<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Ujaran Kebencian &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/ujaran-kebencian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 May 2019 11:30:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Ujaran Kebencian &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Nasib Nahas “Penggal” Jokowi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/nasib-nahas-penggal-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2019 01:00:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[#makar]]></category>
		<category><![CDATA[Bawaslu]]></category>
		<category><![CDATA[Demo Ganti Presiden 2019]]></category>
		<category><![CDATA[FPI]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[KPU]]></category>
		<category><![CDATA[PA 212]]></category>
		<category><![CDATA[Penggal kepala Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[Ujaran Kebencian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=57680</guid>

					<description><![CDATA[“Politisi tidak pernah percaya akan ucapan mereka sendiri, karena itulah mereka sangat terkejut bila rakyat mempercayainya” . – Charles De Gaulle PinterPolitik.com Demonstrasi memang memiliki bermacam-macam cara ya gengs. Ada aksi damai seperti yang biasanya diklaim dilakukan oleh PA 212, ada juga aksi yang berujung bentrok dengan aparat. Nah, aksi kedua ini sih yang paling [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Politisi tidak pernah percaya akan ucapan mereka sendiri, karena itulah mereka sangat terkejut bila rakyat mempercayainya” . – Charles De Gaulle</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>Pinter</strong><strong>P</strong><strong>olitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">D</span>emonstrasi memang memiliki bermacam-macam cara ya <em>gengs</em>. Ada aksi damai seperti yang biasanya diklaim dilakukan oleh PA 212, ada juga aksi yang berujung bentrok dengan aparat.</p>
<p>Nah, aksi kedua ini sih yang paling gereget <em>cuy</em>. Pas berangkat, peserta sih masih cantik dan ganteng. Eh, ketika pulang, udah pada cemong-cemong hitam semua. <em>Hehehe</em>.</p>
<p>Memang ketika kita mengeluarkan aspirasi melalui gerakan demonstrasi, itu merupakan hak yang tidak dapat dibatasi oleh siapapun <em>gengs</em>, bahkan termasuk negara. Karena pada dasarnya, itu semua sudah dilindungi oleh UUD 1945 pasal 28 E. Yang terpenting, dalam melakukan aksi harus sesuai dengan cara dan koridornya serta tidak melanggar aturan hukum.</p>
<p>Berbicara mengenai aksi yang demikian, demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kemarin ternyata menyisakan masalah pelik tersendiri <em>gengs</em>. Pasalnya, dalam aksi yang digelar oleh simpatisan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini, terdapat salah satu massa aksi yang membuat masalah.</p>
<p>Iya kalau masalahnya remeh kayak mukul kepala petugas keamanan, lah ini masalahnya doi bilang pengen memenggal kepala Presiden Jokowi <em>cuy</em>. <em>Waduduh</em>. Ini sih namanya berlebihan ya.</p>
<p>Apalagi dalam waktu sekejab, video ucapannya langsung viral di dunia maya. <em>Duh</em>, seharusnya ente lebih hati-hati ya <em>tong</em> kalau berbicara. Tau sendiri, bagaimana kerasnya jagat dunia maya, sekali viral susah meniadakan bukti. Namamu akan selalu dikenang di alam sana <em>tong</em>. <em>Hehehe</em>.</p>
<hr /><p><em>Berbicara mengenai aksi, demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kemarin ternyata menyisakan masalah pelik tersendiri gengs. Ada yang pengen penggal kepala Presiden.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fnasib-nahas-penggal-jokowi%2F&#038;text=Berbicara%20mengenai%20aksi%2C%20demonstrasi%20di%20depan%20Gedung%20Komisi%20Pemilihan%20Umum%20%28KPU%29%20dan%20Badan%20Pengawas%20Pemilu%20%28Bawaslu%29%20kemarin%20ternyata%20menyisakan%20masalah%20pelik%20tersendiri%20gengs.%20Ada%20yang%20pengen%20penggal%20kepala%20Presiden.&#038;related' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Pasca viralnya vidio tersebut, secara cepat pihak kepolisian langsung mencari sang pelaku <em>loh</em>. Walhasil ketika menginap di rumah bibinya di Bogor, doi langsung diringkus oleh pihak Polda Metro Jaya. <em>Hadeh</em>, pasti bibinya itu jadi kayak Aunt May alias Bibi May di film <em>Spiderman, </em>yang bakal kebingungan ngelihat Peter Parker bisa ngeloncatin gedung. Bedanya, Peter Parker nggak ngancem mau menggal presiden. <em>Uppps. Hehehe.</em></p>
<p>Lagian nih <em>gengs</em>, seorang Presiden itu kan simbol sebuah negara, jadi kita memang harusnya bisa menghormati Jokowi. Kalaupun ada perasaan sakit hati sama model pemerintahannya, sebagai manusia waras harusnya sabar dan menahan dulu ya, apalagi tensi politik saat ini panas banget.</p>
<p>Kalau mau memberikan kritik, dipikir terlebih dahulu, kira-kira akan jadi bumerang buat kita nggak. Kalau kemungkinan ada, mending ditahan dulu <em>cuy</em>. Apa sih susahnya menahan ucapan kotor? Pasti nggak lebih berat dari menahan rindu kok. Dilan aja bilang sama Milea: “Jangan rindu, karena rindu itu berat”. <em>Hehehe.</em></p>
<p>Andai doi yang ngancem itu hidup di zaman Orde Baru, <em>w</em><em>aduh</em> sudah tiggal nama tertulis diatas batu nisan mungkin. Lha nanya kenapa presiden cuma satu aja jawabannya menyeramkan kok. <em>Upsss</em>. (F46)</p>
<p><div class="youtube-embed" data-video_id="Lt09KhpLcng"><iframe title="HIKAYAT NU DAN POLITIKNYA" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/Lt09KhpLcng?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div></p>


<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/Pemuda-ancam-penggal-kepala-Presiden-Jokowi.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Viral Ancaman Penggal Jokowi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/viral-ancaman-penggal-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2019 11:02:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[pasal makar]]></category>
