HomeCelotehBalada Lomba Lagu Wali Kota Depok

Balada Lomba Lagu Wali Kota Depok

“Mereka berlomba, saling mencuri mendapatkan hatiku,” – Domino, Siapa yang Pantas


PinterPolitik.com

Hai, sobat-sobat pemburu lomba, ada peluang yang bisa dimanfaatkan nih!  Ingat dong, dulu ada lagu  Wali Kota Depok Mohammad Idris tentang aktivitas berkendara? Iya yang itu, jangan mengernyitkan dahi dan menyeringai dulu dong. Soalnya, ada lomba terkait dengan lagu itu.

Jadi, dalam cuitan yang dikirim oleh akun Twitter resmi Pemkot Depok, akan ada lomba cover lagu berjudul Hati-hati yang dinyanyikan oleh Pak Idris. Lomba ini bertajuk Kontes Musik Transportasi atau disingkat K’Mutrans 2. Kompetisi ini sendiri akan memperebutkan hadiah menarik yaitu Piala Wali Kota Depok.

Gimana, menarik bukan?

Ya, mungkin Pak Idris dan jajaran Pemkot Depok punya strategi sendiri dalam menyelesaikan beragam masalah berkendara dan transportasi di kotanya. Mungkin saja lomba cover lagu ini bisa menjadi salah satu cara untuk menuju hal tersebut.

Memang sih, ada banyak perkara lain yang bisa dibenahi agar masalah berkendara dan transportasi bisa selesai. Misalnya, yang paling lazim dilakukan oleh banyak kepala daerah lain adalah memperbaiki sistem transportasi umum.

Banyak daerah lain misalnya mendorong integrasi antarmoda agar masyarakat mau menggunakan angkutan umum sehingga macet berkurang. Ada juga yang mengupayakan daerahnya bisa dilalui kendaraan seperti LRT agar jalanan tak terlalu semrawut.

- Advertisement -

Selain itu, banyak juga yang memperbaiki fasilitas pejalan kaki seperti trotoar sehingga masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi ke jalan kaki.

Ya tapi itu kan kepala-kepala daerah yang lain. Kalau misalnya Pak Idris dan Pemkot Depok mau bikin lomba cover lagu Hati-hati ya boleh-boleh aja dong?

Baca juga :  Prabowo, Menhan Anti-Gimmick?

Hayo, pasti ada yang sudah buru-buru skeptis dengan perlombaan ini kan? Jangan terlalu buru-buru dalam menilai dong. Kalau misalnya ambil sikap bertanya-tanya, mending tanya aja, gimana sih akhirnya ide cover lagu ini bisa keluar? Pas rapat itu, ide apa aja yang akhirnya gak diambil?

Udahlah, daripada terlalu skeptis, mending coba aja latihan dulu menghapal lagu Hati-hati, toh ada hadiahnya juga. Jadi, gimana nih, mau kan ikut lomba K’Mutrans 2 ini? (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_img

#Trending Article

Mampukah Gus Yahya “Jatuhkan” Cak Imin?

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, untuk pertama kalinya dalam sejarah terjadi hubungan yang tidak mesra antara PKB dengan PBNU. Jika ketegangan terus...

Joe Biden Menginspirasi Prabowo?

Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari, KH Irfan Yusuf Hakim (Gus Irfan), menyebut KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah berucap bahwa Prabowo...

Jokowi Dijutekin Biden?

Ketika mendarat di Washington DC, Amerika Serikat (AS), tidak ada pejabat tinggi AS yang menyambut Presiden Jokowi. Mungkinkah sang RI-1 tengah tidak dihiraukan atau...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Mengapa Jokowi Merasa Kesepian?

Rocky Gerung menyebut batin Jokowi kini tengah kesepian kala momen Hari Raya Idulfitri 1443H. Mengapa Jokowi merasa kesepian?

Megawati sang Profesor

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of The Arts (SIA), Korea Selatan. Apakah ini menunjukkan Megawati seorang politisi...

Jokowi Sudah Selesai?

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana mulai mengemas barang-barangnya di Istana untuk dikirim ke Solo, Jawa Tengah. Apakah ini pesan kekuasaan RI-1 sudah selesai secara...

Kenapa Megawati Singgung BTS?

Ketika menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of the Arts (SIA) Korea Selatan (Korsel), Megawati Soekarnoputri menyebut tidak ingin kalah dari cucunya yang...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...