<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Teten Masduki &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/teten-masduki/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Oct 2023 12:33:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Teten Masduki &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kemenkop UKM Dorong Rencana Bisnis untuk Gantikan Skripsi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/kemenkop-ukm-dorong-rencana-bisnis-untuk-gantikan-skripsi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S83]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Oct 2023 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkop UKM]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[Teten Masduki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=139215</guid>

					<description><![CDATA[socioloop.co Kementerian Koperasi, Usaha, Kecil, dan Menengah (Kemenkop UKM) Indonesia terus berinovasi dengan langkah-langkah progresif untuk mendorong perkembangan sektor UKM di negara ini. Salah satu terobosan terbaru yang sangat diperhatikan adalah peluncuran Entrepreneur Hub di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Program ini bertujuan untuk menggugah semangat berwirausaha di kalangan mahasiswa serta mengintegrasikan pendidikan bisnis ke [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong>socioloop.co</strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Kementerian Koperasi, Usaha, Kecil, dan Menengah (Kemenkop UKM) Indonesia terus berinovasi dengan langkah-langkah progresif untuk mendorong perkembangan sektor UKM di negara ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu terobosan terbaru yang sangat diperhatikan adalah peluncuran Entrepreneur Hub di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program ini bertujuan untuk menggugah semangat berwirausaha di kalangan mahasiswa serta mengintegrasikan pendidikan bisnis ke dalam kurikulum perguruan tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, dalam pidato peresmiannya, menyoroti pentingnya menghasilkan lebih banyak pengusaha muda di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teten menjelaskan bahwa salah satu kunci untuk memajukan negara ini adalah dengan mencetak pengusaha baru yang inovatif dan berdaya saing tinggi. Menurutnya, upaya seperti Entrepreneur Hub adalah langkah positif dalam mencapai tujuan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Entrepreneur Hub adalah sebuah inisiatif yang dirancang untuk memfasilitasi pertukaran ide dan pengetahuan antara mahasiswa, dosen, dan para wirausahawan berpengalaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program ini bertujuan untuk membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan kewirausahaan mereka dan memberikan peluang nyata untuk merancang dan menjalankan bisnis mereka sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teten Masduki juga menekankan peran strategis perguruan tinggi dalam mencetak generasi pengusaha baru yang tangguh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, kampus-kampus memiliki potensi besar untuk menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi dan pengembangan ide bisnis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu aspek yang menarik perhatian adalah alternatif bagi mahasiswa untuk memenuhi syarat kelulusan. Selain tesis atau skripsi, mereka dapat memilih untuk membuat rencana bisnis yang bisa mereka jalankan setelah lulus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program Entrepreneur Hub ini telah menerima sambutan positif dari mahasiswa yang merasa semakin terdorong untuk mengembangkan keterampilan wirausaha mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diharapkan, inisiatif seperti ini akan merangsang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia dengan menciptakan lapangan kerja baru dan bisnis yang berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan adanya Entrepreneur Hub di Universitas Hasanuddin, Kemenkop UKM Indonesia telah membuka jalan untuk menciptakan lebih banyak pengusaha muda berpotensi yang dapat membantu mendorong negara ini menuju tingkat kesejahteraan dan kemajuan ekonomi yang lebih tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga inisiatif seperti ini dapat diterapkan secara luas di seluruh negeri untuk mencapai tujuan Indonesia menjadi negara maju melalui sektor UKM yang kuat dan inovatif. (S83)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/img-20230821-wa0022-750x536-1.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>ASEAN, Pasar Menjanjikan Bagi UMKM</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/asean-pasar-menjanjikan-bagi-umkm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S83]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Aug 2023 03:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[menkop ukm]]></category>
