<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Wakil Panglima TNI &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/wakil-panglima-tni/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 Aug 2025 07:51:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Wakil Panglima TNI &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rahasia Eks Wakil Panglima Makzulkan Gibran?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/rahasia-wakil-panglima-makzulkan-gibran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Fachrul Razi]]></category>
		<category><![CDATA[Gibran Rakabumbing Raka]]></category>
		<category><![CDATA[Pemakzulan]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Panglima TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=164015</guid>

					<description><![CDATA[Isu pemakzulan Gibran kembali mencuat lewat forum purnawirawan TNI pimpinan Fachrul Razi. Menariknya, bertepatan dengan kembalinya jabatan Wakil Panglima TNI, posisi yang terakhir kalo dipegang Fachrul. Di balik narasi moral, agaknya tersimpan aroma kepentingan, simbol kekuasaan, dan potensi “invisible hand” yang menguji kohesi politik dan pemerintahan saat ini.
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/makjul-gipran.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Audio ini dibuat menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Isu pemakzulan Gibran kembali mencuat lewat forum purnawirawan TNI pimpinan Fachrul Razi. Menariknya, bertepatan dengan kembalinya jabatan Wakil Panglima TNI, posisi yang terakhir kalo dipegang Fachrul. Di balik narasi moral, agaknya tersimpan aroma kepentingan, simbol kekuasaan, dan potensi “invisible hand” yang menguji kohesi politik dan pemerintahan saat ini.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Isu pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mencuat di saat yang kebetulan beririsan dengan pelantikan kembali posisi Wakil Panglima TNI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski hanya kebetulan dan secara teknis tentu tidak ada korelasi langsung antara kedua peristiwa ini, kesamaan momentum dan latar belakang aktor, yakni Fachrul Razi, Wakil Panglima TNI terakhir sebelum posisi itu kosong sejak 25 tahun lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, Fachrul Razi, adalah sosok yang memimpin gerakan forum purnawirawan TNI dengan agenda memakzulkan Gibran Rakabuming Raka dari kursi wakil presiden. Bahkan, surat permohonan telah dilayangkan ke MPR/DPR. Alasannya saat disederhanakan adalah “moral” dan “etis”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fachrul tercatat pernah menjadi Menteri Agama di masa Presiden Joko Widodo, ayah Gibran, sebelum diberhentikan dalam <em>reshuffle </em>kabinet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Desakan forum ini untuk menurunkan Gibran dari jabatannya mengundang pertanyaan besar, apakah ini murni gerakan moral seperti yang dinarasikan, ataukah sarat motif personal dan politis?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mendapatkan Momentum?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kerangka teori elite politik yang dikemukakan Pareto dan Mosca, setiap elite cenderung mempertahankan atau merebut kekuasaan melalui jaringan, simbol, dan momentum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Militer purnawirawan, meski tidak lagi memegang komando formal, tetap menjadi jejaring politik yang memiliki pengaruh simbolis, terutama di isu-isu terkait legitimasi dan moralitas negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, momentum pelantikan Wakil Panglima TNI secara tak langsung menebalkan impresi bahwa panggung militer kembali hidup, dan kemunculan isu pemakzulan dari lingkaran yang dipimpin oleh mantan Wakil Panglima TNI bukan tidak mungkin memberi efek gema politik yang sulit diabaikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan krusial adalah mengapa Fachrul Razi dan forum purnawirawan TNI memilih terus bersikukuh mengangkat isu pemakzulan Gibran?