<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Wakil Ketua DPR RI &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/wakil-ketua-dpr-ri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Feb 2022 02:00:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Wakil Ketua DPR RI &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Corruption Cha-cha-cha</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/corruption-cha-cha-cha/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2021 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Aziz Syamsuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Ketua DPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=97518</guid>

					<description><![CDATA[Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan KPK]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="851" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-Corruption-Cha-cha-cha-851x1024.jpg" alt="" class="wp-image-97520" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-Corruption-Cha-cha-cha-851x1024.jpg 851w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-Corruption-Cha-cha-cha-249x300.jpg 249w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-Corruption-Cha-cha-cha-125x150.jpg 125w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-Corruption-Cha-cha-cha-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-Corruption-Cha-cha-cha-696x838.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-Corruption-Cha-cha-cha-1068x1286.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-Corruption-Cha-cha-cha-349x420.jpg 349w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-Corruption-Cha-cha-cha.jpg 1080w" sizes="(max-width: 851px) 100vw, 851px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan KPK</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-Corruption-Cha-cha-cha-851x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Fahri Pendiri ‘Partai KPK’</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/fahri-pendiri-partai-kpk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2018 09:07:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[KPK berpolitik]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Ketua DPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=27004</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Dari dululah KPK berpolitik. Dari awal berpolitik. KPK itu partai politik. Percaya saya. Sebentar lagi mereka mau ikut Pilpres. Percaya saja deh.&#8221; ~ Fahri Hamzah PinterPolitik.com [dropcap]F[/dropcap]ahri Hamzah lagi dan lagi melayangkan kecaman keras yang menyatakan kalau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bermain politik. Kalau penegak hukum sudah bermain politik, sangat dimungkinkan kalau KPK ‘bermain’ dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Dari dululah KPK berpolitik. Dari awal berpolitik. KPK itu partai politik. Percaya saya. Sebentar lagi mereka mau ikut Pilpres. Percaya saja deh.&#8221; ~ Fahri Hamzah</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]F[/dropcap]ahri Hamzah lagi dan lagi melayangkan kecaman keras yang menyatakan kalau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bermain politik.</p>
<p>Kalau penegak hukum sudah bermain politik, sangat dimungkinkan kalau KPK ‘bermain’ dengan putusan hukumnya.</p>
<p>Makanya, lebih baik KPK itu jadi partai politik saja daripada menjadi lembaga hukum. Karena setiap putusannya sangat kental dengan aroma politis, begitu kata Fahri.</p>
<p>Mungkin Bung Fahri sedang kesal atau justru ingin serius membuat partai baru dengan KPK, <em>hadeuuhh, </em>aneh – aneh aja dah, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Kalau KPK jadi partai politik, <em>hmmm </em>pantesan aja dulu Abraham Samad mau maju jadi Calon Wakil Presiden. <em>Huuussss, hussss, </em>masa iya KPK itu partai politik sih, ga mungkin lah. Tapi kalau misalkan ada orang yang berpolitik di KPK, mungkin saja kan itu yang belum terbukti.</p>
<p>Ya kalau begini, KPK itu ga ada bedanya sama grup band Slank, kalau kata Bimbim, Slank itu berpolitik tapi bukan politik praktis. Karena Slank dan Slankers itu udah kayak partai, tapi sayangnya Slank ga ikut Pemilu.</p>
<p><em>Woailaaahh, </em>sama aja dong kalau begitu jadinya, <em>weleeeeh weleeeeh. </em>Ternyata Fahri itu hanya sebel aja sama kinerja KPK, ya wajar namanya juga Wakil Ketua DPR punya tugas pengawasan, termasuk KPK. Mungkin ada kinerjanya yang belum maksimal.</p>