		<category><![CDATA[peluang bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Peluang Pasar]]></category>
		<category><![CDATA[Teten Masduki]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=134568</guid>

					<description><![CDATA[PinterPolitik.com Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki mengungkapkan jika kawasan ASEAN mempunyai potensi besar bagi dunia usaha, tak terkecuali bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan populasi sekitar 679 juta jiwa atau 8 persen dari populasi dunia, perlu bagi ASEAN untuk meningkatkan daya saing demi pertumbuhan ekonomi domestik dan kawasan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" data-type="link" data-id="pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki mengungkapkan jika kawasan ASEAN mempunyai potensi besar bagi dunia usaha, tak terkecuali bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan populasi sekitar 679 juta jiwa atau 8 persen dari populasi dunia, perlu bagi ASEAN untuk meningkatkan daya saing demi pertumbuhan ekonomi domestik dan kawasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“ASEAN memiliki pasar yang besar. ASEAN harus berpihak pada pelaku UMKM agar memiliki peluang dan kesempatan bersaing yang setara dengan industri besar,” Teten Masduki, Menkop UKM (23/8/23).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan populasi yang besar dan keragaman ekonomi, kawasan ini telah menyaksikan lonjakan signifikan dalam jumlah UMKM yang berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, di tengah peluang yang ada, masih ada sejumlah tantangan yang perlu diatasi untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan UMKM di ASEAN.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu faktor penting yang mendorong pertumbuhan UMKM di ASEAN adalah integrasi ekonomi di kawasan ini. Hal ini telah membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM, memungkinkan mereka untuk menjual produk dan layanan mereka di berbagai negara ASEAN.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memainkan peran kunci dalam memfasilitasi akses UMKM ke platform e-commerce dan pemasaran digital, yang dapat membantu mereka menjangkau pelanggan global dengan biaya yang relatif rendah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, masih ada tantangan yang perlu diatasi. Salah satu tantangan utama adalah akses terbatas terhadap pendanaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak UMKM di ASEAN kesulitan untuk memperoleh pinjaman atau modal yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis mereka. Inisiatif pemerintah dan lembaga keuangan untuk meningkatkan akses ke pembiayaan dan memberikan pelatihan bisnis kepada UMKM sangat penting untuk memecahkan masalah ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, perbedaan regulasi dan birokrasi antara negara-negara ASEAN dapat menjadi hambatan bagi pertumbuhan UMKM lintas batas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses perizinan yang kompleks dan perbedaan dalam standar kualitas dapat menghambat perdagangan dan kolaborasi lintas negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Koordinasi yang lebih baik antara negara-negara ASEAN dalam hal ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan UMKM lintas batas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertumbuhan UMKM di ASEAN juga harus diiringi dengan peningkatan dalam kualitas produk dan inovasi. UMKM perlu mengadopsi teknologi modern dan meningkatkan kualitas produk mereka agar dapat bersaing di pasar global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Inisiatif untuk memberikan pelatihan teknis dan pendampingan kepada UMKM dalam hal ini akan berdampak positif. (S83)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="fxmtYeyamTk"><iframe title="Bahas PSI, politik perempuan dan anak muda bersama Dara Nasution" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/fxmtYeyamTk?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/1668158733-WhatsApp-Image-2022-11-11-at-16.23.29-1024x694.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kacau! TikTok Ingkar Janji Soal Project S</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/kacau-tiktok-ingkar-janji-soal-project-s/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S83]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Aug 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[barang impor murah]]></category>
		<category><![CDATA[marketplace]]></category>
		<category><![CDATA[menkop ukm]]></category>
		<category><![CDATA[project s]]></category>
		<category><![CDATA[Teten Masduki]]></category>
		<category><![CDATA[TikTok]]></category>
		<category><![CDATA[tiktok shop]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM Online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=133673</guid>

