<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Tumpeng &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/tumpeng/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Aug 2023 10:50:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Tumpeng &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sejarah dan Filosofi Nasi Tumpeng</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/sejarah-dan-filosofi-nasi-tumpeng/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Aug 2023 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[hari spesial]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[nasi tumpeng]]></category>
		<category><![CDATA[pinterekbis]]></category>
		<category><![CDATA[pinterpolitk]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tumpeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=133555</guid>

					<description><![CDATA[PinterPolitik.com Beberapa hari lagi, kita akan memperingati hari spesial, yaitu Hari Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia. Biasanya dalam perayaan-perayaan hari spesial kita sering menikmati suguhan nasi tumpeng. Ya, nasi tumpeng sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Tumpeng adalah sajian nasi kuning berbentuk kerucut dengan berbagai macam lauk seperti tempe orek, telur balado, ayam goreng, suwiran daging, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://www.pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Beberapa hari lagi<ins>,</ins> kita akan memperingati hari spesial<ins>,</ins> yaitu <ins>H</ins>ari <ins>K</ins>emerdekaan<ins> ke-78</ins> Republik Indonesi<del>a</del>. Biasanya dalam perayaan-perayaan hari spesial kita sering menikmati suguhan nasi tumpeng.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Ya</em>, nasi tumpeng sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Tumpeng adalah sajian nasi kuning berbentuk kerucut dengan berbagai macam lauk seperti tempe orek, telur balado, ayam goreng, suwiran daging<ins>,</ins> dan lain-lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai sajian kuliner dengan nilai kearifan lokal, nasi tumpeng memiliki sejarah dan filosofi tersendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa sumber menyebutkan bahwa nasi tumpeng pada awalnya merupakan tradisi untuk memuliakan gunung-gunung yang dianggap sebagai tempat bersemayamnya para <em>Hyang</em> atau arwah leluhur. <ins></ins></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada saat penyebaran agama Hindu mulai masif di <ins>P</ins>ulau Jawa, bentuk nasi tumpeng dibuat mengerucut seperti <ins>G</ins>unung Mahameru yang dianggap sebagai tempat suci bersemayamnya para dewa dan dewi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah agama Islam masuk ke pulau Jawa, makna pembuatan nasi tumpeng pun bergeser, berubah menjadi perwujudan syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Nasi tumpeng sendiri umumnya disajikan selepas pengajian lalu dibagikan dan dimakan bersama-sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain mengandung sejarah, nasi tumpeng juga memiliki filosofi yang erat kaitannya dengan nilai toleransi, keikhlasan, kebesaran jiwa<ins>,</ins> dan kekaguman atas kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Aneka lauk di sekeliling nasi tumpeng melambangkan isi alam dan ekosistem kehidupan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Biasanya<ins>,</ins> jumlah lauk nasi tumpeng adalah sebanyak tujuh macam. Dalam <ins>B</ins>ahasa Jawa, tujuh berarti “<em>pitu</em>” yang merupakan akronim dari “<em>pitulungan</em>” atau pertolongan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Se<ins>mentara,</ins> bentuk nasi tumpeng yang menjulang tinggi melambangkan keagungan Tuhan Sang Pencipta. Warna nasi tumpeng yang didominasi oleh warna kuning, mirip dengan warna emas, memiliki makna megah, kekayaan<ins>,</ins> dan moral yang luhur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Demikianlah sejarah dan filosofi nasi tumpeng. Semoga kita bisa memaknai<del>&#8211;</del>nya dengan baik. (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/038653400_1653582996-ab015167e2def14a3a4794c3b0a2d6c8-062029900_1471333731-indochili-1024x576.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Risma Nggak Puasa Ramadan?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/risma-nggak-puasa-ramadan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S85]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Apr 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Tri Rismaharini]]></category>