<p><em>Uppsss, </em>tapi jangan ditanya lagi apakah DPR berhak mengawasi KPK atau engga ya, itu debat <em>tebel</em>nya udah panjang pas hak angket KPK, jadi jalani aja, <em>weleeeh weleeeh. </em></p>
<p>Tapi kalaupun Fahri tetep <em>ngotot </em>pengen jadiin KPK itu jadi partai politik, mungkin aja, bahkan Fahri bisa jadi salah satu pendirinya. Tapi masa iya lembaga penegak hukum berubah jadi partai politik, logikanya ga masuk deh kayaknya, <em>weleeeh weleeh.</em></p>
<p>Sedangkan kalau KPK itu main – main dan tebang pilih karena urusan politik, itu sih mungkin, ini sih skeptis aja, bukan menuduh atau gimana – gimana.</p>
<p>Tapi kalau DPR sebagai lembaga pengawas sudah menyoroti politisasi kasus oleh KPK, berarti cenderung benar kan? <em>Hmm.</em> (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/fahri-hamzah-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jokowi Si &#8216;Makelar&#8217; Tanah</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/jokowi-si-makelar-tanah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2018 07:27:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[SERTIFIKAT TANAH]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Ketua DPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=24226</guid>

					<description><![CDATA[“Mereka yang menjadi wakil, layak dapat porsi yang adil. Tapi penting untuk tahu diri dan saling mengerti posisi.” PinterPolitik.com [dropcap]W[/dropcap]akil Ketua DPR, Fahri Hamzah tak pernah luput dari beragam kontroversi, ya seolah menjadi ciri khas dari kepribadiannya. Sedari awal, Fahri selalu ingin memposisikan diri sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai wakil rakyat yang mengawasi kinerja Pemerintahan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Mereka yang menjadi wakil, layak dapat porsi yang adil. Tapi penting untuk tahu diri dan saling mengerti posisi.”</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]W[/dropcap]akil Ketua DPR, Fahri Hamzah tak pernah luput dari beragam kontroversi, ya seolah menjadi ciri khas dari kepribadiannya.</p>
<p>Sedari awal, Fahri selalu ingin memposisikan diri sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai wakil rakyat yang mengawasi kinerja Pemerintahan.</p>
<p>Makanya, tak aneh bila Fahri selalu mengkritik keras kinerja Pemerintahan Jokowi – JK, makanya jangan <em>baper</em> sama Fahri ya, kan memang tugasnya begitu. Jadi kalau kritiknya agak kencang dan keras, maklumi saja, <em>weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Kalau kata Fahri, ia mengkritik keras Pemerintahan karena menyayangi negeri ini. Jadi sebagai wujud rasa sayangnya, Fahri ngomel – ngomel terus ke Pemerintah. <em>Olooohhh, oloooh,</em> <em>pukkk, pukkk.</em></p>
<p>Seharusnya Pemerintah berterimakasih ke Fahri ya, karena setidaknya masih ada orang yang peduli sama negeri ini. Kalau<em> ngaco – ngaco</em> dikit persoalan negeri, siap – siap aja kena hantaman Fahri.</p>
<p>Konsisten juga ya perjuangan Fahri ngomelin Pemerintah. Saking konsistennya, Fahri sampai rela bertahan jadi Wakil Ketua DPR walau udah dipecat dari partainya sendiri. <em>Upppsss, </em>itu namanya konsistensi yang &#8220;hakiki&#8221;, <em>weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Kalau mau dihitung berapa banyak kritik Fahri kepada Pemerintahan Jokowi – JK, <em>hmmm </em>kayaknya sudah tak terhingga ya, <em>hehehe. </em>Saking kebanyakan atau emang selalu ngomel, ga tau deh jumlahnya udah berapa juta, <em>weleeeeeh weleeeh.</em></p>
<p>Tapi kalau Pemerintahnya emang sengaja bikin yang aneh – aneh, ya mau gimana lagi, tinggal pasang kuda – kuda untuk terima serangan dari Fahri, <em>ciaaaatttt, ciaaaatttt. </em></p>
<p>Contohnya aja nih, gimana ga bikin sebel Fahri coba, Presiden Jokowi membuat kegiatan penyerahan sertifikat tanah kepada masyarakat yang dilakukan secara masif di berbagai daerah.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Gw malah lebih setuju kritik bapak yg satu ini. Tajem asli. &#8220;<a href="https://t.co/tzNYMvZJvJ">https://t.co/tzNYMvZJvJ</a>&#8220;</p>
