<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Titanic &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/titanic/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Feb 2022 02:51:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Titanic &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>JP Morgan: Dinasti Perbankan Paling Powerful di Dunia?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinpol-tv/jp-morgan-dinasti-perbankan-paling-powerful-di-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z70]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Nov 2021 05:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fact Check]]></category>
		<category><![CDATA[PinPol TV]]></category>
		<category><![CDATA[JP Morgan Chase]]></category>
		<category><![CDATA[JPMorgan]]></category>
		<category><![CDATA[Misteri Fact Check]]></category>
		<category><![CDATA[Nicola Tesla]]></category>
		<category><![CDATA[Titanic]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=89298</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="JP Morgan: Dinasti Perbankan Paling Powerful di Dunia?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/LWEImX4jELA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div><figcaption>JP Morgan dan Tesla adalah sebuah kombinasi yang luarbiasa apalagi terkait proyek Wardenclyffe Tower, sebuah proyek futuristik terkait stasiun transmisi wireless yang didirikan antara tahun 1901-1902.<br><br>Tapi, kali ini kita bukan membahas soal Tesla ya, melainkan tentang John Pierpont Morgan alias JP Morgan, orang yang menjadi pendana proyek yang dibangun Tesla itu.<br><br>Kalian tentu pernah dengar nama JP Morgan. atau identik dengan JPMorgan Chase yang merupakan salah satu institusi perbankan raksasa dunia.<br><br>kalau ditarik lebih ke belakang sejak awal kemunculannya, nyatanya banyak fakta menarik terkait gurita bisnis JP Morgan dan keluarganya. Mungkin banyak dari kalian yang belum tahu bahwa Kapal Titanic yang tenggelam pada tahun 1912 dan kemudian kisahnya difilmkan pada tahun 1997, adalah kapal yang dibiayai pembangunannya oleh JP Morgan.<br><br>Penasaran seperti apa kisahnya?</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2021/11/maxresdefault-3-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ma’ruf Amin, Tenggelamnya Titanic Jokowi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/maruf-amin-tenggelamnya-titanic-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2019 11:53:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Debat Pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'ruf Amin]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Uno]]></category>
		<category><![CDATA[Titanic]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=47467</guid>

					<description><![CDATA[Penampilan Ma’ruf Amin pada debat perdana Pilpres 2019 menjadi sorotan banyak pihak. Bahkan sebagian memprediksi sang kiai akan menjadi titik lemah Jokowi pada debat-debat berikutnya, terutama saat head to head melawan Sandiaga Uno. Ma’ruf yang dipilih di saat-saat terakhir pengumuman cawapres, semula mendatangkan kepercayaan diri bagi kubu Jokowi untuk menang mudah. Namun, kini ia berpotensi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Penampilan Ma’ruf Amin pada debat perdana Pilpres 2019 menjadi sorotan banyak pihak. Bahkan sebagian memprediksi sang kiai akan menjadi titik lemah Jokowi pada debat-debat berikutnya, terutama saat <em>head to head </em>melawan Sandiaga Uno. Ma’ruf yang dipilih di saat-saat terakhir pengumuman cawapres, semula mendatangkan kepercayaan diri bagi kubu Jokowi untuk menang mudah. Namun, kini ia berpotensi menjadi alasan kekalahan sang petahana. Faktanya, pilihan-pilihan yang dibuat di detik-detik akhir sering kali mendatangkan tragedi, sama seperti yang terjadi pada kecelakaan Kapal Titanic.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p><strong>“We would all like to vote for the best man but he is never a candidate”.</strong></p>
<p><strong>:: Kin Hubbard (1868-1930), kartunis dan jurnalis ::</strong></p></blockquote>