		<category><![CDATA[Tumpeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=127055</guid>

					<description><![CDATA[Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) bagi tumpeng di pagi hari saat bulan Ramadan. Mengapa? Apakah Risma tidak puasa Ramadan?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melakukan peresmian Rusun Sentra Mulyajaya di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Menariknya, pada saat peresmian Mensos Risma melakukan pemotongan tumpeng dan membagikannya di saat bulan Ramadan.&nbsp;</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Tumapaking penguripan-tumindak lempeng tumuju Pangeran” ― Akronim Tumpeng</p>
</blockquote>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph">Tahu <em>nggak sih</em>,<em> guys</em>, sebenarnya istilah akronim tumpeng memiliki arti bahwa manusia harus hidup menuju jalan Tuhan? Makanya tidak heran jika tumpeng memiliki bentuk yang lancip di paling atas susunannya karena menandakan hubungan manusia dengan Yang Mahakuasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Biasanya, tumpeng dijadikan sebagai salah satu simbol perlengkapan utama ketika melakukan upacara yang diselenggarakan oleh masyarakat Jawa karena sarat akan makna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masyarakat Jawa tradisional percaya bahwa ada kekuatan gaib, yaitu Tuhan, yang akan mempengaruhi setiap jalan kehidupan. Oleh karena itu, tumpeng dijadikan sarat akan makna sebagai simbol permohonan kepada Yang Kuasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak ada yang salah memang dengan tumpeng. Namun, agaknya kejadian yang sedikit membingungkan muncul di hadapan publik karena aksi Menteri Sosial (Mensos) <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/tri-rismaharini/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Tri Rismaharini</strong></a> sapaan akrab Risma melakukan pemotongan tumpeng di saat bulan <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/ramadan/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Ramadan</strong></a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bulan Ramadan mengharuskan bagi seorang muslim untuk menunaikan kewajiban berpuasa. Dan pemotongan tumpeng tersebut dilakukan saat Risma saat sedang melakukan peresmian Rusun Sentra Mulyajaya di Bambu Apus, Jakarta Timur, dua pekan lalu.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/BQqIvgfpvqT1ojnaHb98a77yg1PuaEWTckjKeoBOkMS9N2x9eUKukM2p0xo05cDiHNRVNfTNNS20GIKVVKmq1oYDLAfTbchbgicitgxom3eXRbQNJSOdziYJjA4D1dkIrs57K187S52Z" alt="Amplop PDIP Ternyata Zakat"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Saat pemotongan tumpeng berlangsung semua orang yang mendampingi Risma sedang berpuasa, termasuk Risma sendiri. Alhasil, pemotongan tumpeng yang sudah dilakukan Risma dibagikan kepada anak-anak calon penghuni Rusun yang tidak berpuasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sepertinya yang dilakukan Risma kali ini tidak melihat situasi terlebih dahulu. Ya, <em>gimana nggak</em>? Agak sedikit membingungkan pembagian tumpeng tetap dilaksanakan pada pagi hari dan di saat sedang berpuasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam buku <em>Etika Politik: Edisi kedua</em> yang ditulis oleh Eko Handayono, Martin Herrna Susanti, dan Moh. Aris Munandar tentang tingkah laku manusia, politik memiliki kaitan dengan teori Etika Politik—teori mengenai perilaku manusia mengacu pada prinsip kebenaran dan kebaikan dalam hubungannya dengan tingkah laku manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ajaran tentang nilai-nilai moral etika politik dapat membantu memperhitungkan dampak suatu tindakan politikus atas dasar rasa keberpihakan kepada yang lemah.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebenarnya, kaitan dengan perilaku Risma memotong tumpeng pada saat bulan Ramadan dianggap memang kurang etis dan tidak tepat. Tapi, kalau dilihat lagi proses pemotongan tumpeng erat kaitannya dengan masyarakat Jawa.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkinkah Risma ingin menunjukkan jati diri sebagai masyarakat Jawa yang memiliki sarat akan makna? Atau mungkin ini hanya kesalahan dari tim Bu Risma yang memilih waktu kurang tepat dalam memotong tumpeng? <em>Hmm</em>. (S85)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="3HyshAvtJUc"><iframe title="Kenapa Banyak Lulusan Kampus Menganggur?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/3HyshAvtJUc?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Risma-Nggak-Puasa-Ramadan.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
