Tak Semanis Janji Anies Dulu

kebohongan anies baswedan
Anies Baswedan dan Rizieq Shihab. (Foto: Benteng Times)
2 minute read

“Terkadang senja mengingatkan pada rumah, pada orang-orang yang membuat hati kita rindu untuk pulang.” ~Iwok Abqary


PinterPolitik.com

Apalah arti mimpi berumah tanpa tangga, tanpa jodoh yang pasti. Apalah arti rumah DP nol rupiah, kalau ternyata hanya janji. Eeeeiiittt, cakep! Wkwkwkwk.

Rumah, oh rumah. Kini rumah menjadi hal sensasional yang wajib dibahas oleh kaum pemilih Anies Baswedan pada Pilkada 2017 lalu. Kenapa?

Begini loh gaes, ini sekalian saya mau curhat aja. Beberapa waktu lalu Gubernur telah meresmikan rumah DP nol rupiah bertajuk ‘Samawa’ ya. Ku sudah cukup legawa nih kalau ternyata rumahnya dalam bentuk rusunami, bukan rumah tapak. Tapi pas lihat harga cicilannya per bulan…. Waduh, ini Anies yang pinter ngomong apa aku yang salah nangkep ya?

Dulu aku mikirnya rumah DP nol rupiah itu ditujukan untuk orang-orang kayak diriku gitu, yang pendapatannya apalah-apalah. Terus dulu juga Pak Gubernur juga bilang, kalau kebijakan ini dibuat agar warga Jakarta bisa punya kemudahan untuk memiliki rumah, tapiii, kenapa ujung-ujungnya cuma bisa dinikmati oleh orang-orang yang berpenghasilan di atas UMR? Ckckck.


Disinggung soal itu, Gubernur DKI mengakui program rumah DP nol rupiah ternyata memang bukan ditujukan bagi warga Jakarta berpenghasilan rendah.

Anies mengatakan, berdasarkan skema perbankan ada proporsi di mana hanya 30 persen dari penghasilan yang bisa digunakan untuk mencicil. Sedangkan dalam skema pembiayaan rumah DP nol rupiah cicilannya sebesar Rp2,1 sampai Rp2,6 juta. Diketahui UMP Jakarta untuk 2018 sebesar Rp3,6 juta.

Nah, iya, cicilan segitu buat orang yang gajinya pas UMP Jakarta yang sebesar Rp 3,6 juta aja pasti nyekek banget. Apa lagi yang di bawah UMP bosque?

Sebenarnya ada solusi dari Anies untuk masyarakat berpenghasilan rendah, yakni menyewa rusunawa saja. Cicilan lebih kecil. Toh kalau sudah genap 20 tahun, rusunawa tersebut bisa dijadikan hak milik.

Anies menilai dengan sistem sewa beli tersebut setidaknya warga memiliki kepastian bisa memiliki rusun setelah melakukan pembayaran sewa selama 20 tahun.

Hmm ya, ya, karena Pak Anies ngomongnya sambil senyum saya coba mengerti deh. Tapi sebenernya tetap kesel loh saya Pak. Cuma ditahan aja. Hehehe. (E36)