<p>— Rendy Nurpratama (@Rerezpect) <a href="https://twitter.com/Rerezpect/status/975755385792380928?ref_src=twsrc%5Etfw">March 19, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><em>Hmmm, </em>bangunin macan lagi <em>bobo</em> siang aja sih, akhirnya Fahri menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia agar tak perlu mengucapkan terimakasih kepada Jokowi yang membagi – bagi sertifikat tanah.</p>
<p>Karena, kata Fahri, itu sudah menjadi kewajiban Pemerintah untuk pengurusan sertifikat tanah. Kenapa ga langsung dikasih Badan Pertanahan Nasional (BPN) masing – masing daerah aja sih, masa harus nunggu Jokowi datang dan ada acara penyerahan segala. Lamaaaa tau <em>zzzzz</em>.</p>
<p>Lagian ngapain Jokowi pake turun gunung segala untuk penyerahan sertifikat tanah begitu, bawahannya pada kemana emang? Emangnya Jokowi udah jadi juragan tanah? Atau tukang bikin sertifikat tanah? <em>Ahhhhh syudahlah.</em></p>
<p>Maklumlah kan baru jadi Presiden satu periode, cari sesuatu yang bikin Jokowi tetap diingat dong, makanya wajar kalau begini, <em>heuuuhhhh, </em>dimaklumin <em>mulu</em> ya. (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/jokowi-1-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Fadli – Fahri Si ‘Cacing Kepanasan’</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/fadli-fahri-si-cacing-kepanasan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Mar 2018 09:50:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli Zon]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Ketua DPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=23598</guid>

					<description><![CDATA[“Jangan khawatir tentang hal itu, setiap hal kecil akan baik-baik saja.” ~ Bob Marley PinterPolitik.com [dropcap]D[/dropcap]ua Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon memang menjadi duo sosok yang kontroversial dalam setiap tingkah lakunya. Tapi walaupun begitu, ternyata keduanya memiliki persamaan dan perbedaan. Perbedaan antara Fahri Hamzah dan Fadli Zon mungkin terletak pada cara bagaimana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Jangan khawatir tentang hal itu, setiap hal kecil akan baik-baik saja.” ~ Bob Marley</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]D[/dropcap]ua Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon memang menjadi duo sosok yang kontroversial dalam setiap tingkah lakunya. Tapi walaupun begitu, ternyata keduanya memiliki persamaan dan perbedaan.</p>
<p>Perbedaan antara Fahri Hamzah dan Fadli Zon mungkin terletak pada cara bagaimana keduanya menyampaikan kritik kepada Pemerintah.</p>
<p>Biasanya, kalau Fahri Hamzah ia kerap kontroversi karena kritik dan pernyataannya yang <em>blak – blakan</em>, jadi wajar kalau kata – katanya pedas ya, <em>weleeeeh weleeeh.</em></p>
<p>Lain Fahri, lain juga Fadli. Fadli cenderung memiliki cara lain yang kreatif untuk mengkritik, yaitu dengan membuat bait – bait puisi yang sering dibuat bila keresahannya sudah memuncak. <em>Hadeuuuuhhh, </em>canggih <em>dah</em> kalau politikus merangkap pujangga, <em>wkwkwk.</em></p>
<p>Sementara itu, ada perbedaan tentu juga pasti akan ada juga persamaan diantara keduanya. Fadli dan Fahri ternyata <em>ehhhh </em>ternyata memiliki kesamaan karena mereka punya almamater yang sama, yaitu di Universitas Indonesia. Keduanya juga telah sedari dulu merajut romantisme sebagai aktivis.</p>
<p><em>Weedeewww, </em>pantes aja <em>berkoar – koar mulu,</em> keduanya mantan aktivis toh, <em>weleeeeh weleeeh. </em>Mantan aktivis yang sedang menikmati nyamannya kekuasaan ya, <em>uhuuukkk, uhuuuukk.</em></p>
<p>Selain itu, Fadli dan Fahri juga memiliki persamaan lainnya, yaitu sama – sama tak pernah saling melayangkan kritik. Jadi walaupun berwajah garang kepada Pemerintah, Fadli dan Fahri selalu mesra. <em>Weleeeeh weleeeh, </em>sekali – kali kritik satu sama lain dong, <em>hadeuuhhh</em> gimana sih?</p>
<p>Dan yang menariknya, keduanya adalah Wakil Ketua DPR yang sangat aktif di media sosial, khususnya <em>Twitter.</em> Tak ayal demi hobinya itu, keduanya memiliki layar lebar yang digunakan hanya untuk <em>Twitter</em>-an, <em>uhuuukkk, uhuuukkkk. </em></p>
<p>Keduanya sangat menggemari bermain – main di media sosial dan tak jarang juga keduanya melancarkan kritiknya melalui media sosial.</p>
<p>Tapi sayang sekali, terkadang sesuatu yang disukai itu bisa menjerumuskan ya, <em>weleeeh weleeeh. </em>Fadli dan Fahri dilaporkan ke polisi karena adanya dugaan penyebaran <em>hoax </em>dan ujaran kebencian.</p>
