<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Wim Tangkilisan &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/wim-tangkilisan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Feb 2022 04:05:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Wim Tangkilisan &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kenapa Politik Uang Sulit Hilang?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/kenapa-politik-uang-sulit-hilang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M78]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2022 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Wim Tangkilisan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=94692</guid>

					<description><![CDATA[Berbagai pengamat nilai politik uang sulit dihilangkan dari pemilu di Indonesia]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="864" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Kenapa-politik-uang-susah-hilang-ed.-864x1024.jpg" alt="" class="wp-image-94699" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Kenapa-politik-uang-susah-hilang-ed.-864x1024.jpg 864w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Kenapa-politik-uang-susah-hilang-ed.-253x300.jpg 253w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Kenapa-politik-uang-susah-hilang-ed.-127x150.jpg 127w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Kenapa-politik-uang-susah-hilang-ed.-768x910.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Kenapa-politik-uang-susah-hilang-ed.-696x825.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Kenapa-politik-uang-susah-hilang-ed.-1068x1266.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Kenapa-politik-uang-susah-hilang-ed.-354x420.jpg 354w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Kenapa-politik-uang-susah-hilang-ed..jpg 1080w" sizes="(max-width: 864px) 100vw, 864px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Berbagai pengamat nilai politik uang sulit dihilangkan dari pemilu di Indonesia</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Kenapa-politik-uang-susah-hilang-ed.-864x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mochtar Riady dan Digital Society</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/mochtar-riady-dan-digital-society/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Mar 2017 06:52:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik & Figure]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Cyber]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Society]]></category>
		<category><![CDATA[Ilham Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Broadband Plan]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat digital]]></category>
		<category><![CDATA[Meaningful Broadband]]></category>
		<category><![CDATA[Mochtar Riady]]></category>
		<category><![CDATA[Palapa Ring]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Craig Smith]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Smart Nation]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Wim Tangkilisan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=8011</guid>

					<description><![CDATA[Internet mampu mempermudah semua, bahkan kegiatan yang berkaitan dengan pemerintahan. Sayangnya, akses internet masih belum merata di seluruh wilayah Indonesia. Apakah impian masyarakat digital di Indonesia hanya sebuah utopia? PinterPolitik.com Harapan adalah mimpi dari seorang yang terjaga. ~ Aristoteles [dropcap size=big]T[/dropcap]ransportasi dan toko online (daring), mungkin sudah bukan hal yang baru bagi masyarakat perkotaan. Keberadaannya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>Internet mampu mempermudah semua, bahkan kegiatan yang berkaitan dengan pemerintahan. Sayangnya, akses internet masih belum merata di seluruh wilayah Indonesia. Apakah impian masyarakat digital di Indonesia hanya sebuah utopia?</h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><em>Harapan adalah mimpi dari seorang yang terjaga.</em> ~ Aristoteles</p>
</blockquote>