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1080" height="1080" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/mungkinkah-gibran-dilantik-untuk-dimakzulkan-2.png" alt="mungkinkah gibran dilantik untuk dimakzulkan 2" class="wp-image-153202" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/mungkinkah-gibran-dilantik-untuk-dimakzulkan-2.png 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/mungkinkah-gibran-dilantik-untuk-dimakzulkan-2-300x300.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/mungkinkah-gibran-dilantik-untuk-dimakzulkan-2-1024x1024.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/mungkinkah-gibran-dilantik-untuk-dimakzulkan-2-150x150.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/mungkinkah-gibran-dilantik-untuk-dimakzulkan-2-768x768.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/mungkinkah-gibran-dilantik-untuk-dimakzulkan-2-696x696.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/mungkinkah-gibran-dilantik-untuk-dimakzulkan-2-1068x1068.png 1068w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Alasan Politis?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Motif kepentingan politik forum purnawirawan itu sendiri menjadi justifikasi pertama yang kiranya terjadi, baik dalam positif maupun netral. Positif dalam artian kontribusi pemikiran dan kritisi, tentu dengan catatan masih dalam koridor yang tepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi berbeda, para aktor dan organisasi seperti ini membutuhkan panggung untuk menjaga relevansinya, dan mengangkat isu sebesar pemakzulan wakil presiden merupakan strategi <em>agenda setting</em> yang efektif untuk memindahkan sorotan publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, tidak tertutup kemungkinan adanya <em>invisible hand</em> atau pihak ketiga yang menggunakan forum ini sebagai corong isu untuk kepentingan politiknya sendiri. Dalam kerangka <em>proxy politics</em>, kelompok seperti ini dapat berperan sebagai pembuka serangan simbolik bagi aktor lain yang tidak ingin tampil langsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika membaca situasi ini dengan pendekatan teori permainan kekuasaan Machiavelli dan teori modal politik Pierre Bourdieu, terlihat bahwa isu ini membawa konsekuensi strategis yang tidak sedikit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi simbolik, suara purnawirawan TNI tetap memiliki resonansi di kalangan prajurit aktif maupun masyarakat luas yang masih memandang militer sebagai penjaga moral negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Narasi yang dibangun dari lingkaran ini dapat mengikis legitimasi moral Gibran di mata sebagian publik. Di sisi lain, isu ini muncul pada awal masa pemerintahan Prabowo Subianto, periode yang biasanya disebut sebagai <em>honeymoon phase</em>, ketika konsolidasi narasi sangat penting untuk mengamankan dukungan politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Distorsi seperti ini “sedikit-banyak” dapat menggeser fokus media dari agenda pemerintahan ke krisis internal yang berpotensi dimanfaatkan oposisi atau faksi lain dalam koalisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sudut pandang strategi, kemunculan isu ini tepat dibaca melalui lensa stratagem ke-13 dari 36 Stratagems, yaitu “mengguncang pohon untuk membuat ular keluar”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tujuannya mungkin bukan langsung menjatuhkan Gibran, melainkan menguji siapa yang akan membela, siapa yang diam, dan siapa yang ikut menekan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam politik Indonesia, serangan simbolik seperti ini sering digunakan untuk mengukur kekuatan pertahanan lawan, mengidentifikasi celah, dan menyiapkan langkah berikutnya ketika target menunjukkan kelemahan. Artinya, isu ini bisa menjadi ujian awal bagi daya tahan politik Gibran sekaligus tes kohesi internal pemerintahan Prabowo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesimpulannya, timbul-tenggelam isu pemakzulan Gibran yang diangkat oleh forum purnawirawan TNI di bawah pimpinan Fachrul Razi adalah fenomena politik yang sarat simbol dan