<p><em>Waduhhh, </em>gimana dong Fahri dan Fadli? <em>Ahhh syudahlah, </em>jangan<em> ketar – ketir</em> dan panik begitu dong, dibikin santai aja.</p>
<p><em>Upppss, </em>mana bisa santai, pasti keduanya khawatir ya? Apa ketakutan juga? <em>Weleeeh weleeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/fadli-fahri-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Fahri ‘Kompor’ Jokowi – Prabowo</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/fahri-kompor-jokowi-prabowo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2018 07:25:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Ketua DPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=22932</guid>

					<description><![CDATA[“Jika tidak ada pertempuran, tidak akan ada kemenangan. Jika tidak ada kemenangan, tidak akan ada kekuasaan.” ~ Thomas Carlyle PinterPolitik.com [dropcap]J[/dropcap]oko Widodo dan Prabowo Subianto akan berpotensi mengulang pertempuran dalam Pemilihan Presiden di 2019 nanti. Pasalnya, saat Jokowi sekarang dijagokan oleh beberapa partai politik, belum ada juga penantang yang setara dengan Jokowi. Nama Prabowo Subianto [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Jika tidak ada pertempuran, tidak akan ada kemenangan. Jika tidak ada kemenangan, tidak akan ada kekuasaan.” ~ Thomas Carlyle</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb28;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]J[/dropcap]oko Widodo dan Prabowo Subianto akan berpotensi mengulang pertempuran dalam Pemilihan Presiden di 2019 nanti. Pasalnya, saat Jokowi sekarang dijagokan oleh beberapa partai politik, belum ada juga penantang yang setara dengan Jokowi.</p>
<p>Nama Prabowo Subianto adalah nama yang paling dimungkinkan untuk bisa melawan Jokowi. Akan terjadi lagi seperti Pilpres lima tahun lalu? <em>Weleeeeh weleeeeh, head to head </em>memang akan membuat pertarungan semakin seru.</p>
<p>Hal ini disampaikan Fahri Hamzah melalui kode – kode dan isyarat bahwa Prabowo yang masih bisa bertarung secara seimbang dengan Jokowi.</p>
<p><em>Ettttt, kok </em>kode yang diberikan Fahri sekaligus menyindir Jokowi ya? Maksudnya apa ya? Awalnya sih gara – gara Jokowi berlatih tinju, <em>nyinyir</em> Fahri akhirnya keluar.</p>
<p>Fahri menantang, bisakah Jokowi mengalahkan petinju jagoan Fahri yang memiliki rekam jejak sebagai Mantan Danjen Kopassus? <em>Wedeewww, ngeri </em>kali.</p>
<p>Ya Jokowi bakal bisa kalah lah, kalau prajurit Kopassus kan sudah terlatih secara sistematis dan terpola, jadi ga mungkin dong kalah begitu aja sama Jokowi yang baru berlatih tinju belakangan ini.</p>
<p><em>Weleeeeh weleeeeh, </em>hanya satu kemungkinan Jokowi menang, yaitu prajurit Kopassusnya yang mengalah, <em>wkwkwk.</em></p>
<p>Yang dimaksud Fahri dengan Mantan Danjen Kopassus itu adalah Prabowo Subianto. <em>Uhuuukkk uhuuukk. </em>Kalaupun terjadi pertandingan tinju antara Jokowi dan Prabowo, kita pasti sudah tau siapa yang menang kan?</p>
<p>Tapi kalau pertandingannya itu dalam konteks politik, sudah terbukti Jokowi membuat KO Prabowo di 2014, tapi ga tau deh kalau 2019 ya?</p>
<p>Intinya kan bagaimana persiapan dan latihannya. Mau tinju atau politik, keduanya harus memiliki persiapan yang matang.</p>
<p>Tapi <em>kok </em>Fahri malah menantang Jokowi dan Prabowo beradu sih? Fahri jadi ‘kompor’ nih, udah tau situasi politik lagi<em> adem ayem</em> aja<em>, eh</em> malah ditantang main tinju.</p>
<p>Kalau Fahri mau ga jadi penantang tinju Jokowi? Jangan cuma bisa nunjuk orang lain. Ya kalau tinju ga mau, secara politik punya keberanian juga ga lawan Jokowi di Pilpres?</p>
<p><em>Iwwwwhhhhh, </em>belom tentu juga berani kan. Makanya jangan jadi ‘kompor’ deh, <em>zzzzz. </em> (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/Fahri-Hamzah-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Fahri: Jokowi Caper?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/fahri-jokowi-caper/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Feb 2018 06:05:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[UU MD3]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Ketua DPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=22286</guid>