		<category><![CDATA[Ujaran Kebencian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=57686</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/viral-ancaman-penggal-jokowi.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-57687 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/viral-ancaman-penggal-jokowi.jpg" alt="Video berisi pria ancam penggal Jokowi viral" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/viral-ancaman-penggal-jokowi.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/viral-ancaman-penggal-jokowi-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/viral-ancaman-penggal-jokowi-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/viral-ancaman-penggal-jokowi-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/viral-ancaman-penggal-jokowi-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/viral-ancaman-penggal-jokowi-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/viral-ancaman-penggal-jokowi-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/viral-ancaman-penggal-jokowi-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/viral-ancaman-penggal-jokowi-100x100.jpg 100w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/viral-ancaman-penggal-jokowi-135x135.jpg 135w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/viral-ancaman-penggal-jokowi-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ancaman Pemenggalan, Untungkan Jokowi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/ancaman-pemenggalan-untungkan-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2019 11:00:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kecurangan Pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[Manuver politik]]></category>
		<category><![CDATA[People Power]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ujaran Kebencian]]></category>
		<category><![CDATA[Wiranto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=57684</guid>

					<description><![CDATA[Sebuah video yang berisikan ancaman pemenggalan kepala Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari seorang pria viral di media sosial. Pria tersebut kini telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi serta dijerat dengan pasal makar. PinterPolitik.com “They want us to rebel, so that it makes easier for them to kill us and put us in jails” [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Sebuah video yang berisikan ancaman pemenggalan kepala </strong><strong>Presiden </strong><strong>Joko Widodo (Jokowi) dari seorang pria viral di media sosial. Pria tersebut kini telah ditangkap </strong><strong>dan ditetapkan </strong><strong>sebagai tersangka oleh polisi </strong><strong>serta</strong><strong> dijerat dengan pasal makar.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a">PinterPolitik.com</span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p>“They want us to rebel, so that it makes easier for them to kill us and put us in jails” – Joey Bada$$, penyanyi rap asal AS</p></blockquote>
<p><span class="dropcap dropcap2">V</span>ideo yang berisikan ancaman untuk memenggal Jokowi tersebut <a href="https://video.tribunnews.com/view/81851/viral-video-pria-ancam-penggal-kepala-jokowi-saat-demo-di-depan-kantor-bawaslu-ri"><strong>direkam</strong></a> dalam demonstrasi di depan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) beberapa waktu lalu. Beberapa demonstran lain juga tampak di hadapan kamera menyoraki pernyataan pria tersebut dan berbicara mengenai harapannya akan perubahan di Indonesia.</p>
<p>Pria berinisial HS tersebut akhirnya <a href="https://regional.kompas.com/read/2019/05/13/04385451/5-fakta-kasus-hs-ancam-penggal-kepala-jokowi-mengaku-khilaf-hingga-nasib?page=all"><strong>dilaporkan</strong></a> oleh Tim Jokowi Mania dan telah ditangkap serta ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi di Kabupaten Bogor. Tidak hanya HS, seorang wanita yang merekam video tersebut juga <a href="https://megapolitan.kompas.com/read/2019/05/12/17304331/perekam-video-ancaman-penggal-jokowi-juga-dilaporkan-ke-polisi"><strong>dilaporkan</strong></a> oleh kelompok tersebut sebagai penyebar video.</p>
<p>Terkait video dan penangkapan HS, Kapolres Kota Tangerang, M. Sabilul Alif, <a href="https://www.instagram.com/p/BxWK1O3l85J/"><strong>mengunggah</strong></a> responsnya di akun Instagramnya. Melalui unggahan tersebut, Sabilul mengkritik bahwa tindakan pria tersebut berasal dari pengaruh radikalisasi dan mengancam kesatuan Indonesia, serta nilai kebhinekaannya.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Sekarang saya semakin melihat dan percaya, bahwa Negaralah biang kerok terorisme. Agama hanyalah tertuduh yg difitnah. Terorisme dibuat oleh negara untuk kepentingan negara. Agama hanya dijadikan dalih seolah agama permisif atas terorisme padahal negara produsennya.</p>
<p>&mdash; #ArahBaru2019 (@Fahrihamzah) <a href="https://twitter.com/Fahrihamzah/status/1127531621995827200?ref_src=twsrc%5Etfw">May 12, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Selain Sabibul, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, turut <a href="https://news.detik.com/berita/d-4546353/geger-pria-ancam-penggal-jokowi-tkn-ada-pihak-yang-selalu-provokasi"><strong>berkomentar</strong></a>. Menurutnya, pihak manapun, termasuk Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, perlu menahan diri agar tidak memprovokasi pendukungnya dalam melakukan tindakan-tindakan yang berlebihan.</p>
<p>Menanggapi pernyatan tersebut, Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, <a href="https://news.detik.com/berita/d-4546741/tkn-duga-ada-pihak-yang-selalu-provokasi-bpn-jangan-bangun-opini"><strong>menilai</strong></a> Ace ingin membangun opini dan ketakutan di masyarakat. Menurutnya, hal itu diucapkan agar pihak BPN Prabowo-Sandi turut terseret ke persoalan hukum.</p>