momentum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu kiranya bukan sekadar wacana moral, melainkan arena pertarungan persepsi dan kepentingan yang berlapis. Dalam kerangka teori elite, <em>agenda setting</em>, dan <em>proxy politics</em>, isu ini dapat dibaca sebagai gerakan uji kekuatan, langkah awal untuk mengukur daya tahan politik Gibran, sekaligus kesempatan untuk memetakan konfigurasi kawan dan lawan di dalam maupun di luar pemerintahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika tidak diantisipasi dengan strategi komunikasi dan konsolidasi yang tepat, isu ini berpotensi menjadi bom waktu yang mengganggu hubungan Presiden dan Wakil Presiden, memecah kohesi koalisi, dan membuka ruang bagi aktor lain untuk mengatur ulang peta kekuasaan nasional. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="BJwCFaaCh-g"><iframe title="Netanyahu, Khomeini, dan Era Perdamaian Panas?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/BJwCFaaCh-g?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/makjul-gipran.mp3" length="2683798" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/fachrul-razi-1024x741.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Di Balik Kembalinya Wakil Panglima TNI</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/di-balik-kembalinya-wakil-panglima-tni/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F51]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Nov 2019 03:28:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Andika Perkasa]]></category>
		<category><![CDATA[Hadi Tjahjanto]]></category>
		<category><![CDATA[Panglima TNI]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Panglima TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=68629</guid>

					<description><![CDATA[Jokowi kembali merombak susunan organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dari beberapa poin perombakan, hal yang paling banyak mendapat sorotan adalah dimunculkannya kembali jabatan Wakil Panglima (Wapang) TNI yang sebelumnya sudah dihapus pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pada tahun 2000. Lalu apa sebenarnya alasan Jokowi membangkitkan kembali sosok Wapang yang sudah &#8220;mati&#8221; selama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Jokowi kembali merombak susunan organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dari beberapa poin perombakan, hal yang paling banyak mendapat sorotan adalah dimunculkannya kembali jabatan Wakil Panglima (Wapang) TNI yang sebelumnya sudah dihapus pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pada tahun 2000. Lalu apa sebenarnya alasan Jokowi membangkitkan kembali sosok Wapang yang sudah &#8220;mati&#8221; selama 19 tahun?</strong></h4>
<hr />
<p><strong><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span> </strong></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">P</span>erombakan disahkan Jokowi melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI yang disahkan pada 18 Oktober 2019. Sedikit catatan bahwa Perpres ini mengubah kembali susunan organisasi TNI yang pada Juli 2019 lalu sudah diubah melalui Perpres Nomor 42 Tahun 2019.  </p>
<p>Atau dengan kata lain, hanya dalam waktu tiga bulan terjadi dua kali perombakan organisasi TNI yang cukup signifikan. Ada apa?</p>
<h4><strong>Dihapus Gus Dur</strong></h4>
<p>Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa jabatan Wapang sebenarnya bukan hal yang baru.</p>
<p>Jabatan ini sudah ada sejak tahun 1948, di mana pada saat itu ada A.H Nasution yang menjadi wakil dari Panglima Besar Jenderal Soedirman.</p>
<p>Memasuki masa reformasi, jabatan Wapang kemudian dihapus oleh Gus Dur pada tahun 2000 dengan alasan untuk merampingkan struktur organisasi TNI.</p>
<p>Namun, ada juga pandangan bahwa dihapusnya jabatan Wapang tidak lepas dari <strong><a href="https://www.merdeka.com/peristiwa/ini-konflik-yang-membuat-gus-dur-hapus-jabatan-wakil-panglima-tni.html">ketegangan politik</a></strong> antara Gus Dur dengan TNI.</p>
<p>Pada akhirnya jabatan Wapang terakhir kali dijabat oleh Fachrul Razi yang saat ini menjabat sebagai Menteri Agama (Menang) di Kabinet Indonesia Maju.</p>