					<description><![CDATA[“Masyarakat coba dipikat, dengan pencitraan palsu yang merakyat.” PinterPolitik.com [dropcap]U[/dropcap]ndang – undang MPR, DPR, DPRD, DPD (UU MD3) telah disahkan oleh DPR. Namun, sayang sekali Presiden Jokowi menolak untuk menandatangani aturan itu karena mungkin diindikasikan adanya perbedaan pendapat dengan DPR. Lah kalau berbeda pendapat mengapa tak memberikan masukkan saat RUU MD3 diundangkan kepada Pemerintah? Kan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Masyarakat coba dipikat, dengan pencitraan palsu yang merakyat.”</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]U[/dropcap]ndang – undang MPR, DPR, DPRD, DPD (UU MD3) telah disahkan oleh DPR. Namun, sayang sekali Presiden Jokowi menolak untuk menandatangani aturan itu karena mungkin diindikasikan adanya perbedaan pendapat dengan DPR.</p>
<p>Lah kalau berbeda pendapat mengapa tak memberikan masukkan saat RUU MD3 diundangkan kepada Pemerintah?</p>
<p>Kan lebih elok rasanya kalau UU MD3 itu diributkan saat pembahasan, karena setidaknya dalam forum diskursus seperti itu, gagasan yang saling berseberangan akan menemui titik temu. Daripada diributkan setelah disahkan, <em>hadeuuuuhhh</em>, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Coba kalau sekarang ya sudah terlanjur basah, nasi sudah menjadi bubur, DPR sudah mengesahkan UU MD3. Lalu Presiden Jokowi mau apa? Tetap tak mau tanda tangan? <em>Weleeeh weleeeeh. </em>Masih sebel sama MenkumHAM karena telat melapor?</p>
<p>Akhirnya kalau begini gimana coba? Presiden Jokowi <em>ngotot </em>tak mau tandatangan, sementara DPR juga <em>ngotot </em>akan memberlakukan UU MD3 tanpa adanya tandatangan Jokowi, <em>ahhh syudahlah</em> kalau sudah begini hanya membuat riuh saja.</p>
<p>Saat Jokowi mengatakan tak mau tandatangan, respon awal langsung dilontarkan sang kritikus setia yang juga Wakil Ketua DPR. Fahri Hamzah.</p>
<p>Fahri ingin meminta Jokowi untuk menyudahi drama pencitraan yang dilakukannya melalui sikap tak mau menandatangani UU MD3.</p>
<p>Memangnya kalau membangun dialog antara DPR dan Pemerintah ga bisa ya? Apa harus saling sindir dan mengkritik begitu, tanpa duduk satu meja berbarengan? <em>Hadeuuuhhhh.</em></p>
<p>Memangnya yang diperjuangkan Presiden Jokowi dan DPR itu apa sih? Ego masing – masing atau memang secara serius mewakili jeritan suara rakyat? Kayaknya sih karena egonya sendiri, gengsi juga kali ya.</p>
<p>Bahkan, Fahri menilai Jokowi hanya sekedar caper aja nih alias cari perhatian aja, <em>weleeeeh weleeeeeh. </em>Oh iya mau Pilpres 2019 ya, kan lumayan Jokowi bisa numpang eksis gara – gara menolak UU MD3.</p>
<p><em>Hmmm, </em>setidaknya masyarakat berpikiran Jokowi itu menolak aturan yang membuat DPR anti kritik. <em>Wiiii</em>, Jokowi keren sekali, pemimpin yang mendukung rakyat untuk bebas berekspresi dan mengungkapkan pendapatnya.</p>
<p><em>Upppsss</em>, tapi Jokowi lupa kalau pasal penghinaan Presiden itu tak berbeda dengan DPR yang anti kritik. Alhasil, Jokowi dan DPR sama saja. <em>Heuh!</em> (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/Jokowi-dan-Fahri-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Fahri Bubarkan PKS?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/fahri-bubarkan-pks/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Feb 2018 11:03:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah dan PKS]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Tifatul Sembiring]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Ketua DPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=21664</guid>

					<description><![CDATA[“Kadang-kadang orang mengira mereka menderita karena sedang menanggung aib bangsa, padahal hanya menanggung kesalahannya sendiri.” PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]isah tak berujung. Apakah saling berseteru merupakan prestasi bagi para politikus? Atau memang sebuah kewajaran? Namun bagaimana bila perseteruan ini tak berujung? Fahri Hamzah dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan kesatuan yang sebenarnya tak dapat dipisahkan, awalnya. Tapi karena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Kadang-kadang orang mengira mereka menderita karena sedang menanggung aib bangsa, padahal hanya menanggung kesalahannya sendiri.”</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]isah tak berujung. Apakah saling berseteru merupakan prestasi bagi para politikus? Atau memang sebuah kewajaran? Namun bagaimana bila perseteruan ini tak berujung?</p>