<p>Dari polemik ini, beberapa pertanyaan pun kemudian timbul. Mengapa pria tersebut melontarkan pernyataan ancaman kekerasan tersebut? Lalu, apakah dampak pernyataan tersebut bagi Jokowi? Apakah benar ancaman tersebut benar-benar mengancam Jokowi?</p>
<h4><strong>Kekerasan Politik</strong></h4>
<p>Ancaman untuk melakukan pemenggalan bisa jadi hanya merupakan ekspresi kekesalan individu tersebut terkait dugaan kecurangan Pemilu dan ketidakpuasannya terhadap Jokowi. Seperti yang dijelaskan oleh Sarah Sorial dalam <a href="https://onlinelibrary.wiley.com/doi/pdf/10.1111/josp.12188"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul “The Expression of Anger in the Public Sphere”, ekspresi kemarahan sering kali diungkapkan sebagai respon terhadap ketidakadilan.</p>
<p>Namun, pernyataan itu belum tentu diekspresikan sebagai kekesalan kolektif – mengingat Prabowo dan Sandi telah mengimbau para pendukungnya untuk <a href="https://news.detik.com/berita/d-4541456/bachtiar-nasir-tersangka-prabowo-imbau-pendukung-tetap-tenang"><strong>tidak bertindak</strong></a> di luar hukum dan <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190513002124-32-394215/sandiaga-soal-pemuda-ancam-penggal-jokowi-harus-jalur-hukum"><strong>menjaga</strong></a> tutur kata.</p>
<p>Meskipun begitu, dengan semakin ramainya isu dugaan kecurangan Pemilu dan upaya <em>people power </em>di masyarakat, kemungkinan akan ancaman tersebut bisa jadi benar-benar tumbuh.</p>
<p>Menurut Samuel Huntington dalam <a href="https://projects.iq.harvard.edu/gov2126/files/huntington_political_order_changing_soc.pdf"><strong>bukunya</strong></a> yang berjudul <em>Political Order in Changing Societies</em>, kekerasan dalam politik mungkin saja terjadi apabila institusi-institusi politik yang ada tidak memperbolehkan atau tidak memberikan mekanisme pelibatan bagi kelompok yang termobilisasi.</p>
<p>Sejalan dengan penjelasan Huntington, Laia Balcells dalam <a href="https://www.researchgate.net/publication/267267997_Political_Violence_an_Institutional_Approach"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul “Political Violence” menyebutkan bahwa institusi – seperti aturan, norma, keyakinan, dan organisasi – memiliki keterkaitan dengan kecenderungan akan terjadinya perilaku sosial, termasuk kekerasan politik. Menurut Balcells, apabila masyarakat merasa puas dan melihat kehadiran inklusivitas dalam institusi, maka potensi kekerasan tidak akan ada.</p>
<p>Dengan ketidakpuasan dan tidak terakomodasinya suatu kelompok masyarakat, tidak menutup kemungkinan <a href="https://revistas.uexternado.edu.co/index.php/oasis/article/download/4011/4312/"><strong>metode-metode asimetris</strong></a> – seperti teror – akan digunakan dalam melemahkan pemerintah. Metode-metode tersebut digunakan dalam kondisi <em>asymmetric warfare</em> – di mana kekuatan yang terdistribusi antar-pihak yang berkonflik tidak setara.</p>
<p>Jika dikaitkan dengan kondisi saat ini, kondisi asimetris ini bisa dilihat dari posisi Jokowi sebagai petahana yang punya semua instrumen hukum di belakangnya, sementara hal tersebut tentu saja tidak dimiliki oleh Prabowo.</p>
<p>Namun, bagaimana terbatasnya pengakomodasian oleh institusi politik dapat mengarah pada kekerasan politik dan konflik asimetris?</p>
<p><hr /><p><em>Apabila masyarakat merasa puas dan melihat kehadiran inklusivitas dalam institusi, maka potensi kekerasan tidak akan ada.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fancaman-pemenggalan-untungkan-jokowi%2F&#038;text=Apabila%20masyarakat%20merasa%20puas%20dan%20melihat%20kehadiran%20inklusivitas%20dalam%20institusi%2C%20maka%20potensi%20kekerasan%20tidak%20akan%20ada.&#038;related' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Kekerasan politik dan konflik asimetris akibat tidak terakomodasinya suatu kelompok pernah terjadi dalam sejarah. Salah satu yang bersejarah adalah Revolusi Prancis 1789 – revolusi yang diakhiri dengan berbagai eksekusi tokoh politik.</p>
<p>Revolusi yang disebut-sebut sebagai peristiwa penting dalam sejarah dunia tersebut terjadi akibat beberapa faktor. Peter Campbell dari University of Sussex <a href="http://www2.port.ac.uk/special/france1815to2003/chapter1/interviews/filetodownload,38770,en.pdf"><strong>menjelaskan</strong></a> bahwa revolusi ini dimulai dari kesenjangan sosial antar-kelompok di masyarakat yang menguntungkan kelompok <em>bourgeoisie</em> (borjuis) dengan hak-hak istemewanya.</p>
<p>Di samping tumbuhnya gagasan-gagasan baru pada Abad Pencerahan, institusi-institusi politik yang ada juga terlalu berfokus untuk memenuhi kepentingan sosial dan fiskal kelompok elite Prancis. Tiga golongan kawula negara dalam pemerintahan Prancis – golongan pertama (bangsawan), golongan kedua (pendeta), serta golongan ketiga (rakyat biasa) – juga saling terpecah secara politik.</p>
<p>Golongan ketiga pun khawatir bahwa kelompoknya akan kalah dalam pemungutan suara atas reformasi hak fiskal istimewa apabila kedua golongan lainnya menolak. Akibatnya, golongan ini memutuskan kedaulatan nasionalnya sendiri, berupa pembentukan Majelis Nasional.</p>
<p>Kelompok proletar juga turut memperkeruh suasana dengan menginisiasi berbagai keributan dan beberapa metode kekerasan asimetris, yaitu penyerangan terhadap istana-istana bangsawan. Sang monarki, Louis XVI, pun akhirnya tidak dapat mencegah terjadinya revolusi yang pada akhirnya membuatnya dieksekusi mati.</p>
<p>Dengan melihat apa yang terjadi di Prancis pada masa lampau, apakah mungkin potensi kekerasan politik terkait konteks pasca-Pemilu 2019 tumbuh?</p>