<p>[dropcap]S[/dropcap]alah mengambil keputusan di saat-saat akhir memang seringkali berbuah pada lahirnya tragedi. Kisah <a href="https://www.telegraph.co.uk/news/uknews/1561604/Key-that-could-have-saved-the-Titanic.html"><strong>tenggelamnya</strong></a> Kapal Titanic akibat menabrak gunung es pada tahun 1912 &#8211; yang dianggap sebagai salah satu kecelakaan transportasi komersial terbesar sepanjang sejarah &#8211; nyatanya juga terjadi karena keputusan di saat-saat terakhir.</p>
<p>Pasca kejadian tersebut memang terungkap fakta bahwa kecelakaan yang menewaskan 1.500 dari 2.224 penumpang itu terjadi karena keputusan mengganti <em>Second Officer – </em>sebutan untuk salah satu jabatan penting di dek kapal, di bawah Kapten/Nahkoda dan <em>Chief Officer</em> – beberapa saat sebelum kapal berangkat<em>. </em></p>
<p>David Blair – sang <em>Second Officer </em>yang digantikan – diketahui lupa meninggalkan kunci tempat penyimpanan teropong binokular saat ia meninggalkan kapal tersebut. Akibatnya, saat berlayar, para kru kapal tersebut harus melakukan pengamatan langsung tanpa alat bantu.</p>
<p><hr /><p><em>Konteks posisi Ma’ruf Amin ini menegaskan kelemahan Jokowi di hadapan partai-partai pendukungnya. Ini menunjukkan bahwa ia tidak mampu melawan keinginan elite-elite parpol.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fmaruf-amin-tenggelamnya-titanic-jokowi%2F&#038;text=Konteks%20posisi%20Ma%E2%80%99ruf%20Amin%20ini%20menegaskan%20kelemahan%20Jokowi%20di%20hadapan%20partai-partai%20pendukungnya.%20Ini%20menunjukkan%20bahwa%20ia%20tidak%20mampu%20melawan%20keinginan%20elite-elite%20parpol.&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Mereka kemudian tidak mampu melihat keberadaan gunung es di depan dan kisah berikutnya adalah seperti yang digambarkan oleh Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet dalam film karya James Cameron.</p>
<p>Kini, kisah serupa tentang keputusan di saat-saat akhir itu juga berpotensi melahirkan tragedi dalam konteks politik elektoral. Adalah keputusan saat-saat akhir Joko Widodo (Jokowi) memilih Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya yang kini disebut-sebut akan mendatangkan tragedi kekalahan untuk calon petahana tersebut.</p>
<p>Pasalnya, pasca debat Pilpres perdana beberapa waktu lalu, berbagai sorotan datang kepada performa Ma’ruf. Politisi senior Amien Rais misalnya, melontarkan kritik dan menyebutkan bahwa ada beberapa hal yang menonjol pada debat tersebut, salah satunya adalah ia hampir tak melihat peran Ma’ruf.</p>
<p>Pada debat tersebut, sang kiai memang tidak banyak bicara. Terhitung ia hanya berbicara selama 4 menit 1 detik. Bandingkan dengan Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo Subianto yang sekalipun juga sedikit berbicara, namun masih lebih lama dibandingkan Ma’ruf. Ia total menghabiskan 7 menit 25 detik.</p>
<p>Atas dasar itulah banyak yang menyebut penampilan Ma’ruf tenggelam selama acara tersebut. Bahkan, performa Ma’ruf di debat perdana dianggap sebagai salah satu titik lemah Jokowi. Sang kiai berkilah bahwa ia sebagai cawapres memang tidak harus berbicara banyak. Apalagi, berbagai pertanyaan yang harus dijawab oleh kubunya berhubungan dengan kebijakan-kebijakan pemerintahan Jokowi.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Netizen : Pak Ma&#39;ruf Amin dari tadi kok diem aja? </p>
<p>Pak Ma&#39;ruf Amin : pepatah mengatakan lebih baik diam, karna diam itu emas. Insya Allah sesudah debat ini emas yang terkumpul akan saya bayarkan untuk hutang negara</p>
<p>Netizen : MASYA ALLAAAAHHHH ??? <a href="https://twitter.com/hashtag/SambatPilpres2019?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#SambatPilpres2019</a></p>
<p>&mdash; Nir- (@NiraAndr) <a href="https://twitter.com/NiraAndr/status/1085905410328940544?ref_src=twsrc%5Etfw">January 17, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Persoalan ini sempat diulas oleh portal berita asal Jepang, Nikkei Asia Review sehari pasca debat. Ma’ruf bahkan <a href="https://asia.nikkei.com/Politics/Widodo-running-mate-Amin-seen-as-weak-link-in-presidential-race"><strong>disebut</strong></a> sebagai <em>weak link</em> – mata rantai yang lemah – bagi keinginan Jokowi untuk berkuasa di periode berikutnya.</p>