					<description><![CDATA[PinterPolitik.com Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki berencana akan memanggil kembali TikTok karena diduga ingkar janji soal Project S yang disinyalir akan mematikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Teten mengaku mendapat aduan dari sejumlah produsen lokal yang berjualan di marketplace. Menurut para produsen lokal itu, masih banyak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong>PinterPolitik.com</strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki berencana akan memanggil kembali TikTok karena diduga ingkar janji soal Project S yang disinyalir akan mematikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teten mengaku mendapat aduan dari sejumlah produsen lokal yang berjualan di <em>marketplace.</em> Menurut para produsen lokal itu, masih banyak ditemukan barang impor dengan harga sangat murah yang dijual di <em>marketplace </em>TikTok Shop.</p>



<p class="wp-block-paragraph">TikTok diduga melakukan praktik <em>predatory pricing</em> di platform TikTok Shop. Meskipun begitu, dia belum bisa memastikan apakah produk impor tersebut dikirim secara cross border atau bukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Coba lihat TikTok kan janji untuk tidak melakukan predatory pricing, tapi saya lihat tadi di online ada parfum Rp100, celana pendek Rp2.000. Itu harga pokok penjualan (HPP)-nya saja, ongkos produksinya di dalam negeri sudah pasti di atas Rp15 ribu, nanti saya panggil lagi,&#8221; Teten Masduki, Kemenkop UKM (14/8/2023).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teten belum melihat adanya perubahan dari TikTok sejak dipanggil Juni lalu. Kondisi semacam ini disebut akan memberatkan pelaku UMKM di Indonesia untuk menjalankan bisnisnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga menilai adanya kekeliruan dari bea masuk barang-barang semacam ini, sehingga dapat dijual dengan harga murah di <em>marketplace </em>seperti TikTok Shop.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya, TikTok membantah adanya aktivitas yang dicurigai itu setelah melakukan pertemuan dengan Kemenkop UKM. Namun, faktanya disisi lain masih banyak barang murah di platform itu. (S83)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="5Cjm-WMqNlQ"><iframe title="Cara Jitu Putin Habisi Musuh-musuhnya" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/5Cjm-WMqNlQ?start=5&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Tiktok-alat-revolusi.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Siapa Saja Kena Reshuffle?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/siapa-saja-kena-reshuffle/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Dec 2021 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[budi sadikin]]></category>
		<category><![CDATA[KSP Moeldoko]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiem Makarim]]></category>
		<category><![CDATA[reshuffle menteri]]></category>
		<category><![CDATA[Teten Masduki]]></category>
		<category><![CDATA[Yasonna Laoly]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=87405</guid>

					<description><![CDATA[Indonesia Political Review (IPR) prediksi berbagai posisi kena reshuffle]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="922" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Siapa-Saja-Kena-Reshuffle-922x1024.jpg" alt="" class="wp-image-87409" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Siapa-Saja-Kena-Reshuffle-922x1024.jpg 922w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Siapa-Saja-Kena-Reshuffle-270x300.jpg 270w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Siapa-Saja-Kena-Reshuffle-135x150.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Siapa-Saja-Kena-Reshuffle-768x853.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Siapa-Saja-Kena-Reshuffle-696x773.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Siapa-Saja-Kena-Reshuffle-1068x1187.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Siapa-Saja-Kena-Reshuffle-378x420.jpg 378w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Siapa-Saja-Kena-Reshuffle.jpg 1080w" sizes="(max-width: 922px) 100vw, 922px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia Political Review (IPR) prediksi berbagai posisi kena reshuffle</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Siapa-Saja-Kena-Reshuffle-922x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Teten Masduki Lupa Ada UMKM?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/teten-masduki-lupa-ada-umkm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2020 05:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[coronavirus]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Teten Masduki]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Usaha Mikro Kecil dan Menengah]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=79246</guid>