<p>[dropcap size=big]T[/dropcap]ransportasi dan toko <em>online</em> (daring), mungkin sudah bukan hal yang baru bagi masyarakat perkotaan. Keberadaannya, terbukti sangat membantu warga yang sebagian besar sibuk dan memiliki waktu senggang terbatas. Bahkan menurut penelitian yang dikeluarkan AC Nielsen, pulsa menjadi kebutuhan pokok (<em>top mind</em>) tertinggi masyarakat, mengalahkan kebutuhan makan dan rokok.</p>
<p>Kemajuan teknologi digital yang merebak dihampir segala bidang, perlu diakui sangat membantu dan mempermudah tugas maupun kegiatan. Kemampuannya menembus ruang dan waktu, tak hanya mampu memecahkan persoalan komunikasi, tapi juga urusan administratif lainnya. Dari urusan sepele seperti pemesanan makanan, hingga masalah negara seperti pajak dan imigrasi.</p>
<p>Negara yang saat ini telah berhasil memanfaatkan ekonomi digital untuk memakmurkan rakyatnya, adalah Tiongkok. Negara yang hampir 30 tahun menutup diri ini, memanfaatkan internet nyaris diberbagai urusan. Bahkan untuk berbelanja, warga Tiongkok sudah tidak lagi repot-repot menggunakan uang tunai, tapi cukup dengan menggunakan ­<em>e-pay</em>.</p>
<p>Di Indonesia sendiri, khususnya Jakarta, penggunaan ­<em>e-pay</em> juga sudah mulai marak. Mulai dari pemakaian <em>e-money</em> untuk transportasi, hingga maraknya <em>e-commerce</em> serta transportasi daring. “Dengan <em>e-commerce</em> dan <em>e-pay, </em> bangsa Indonesia akan mengalami kemajuan sangat besar. Mari memikirkan dan ikut serta dalam digitalisasi bangsa Indonesia,” ajak pendiri Lippo Group, Mochtar Riady, seperti dikutip dalam Suara Pembaruan, Rabu (29/3).</p>
<p>Bankir yang terkenal dengan pemikirannya yang visioner ini, percaya kalau ekonomi digital mampu mengangkat kesejahteraan seluruh warga. “Kalau kita masuk ke <em>e-commerce</em> dan <em>e-payment</em>, saya yakin Indonesia akan mengalami kemajuan besar,” katanya. Ia mengingatkan, Indonesia tidak bisa lolos dari kejaran ekonomi digital. Sehingga bila tidak sensitif terhadap perubahan teknologi, akan kalah bersaing.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-8012 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/pengguna-internet-2-01.jpg" alt="" width="1800" height="2250" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/pengguna-internet-2-01.jpg 1800w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/pengguna-internet-2-01-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/pengguna-internet-2-01-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/pengguna-internet-2-01-336x420.jpg 336w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/pengguna-internet-2-01-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/pengguna-internet-2-01-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/pengguna-internet-2-01-819x1024.jpg 819w" sizes="(max-width: 1800px) 100vw, 1800px" /></p>
<h4><strong>Kota Digital Internasional</strong></h4>
<p>Persaingan atau kompetisi di dunia digital memang masih menjadi tantangan bagi Indonesia. Jangankan di dunia, dengan sesama negara ASEAN pun, Indonesia masih kalah jauh dengan Thailand dan Singapura. Dari kecepatan layanan internetnya saja, Indonesia hanya menempati posisi dua terendah setelah Filipina, dengan kecepatan laju sekitar 4,5 Mbps saja.</p>
<p>Fakta ini sebenarnya agak miris, karena sebenarnya penggunaan internet di Indonesia sangat banyak, jumlahnya sekitar 78 juta jiwa, yaitu lebih banyak dari pada pendudukan Kanada. Tak heran bila dari kategori pengguna internet, Indonesia menduduki posisi ke empat di dunia, setelah Tiongkok, India, dan Jepang.</p>
<p>Dalam <a href="http://reports.weforum.org/global-information-technology-report-2016/">Laporan Teknologi Informasi Dunia</a> tahun 2016, memperlihatkan bahwa negara-negara yang mendapatkan gelar “negara digital” adalah yang mampu memanfaatkan teknologi informasi. Baik diterapkan pada perekonomian, politik, regulasi, dan infrastruktur. Kesiapan pebisnis, pemerintah, dan masyarakat terhadap perkembangan teknologi juga menjadi faktor penentu dalam mengembangkan ekonomi digital.</p>