<p>Fahri Hamzah dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan kesatuan yang sebenarnya tak dapat dipisahkan, awalnya. Tapi karena alasan satu dan lain hal, PKS sempat memecat Fahri Hamzah dari statusnya sebagai kader dan pimpinan DPR dari PKS.</p>
<p>Fahri tak tinggal diam, ia menggugat keputusan PKS yang pada akhirnya menghasilkan pengembalian status kader dan pimpinan DPR kepada Fahri. <em>Wewww</em>, gugatan Fahri menang melawan PKS.</p>
<p>Lalu merasa tak puas, akhirnya PKS balik menggugat, <em>hmmm</em> hasilnya tetap sama. <em>Aahhh syudahhlahhh</em>, apakah konflik ini tak pernah ada habisnya ya?</p>
<p>Kini Fahri tetap bertahan sebagai kader PKS dan pimpinan DPR dari PKS, walaupun PKS tak menganggap kehadirannya. <em>Olooohhh, oooloooh</em> sedih sekali, <em>weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Pasca putusan kedua yang memenangkan Fahri terhadap PKS, suasana sempat adem ayem tak ada konflik yang muncul lagi ke permukaan.</p>
<p>Buat apa jadi politikus atau mendirikan partai kalau urusan beginian aja ga bisa diselesaikan melalui ruang dialog, <em>hmmm ahhh syudahhhlah.</em></p>
<p><em>Wedeeww</em>, suasana adem ayem ternyata tak berlangsung lama. Fahri kembali berseteru dengan PKS. Bener – bener ga ada capeknya ya?</p>
<p>Kini, Fahri Hamzah saling serang dengan Tifatul Sembiring, mantan Presiden PKS. <em>Woailah</em> terus aja terus bikin gaduh begini, <em>ahhh syudahlah. </em>Terlebih konflik ini terjadi di media sosial. <em>Waduhhhh, </em>pengen banget diketahui banyak orang kali ya, <em>weleeeeh weleeeeh</em>.</p>
<p>Tapi dua tokoh PKS ini saling menyerang di media sosial, bahkan Fahri keceplosan membongkar ‘aib’ PKS. <em>Wahhh</em>, seriusan itu? <em>Ngeri</em> kali.</p>
<p>Tapi kok Fahri ga jadi bongkar sih? Fahri takut atau ga tega? <em>Huh,</em> hanya gertak sambel aja, <em>weleeeh weleeeh</em>. Kalau kata Fahri, ‘kalau saya bongkar,  rusak semuanya’, <em>uppppsss</em>.</p>
<p>Kalau Fahri keceplosan, sudah pasti PKS rusak dan bubar kali ya? <em>Ya iyalah,</em> kalau rusak semua pasti bubar. Emang ada &#8216;aib&#8217; apaan sih? Bisikin dong, <em>weleeeh weleeeh.</em> (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/fahri-Hamzah-Wakil-Ketua-DPR-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Fahri, Plagiator Strategi Jokowi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/fahri-plagiator-strategi-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jan 2018 10:21:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[kuis sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Ketua DPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=19856</guid>

					<description><![CDATA[“Jika bebas melakukan apa yang disenanginya, orang biasanya akan saling meniru satu sama lain.” ~ Eric Hoffer PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]ali ini, pertanyaannya bukan tentang nama-nama ikan, pulau, atau provinsi. Karena kalau tebak-tebakan nama ikan sudah trauma, weleeeh weleeeh. Hadiahnya sepeda. Ayo, siapa yang mau dapat sepeda, jawab pertanyaan ini ya! Trik ini sangat dikenal masyarakat sebagai ciri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Jika bebas melakukan apa yang disenanginya, orang biasanya akan saling meniru satu sama lain.” ~ Eric Hoffer</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]ali ini, pertanyaannya bukan tentang nama-nama ikan, pulau, atau provinsi. Karena kalau tebak-tebakan nama ikan sudah trauma, <em>weleeeh weleeeh</em>.</p>
<p>Hadiahnya <span style="color: #000000;">sepeda.</span> Ayo, siapa yang mau dapat sepeda, jawab pertanyaan ini ya!</p>
<p>Trik ini sangat dikenal masyarakat sebagai ciri khas dari Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan, yaitu mempersilahkan salah seorang warga untuk menjawab pertanyaan darinya. Kalau bisa menjawab, tentu saja bisa membawa pulang sepeda.</p>
<p>Sepeda pemberian Jokowi ini bukan hanya dinikmati warga biasa saja, karena dari kalangan selebritis pun pernah ikut berkesempatan mendapatkan sepeda, Raisa contohnya. <em>Weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Sepertinya sih, trik membagikan sepeda ini merupakan cara Jokowi untuk mendekatkan diri dan memperbanyak interaksi dengan masyarakat. Kan katanya Presidennya <em>Wong Cilik</em>. <em>Hmmm</em>, <em>ettt</em> gimana ya?</p>