<p>Konteks dampaknya juga akan semakin besar karena pada debat ketiga nanti, sang kiai akan <em>head to head </em>dengan Sandi yang nota bene dari sisi usia jauh lebih muda. Jika Ma’ruf tidak mampu tampil baik, bukan tidak mungkin hal itu akan menjadi titik lemah untuk Jokowi. Tentu pertanyaannya adalah apakah hal ini bisa menjadi faktor yang memungkinkan “Titanic” Jokowi tenggelam di Pilpres nanti?</p>
<h4><strong><em>Confidence Trap, </em>Bahaya Jokowi</strong></h4>
<p>Pasca memilih Ma’ruf Amin, kubu Jokowi memang percaya diri akan memenangkan kontestasi Pilpres 2019 dengan lebih mudah. Pasalnya, Ma’ruf dianggap sebagai penetralisir riuh politik identitas yang menjadi warna utama beberapa tahun terakhir. Sang kiai juga dianggap sebagai <em>win-win solution </em>kepentingan partai-partai koalisi Jokowi.</p>
<p>Dengan statusnya sebagai ulama paling <em>powerful</em> di Indonesia berbekal jabatannya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), tentu saja kubu Jokowi – terutama partai-partai pengusungnya – percaya diri terhadap pilihan politik tersebut.</p>
<p>Walaupun demikian, <em>track record </em>Ma’ruf dengan segala fatwa kontroversialnya terhadap kelompok minoritas – termasuk dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – telah <a href="https://www.newmandala.org/maruf-amin-jokowis-islamic-defender-deadweight/"><strong>diprediksi</strong></a> akan menjadi beban tersendiri bagi Jokowi. Hal itu salah satunya ditulis oleh Greg Fealy dari Australian National University (ANU). Menurut Fealy, Ma’ruf bisa menjadi beban bagi Jokowi serta menjadi ganjalan pemenangannya.</p>
<p>Konteks ini juga sejalan dengan fakta bahwa secara personal, Jokowi lebih menyukai sosok Mahfud MD. Mahfud adalah kandidat yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari, namun gagal terpilih karena benturan kepentingan politik partai-partai koalisi di saat-saat akhir.</p>
<p>Kini, potensi beban politik yang disebut Fealy menjadi bertambah besar dengan aktivitas debat politik yang harus dihadapi oleh Ma’ruf Amin yang sudah berusia sepuh.</p>
<p>Pasalnya, debat kandidat adalah salah satu bentuk kampanye politik paling penting yang menjadi alat publik untuk menilai calon pemimpin yang akan dipilih. Thomas Holbrook – profesor Ilmu Politik dari University of Wisconsin-Milwaukee, Amerika Serikat (AS) – dalam salah satu <a href="https://www.jstor.org/stable/586586?seq=1#page_scan_tab_contents"><strong>tulisannya</strong></a> menyebutkan bahwa debat Pilpres adalah “ujian paling ketat” untuk melihat efektivitas kampanye politik yang dilakukan oleh para kandidat.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/Bs9uzJTg5RN/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/Bs9uzJTg5RN/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/Bs9uzJTg5RN/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Amien Rais komentari penampilan Ma&#39;ruf Amin pasca debat Pilpres Nantikan artikel selengkapnya di Pinterpolitik.com #amienrais #marufamin #debatpilpres #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-01-23T05:00:12+00:00">Jan 22, 2019 at 9:00pm PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Menurutnya, debat menjadi sangat penting karena merupakan cara publik mengetahui program, karakter dan tampilan calon pemimpinnya, apalagi jika debat-debat tersebut ditayangkan di televisi.</p>
<p>Hal ini misalnya bisa dilihat pada debat Pilpres AS tahun 1960 yang merupakan momen <a href="https://billofrightsinstitute.org/educate/educator-resources/lessons-plans/current-events/role-presidential-debates/"><strong>pertama kali</strong></a> aktivitas tersebut disiarkan di televisi nasional. Penampilan John F. Kennedy – calon dari Partai Demokrat – yang muda dan energik mendominasi Richard Nixon – calon dari Partai Republik – yang gugup dan berkeringat. Hasilnya? Kennedy memenangkan pertarungan pada Pilpres kala itu.</p>
<p>Sejak momen Kennedy vs Nixon tersebut, konteks debat Pilpres memang selalu dinanti dan signifikansinya terus meningkat.</p>
<p>Pada titik inilah, konteks <em>performance </em>debat Ma’ruf Amin bisa menjadi kuncinya. Sekalipun Jokowi sebagai capres adalah penentu utamanya, namun posisi cawapres tidak bisa dianggap remeh. Jules Witcover, seorang jurnalis politik dan penulis buku <em>The American Vice Presidency: From Irrelevance to Power, </em><a href="https://www.smithsonianmag.com/smithsonian-institution/how-office-vice-presidency-evolved-nothing-something-180953302/"><strong>menyebutkan</strong></a> bahwa cawapres telah menjadi posisi yang penting dalam kampanye elektoral.</p>