<p>Di laporan tersebut, Singapura ditempatkan sebagai negara paling maju dalam pemanfaatan internet selama dua tahun berturut-turut. Mengalahkan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Disebutkan pula bahwa pemerintah Singapura memiliki agenda khusus dalam mempromosikan perekonomian digital.</p>
<p>Salah satu yang menempatkan Singapura sebagai Negara Digital, adalah pencanangan inisiatif <em>Smart Nation </em>dengan menerapkan serangkaian usaha penggunaan teknologi dalam meningkatkan taraf hidup rakyat dan usaha berbasis kreatif. <em>Global Information Technology Report</em> ini sendiri dilakukan oleh Forum Ekonomi Dunia (<em>World Economic Forum</em>) yang menganalisa 139 negara pengguna Teknologi Informasi Komunikasi (TIK).</p>
<p>Hasil yang sama juga dilaporkan hasil penelitian dari Akamai, perusahaan <em>content network</em> asal Amerika Serikat.  Menurutnya, saat internet dunia mengalami penurunan kecepatan, namun di Singapura malah mengalami kenaikan sebesar 7,1% yaitu rata-rata maksimalnya 146,9. Sedangkan kecepatan koneksi internet rata-rata, masih dipegang Korea Selatan dengan 27 Mbps, dan Singapura di posisi 8 dengan 17,2 Mbps. Namun apa yang membuat internet Indonesia <em>lemot?</em></p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-8014 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/Grafik-Pengguna-Internet-di-Tahun-2015.jpg" alt="Mochtar Riady dan Digital Society" width="593" height="588" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/Grafik-Pengguna-Internet-di-Tahun-2015.jpg 593w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/Grafik-Pengguna-Internet-di-Tahun-2015-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/Grafik-Pengguna-Internet-di-Tahun-2015-300x297.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/Grafik-Pengguna-Internet-di-Tahun-2015-424x420.jpg 424w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/Grafik-Pengguna-Internet-di-Tahun-2015-135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/Grafik-Pengguna-Internet-di-Tahun-2015-125x125.jpg 125w" sizes="(max-width: 593px) 100vw, 593px" /></p>
<h4><strong>Terkendala Infrastuktur</strong></h4>
<p>&#8220;Di Indonesia, salah satu masalah paling besar adalah efisiensi,&#8221; kata Mark Zuckerberg, pendiri <em>Facebook</em>, saat berkunjung di tahun 2014 lalu. Menurutnya, arus data seluler di Indonesia terus mencatat pertumbuhan, tetapi tak semua pelanggan menikmati akses internet berkecepatan tinggi. Salah satu strategi yang diusulkannya, adalah penyedia konten daring harus bisa menekan penggunaan data seluler untuk semaksimal mungkin memanfaatkan <em>bandwidth</em> yang tersedia untuk <em>mobile</em>.</p>
<p>Menurutnya, koneksi internet sangat penting, bukan hanya untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, melainkan juga bagi iklim budaya dan inovasi di seluruh dunia. Efisiensi <em>bandwidth</em> sebenarnya juga hanya salah satu faktor penyebab lambatnya akses internet di Indonesia. Pemerataan infrastruktur, regulasi, dan dukungan pemerintah juga disebut sebagai biang keladi permasalahan ini.</p>
<p>Hal ini dibenarkan oleh Kepala Sub Direktorat Penataan Frekuensi Dinas Tetap dan Berderak Darat, Denny Setiawan. Lulusan Teknik Elektro Universitas Indonesia ini mengatakan, lambatnya akses internet sangat berhubungan dengan infrastruktur dasar internet yang terbagi dalam tiga tulang punggung (<em>backbone</em>), yaitu jaringan international<em>, </em>jaringan domestik, dan jaringan lokal.</p>
<p>“Leletnya internet di Indonesia terjadi karena ketiga infrastruktur itu memang belum optimal,” terang Denny yang juga menjabat sebagai Ditjen SDPPI Kementerian Kominfo ini. Belum meratanya infrastruktur yang mendukung penerapan teknologi di seluruh Indonesia, juga diperparah dengan ketidaksiapan sumber daya manusia dalam mendukung penerapan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK).</p>