<p>Apabila kita perhatikan kembali atas apa yang terjadi di Prancis, titik balik revolusi tersebut terjadi ketika golongan ketiga merasa tidak terwadahi kepentingannya dan membentuk majelis tersendiri.</p>
<p>Bila dibandingkan dengan apa yang terjadi di Indonesia, bisa jadi para pendukung Prabowo-Sandi juga merasa tidak terwadahi kepentingannya. Isu dugaan kecurangan Pemilu misalnya, dianggap kurang diberikan respons oleh pihak KPU dan Bawaslu.</p>
<p>Selain itu, berbagai ekspresi gagasan dan pandangan diduga juga terancam dengan berbagai instrumen hukum yang digunakan oleh pemerintah. Hal ini terlihat dari beberapa tokoh oposisi yang diduga mulai dijegal melalui berbagai kasus hukum, seperti <a href="https://www.liputan6.com/news/read/3964444/dilaporkan-makar-kivlan-zen-penuhi-panggilan-bareskrim"><strong>dugaan</strong></a> bahwa Kivlan Zen melakukan makar.</p>
<h4><strong>Manuver Jokowi?</strong></h4>
<p>Namun, bisa saja, kecil kemungkinan kekerasan politik dapat terjadi di Indonesia. Dalam <a href="https://www.researchgate.net/publication/267267997_Political_Violence_an_Institutional_Approach"><strong>bukunya</strong></a>, Balcells menjelaskan bahwa kekerasan politik juga tidak mungkin terjadi apabila institusi-institusi yang ada bersifat sangat represif, sehingga menutup kemampuan organisasi dan pihak yang hendak mendorong terjadinya kekerasan politik.</p>
<p>Manuver ini bisa dilihat dari bagaimana Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mulai <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190510160810-12-393789/sah-tim-asistensi-hukum-wiranto-bekerja-hingga-31-oktober"><strong>membentuk</strong></a> Tim Asistensi Hukum guna melakukan kajian dan memberikan rekomendasi kepada aparat penegak hukum atas berbagai tindakan dan ucapan yang dianggap melanggar pasca-Pemilu 2019.</p>
<p>Beberapa tokoh oposisi juga mulai terjegal berbagai persoalan hukum, seperti Ahmad Dhani dan Bachtiar Nasir. Politisi PAN Eggi Sudjana beberapa waktu lalu juga <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190513113424-12-394344/kasus-makar-eggi-sudjana-tak-penuhi-panggilan-polisi"><strong>menjadi</strong></a> tersangka dalam kasus kejahatan terhadap keamanan negara dan makar.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BxZSkgVJfej/" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BxZSkgVJfej/" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BxZSkgVJfej/" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Sempat viral, pria yang ingin penggal Presiden ditangkap Nantikan artikel selengkapnya di Pinterpolitik.com #viral #penggaljokowi #makar #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-05-13T07:57:50+00:00">May 13, 2019 at 12:57am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Sejalan dengan berbagai upaya-upaya represif tersebut, kubu Jokowi juga bisa jadi menggunakan isu ancaman pemenggalan dan isu <em>people power</em> yang disebut inkonstitusional untuk mendukung kebijakan represifnya. Kubu Jokowi-Ma’ruf bisa saja memberikan konotasi negatif terhadap kubu Prabowo-Sandi melalui ancaman yang dilihat tidak berlegitimasi tersebut.</p>
<p>Upaya tersebut bisa dijelaskan melalui konsep propaganda transfer atau pengasosiasian. Menurut Magedah E. Shabo dalam <a href="https://books.google.co.id/books?id=sDIbJUAZeuwC&amp;pg=PP1&amp;lpg=PP1&amp;dq=magedah+e+shabo+techniques+of+propaganda&amp;source=bl&amp;ots=MFY26m7heB&amp;sig=ACfU3U1hhsUPcRaWZmvK7CgM0y19hKpmoQ&amp;hl=en&amp;sa=X&amp;ved=2ahUKEwjCuezC8pfiAhVUXnwKHSDgAPMQ6AEwD3oECAgQAQ"><strong>bukunya</strong></a> yang berjudul <em>Techniques of Propaganda and Persuasion</em>, propaganda transfer merupakan upaya pengasosiasian akan sesuatu hal terhadap hal atau pihak lainnya.</p>
<p>Pengasosiasian tersebut pun dapat bersifat positif maupun negatif. Terkait upaya untuk menegasikan lawan politiknya, pengasosiasian biasanya dilakukan dengan membentuk citra dan konotasi negatif pada pihak lawan.</p>
<p>Upaya ini pernah dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dalam beberapa pidatonya, Trump juga <a href="https://news.vice.com/en_us/article/yw7mej/president-trump-is-using-antifa-to-scare-people-into-voting-for-republicans"><strong>menyebut</strong></a> Anti-Fascists (Antifa) sebagai ancaman radikal bagi negaranya. Antifa sendiri merupakan kelompok ekstrem sayap kiri yang memiliki citra negatif akibat berbagai tindakan kekerasannya.</p>
<p>Hampir sama dengan apa yang terjadi di Indonesia, sebuah video berisikan beberapa anggota Antifa, yang melontarkan keinginannya untuk membunuh Trump sempat <a href="https://insider.foxnews.com/2018/08/13/tucker-carlson-blasts-antifa-protesters-threatening-kill-trump"><strong>diungkap</strong></a> oleh Tucker Carlson dalam acara televisinya di saluran FOX News.</p>
<p>Dengan berbagai citra buruk tersebut, Trump akhirnya <a href="https://news.vice.com/en_us/article/yw7mej/president-trump-is-using-antifa-to-scare-people-into-voting-for-republicans"><strong>mengasosiasikan</strong></a> kelompok tersebut dengan partai lawan, yakni Partai Demokrat AS, meskipun hal tersebut belum tentu benar. Asumsi yang ditumbuhkan oleh Trump adalah tumbuhnya gerakan radikal Antifa akan semakin menjadi-jadi apabila Partai Demokrat AS memenangkan Pemilu Sela 2018.</p>
<p>Jika kita melihat apa yang dilakukan Trump di AS, apakah hal serupa juga dilakukan oleh kubu Jokowi-Ma’ruf?</p>
<p>Pengasosiasian ancaman pemenggalan tersebut terhadap hal-hal yang berkonotasi negatif tampaknya bisa dilakukan. Hal ini terlihat dari bagaimana Ace yang <a href="https://news.detik.com/berita/d-4546353/geger-pria-ancam-penggal-jokowi-tkn-ada-pihak-yang-selalu-provokasi"><strong>menyebut</strong></a> ancaman tersebut sebagai provokasi yang diinisiasi oleh pihak BPN Prabowo-Sandi. Selain itu, Sabilul juga <a href="https://www.instagram.com/p/BxWK1O3l85J/"><strong>mengaitkan</strong></a> ancaman pria tersebut dengan pengaruh radikalisasi yang mengancam kesatuan Indonesia. Isu radikalisme memang menjadi salah satu serangan kepada kubu Prabowo-Sandi.</p>
