<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Tim 11 PA 212 &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/tim-11-pa-212/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 May 2018 04:26:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Tim 11 PA 212 &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jokowi dan Anies ‘Gagal’ Nyapres</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/jokowi-dan-anies-gagal-nyapres/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 May 2018 04:26:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Capres Versi PA 212]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Rizieq Shihab]]></category>
		<category><![CDATA[PA 212 Rekomendasikan Capres]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[TGB Zainul Majdi]]></category>
		<category><![CDATA[Tim 11 PA 212]]></category>
		<category><![CDATA[Zulkifli Hasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=30056</guid>

					<description><![CDATA[Rizieq Shihab, Prabowo Subianto, Tuan Guru Bajang, Yusril Ihza Mahendra, dan Zulkifli Hasan, lima nama capres.  Itu tadi beberapa nama yg muncul di forum diskusi dan Rakornas kita.&#8221; ~ Ketua Umum PA 212 Slamet Ma&#8217;arif PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]ersaudaraan Alumni (PA) 212 merilis lima nama calon Presiden pilihannya yang akan diperjuangkan mati – matian untuk dimenangkan dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><em><strong>Rizieq Shihab, Prabowo Subianto, Tuan Guru Bajang, Yusril Ihza Mahendra, dan Zulkifli Hasan, lima nama capres.  Itu tadi beberapa nama yg muncul di forum diskusi dan Rakornas kita.&#8221; ~ Ketua Umum PA 212 Slamet Ma&#8217;arif</strong> </em></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]ersaudaraan Alumni (PA) 212 merilis lima nama calon Presiden pilihannya yang akan diperjuangkan mati – matian untuk dimenangkan dalam kontestasi politik di Pilpres 2019.</p>
<p>Kelimanya itu diantaranya Rizieq Shihab, Prabowo Subianto, Tuan Guru Bajang, Yusril Ihza Mahendra, dan Zulkifli Hasan.</p>
<p>Mengapa tak ada nama Jokowi dan Anies Baswedan dalam daftar calon Presiden versi PA 212 itu ya? <em>Ehm, </em>ga terbayangkan, <em>weleeh weleeh.</em></p>
<p><em>Ehmm, </em>entahlah. Tapi emangnya PA 212 mau mencalonkan Jokowi? Kalau lihat dari gelagatnya sih, engga deh, cermati aja bukankah PA 212 acapkali mengkritik kepemimpinannya Jokowi?</p>
<p><em>Weeiittss, oiya</em> lupa kan kemarin PA 212 sudah berjumpa dalam pertemuan tertutup ya sama Jokowi, <em>weleeh weleeh. </em></p>
<p>Nama calon Presiden awalnya dibahas dalam Rakornas PA 212, namun sempat beredar kabar kalau nama Presiden Jokowi akan muncul sebagai calon Presiden yang diusung PA 212. <em>Wedeew, ahhh</em> yang bener?</p>
<p>Kabarnya sih begitu, kalau kata Adhyaksa Dault yang turut hadir dalam Rakornas PA 212. Kata Adhyaksa, Jokowi masuk bursa calon Presiden versi PA 212. Usut punya usut, ternyata Jokowi tak direstui PA 212.</p>
<p>Hal itu terbukti saat PA 212 mengumumkan nama calon Presiden, sayang sekali Jokowi disebut namanya, alhasil, Jokowi tak menjadi pilihan alias gagal diusung jadi calon Presiden versi PA 212.</p>
<p>Ternyata <em>ehh </em>ternyata, PA 212 juga tak memberikan restu kepada Anies Baswedan. Padahal, Anies merupakan sosok yang tak asing dimata PA 212. <em>Ehmm, </em>tak asing ya, apalagi pas Pilkada DKI Jakarta, <em>wedeew.</em></p>
<p>Mungkin PA 212 tak memasukkan Anies sebagai calon Presiden, karena ingin membuat Anies fokus sebagai Gubernur DKI Jakarta.</p>
<p><em>Wedeeew, ya kali </em>begitu. Tapi di daftar lainnya, nama Anies kok malah masuk di bursa calon Wakil Presiden versi PA 212 sih? <em>Weleeh weleeeh.</em></p>
<p>Kalau kata sejarawan dari Prancis, Pierre de Coubertin, yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan, namun bagaimana bertanding dengan baik.</p>
<p>Anies lagi dan lagi mau ‘dimanfaatkan’ untuk meraup kemenangan? <em>Uhuuk uuhuukk. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/anies-jokowi-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Amien Takut PA 212 Melempem?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/amien-takut-pa-212-melempem/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2018 08:27:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni 212]]></category>