<p>Kenyataan ini tentu sungguh disayangkan, karena perkembangan internet yang begitu pesat ini sebenarnya dapat dimanfaatkan pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan pemerataan pembangunan. “Penerapan TIK di Indonesia masih dalam tahap awal dan masih belum termanfaatkan secara maksimal,” kata Ketua Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional (Wantiknas), Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA.</p>
<p>Ketua Perhimpunan Alumni Jerman tersebut mengungkapkan, sebenarnya Indonesia juga sudah memiliki program pemberdayaan internet hingga ke pelosok wilayah, yaitu <em>Indonesia Broadband Plan</em>. Program ini rencananya akan mengembangkan penggunaan internet untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat atau yang disebut sebagai <em>Meaningful Broadband Initiative</em>.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-8016" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/indonesia-broadband-plan-4-638.jpg" alt="" width="700" height="495" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/indonesia-broadband-plan-4-638.jpg 638w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/indonesia-broadband-plan-4-638-100x70.jpg 100w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/indonesia-broadband-plan-4-638-594x420.jpg 594w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/indonesia-broadband-plan-4-638-300x212.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<h4><strong>Jaringan Palapa Ring</strong></h4>
<p>Pelaksanaan Indonesia Broadbrand Plan, tentu tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan infrastruktur telekomunikasi yang mendukung. Namun menurut Ilham, Indonesia saat ini sebenarnya sudah punya infrastruktur internet yang memadai, yaitu jaringan <em>fiber optik</em> (pita lebar) yang disebut dengan Palapa Ring. “Hanya saja, fasilitas tersebut tak banyak digunakan karena harganya yang mahal,” ungkapnya.</p>
<p>Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia, panjangnya mencapai 36.000 kilometer. Proyek ini terdiri atas tujuh lingkar kecil serat optik (untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku) serta satu <em>backhaul</em> (pengalur jaringan utama) untuk menghubungkan semuanya.</p>
<p>Melalui jaringan serat optik nasional ini, diharapkan fasilitas internet dapat menjangkau 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia, dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan sejauh 21.807 kilometer. Pembangunan Palapa Ring ini, akan menjadi infrastruktur jaringan tulang punggung bagi telekomunikasi nasional.</p>
<p>Cikal bakal dari Palapa Ring sendiri adalah ‘Nusantara 21’ yang merupakan proyek awal pemerintah pada 1998. Namun, krisis ekonomi yang melanda Indonesia membuat proyek tersebut tidak berjalan. Januari 2005, pada ajang <em>Infrastructure Summit I</em>, wacana pembangunan infrastruktur telekomunikasi kembali mencuat ke permukaan. Dalam pembangunannya, pemerintah membagi menjadi tiga paket, yakni paket Barat, Tengah serta Timur.</p>
<p>Saat ini pembangunan Palapa Barat dan Tengah, telah selesai walaupun belum sepenuhnya dipergunakan. Sedangkan Palapa Timur, pengerjaannya baru akan dimulai tahun ini. “Pembiayaan proyek Palapa Ring Paket Timur telah terpenuhi, sehingga pemasangan kabel optik di wilayah Timur Indonesia sudah bisa dimulai,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, di Istana Negara, Rabu (29/3).</p>
<p>Proyek Palapa Ring ini akan mengintegrasikan jaringan yang sudah ada (<em>existing network</em>) dengan jaringan baru (<em>new network</em>) pada wilayah timur Indonesia (Palapa Ring-Timur).  Palapa Ring-Timur akan dibangun sejauh 4.450 KM yang terdiri dari <em>sub marine cable</em> sejauh 3.850 km dan <em>land cable</em> sepanjang 600 KM dengan <em>landing point</em> sejumlah lima belas titik pada 21 kota/kabupaten.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-8019 size-large" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/indo-peringkat-3-01-1-1024x932.jpg" alt="" width="1024" height="932" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/indo-peringkat-3-01-1-1024x932.