<p>Sebelumnya, kubu Jokowi-Ma’ruf telah melakukan propaganda transfer terhadap gerakan <em>people power</em> yang digembar-gemborkan oleh kubu Prabowo-Sandi dalam mengatasi dugaan kecurangan dalam Pemilu 2019. Upaya tersebut terlihat dari bagaimana gerakan tersebut diasosiasikan dengan hal-hal yang berkonotasi negatif, seperti tindakan <a href="https://mediaindonesia.com/read/detail/230109-moeldoko-people-power-tindakan-inkonstitusional"><strong>inkonstitusional</strong></a>, tindakan <a href="https://www.suara.com/news/2019/04/05/090131/mahfud-md-pernyataan-people-power-provokatif-menakut-nakuti"><strong>provokatif</strong></a>, dan tindakan yang <a href="https://megapolitan.kompas.com/read/2019/04/24/19240671/pernyataan-people-power-eggi-sudjana-dinilai-ancam-stabilitas-indonesia"><strong>mengganggu</strong></a> stabilitas keamanan.</p>
<p>Dengan pengasosiasian tersebut, lirik <em>rapper</em> Joey Bada$$ di awal tulisan pun menjadi relevan. Terbatasnya upaya penyelesaian isu kecurangan Pemilu mendorong masyarakat untuk menjalankan protes pada pemerintah.</p>
<p>Namun, di saat yang sama, pemerintah menggunakan kritik dan protes tersebut sebagai upaya kriminalisasi. Entah akan berapa lagi korban yang akan berlabel tersangka dan terdakwa. Terlepas fakta bahwa ancaman pemenggalan adalah sepenuhnya salah, namun jangan sampai hal tersebut menjadi preseden yang menutupi berbagai persoalan lain. (A43)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="6Y8ZyiT2q88"><iframe title="MENELUSURI AKAR GOLKAR" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/6Y8ZyiT2q88?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/Jokowi-1024x563.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cuitan Dhani Berujung Bui</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/cuitan-dhani-berujung-bui/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2019 11:22:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Dhani]]></category>
		<category><![CDATA[Ujaran Kebencian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=47772</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/01/Cuitan-Dhani-Berujung-Bui.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-47773" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/01/Cuitan-Dhani-Berujung-Bui.jpg" alt="Cuitan Dhani Berujung Bui" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/01/Cuitan-Dhani-Berujung-Bui.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/01/Cuitan-Dhani-Berujung-Bui-135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/01/Cuitan-Dhani-Berujung-Bui-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/01/Cuitan-Dhani-Berujung-Bui-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/01/Cuitan-Dhani-Berujung-Bui-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/01/Cuitan-Dhani-Berujung-Bui-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/01/Cuitan-Dhani-Berujung-Bui-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/01/Cuitan-Dhani-Berujung-Bui-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/01/Cuitan-Dhani-Berujung-Bui-420x420.jpg 420w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/01/Cuitan-Dhani-Berujung-Bui-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Doa Fahri Sebelum Tidur</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/doa-fahri-sebelum-tidur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2018 13:17:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[Ujaran Kebencian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=32648</guid>

					<description><![CDATA[“Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan.” ~ Aristoteles PinterPolitik.com [dropcap]B[/dropcap]erdoa sebelum tidur menjadi kewajiban bagi umat beragama. Tidak aneh rasanya jika generasi zaman sekarang seringkali lupa berdoa sebelum tidur karena bermain gadget mungkin lebih nikmat dibanding berdoa sebelum tidur. Salah satunya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan.” ~ Aristoteles</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]B[/dropcap]erdoa sebelum tidur menjadi kewajiban bagi umat beragama. Tidak aneh rasanya jika generasi zaman sekarang seringkali lupa berdoa sebelum tidur karena bermain <em>gadget</em> mungkin lebih nikmat dibanding berdoa sebelum tidur. Salah satunya ya aktivitas di media sosial.</p>
<p>Kegemaran mencurahkan perasaan hati (curhat) di media sosial tidak selalu berasal dari kalangan muda dan perempuan saja. Banyak yang mengatakan: “<em>Eh</em> jangan sering curhat <em>loh</em>,  apa lagi di media sosial. Kayak cewek aja sih.”</p>
<p>Sekarang hal itu sudah terpatahkan dan mudah saja dibantah. <em>Hehehe </em>mau tahu gimana bantahannya? Gampang, tunjukin aja akun Twitter Fahri Hamzah.</p>
<p>Kok bisa? Nih liat aja postingannya.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Sebelum tidur ingin mengajak sahabat2ku Ikhwan <a href="https://twitter.com/hashtag/KaderPKS?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#KaderPKS</a> untuk bangkit selamatkan partai. Kita bisa pakai tagar <a href="https://twitter.com/hashtag/SelamatkanPKS?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#SelamatkanPKS</a> atau <a href="https://twitter.com/hashtag/SavePKS?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#SavePKS</a> apapun. Sampai malam ini saya mendengar perpecahan semakin dalam.</p>
<p>&mdash; #2019HayyaAlalFalah (@Fahrihamzah) <a href="https://twitter.com/Fahrihamzah/status/1016715299582668801?ref_src=twsrc%5Etfw">July 10, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Fahri memang sosok yang aktif mengunakan Twitter sebagai wadah curhatannya kepada masyarakat luas. Siapa pun bisa membuka dan membaca apa yang sedang dirasakan Fahri, dan sebagian besar cuitannya sangatlah bernilai politis.</p>
