<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Waskita Telan Korban Jiwa &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/waskita-telan-korban-jiwa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Apr 2018 08:46:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Waskita Telan Korban Jiwa &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menteri Rini ‘Cuci Tangan’</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/menteri-rini-cuci-tangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2018 08:46:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Direktur Utama Waskita diganti]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri BUMN Rini M. Soemarno]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek Infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[Waskita Telan Korban Jiwa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=25824</guid>

					<description><![CDATA[“Kepercayaan diri adalah syarat utama dalam mengemban tanggungjawab besar.” PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]residen Jokowi memang sedang sibuk sekali membangun infrastruktur di berbagai daerah, baik jalan tol, jembatan dan yang lainnya. Tapi semangat membangun infrastruktur ini tak diiringi oleh pengelolaan yang baik. Yaaaah, niatan baiknya jadi kena gembos deh. Padahal kan lumayan biar ada yang dibanggain, jadi bangun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Kepercayaan diri adalah syarat utama dalam mengemban tanggungjawab besar.”</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]residen Jokowi memang sedang sibuk sekali membangun infrastruktur di berbagai daerah, baik jalan tol, jembatan dan yang lainnya.</p>
<p>Tapi semangat membangun infrastruktur ini tak diiringi oleh pengelolaan yang baik.</p>
<p><em>Yaaaah</em>, niatan baiknya jadi kena gembos deh. Padahal kan lumayan biar ada yang dibanggain, jadi bangun inilah itulah. <em>Hmmm, </em>tapi mau <em>kek </em>gimana juga kalau pembangunannya cepet roboh bahkan belom dipake aja udah roboh, ga jadi deh bangga – banggainnya, <em>weleeeeh weleeeh.</em></p>
<p>Korban jiwa sudah berguguran, tapi Menteri BUMN masih diem – diem aja. Apalagi yang garap infrastruktur kan tahu sendiri itu BUMN, PT Waskita Karya. <em>Ahhh syudahlah, </em>copot aja Menterinya.</p>
<p><em>Weeeeiittss, </em>rasanya ga mungkin dicopot. <em>Waduh, </em>jangan ditanya alasannya ya, rahasia <em>weleeeh weleeeh. </em>Sekian lama, <em>ehhhh </em>tiba – tiba Menteri BUMN, Rini Soemarno mencopot Direktur Utama PT Waskita Karya, M Choliq dan digantikan I Gusti Ngurah Putra.</p>
<p>Polisi India banget ga sih kalau di film – film, telat banget ini, <em>hadeuuuhhh. </em>Makanya kalau jadi Menteri itu yang punya rasa tanggungjawab. <em>Upppsss, </em>bukan maksudnya Menteri BUMN ga tanggungjawab, tapi kelamaan aja, lelet aja, landai banget dah penanganannya, <em>weleeeh weleeh.</em></p>
<p>Direktur Utama sih boleh ganti, yaa ganti aja. Tapi kalau pengelolaannya masih kayak begini aja ya jangan kebanyakan berharap deh. Kemaren kan disuruh dicopot karena reaksi masyarakat kesel gara – gara proyek yang digarap Waskita Karya itu roboh dan menelan korban jiwa.</p>
<p>Urusan ganti – mengganti sih ga ikut campur <em>dah</em>, tapi kalau urusan pengelolaan keamanan proyek supaya ga bikin celaka orang baru itu yang penting.</p>
<p>Apakah Menteri BUMN mencopot Direktur Utama itu bener, karena memimpinnya yang ga bener atau gimana? Atau jadi bantalan biar Menteri BUMN ga kena kritik gara – gara roboh aja. <em>Wedeeew, </em>ditumbalkan sih kalau soalnya begitu mah.</p>
<p>Makanya kalau mau urus BUMN itu bukan cuma nyari Direktur Utama yang cakap ngelola proyek, tapi Menterinya juga yang cakap. Ga cuma cakap urusan pecat – memecat, <em>upppsss, </em>maksudnya cakap ngurusnya, <em>weleeeeh weleeeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/rini-soemarno-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Waskita Si ‘Pembunuh Berantai’</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/waskita-si-pembunuh-berantai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2018 09:27:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Basuki Bapak Infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri BUMN Rini M. Soemarno]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Waskita Telan Korban Jiwa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=24290</guid>