<p>Wacana untuk menghidupkan kembali jabatan Wapang kemudian muncul pada tahun 2015 oleh Kepala Staf Presiden Moeldoko yang pada saat itu menjabat sebagai Panglima TNI.</p>
<p>Menurut Moeldoko, jabatan Wapang perlu dimuncukan kembali karena diperlukannya sosok yang dapat mengambil alih tugas dan fungsi Panglima TNI ketika sang Panglima berhalangan, khususnya dalam fungsi komando alias wewenang untuk menggerakkan pasukan.</p>
<p>Adanya fungsi komando ini juga yang nantinya akan membedakan Wapang dengan Kepala Staf Umum (Kasum) sekaligus membuat Wapang memiliki pangkat bintang empat alias sama dengan Panglima.</p>
<p>Wacana ini pun menimbulkan kritik yang salah satunya datang dari Muradi, Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran.</p>
<p>Menurut Muradi, jika tugas wapang tidak diatur secara tegas, pemunculan kembali jabatan Wapang akan menimbulkan <a href="https://nasional.tempo.co/read/679856/pakar-wakil-panglima-tni-berpotensi-jadi-matahari"><strong>&#8220;matahari kembar&#8221;</strong></a> di tubuh TNI.</p>
<p>Potensi ini dapat muncul karena Wapang TNI yang diajukan Moeldoko memiliki pangkat yang sama dengan Panglima TNI serta memiliki wewenang untuk mengambil alih fungsi komando.</p>
<p>Hal senada juga diutarakan pengamat militer Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia, Rizal Darma Putra, yang mengatakan bahwa jika Panglima dan wakilnya memiliki tugas dan fungsi yang sama, Wapang akan memperumit rantai komando di TNI.</p>
<p>Rizal juga berpendapat bahwa kesamaan tugas ini akan membuat Wapang &#8220;<strong><a href="https://nasional.tempo.co/read/651263/jabatan-wakil-panglima-tni-belum-mendesak-kenapa/full&amp;view=ok">nganggur&#8221;</a></strong> karena semua tugas bisa dikerjakan oleh Panglima.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa memunculkan kembali jabatan Wapang akan membuat struktur TNI semakin gemuk.</p>
<p><blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B4ldHgNo7X3/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B4ldHgNo7X3/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div></a> <p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B4ldHgNo7X3/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Jadi agenda rutin tahunan, Reuni 212 diselenggarakan lagi.⠀ ⠀ Simak artikel selengkapnya di https://pinterpolitik.com⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p> <p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-11-08T01:00:39+00:00">Nov 7, 2019 at 5:00pm PST</time></p></div></blockquote><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<h4><strong>Kepentingan Pertahanan dan Politik Jokowi?</strong></h4>
<p>Menurut Staf Khusus Presiden Fadjroel Rachman, nantinya pemerintah akan memberikan <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191107115707-20-446296/istana-wakil-panglima-tni-untuk-jalankan-tugas-khusus-jokowi"><strong>tugas khusus</strong></a> atau tugas prioritas bagi Wapang.</p>
<p>Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa biasanya posisi wakil dalam pemerintahan merupakan kebutuhan langsung dari institusi.</p>
<p>Kuat dugaan bahwa tugas yang dimaksud pemerintah adalah untuk meningkatkan interoperabilitas &#8211; sebutan untuk kemampuan bekerja secara bersama-sama &#8211; di antara tiga angkatan TNI.</p>
<p>Hal ini terlihat jelas dalam Perpres, di mana dituliskan secara spesifik bahwa Wapang “merupakan koordinator pembinaan kekuatan TNI guna mewujudkan interoperabilitas”.</p>
<p>Interoperabilitas sendiri memang menjadi isu yang cukup penting bagi TNI karena belum optimalnya kemampuan tiga angkatan TNI untuk beroperasi bersama dalam suatu operasi gabungan.</p>
<p>Kebutuhan untuk meningkatkan interoperabilitas ini juga menjadi salah satu <strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/koopssus-jurus-rahasia-hadi-tjahjanto/">fokus utama</a></strong> Panglima TNI Hadi Tjahjanto sejak ia dilantik pada akhir 2017, salah satunya dengan meresmikan berdirinya Komando Operasi Khusus (Koopssus).</p>