<p>Salah memilih dan performa cawapres yang buruk, bisa berujung pada kekalahan, misalnya yang terjadi pada John McCain yang kalah karena performa Sarah Palin, sang cawapres. <a href="https://pinterpolitik.com/sandi-mencuri-panggung-debat/"><strong>(Baca: Sandi Mencuri Panggung Debat) </strong></a></p>
<p>Dengan demikian, memang ada <em>confidence trap – </em>perangkap kepercayaan diri – yang terjadi pada kubu Jokowi. Istilah ini – meminjam judul <strong><a href="https://press.princeton.edu/titles/10055.html">buku</a> </strong>David Runciman, profesor politik dari University of Cambridge – tentu saja berbahaya untuk Jokowi.</p>
<p>Kubu petahana memang terlihat <em>over confidence </em>dengan pilihan politik yang diambil di saat-saat akhir lewat penunjukan Ma’ruf Amin sebagai cawapres karena merasa akan aman dari serangan politik identitas. Namun, pada saat yang sama, mereka terjebak pada proses politik yang sangat mungkin membuat Jokowi kalah di Pilpres tahun ini.</p>
<h4><strong>Jokowi Terjebak Partai Koalisi</strong></h4>
<p>Lalu, apakah Titanic Jokowi akan benar-benar tenggelam di Pilpres kali ini?</p>
<p>Jawabannya sebetulnya tergantung pada bagaimana sang kiai dikemas dalam debat-debat yang akan datang. Selain itu, masih ada keuntungan pada diri Ma’ruf sebab oposisi tidak akan mengritiknya secara langsung karena takut kehilangan potensi dukungan dari kelompok-kelompok Islam. Apalagi, sang kiai masih menjabat sebagai Ketua MUI non-aktif.</p>
<p>Selain itu, ada kemungkinan<a href="https://nasional.kompas.com/read/2017/02/21/22505781/rasionalitas.pemilih.jakarta"><strong> rasionalitas pemilih</strong></a> akan jadi faktor penentu hasil akhir. Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu adalah salah satu contoh bagaimana irasionalitas menjadi kunci kekalahan Ahok &#8211; sosok yang kinerjanya diapresiasi oleh 70 persen warga Jakarta, namun tidak dipilih akibat faktor penistaan agama.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BsxirRpAwrO/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BsxirRpAwrO/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BsxirRpAwrO/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Jokowi menyerang, Prabowo bertahan? Nantikan artikel selengkapnya di Pinterpolitik.com #debatcapres #debatpilpres #debatperdana #jokowi #marufamin #prabowo #sandiagauno #pilpres2019 #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-01-18T11:23:23+00:00">Jan 18, 2019 at 3:23am PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Artinya, jika konteks pemilih di Pilpres kali ini didominasi oleh kelompok irasional – yang memilih bukan berdasarkan penilaian terhadap program dan kinerja saja – maka posisi Jokowi-Ma’ruf masih cukup aman.</p>
<p>Namun, hal sebaliknya akan terjadi jika pemilih rasional-lah yang mendominasi. Apalagi debat-debat Pilpres adalah salah satu proses untuk merasionalisasi kontestasi elektoral. Dengan demikian, potensi kekalahan Jokowi akan semakin besar jika penampilan Ma’ruf mengecewakan di debat-debat mendatang.</p>
<p>Pada akhirnya, konteks posisi Ma’ruf Amin ini menegaskan kelemahan Jokowi di hadapan partai-partai pendukungnya. Ini menunjukkan bahwa sang presiden tidak mampu melawan keinginan elite-elite parpol dan kini terjebak pada fakta makin kuatnya potensi kekalahan itu terjadi.</p>
<p>Yang jelas, pilihan-pilihan yang dibuat di saat-saat akhir memang punya potensi menjadi tragedi, sama seperti saat Titanic tenggelam. Pemandangan yang kini terlihat di hadapan publik adalah pertaruhan konteks kemenangan dalam demokrasi, terutama bagi para pendukung Jokowi.</p>
<p>Sebab, seperti kata Kin Hubbard di awal tulisan, mereka ingin memilih kandidat terbaik, namun nama yang bersangkutan tidak ada di surat suara. (S13)</p>
<p><iframe type="text/html" width="640" height="360" src="https://www.youtube-nocookie.com/embed/gFkFIioO2jc?showinfo=0&#038;modestbranding=1&#038;autoplay=1&#038;mute=1&#038;loop=1&#038;autohide=1&#038;rel=0&#038;fs=0" frameborder="0" allow="autoplay" ></iframe></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/01/dfgh-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