<p>Tapi awas loh ya pak kalau sampai salah ketik, nanti malah curhat masalah keluarga lagi. <em>Wuh</em> bisa heboh itu pak ngalahin postingannya Anya Geraldin yang ditegur Komisi Pelindungan Anak Indonesia (KPAI) <em>ahahaha.</em></p>
<p>Memang terbukti <em>gengs,</em> Fahri ini seorang kader politik sejati, sampai sebelum tidur saja pikiranya masih untuk partai politik. Gimana mimpinya Fahri ya?</p>
<p><em>Eh </em>apa jangan-jangan semalam mimpinya Fahri tentang pemberontakan bersama ribuan orang yang siap menggulingkan Sohibul Iman dari pucuk pimpinan PKS ya? <em>Ahahaha.</em></p>
<p>Tapi tetap aja cuitan Fahri itu beralasan. Seakan tidak rela partai yang pernah ia gagas itu sekarang sedang berjalan menuju pintu perpecahan, membuat Fahri sering curhat.</p>
<p>Cuitannya kadang juga keras dan selalu mengritik kader-kader PKS. Menurutnya, mereka tajam mengritik Jokowi, tapi malah tumpul mengritik Sohibul Iman.</p>
<p>Pokoknya ngeri-ngeri sedap deh <em>gengs. </em>Kalau masih penasaran, buka aja Twitternya Fahri, pasti kalian susah<em> move on</em> deh dari akun itu.</p>
<p>Nih <em>gengs </em>ungkapan dari Najwa Shihab, <em>cucok </em>untuk isu Fahri kali ini<em>: “</em>Media selalu punya kesempatan emas, membangun keterlibatan sosial dan solidaritas.” (G35)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/fahri-copy-copy-1024x685.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Stop Kecebong Kampret</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/stop-kecebong-kampret/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jul 2018 11:20:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Stop Kecebong Kampret]]></category>
		<category><![CDATA[Ujaran Kebencian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=32604</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-09-stop-kecebong-kampret.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-32605 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-09-stop-kecebong-kampret.jpg" alt="Stop Kecebong Kampret" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-09-stop-kecebong-kampret.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-09-stop-kecebong-kampret-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-09-stop-kecebong-kampret-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-09-stop-kecebong-kampret-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-09-stop-kecebong-kampret-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-09-stop-kecebong-kampret-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-09-stop-kecebong-kampret-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-09-stop-kecebong-kampret-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-09-stop-kecebong-kampret-135x135.jpg 135w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-09-stop-kecebong-kampret-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menteri, Si Penyebar ‘Kebencian’</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/menteri-si-penyebar-kebencian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2018 08:48:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Data Facebook Indonesia Bocor]]></category>
		<category><![CDATA[menkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[rudiantara]]></category>
		<category><![CDATA[Ujaran Kebencian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=25956</guid>

					<description><![CDATA[ “Untuk mendapatkan apa yang Anda sukai, Anda harus bersabar dengan apa yang Anda benci.” ~ Abu Hamid Al Ghazali PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]epertinya bagi Warganet yang gencar bermain media sosial, kayaknya perlu berpikir kembali bila ingin menggunakan media sosial. Pasalnya, ada kebocoran data pribadi yang mungkin disalahgunakan pihak yang tak bertanggungjawab. Hmmm, ini sih ga akan jauh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em> “Untuk mendapatkan apa yang Anda sukai, Anda harus bersabar dengan apa yang Anda benci.” ~ Abu Hamid Al Ghazali</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]epertinya bagi Warganet yang gencar bermain media sosial, kayaknya perlu berpikir kembali bila ingin menggunakan media sosial.</p>
<p>Pasalnya, ada kebocoran data pribadi yang mungkin disalahgunakan pihak yang tak bertanggungjawab.</p>
<p><em>Hmmm, </em>ini sih ga akan jauh dari Facebook ya? Tahu aja sih. <em>Yaiyalaaah, </em>tahu sendiri kan Facebook malah buat onar begini, kan kalau dilihat dari dugaannya yaitu ada indikasi kuat kebocoran data pengguna kepada pihak lainnya.</p>
<p>Langkah Indonesia gimana? Jumlahnya kan lebih dari satu juta pengguna asal Indonesia dibocorin kan? Lalu Menkominfo muncul bak pahlawan, tapi pahlawannya kesiangan atau bahasa lainnya &#8220;polisi India&#8221;, <em>telat mulu</em>. Abis kejadian baru deh muncul, itu juga belum jelas mau ngapain.</p>
<p>Rasanya tuh gimana gitu ya, <em>hmmmm, </em>datang telat begini solusinya itu punya daya tawar yang kuat, <em>yaaahhh </em>ujung – ujungnya ini sih lebih kepada cuci tangan aja. Biar kelihatan kerja aja kali ya, <em>weleeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Lah yang lebih kocaknya, masa iya solusi Menkominfo itu hanya menyuruh masyarakat berhenti sejenak main Facebook? Bukan solusi lah! Emang datanya bakal balik gitu?</p>
<p>Dapet untung berapa sih Facebook jual akun pengguna setianya? <em>Weleeeh weleeeh. </em>Jangan cuma bisanya tinggal minta maaf aja, <em>kelar</em>. <em>Wedeeew, </em>enak banget hidupnya, <em>weleeeh weleeeh. </em></p>
<p>Upaya Pemerintah sendiri dibawah naungan Kemenkominfo ya mau gimana lagi, udah mentok kali ya, kayaknya sih memang tak berdaya ya, <em>weleeeh weleeh</em>. Data sedari awal kan sudah diberikan, kalau disuruh berhenti main Facebook sama aja ga ada gunanya juga kan? <em>Hadeuuuh.</em></p>