<p>Pemberian tugas spesifik berupa peningkatan interoperabilitas ini nampaknya juga menjadi cara pemerintah untuk menghindari tumpang-tindih tugas Wapang dengan Panglima sekaligus menjadi jawaban terhadap pandangan bahwa nantinya Wapang akan menganggur.</p>
<p>Namun, potensi munculnya matahari kembar tetap ada, mengingat dalam Perpres ini diatur juga bahwa Wapang memiliki pangkat bintang empat serta salah satu tugasnya adalah “melaksanakan tugas Panglima apabila Panglima berhalangan sementara ataupun tetap”.</p>
<p>Adanya wewenang untuk mengambil alih tugas ini menandakan bahwa Wapang juga dapat memiliki fungsi komando.</p>
<p>Selain adanya kebutuhan pertahanan, tidak menutup kemungkinan bahwa kebijakan Jokowi untuk menghidupkan kembali jabatan Wapang berkaitan dengan janjinya terhadap TNI.</p>
<p>Pada HUT TNI 2019, Jokowi berjanji akan menambah lebih dari 750 jabatan baru bagi perwira-perwira TNI.</p>
<p>Jika melihat jabatan bintang empat lainnya di tubuh TNI, jenderal-jenderal tersebut memiliki berbagai staf pendukung seperti asisten dan staf ahli.</p>
<p>Oleh sebab itu, kemunculan kembali jabatan Wapang secara otomatis akan menambah pos-pos jabatan baru yang bisa ditempati oleh perwira TNI.</p>
<p>Selain untuk membantu TNI mengatai permasalahan surplus prajuritnya, janji tersebut juga bisa dimaknai sebagai usaha Jokowi untuk &#8220;menyenangkan&#8221; dan menjaga loyalitas TNI sebagai salah satu sumber <strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/jokowi-semakin-bergantung-pada-tni/">kekuatan politiknya</a></strong>.</p>
<h4><strong>Wakil Panglima dari Angkatan Laut?</strong></h4>
<p>Di samping tugas dan fungsi Wapang, hal lainnya yang menarik untuk dibahas adalah siapa, atau lebih tepatnya angkatan apa yang akan menduduki kursi Wapang.</p>
<p>Moeldoko mengatakan bahwa Wapang nantinya<strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191107123432-20-446315/istana-tiga-kepala-staf-berpeluang-jabat-wakil-panglima-tni"> bisa ditunjuk</a></strong> secara langsung oleh Jokowi ataupun Hadi.</p>
<p>Satu hal yang pasti, seperti jabatan Panglima, tidak ada aturan mengenai angkatan mana yang menduduki jabatan Wapang. Pemilihan sepenuhnya menjadi hak prerogatif presiden sebagai panglima tertinggi TNI.</p>
<p>Perwira-perwira tinggi TNI dari tiga angkatan atau matra, yaitu Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU) sama-sama memliki peluang untuk menjadi Wapang.</p>
<p>Moeldoko juga mengatakan bahwa Wapang akan ditunjuk memberikan bocoran bahwa tiga kepala staf yang saat ini menjabat, yaitu KSAD Jenderal Andika Perkasa, KSAL Laksamana Ade Supandi, dan KSAU Marsekal Yuyu Sutisna memiliki peluang untuk menjadi Wapang.</p>
<p>Namun, pemilihan Wapang ini tidak akan lepas dari politik pemilihan Panglima.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa sejak reformasi ada anggapan bahwa jabatan Panglima seharusnya digilir atau dirotasi secara berimbang antara darat-laut-udara.</p>
<p>Rotasi ini diperlukan karena masih adanya rivalitas antar angkatan di tubuh TNI dan potensi timbulnya kecemburuan jika pucuk pimpinan TNI lebih sering diberikan ke satu angkatan tertentu.</p>
<p><blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true"><p lang="in" dir="ltr">Panglima TNI meresmikan satuan baru bernama Komando Operasi Khusus (Koopssus). Satuan ini akan menjadi wadah pasukan-pasukan khusus TNI untuk kemudian melakukan operasi bersama baik di dalam maupun di luar negeri. Benarkah hanya untuk tujuan itu?<a href="https://t.co/I0uRm7ui6C">https://t.co/I0uRm7ui6C</a> <a href="https://t.co/AUDVpxuoos">pic.twitter.com/AUDVpxuoos</a></p>&mdash; Pinterpolitik.com (@pinterpolitik) <a href="https://twitter.com/pinterpolitik/status/1157185763886477314?ref_src=twsrc%5Etfw">August 2, 2019</a></blockquote><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Ambil contoh ketika beberapa pihak berpendapat bahwa Jokowi <strong><a href="https://www.dw.com/id/pilih-nurmantyo-jokowi-langgar-tradisi-tni/a-18570136">melanggar</a> </strong>tradisi rotasi ketika pada 2015 ia memilih Gatot Nurmantyo yang berasal dari AD sebagai Panglima TNI untuk menggantikan Moeldoko yang juga berasal dari AD.</p>