					<description><![CDATA[“Keberanian  membuat kalian akan tahan dalam situasi apapun! Nyali sama harganya dengan nyawa. Jika itu hilang, niscaya tak ada gunanya kau hidup!” ~ Che Guavara PinterPolitik.com [dropcap]D[/dropcap]i balik semaraknya semangat pembangunan infrastruktur yang digalakkan Presiden Jokowi, ternyata menyisakan dilema kesedihan yang berkepanjangan karena mengakibatkan adanya warga yang tewas atas nama pembangunan. Para korban ini tewas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Keberanian  membuat kalian akan tahan dalam situasi apapun! Nyali sama harganya dengan nyawa. Jika itu hilang, niscaya tak ada gunanya kau hidup!” ~ Che Guavara</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]D[/dropcap]i balik semaraknya semangat pembangunan infrastruktur yang digalakkan Presiden Jokowi, ternyata menyisakan dilema kesedihan yang berkepanjangan karena mengakibatkan adanya warga yang tewas atas nama pembangunan.</p>
<p>Para korban ini tewas akibat adanya kelalaian kerja, seperti proyek jalan yang ambruk. Herannya, kebanyakan berasal dari proyek yang dijalankan BUMN, PT Waskita Karya. Bukan hanya satu kali saja, tapi sudah berkali – kali proyek yang dijalankan Waskita begitu ‘rajin’ ambruk dan menelan korban jiwa.</p>
<p>Padahal, Pemerintahan Jokowi – JK sangat mempercayai BUMN untuk realisasi proyek pembangunan dan Waskita pun dapat jatah banyak proyek kan?</p>
<p>Tapi <em>kok </em>kerjaannya malah begini ya? Apa penyebab ambruknya itu? Cuaca? Bahan baku yang jelek? Target waktu yang terlalu cepat? Atau apa?</p>
<p>Boleh – boleh saja kini Presiden Jokowi berteriak atas kesuksesannya membangun infrastruktur dengan target yang cepat. Tapi, Jokowi jangan sampai lupa dengan banyaknya pahlawan pembangunan yang direnggut nyawanya atasnama pembangunan.</p>
<p>Nah, berhubung katanya Indonesia kini sudah memiliki Bapak Infrastruktur. Makanya, mari kita tanyakan apa kabar Bapak Infrastrukturnya Jokowi? Sudahkah mengetahui tentang nyawa yang direnggut atasnama pembangunan ini?</p>
<p><em>Weleeeeh weeleeeeh, </em>kalau sudah, apa yang Bapak Infrastruktur lakukan? Datang seperti polisi India yang selalu terlambat? <em>Ahhh syudahlah, </em>polisi India juga lebih baik dibandingkan tidak sama sekali.</p>
<p>Apakah memang diharuskan ada nyawa yang hilang atasnama pembangunan? Apakah nyawa manusia harus dikorbankan akibat ganasnya semangat menjalankan pembangunan infrastruktur?</p>
<p><em>Hadeuuuhhh, </em>sekarang baiknya gimana? Makanya pilihlah perusahaan konstruksi yang ideal dan minim atau tanpa catatan ada korban jiwa, hanya gara – gara kelalaian kerja. Setidaknya jangan seperti Waskita yang rajin berkali – kali ambruk, di sinilah, di situlah.</p>
<p>Selain itu, mau tak mau, pengawasannya juga harus ketat dan pengamanan disekitar lokasi pembangunan harus lebih diutamakan.</p>
<p>Pertanggungjawabannya Waskita gimana nih? Nyawa manusia<em> loh</em> yang direnggut? Beranikah tampil di depan publik menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, secara jelas dengan kepala tegak?</p>
<p><em>Hadeuuuhhh, </em>berhubung Waskita itu perusahaan BUMN, kita harus colek juga Menteri BUMN Rini Soemarno. Menteri Rini punya langkah apa ya? Kok jadi jarang tampil nih?</p>
<p>Jangan cuma punya sanksi pemecatan saja dong, tapi pertanggungjawabannya gimana? BUMN kan yang sering dapet proyek dari Pemerintah. <em> </em></p>
<p>Kalau sudah begini siapa yang mau tanggung jawab? Mau cuci tangan lagi? <em>Weleeeeh weleeeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/infrastruktur-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