<p><em>Waduh, </em>data kita dicuri – curi, buat apaan tuh ya? <em>Hmmm, </em>katanya ada sih yang buat membaca kepribadian, ada yang buat inilah itulah, pokoknya pada intinya dijual  &#8211; jual deh, <em>weleeeh weleeeeh</em>. Tapi jangan – jangan, <em>ahhh syudahlah.</em></p>
<p>Intinya sekarang warga mendingan ga usah main Facebook, daripada <em>tercyduukkkk </em>data yang hilang atau malah dipantau aktivitasnya oleh orang tak dikenal. Ga mungkin kan kalau ga ada motifnya.</p>
<p>Makanya lain kali, Menkominfo harus melakukan pencegahan sebelum kebobolan dan telat sebentar sih gapapa keluarin kebijakannya, tapi harus ada solusi jelas ya.</p>
<p>Kalau kayak gini kan Menkominfo seperti menyebarkan kebencian sama Facebook aja kan? <em>Hadeuuuh,</em> tau gitu biarin ga pakai aja ya sekalian, <em>weleeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/rudiantara-1024x674.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ahmad Dhani Jadi Tersangka Ujaran Kebencian</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/ahmad-dhani-jadi-tersangka-ujaran-kebencian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Y14]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Nov 2017 11:22:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Dhani]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ujaran Kebencian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=17239</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/2017-11-29-Ahmad-Dhani-Jadi-Tersangka-Ujaran-Kebencian.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class=" td-modal-image alignnone wp-image-17233 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/2017-11-29-Ahmad-Dhani-Jadi-Tersangka-Ujaran-Kebencian.jpg" alt="Ahmad Dhani Jadi Tersangka Ujaran Kebencian" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/2017-11-29-Ahmad-Dhani-Jadi-Tersangka-Ujaran-Kebencian.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/2017-11-29-Ahmad-Dhani-Jadi-Tersangka-Ujaran-Kebencian-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/2017-11-29-Ahmad-Dhani-Jadi-Tersangka-Ujaran-Kebencian-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/2017-11-29-Ahmad-Dhani-Jadi-Tersangka-Ujaran-Kebencian-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/2017-11-29-Ahmad-Dhani-Jadi-Tersangka-Ujaran-Kebencian-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/2017-11-29-Ahmad-Dhani-Jadi-Tersangka-Ujaran-Kebencian-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/2017-11-29-Ahmad-Dhani-Jadi-Tersangka-Ujaran-Kebencian-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/2017-11-29-Ahmad-Dhani-Jadi-Tersangka-Ujaran-Kebencian-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/2017-11-29-Ahmad-Dhani-Jadi-Tersangka-Ujaran-Kebencian-135x135.jpg 135w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/2017-11-29-Ahmad-Dhani-Jadi-Tersangka-Ujaran-Kebencian-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bang Dhani Salah Gaul?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/bang-dhani-salah-gaul/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K32]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Nov 2017 08:55:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Dhani]]></category>
		<category><![CDATA[Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[PILGUB DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Ujaran Kebencian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=17215</guid>

					<description><![CDATA[Ahmad Dhani kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian. Emang apa yang telah dilakukan Bang Dhani? PinterPolitik.com [dropcap]N[/dropcap]ama Ahmad Dhani Prasetyo kembali menghiasi halaman google trending Indonesia  hari ini. Ia kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian terkait cuitannya di twitter yang mengandung ujaran kebencian. Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Ahmad Dhani kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian. <em>Emang </em>apa yang telah dilakukan Bang Dhani? </strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb31;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]N[/dropcap]ama Ahmad Dhani Prasetyo kembali menghiasi halaman <em>google trending Indonesia </em> hari ini. Ia kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian terkait cuitannya di <em>twitter </em>yang mengandung ujaran kebencian.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu di ludahi muka nya &#8211; ADP</p>
<p>&mdash; Dhani Ahmad Prasetyo (@AHMADDHANIPRAST) <a href="https://twitter.com/AHMADDHANIPRAST/status/838660282222178304?ref_src=twsrc%5Etfw">March 6, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Akan tetapi, hal ini dibantah oleh Bang Dhani. Ia menganggap itu bukanlah sebuah pelanggaran hukum. Bahkan hal tersebut ada kepentingan politis, terutama soal aksi milad 212 yang tinggal beberapa hari lagi.</p>
<p>“<em>Pertanyaan akal sehat, suku mana yang dihina? Ras mana yang dihina? Agama apa yang dihina? Golongan mana yang dihina? Golongan para pembela penista agamakah? Apakah para pembela penista agama itu adalah sebuah golongan? Mereka takut saya ikut reuni 212? Rezim panik takut nggak dua periode. Saya adalah penulis lirik lagu terkenal di Indonesia. Bahasa sarkastik sering saya gunakan dalam lagu-lagu Dewa 19. Well&#8230; kalau ini memang murni politik, ayo kita selesaikan,” </em>tutur Dhani.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Ahmad Dhani mempertanyakan dasar polisi menetapkan dirinya sebagai tersangka pelanggaran UU ITE. Apa katanya?<a href="https://t.co/FZbFKo41qW">https://t.co/FZbFKo41qW</a></p>