		<category><![CDATA[Amien Rais]]></category>
		<category><![CDATA[Eggy Sudjana]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Al Khaththath]]></category>
		<category><![CDATA[Novel Bamukmin]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Rizieq Shihab]]></category>
		<category><![CDATA[Slamet Maarif]]></category>
		<category><![CDATA[Tim 11 PA 212]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=27776</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Pilpres mendatang sudah jelas diperlukan sosok pemimpin yang baru, yang kriterianya diambil dari agama. Jadi yang tidak suka menebar janji, yang kemudian melayani kepentingan bangsa sendiri.” ~ Penasihat Persaudaraan Alumni 212, Amien Rais. PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]ebagai Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212, Amien Rais kian vokal menyuarakan kepentingan umat. Biasanya sih, disampaikan dalam bentuk kritikan pedas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Pilpres mendatang sudah jelas diperlukan sosok pemimpin yang baru, yang kriterianya diambil dari agama. Jadi yang tidak suka menebar janji, yang kemudian melayani kepentingan bangsa sendiri.” ~ Penasihat Persaudaraan Alumni 212, Amien Rais.</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]ebagai Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212, Amien Rais kian vokal menyuarakan kepentingan umat. Biasanya sih, disampaikan dalam bentuk kritikan pedas terhadap rezim Pemerintahan saat ini yang dinilai tidak pro terhadap umat Islam. Terbukti banyak ulama yang terus dikriminalisasi. <em>Mmm,</em> maksudnya ulama yang lagi <em>nyantol</em> di Arab Saudi itu bukan ya?</p>
<p>Dan sebelum ini, Tim 11 PA 212 sempat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, pada Minggu, 22 April 2018. Ya hasil pertemuannya sih masih seputar apa yang diserukan Amien tadi. Hanya saja, Amien gak ikut dalam pertemuan itu, sehingga setelahnya, ia perlu melakukan pertemuan kembali dengan Tim 11 tersebut.</p>
<p><em>Lah,</em> kalau memang sebagai penasihat PA 212 Amien dirasa perlu mengetahui isi pertemuan tersebut, kenapa dianya gak ikut aja sih waktu Tim 11 bertemu Presiden Jokowi? <em>Aya aya wae ah</em>. Oh, <em>eike</em> tahu, itu mungkin karena Tim 11 ini memang ditunjuk langsung sebagai perpanjangan tangan Rizieq Shihab.</p>
<p>Jadi bisa jadi sebagai Penasihat PA 212, Amien gak tau persis misi apa yang dibawa Tim 11 saat bertemu dengan Presiden. Ya kan bisa aja <em>dung</em> ya, PA 212 melunak terhadap Pemerintah. Karena <em>toh</em> sosok Rizieq Shihab tak bisa diabaikan dalam kehidupan sosial politik Indonesia. Sesuatu banget lah pokoknya.</p>
<p>Kalau PA 212 sampai melunak terhadap pemerintah, kan bisa repot juga Amien nanti. Udah cape<em> koar-koar</em> ‘menghasut’ sana-sini di berbagai daerah di Indonesia agar umat memilih ‘Partai Allah’, eh taunya PA 212-nya sendiri yang<em> melempem</em>. Gimana gak <em>bete</em> coba.</p>
<p>Pertemuan lanjutan PA 212 dengan Amien beserta Muhammad Al Khaththath, Eggy Sudjana, Slamet Maarif, dan Novel Bamukmin memang sepertinya bermaksud agar PA 212 tetap di jalurnya dan tetap istiqomah untuk terus menyuarakan aspirasi umat. Simpelnya, untuk kritik pemerintah saat mereka zalim.</p>
<p>Amien mungkin merasa hidup di negeri yang rezimnya zalim, sehingga perlu untuk terus mengkritik Pemerintah. Meskipun kritikannya itu terkadang gak berdasar, ya pokoknya ngeritik dulu aja deh. Kan tujuannya satu, Pilpres 2019 mendatang muncul pemimpin baru. Kira-kira asal bukan Jokowi lah ya. Amien sepertinya memang sepemikiran dengan perkataan Jonathan Swift (1667-1745), <em>‘For in reason, all government without the consent of the governed is the very definition of slavery.’</em> (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/Amien-Rais.jpeg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