					<description><![CDATA[“Where are you now that I need ya? Couldn&#8217;t find you anywhere” – Justin Bieber, penyanyi asal Kanada PinterPolitik.com Kita sepakat ya teman-teman bahwa pandemi Covid-19 ini memang memberikan dampak terhadap berbagai sektor. Kalau dampaknya terhadap sektor kesehatan, tidak usah diperdebatkan lagi. Itu sudah hal yang pasti. Namun, jika kita membahas dampaknya pada sektor ekonomi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“</strong><strong>Where are you now that I need ya? Couldn&#8217;t find you anywhere</strong><strong>”</strong> <strong>–</strong><strong> Justin </strong><strong>Bieber, pe</strong><strong>nyanyi asal Kanada</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">K</span>ita sepakat ya teman-teman bahwa pandemi Covid-19 ini memang memberikan dampak terhadap berbagai sektor. Kalau dampaknya terhadap sektor kesehatan, tidak usah diperdebatkan lagi. Itu sudah hal yang pasti.</p>
<p>Namun, jika kita membahas dampaknya pada sektor ekonomi, ini akan menjadi pembahasan panjang banget. Andai dibuat diskusi panel santai atau seminar, kelihatannya <em>gak</em> cukup kalau diperbincangkan hanya satu atau dua jam. Seharian penuh juga mungkin masih kurang dari berbagai sektor seperti pariwisata dan industri besar hingga ojek <em>online</em> dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). <em>Hehehe</em>.</p>
<p>Dari pariwisata dan industri besar misalnya, sejak awal ditetapkannya pandemi Covid-19 ini sebagai bencana, perputaran uang di sektor ini kembang kempis. Saking parahnya terdampak Covid-19, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (<strong><a href="https://kumparan.com/kumparanbisnis/luhut-pemulihan-pariwisata-akibat-corona-lebih-lama-daripada-akibat-terorisme-1tXHfBxBFqG/" rel="nofollow">Menko Marvest</a></strong>) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemulihan pariwisata akibat Corona lebih lama daripada akibat terorisme.</p>
<p>Tapi, kali ini, kita tidak membahas tentang dampak Covid-19 terhadap sektor pariwisata atau industri besar ya karena dua sektor itu sudah banyak orang yang memperhatikan. Pariwisata tadi sudah ada Menko Luhut yang sudah mengurusi.Kalau industri besar, sudah ada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang sering membawa aspirasi mereka.</p>
<p>Kalau UMKM, siapa yang membahas? Jarang banget, <em>bro and sist</em>. Jadi kita akan lebih membahas sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat menengah ke bawah ini. Harus diakui bahwa sektor ini mendapatkan dampak yang sangat besar. Tidak sedikit UMKM yang lebur dan gulung tikar di tengah pandemi Covid-19.</p>
<p>Di <strong><a href="https://www.ayojakarta.com/read/2020/05/11/17417/13336-pelaku-umkm-terdampak-covid-19-di-jakarta-hanya-8617-yang-dapat-bantuan/" rel="nofollow">DKI Jakarta</a></strong>, setidaknya ada 13.336 UMKM yang terdampak Covid-19. Di <strong><a href="https://www.antaranews.com/berita/1496468/2000-pelaku-umkm-warga-badui-gulung-tikar-akibat-covid-19/" rel="nofollow">masyarakat Badui</a></strong>, Kabupaten Lebak, setidaknya ada 2.000 UMKM yang sudah gulung tikar, bahkan terdapat 24 ribu UMKM di <strong><a href="https://www.antaranews.com/berita/1440104/puluhan-ribu-umkm-cianjur-gulung-tikar-dampak-covid-19/" rel="nofollow">Cianjur</a> </strong>yang terdampak dan puluhan ribu UMKM tersebut terpaksa gulung tikar.</p>
<p>Belum lagi, di wilayah lain seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan wilayah luas jawa lainnya. Beeh, mungkin sudah ada ratusan ribu UMKM yang terdampak.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CA-DGJBFxoF/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CA-DGJBFxoF/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CA-DGJBFxoF/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Luhut janji TKA Tiongkok akan bertahap dikurangkan #luhut #luhutbinsarpandjaitan #tka #tenagakerjaasing #corona #coronavirus #covid19 #pandemicorona #jagajarak #cegahcorona #cucitangan #tetapsehat #pakemasker #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-06-03T10:25:26+00:00">Jun 3, 2020 at 3:25am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Tapi, <em>by the way</em>, melihat kondisi seperti ini, pemerintah kok kelihatannya diam-diam saja ya? Adem ayem <em>gitu</em>, apalagi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop dan UMKM) Teten Masduki. <em>Behh</em>, irit banget dalam berbicara ketika kondisi seperti ini. Kalau bensin yang irit <em>sih</em> bagus ya, tapi kalau sekelas menteri, duh jangan <em>dong</em>.Kan, seorang pengambil keputusan. Bahaya itu.</p>
<p>Pertanyaan lebih jauhnya, kira-kira doi kenapa ya? Masa sih Pak Teten lupa dengan UMKM? Apa Pak Teten bingung mau ambil sikap seperti apa?</p>
<p>Atau jangan-jangan memang tidak tahu harus bersikap bagaimana? Harus berani bersikap <em>loh</em>, pak. Kalau sekelas Menteri bingung ambil sikap dan tindakan, kalau bahasa Jawanya, <em>yo ‘selak</em> <em>ambyar iki wong cilik’, </em>hancur lebur.</p>