<p>Ya mau sukses atau tidaknya mendekatkan diri dengan masyarakat dengan trik sepeda ini, setidaknya Jokowi sudah jadi <em>trendsetter </em>lah ya, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Kalau ada <em>trendsetter, </em>tentu pasti ada plagiatnya dong. Nah karena mungkin dinilai sukses, bermunculanlah Gubernur yang ikut membagikan sepeda.</p>
<p>Diantaranya para Gubernur dari DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan beberapa provinsi lainnya. <em>Wedeeewww</em>, itu Gubernur pengen dipilih lagi kali ya, wkwkwk.</p>
<p>Kalau para gubernur tersebut nyontek triknya Presiden sih, masih nyambung ya, karena sesama eksekutif.</p>
<p>Lah tapi kok, seorang Fahri Hamzah yang duduk di kursi legislatif, sekarang malah ikut-ikutan mencontek trik Jokowi membagikan sepeda sih? Bukannya kemaren pernah nyinyirin Jokowi, gara-gara membagikan sepeda mulu?</p>
<p>Kok jadi justru ikut-ikutan sih? Biar kepilih lagi jadi Anggota DPR RI ya? <em>Weleeeh weleeeeeh</em>, mulutmu harimaumu ah, wkwkwk.</p>
<p>Tentu ia tidak akan membagikan sepeda dengan cuma-cuma, cara Fahri juga mirip dengan Jokowi, yaitu dengan memberikan pertanyaan dan mencari siapapun yang bisa menjawabnya. Tapi…</p>
<p>Lah kenapa? Pertanyaannya kayaknya gampang-gampang susah deh. Bukan tentang nama ikan atau apa gitu.</p>
<p>Sepeda ala Fahri ini bisa dibawa pulang bila ada yang bisa menghitung berapa jumlah kerugian negara dalam kasus korupsi KTP-el. Hmm.</p>
<p>Ah, sudahlah. Malas  banget kalau disuruh ngitung gitu. Pertanyaannya lebih susah daripada triknya Jokowi. Kalau emang niat ngasih sih, ngasih aja kali, enggak usah bikin pertanyaan yang susah banget begitu, <em>weleeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/Fahri-Hamzah-Wakil-Ketua-DPR-RI-1024x676.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>&#8216;Murka&#8217; Fahri Kepada Fadli Zon?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/murka-fahri-kepada-fadli-zon/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jan 2018 09:07:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli Zon]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Ketua DPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=19236</guid>

					<description><![CDATA[“A loyal friend laughs at your jokes when they’re not so good, and sympathizes with your problems when they’re not so bad.” PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]olaborasi Fahri Hamzah dan Fadli Zon di DPR RI memberikan kesan bahwa keduanya merupakan ganda putra DPR yang sangat kompak dan solid. Tak pernah saling melempar kritik, tak pernah saling menjatuhkan, justru [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“A loyal friend laughs at your jokes when they’re not so good, and sympathizes with your problems when they’re not so bad.”</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]olaborasi Fahri Hamzah dan Fadli Zon di DPR RI memberikan kesan bahwa keduanya merupakan ganda putra DPR yang sangat kompak dan solid.</p>
<p>Tak pernah saling melempar kritik, tak pernah saling menjatuhkan, justru keduanya saling menjaga satu sama lainnya. <em>Weleeeeh weleeeh</em>. <em>So sweet</em>….</p>
<p>Walau berasal dari partai berbeda, Duo F (Fadli – Fahri) ini sering mempertontonkan aksi saling membantu dan menyokong satu sama lainnya.</p>
<p>Apa mungkin karena jabatannya sama ya? Wakil Ketua DPR. Ah, tapi kok sama Wakil Ketua DPR yang satu lagi ga sedeket Duo F ini ya?</p>
<p>Entahlah, mungkin juga karena berasal dari kampus yang sama ya, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Contohnya saja nih, kalau Fadli diserang, tentu Fahri akan mem<em>backup. </em>Begitu juga bila Fahri diserang, sudah pasti Fadli akan mem<em>backup. Cieeee </em>kompak banget ya, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Memang sejatinya, teman setia itu akan tertawa kalaupun guyonan sahabatnya tak lucu. Atau saat diterpa sesuatu yang buruk, pasti akan memberikan dukungan dan membantu secara penuh.</p>
<p>Itu baru namanya sahabat setia, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Jadi seharusnya kan kalau ada salah satu diantara Duo F ini sedang diserang, satu lagi akan membantu ya? Hmm, harusnya sih begitu. Kali ini ada yang berbeda.</p>
<p>Pada kasus yang satu ini, justru Fahri yang menyerang Fadli Zon. Waduh<em>, </em>akankah Fahri Hamzah dan Fadli Zon berseteru dan mengakhiri persahabatan indah ala Duo F di DPR sebelumnya?</p>
