia ke pertemuan  bilateral dengan delegasi Pemerintah Australia.

“Akan ada MoU yang akan ditandatangani di bidang maritim dan ekonomi kreatif,” kata  Retno.

Setelah itu, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo akan disambut dengan upacara kenegaraan oleh Gubernur Jenderal Lady Cosgrov, yang akan diikuti dengan pertemuan bersama Gubernur Jenderal dan makan siang kenegaraan. (Setkab/E19)

Berita Terkait