HomeCelotehBamsoet Semakin Niat Jadi Ketum?

Bamsoet Semakin Niat Jadi Ketum?

 “Tak ada yang abadi” – Peter Pan, Tak Ada Yang Abadi


 PinterPolitik.com

Di dunia ini tuh ga ada yang abadi. Pasti pepatah ini udah sering banget kita dengar, apalagi bagi para pasangan yang awalnya yakin bakal langgeng taunya putus di tengah jalan. Intinya dunia ini penuh ketidakpastian.

Ini pun yang sedang dialami internal Partai Golkar. Tentunya semua sudah mafhum mengenai rivalitas antara Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan Airlangga Hartarto berebut Ketum Golkar. Bentar lagi kan Musyawarah Nasional (Munas) Golkar tuh, tensi antara kubu Bamsoet dan Airlangga makin tinggi.

Sebenarnya ketika memasuki periode kedua Pemerintahan Presiden Jokowi antara Airlangga dan Bamsoet ga ada friksi. Cuman saat itu Airlangga memang digadang-gadang sebagai calon kuat Ketum Golkar lagi. Tentunya sudah banyak loyalis Airlangga yang bersedia memuluskan periode kedua sang Ketum Golkar tersebut.

Cuman, setelah Airlangga Hartarto jadi Menteri Perindusterian berhembus kalo dia punya saingan yaitu Bamsoet yang udah jadi Ketua MPR. Sebenernya gak masalah sih kalo dua tokoh tersebut berkompetisi buat jadi Ketum Gokar toh rangkap jabatan sah-sah saja.

Tapi hal lucu dari situasi inilah adalah pencalonan Bamsoet. Bamsoet kan awalnya tuh sok cool dan jaim bilang kalo itu mah harapan kawan-kawannya aja. Hanya saja, makin lama dukungan terhadap Bamsoet makin kenceng.

- Advertisement -

Ketua Koordinator Bidang Perekonomian DPP Partai Golkar, Azis Syamsudin bahkan sampai bilang laknat Allah akan datang pada orang yang melanggar komitmen. Bukannya mundur, kubu Bamsoet pun makin kenceng buat menaiktahtakan Bamsoet sebagai pejabat tertinggi Golkar.

Makin deket Munas Golkar kubu Bamsoet malah bikin wacana Munas tandingan karena menurut mereka banyak pendukung Bamsoet yang seharusnya jadi panitia malah dicoret namanya. Selain itu Airlangga Hartarto juga dituduh memasukkan unsur non partai seperti keluarga dan kroninya sebagai pengganti panitia loyalis Bamsoet.

Nah, Bamsoet ini tuh patut disoroti lebih jauh. Memang yang banyak gerak itu loyalisnya, cuman Bamsoetnya sendiri oke-oke aja. Walau awalnya didorong-dorong, Bamsoet mungkin lama-lama emang pengen jadi Ketum Golkar. Ah, bisa aja.

Mungkin seperti orang yang awalnya gak suka, tapi karena dicie-ciein terus lama-lama suka beneran dan akhirnya jadian. Kayak Bamsoet pas ditanya mau maju apa engga, bilangnya engga taunya makin ke sini makin banyak yang dukung. Memang ya tidak ada yang abadi di dunia ini. (M52)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Jokowi Tahu Menteri Ingin Nyapres
spot_img

#Trending Article

Jokowi Dijutekin Biden?

Ketika mendarat di Washington DC, Amerika Serikat (AS), tidak ada pejabat tinggi AS yang menyambut Presiden Jokowi. Mungkinkah sang RI-1 tengah tidak dihiraukan atau...

Berani Ganjar Tinggalkan PDIP?

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo tidak diundang dalam halal bihalal PDIP Jateng. Apakah PDIP sudah tidak memperhitungkan Ganjar? Apakah Ganjar harus meninggalkan PDIP? PinterPolitik.com Bagi...

Jokowi Sudah Selesai?

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana mulai mengemas barang-barangnya di Istana untuk dikirim ke Solo, Jawa Tengah. Apakah ini pesan kekuasaan RI-1 sudah selesai secara...

Anies Lagi, Anies Lagi

Beberapa pihak menyebut nama Jakarta International Stadium (JIS) melanggar undang-undang karena tidak menggunakan bahasa Indonesia. Apakah kritik ini terjadi karena yang merampungkan pembangunannya adalah...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Cak Imin Bisa “Tenggelam”?

Politikus PKB Umar Hasibuan sebut soal kemungkinan ancaman pembajakan terhadap PKB. Bila terjadi, mungkinkah Cak Imin bisa makin tenggelam?

Partai Mana yang Diinginkan Gatot?

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menolak ajakan Din Syamsuddin untuk bergabung dalam Partai Pelita. Mungkinkah yang diinginkan Gatot adalah partai besar? PinterPolitik.com Kalau membahas eks Panglima...

Mampukah Gus Yahya “Jatuhkan” Cak Imin?

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, untuk pertama kalinya dalam sejarah terjadi hubungan yang tidak mesra antara PKB dengan PBNU. Jika ketegangan terus...

More Stories

Gerindra-PKS Tega Anies Sendiri?

“Being alone is very difficult.” – Yoko Ono PinterPolitik.com Menjelang pergantian tahun biasanya orang-orang akan punya resolusi baru. Malah sering kali resolusi tahun-tahun sebelumnya yang belum...

Ada Luhut, Langkah Bamsoet Surut?

“Empires won by conquest have always fallen either by revolt within or by defeat by a rival.” – John Boyd Orr, Scottish Physician and...

Balasan Jokowi pada Uni Eropa

“Negotiations are a euphemism for capitulation if the shadow of power is not cast across the bargaining table.” – George P. Shultz PinterPolitik.com Sekali-kali mari kita...