<p>Emang karena apa sih? Apa Fahri itu menyerang Fadli gara-gara <em>nyindir</em> konflik Fahri dan PKS? Ah, tidak pernah juga sih.</p>
<p>Hmm, ternyata Fahri bereaksi akibat <em>polling</em> Fadli Zon di Twitter yang hanya mencantumkan dua pilihan calon Presiden saja.</p>
<p>Alhasil, Fahri pun ‘murka’ karena Fadli mempersempit pilihan masyarakat untuk memilih Presiden.</p>
<p><em>Etttt</em>, tapi kok tumben sih mereka malah berselisih. Biasanya mereka berdua seperti dua sejoli yang selalu romantis. <em>Weleeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/Fadli-Zon-dan-Fahri-Hamzah-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PKS Kesal, Fahri Santai</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/pks-kesal-fahri-santai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jan 2018 08:18:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Ketua DPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=19246</guid>

					<description><![CDATA[Upaya pelengseran Fahri Hamzah dari kursi wakil ketua DPR masih terus diupayakan PKS, bahkan hingga melobi Ketua Umum Partai Golkar segala. Tapi Fahrinya kok tetap santai ya? PinterPolitik.com “Ya namanya juga usaha. Jadi usaha yang mau ditempuh kan yang saya denger terakhir, nggak apa-apa PKS nggak dapat kursi yang penting saya diganti.” ~ Fahri Hamzah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Upaya pelengseran Fahri Hamzah dari kursi wakil ketua DPR masih terus diupayakan PKS, bahkan hingga melobi Ketua Umum Partai Golkar segala. Tapi Fahrinya kok tetap santai ya?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong>“Ya namanya juga usaha. Jadi usaha yang mau ditempuh kan yang saya denger terakhir, nggak apa-apa PKS nggak dapat kursi yang penting saya diganti.” ~ Fahri Hamzah</strong></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]erseteruan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan Fahri Hamzah yang secara legalitas hukum masih kadernya, sepertinya masih akan panjang. Segala daya upaya sudah dikerahkan PKS untuk mendongkel keberadaan Fahri dari kursi nyamannya sebagai Wakil Ketua DPR. Herannya, kok sepertinya susah amat ya?</p>
<p>Bila memang secara legalitas dari Mahkamah Agung (MA), Fahri masih menjadi kader PKS, kenapa partai ini tidak mengeluarkan surat pergantian antar waktu (PAW) aja sih pada Ketua DPR? Atau karena PKS gengsi mengeluarkan surat dengan kop resmi, soalnya mereka udah enggak mau mengakui Fahri sebagai kader?</p>
<p>Akibatnya kan kena muka sendiri, Fahri enggak akan bisa digemingkan kalau PKS masih aja menjaga gengsinya. Sementara, Fahri juga tentu enggak mau lah secara sukarela turun dari kursi empuknya, tanpa ada surat resmi dari PKS. Ada surat resmi aja, belum tentu kok Fahri mau rela turun dari kursi nyamannya.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="id">
<p dir="ltr" lang="in">Akankah bung Fahri Hamzah mendirikan PKS Perjuangan? <a href="https://t.co/l1xXmGB8xZ">pic.twitter.com/l1xXmGB8xZ</a></p>
<p>— Iman Sjafei (@imanlagi) <a href="https://twitter.com/imanlagi/status/948406371078127617?ref_src=twsrc%5Etfw">3 Januari 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Siapa yang mau dengan sukarela turun, kalau selama ini ia mendapatkan banyak keuntungan dari statusnya tersebut? Selain namanya akan terus masuk di pemberitaan, cuitannya pun akan terus didengar karena jabatannya tersebut. Belum lagi layar datar jumbo di ruang kantornya yang dibangga-banggakan buat <em>twitter-</em>an itu. Mana rela?</p>
<p>Kalau pun pada akhirnya PKS mengeluarkan surat PAW resmi, bisa jadi malah hanya jadi bulan-bulanan cuitan Fahri saja. Emang enak? Selama kasasi mereka masih belum ditanggapi, setelah ditolak dua kali oleh MA, ya mau enggak mau, PKS harus <em>legowo </em>menerima fakta kalau Fahri tetaplah jadi kadernya.</p>
<p>Bahkan kalaupun Presiden PKS, Sohibul Iman, melobi Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan senior Golkar Ginanjar Kartasasmita. PKS tetap harus mengikuti jalur yang telah ditetapkan bukan? Enggak mungkin dong, ketua DPR dari Golkar yang akan terpilih nantinya, tiba-tiba mencopot Fahri dari kedudukannya? Memangnya bisa begitu?</p>
<p>Selamat berjuang ya PKS, semoga tetap sabar dalam menghadapi Fahri. (R24)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/fahri-hamzah.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