<p>Jika mengikuti rotasi, seharusnya Panglima TNI setelah Moeldoko berasal dari AU karena sebelum Moeldoko, Panglima TNI berasal dari AL.</p>
<p>Kemudian dengan Panglima saat ini yang berasal dari AU, jika kembali melihat rotasi, seharusnya pengganti Hadi Tjahjanto akan berasal dari AL.</p>
<p>Namun, ada kemungkinan bahwa rotasi kembali dilanggar dan kursi Panglima kembali diberikan ke AD.</p>
<p>Potensi ini berkaitan dengan adanya sosok KSAD saat ini, yaitu Andika Perkasa yang diprediksi akan menjadi Panglima selanjutnya.</p>
<p>Bukan tanpa alasan, prediksi ini muncul karena Andika memiiliki kedekatan dengan Jokowi sebagai mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) serta statusnya sebagai menantu dari mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono.</p>
<p>Dengan demikian, jika Andika memang disiapkan untuk mengganti Hadi, ada kemungkinan bahwa kursi Wapang akan diberikan kepada AL sebagai bentuk kompensasi &#8220;hilangnya&#8221; kursi Panglima.</p>
<p>Sejauh ini, sebagai pihak utama yang mengawasi kebijakan pemerintah di sektor pertahanan, ada dua pandangan di Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai pemunculan kembali jabatan Wapang.</p>
<p>Ketua Komisi I Meutya Hafid mengatakan bahwa pemunculan kembali jabatan Wapang sesuai dengan <strong><a href="https://news.detik.com/berita/d-4775581/komisi-i-dpr-tak-masalah-ada-wakil-panglima-tni-bukan-hal-baru">kebutuhan</a> </strong>lingkungan strategis dan organisasi TNI.</p>
<p>Ia juga mengatakan bahwa nantinya Wapang tidak perlu melewati uji kelayakan DPR.</p>
<p>Namun, pandangan berbeda datang dari anggota Komisi I, yaitu Sukamta.</p>
<p>Menurut politikus dari Fraksi PKS tersebut pemunculan kembali jabatan Wapang <strong><a href="https://nasional.kompas.com/read/2019/11/07/13030541/anggota-komisi-i-sebut-jabatan-wakil-panglima-tni-tak-sesuai-rencana?page=all">tidak sesuai</a></strong> dengan pernyataan Jokowi yang sebelumnya ingin merampingkan birokrasi pemerintah.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa jabatan Wapang tidak sesuai secara hukum karena jabatan tersebut tidak diatur dalam Undang-Undang TNI. (F51)</p>
<p><div class="youtube-embed" data-video_id="_b6eQsNRw14"><iframe title="KEBANGKITAN GBHN" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/_b6eQsNRw14?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div></p>
<p>Mau tulisanmu terbit di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <a href="https://pinterpolitik.com/luhut-masih-kokoh-atau-tergusur/bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a> untuk informasi lebih lanjut.</p>


<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/804670_720.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jokowi Bangkitkan Wakil Panglima TNI</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/jokowi-bangkitkan-wakil-panglima-tni/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Nov 2019 01:13:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi-Ma'ruf]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Panglima TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=68645</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Jokowi-Bangkitkan-Wakil-Panglima-01.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-68626 size-full" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Jokowi-Bangkitkan-Wakil-Panglima-01.jpg" alt="Jokowi Bangkitkan Wakil Panglima TNI" width="768" height="853" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Jokowi-Bangkitkan-Wakil-Panglima-01.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Jokowi-Bangkitkan-Wakil-Panglima-01-270x300.jpg 270w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Jokowi-Bangkitkan-Wakil-Panglima-01-696x773.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Jokowi-Bangkitkan-Wakil-Panglima-01-378x420.jpg 378w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Jokowi-Bangkitkan-Wakil-Panglima-01.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