<p>&mdash; detikcom (@detikcom) <a href="https://twitter.com/detikcom/status/935719271648382978?ref_src=twsrc%5Etfw">November 29, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Melihat gelagat Bang Dhani yang membantah tuduhan tersebut, mungkinkah ada kaitannya dengan teori <em>politic of denial</em> atau politik berkelit<em>? </em>Biarkan<em> aja, toh ntar </em>kebenaran bakal terkuak dengan sendirinya <em>kok</em>.</p>
<p>Mengenai <em>cuitannya </em>di <em>twitter, </em>saya melihat beliau terang-terangan <em>ngawur </em>atau <em>asbun (asal bunyi). </em>Mending Bang Dhani jangan bikin pernyataan ‘atas nama logika’, kalau argumennya malah <em>nggak logis.</em></p>
<p>Kelihatannya beliau mungkin sengaja mengabaikan momen saat <em>cuitan </em>tersebut <em>diposting</em>. Bukankah itu, masih <em>panas-panasnya </em>Pilkada DKI Jakarta yang sarat dengan isu penistaan agama yang melibatkan Ahok? <em>Ingat Bang, mulutmu ya harimaumu dong.</em></p>
<p>Besar kemungkinan <em>cuitan</em> tersebut dialamatkan kepada para pendukung Ahok. Sebab, kala itu ia berada di kubu Anies-Sandi. Apakah ini belum cukup bukti untuk menetapkan Bang Dhani sebagai tersangka penyebar kebencian yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI?</p>
<p><em>Kayaknya</em> Bang Dhani sudah melupakan lirik-lirik lagu karangannya, misalnya lirik lagu<em> ‘Indonesia saja, satu</em><em>, dan laskar cinta</em>. Yang di dalamnya terkandung makna persatuan bagi bangsa Indonesia yang majemuk ini. Mungkin Bang Dhani lagi khilaf atau akibat salah <em>gaul</em>? Siapa yang tau? <strong>(K-32)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/ahmad-dhani-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jelang Milad 212, Habib Dihina</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/jelang-milad-212-habib-dihina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K32]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Nov 2017 06:43:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Azriel Akmal Wirata]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Rizieq]]></category>
		<category><![CDATA[Milad 212]]></category>
		<category><![CDATA[Rizieq Shihab]]></category>
		<category><![CDATA[Ujaran Kebencian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=16781</guid>

					<description><![CDATA[Pemilik akun media sosial, bernama Azriel dilaporkan ke Polisi karena diduga menghina Habib Rizieq. Kok muncul menjelang Milad 212? PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]iapa yang nggak kenal dengan Habib Rizieq Shihab? Beliau adalah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI). Namanya jadi viral pasca aksi ‘bela Islam’ 411 dan 212. Bahkan denger-denger para Alumninya bakal melakukan reuni untuk memperingati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Pemilik akun media sosial, bernama Azriel dilaporkan ke Polisi karena diduga menghina Habib Rizieq. <em>Kok </em>muncul menjelang Milad 212?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb31;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]iapa yang <em>nggak </em>kenal dengan Habib Rizieq Shihab? Beliau adalah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI). Namanya jadi <em>viral </em>pasca aksi ‘bela Islam’ 411 dan 212. Bahkan <em>denger-denger </em>para Alumninya bakal melakukan reuni untuk memperingati usia setahun <em>(milad)</em> dari aksi bela Islam tersebut. Mungkinkah Sang Habib hadir?</p>
<p>Tapi di tengah kesibukan jelang <em>milad</em> akbar tersebut, para pengikut Rizieq malah dibikin <em>kebakaran jenggot </em>akibat menyebarnya ujaran kebencian yang ditujukan kepada Sang Imam yang hingga kini masih berada di Arab Saudi ini. Postingan tersebut ditemukan di akun <em>facebook</em>-nya Azriel Akmal Wirata.</p>
<p>Tak pelak, Azriel pun dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri karena diduga mencemarkan nama baik dan menghina Habib mereka. Selain melontarkan ujaran kebencian, Azriel juga memposting editan photo yang menyatakan imam besar FPI itu sebagai <em>&#8216;Rizieq Arjuna Pencari Firza&#8217;.</em> Ada juga editan gambar penyanyi perempuan yang wajahnya diganti dengan wajah sang Habib.</p>
<p>Azriel diduga melakukan tindakan pidana yang bertentangan dengan Pasal 28 ayat 2 UU No 19 tahun 2016 atas perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE atau dan Pasal 158 KUHP.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Diduga Hina Rizieq Shihab, Akun Facebook Ini Dilaporkan ke Polisi <a href="https://t.co/DduhIKRjnH">https://t.co/DduhIKRjnH</a> <a href="https://t.co/nk9K8yEswB">pic.twitter.com/nk9K8yEswB</a></p>
<p>&mdash; Liputan6.com (@liputan6dotcom) <a href="https://twitter.com/liputan6dotcom/status/932996084061761536?ref_src=twsrc%5Etfw">November 21, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Setelah melihat berita ini, saya ‘terjebak’ dalam dua perasaan yang berbeda. Antara<em> pingin</em> <em>ngakak </em>dan prihatin. Mungkin <em>ngakaknya </em>karena ada gambar artis perempuan yang wajahnya diedit dan diganti dengan wajah Habib Rizieq.</p>
<p>Kalau prihatin mungkin karena peran media sosial makin <em>udah nggak karu-karuan. </em>Katanya media informasi dan komunikasi, <em>kok </em>isinya malah lebih banyak ujaran kebencian, <em>hoax</em><em>,</em> bahkan ada konten pornonya juga.</p>
<p>“Ini salah siapa, ini dosa siapa?” begitu kalau kata Opa Tommy J. Pisa.</p>
<p>Tapi <em>kenapa ya </em>berita ini malah muncul <em>jelang</em> <em>Milad</em> akbar 212? Mungkinkah sang Habib <em>bakal come back</em>? Atau masih trauma dengan kasus tahun lalu? Siapa yang tau?</p>
<p>Entah ini ada muatan politisnya atau tidak, tapi yang pasti perlu ada tindakan tegas dari pemerintah dan pihak berwajib, biar <em>nggak </em>ada lagi kejadian sekelas Saracen di masa depan. <strong>(K-32)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/STANDAR-FOTO-copy-3-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