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/indo-peringkat-3-01-1-696x633.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/indo-peringkat-3-01-1-1068x972.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/indo-peringkat-3-01-1-462x420.jpg 462w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/indo-peringkat-3-01-1-300x273.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/indo-peringkat-3-01-1-768x699.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/indo-peringkat-3-01-1.jpg 1800w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<h4><strong>Program <em>Meaningful Broadband</em></strong></h4>
<p>Pembangunan Palapa Ring Timur, menurut Rudiantara, diperkirakan akan selesai tahun 2018 mendatang. Bila jaringan ini sudah terpasang secara merata, ia yakin kehadirannya akan mampu memberikan peluang bisnis baru bagi industri Usaha Kecil Menengah (UKM) di pelosok daerah, serta dapat juga meningkatkan taraf hidup masyarakat lewat kegiatan ekonomi digital.</p>
<p>Saat ini, Menkominfo juga sedang giat-giatnya melakukan kampanye untuk pertumbuhan <em>e-commerce</em> dan <em>startup</em> lokal. Oleh karena itu, adanya aliran internet berkecepatan tinggi di seluruh Indonesia, juga menjadi cita-cita pemerintah. Apalagi Presiden Jokowi juga memiliki target untuk menciptakan 1000 <em>startup</em> di Indonesia. “Dengan adanya infrastruktur pendukung ini, diharapkan target itu akan segera terealisasi,” harapnya.</p>
<p>Menyambung harapan Menkominfo, Ilham juga berharap program <em>Meaningful Broadband</em> dapat segera menjangkau pelosok Indonesia. Menurutnya, saat ini sudah ada tujuh kota dan kabupaten yang dijadikan sebagai <em>pilot project</em> atau proyek percontohan pengembangan internet di Indonesia. “Kota tersebut, adalah Banda Aceh, Parepare‎, Kabupaten Sragen, Singkawang, Ambon, Mataram, dan Bandung,” tegasnya.</p>
<p>Program ini sendiri merupakan model reformasi sosial ekonomi dan lingkungan, penyusunannya berdasarkan riset yang dilakukan <em>Meaningful Broadband Working Group</em> (MBWG). Yaitu institusi yang berdiri di tahun 2013, saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkuasa dan berada di bawah Wantiknas.</p>
<p>Risetnya sendiri dilakukan hampir dua tahun oleh Prof Craig Warren Smith, Ketua Digital Divide Institute, yaitu organisasi dunia untuk menutup kesenjangan digital.  Selain itu, riset ini juga didukung oleh World Bank dan komunitas Teknopreneur lokal, selain kampus-kampus seperti ITB dan UI.</p>
<p>Program ini akan melakukan kampanye besar-besaran mengenai aplikasi komputer melalui sinergi campuran lokal dan internasional, dengan sasaran utamanya adalah pada lembaga-lembaga pendidikan. “Fokus baru kementerian pendidikan tentang pembelajaran interaktif dapat lebih cepat dicapai dengan bantuan <em>broadband</em>,” kata Prof Smith, pemimpin riset dan penggagas konsep <em>Meaningful Broadband</em>.</p>
<p>Aspek lain dari rencana <em>Meaningful Broadband</em> adalah pengembangan <em>broadband</em> dengan strategi antisipasi perubahan iklim, yang mengandalkan elektrifikasi &#8220;pintar&#8221; dan “hijau”. “Kami berharap <em>broadband</em> tidak hanya terbatas pada lokasi dengan listrik yang cukup, namun juga menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” kata Wim Tangkilisan, mantan Staf Khusus Presiden Yudhoyono, yang juga termasuk jajaran pimpinan MBWG.</p>
<p>“Kemajuan tidaklah mungkin tanpa perubahan, dan mereka yang tidak bisa mengubah pikiran mereka, tidak bisa mengubah apa pun,” kata George Bernard Shaw, penulis dan peraih Hadiah Nobel (1925). Masuknya jaringan internet ke pelosok Indonesia, akan memberi perubahan mendasar di masyarakat. Melalui internet, jendela dunia ikut terbuka. Sehingga impian Indonesia menjadi masyarakat dengan perekonomian digital yang diimpikan Mochtar Riady pun bukan hanya utopia belaka. (Berbagai sumber/R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/Mochtar-Riady-1024x743.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