<p>Yaa, sesekali muncul ke permukaan gitu <em>pak</em>, tapi kalau muncul jangan hanya memberikan imbauan. Kalau bisa juga sekaligus memberi terobosan konkret dan solutif. Pelaku UMKM kan butuh asupan dan uluran tangan pemerintah.<em>Hehehe.</em></p>
<p>Kalau melihat dan belajar dari negara tetangga seperti <strong><a href="https://kumparan.com/kumparanbisnis/singapura-jor-joran-beri-insentif-ke-warganya-total-rp-343-triliun-1tUfgt6EvZL/full">Singapura</a></strong>, mereka sudah membuat kebijakan dan memberikan stimulus paket fiskal sebesar SDG 33 miliar (sekitar Rp 343,1 triliun). Ditambah lagi, ada rencana pemberian stimulus khusus untuk UMKM juga <em>lho</em>. <em>Gak</em> ada niatan mencontoh kebijakan ini, Pak Teten?</p>
<p>Ya, sebagai masyarakat kecil biasa, jika boleh <em>ngasih</em> saran, kelihatannya bapak perlu <em>deh</em> menjalin komunikasi baik dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Curhat atau <em>speak-speak</em> tipis <em>gitu</em>.</p>
<p>Siapa tahu setelah diajak&nbsp;<em>ngobrol</em>, bisa jalan bareng-bareng dan ada secercah harapan bagi pelaku UMKM. Sebagai seorang Menteri, <em>gak</em> mungkin <em>dong</em> bapak tega melihat pelaku UMKM semakin tergencet seperti sekarang. Ditunggu ya pak kehadiran kebijakannya. <em>Hehehe.</em> (F46)</p>
<p><iframe loading="lazy" title="Konspirasi Bank Swiss Hanya Mitos?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/nlXi6wGE0HE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/06/Teten-Masduki-Luhut.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tukar Tambah Kabinet Jokowi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/tukar-tambah-kabinet-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2018 05:14:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Jenderal (Purn) Moeldoko]]></category>
		<category><![CDATA[reshuffle kabinet]]></category>
		<category><![CDATA[Teten Masduki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=20002</guid>

					<description><![CDATA[Hari ini, Rabu (17/1), Presiden Joko Widodo akhirnya melakukan pergantian menteri di kabinetnya. PinterPolitik.com “Nggak usah berpikir terlalu jauh, ini tugas manusiawi. Saya sendiri juga nggak ngerti.” ~ Jend (Purn) Moeldoko [dropcap]S[/dropcap]etelah kecele berkali-kali dengan isu reshuffle atau perombakan menteri di Kabinet Kerja, hari ini, akhirnya terjawab juga. Mungkin karena Presiden Jokowi sudah enggak bisa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Hari ini, Rabu (17/1), Presiden Joko Widodo akhirnya melakukan pergantian menteri di kabinetnya.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong>“Nggak usah berpikir terlalu jauh, ini tugas manusiawi. Saya sendiri juga nggak ngerti.” ~ Jend (Purn) Moeldoko</strong></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]etelah <em>kecele</em> berkali-kali dengan isu <em>reshuffle</em> atau perombakan menteri di Kabinet Kerja, hari ini, akhirnya terjawab juga. Mungkin karena Presiden Jokowi sudah enggak bisa <em>ngeles </em>lagi setelah Khofifah Indar Parawansa menyerahkan surat pengunduran dirinya secara resmi.</p>
<p>Dari berbagai isu yang berhembus lalu, prediksi bahwa Idrus Marham akan menggantikan posisi Khofifah sebagai Menteri Sosial, ternyata menjadi kenyataan. Hanya saja yang mengejutkan, ternyata Jokowi juga mengganti Kepala Staf Kepresidenan (KSP).</p>
<p>Sontak banyak orang pun bertanya-tanya, mengapa ya Teten Masduki yang selama ini terlihat <em>anteng-anteng </em>aja, malah diganti sama Jenderal (Purn) Moeldoko. Ada apa ya dibalik penggantian ini? Apa Pak Jokowi ada masalah dengan pakar ekonomi yang konon dekat dengan Megawati ini?</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Selamat atas Pelantikan &amp; Selamat bekerja untuk :<br />
1. Kepala Staf Kepresidenan <a href="https://twitter.com/GeneralMoeldoko?ref_src=twsrc%5Etfw">@GeneralMoeldoko</a><br />
2. Menteri Sosial <a href="https://twitter.com/IdrusMarham5?ref_src=twsrc%5Etfw">@IdrusMarham5</a><br />
3. Wantimpres Agum Gumelar<br />
4. KSAU Marsdya Yuyu Sutisna <a href="https://t.co/0J9zqJuldl">pic.twitter.com/0J9zqJuldl</a></p>
<p>— ERvan#Jokowi2Periode (@BosErvan) <a href="https://twitter.com/BosErvan/status/953465075779514368?ref_src=twsrc%5Etfw">January 17, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Ternyata, seperti kata Pak Moel, ga usah mikir terlalu jauh lah. Karena faktanya, Teten emang enggak bakal kemana-mana. Dia bakal tetap di istana juga, cuma jabatannya aja yang berubah jadi Koordinator Staf Khusus Presiden. <em>Woooh</em>, jadi Presiden bukan hanya menukar, tapi juga menambah!</p>
<p>Pertanyaan selanjutnya, kok Pak Moel yang seorang jenderal militer malah dikasih jabatan sebagai KSP ya? Terus dihari yang sama, Jokowi juga mengangkat Jenderal (Purn) Agum Gumelar sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), menggantikan posisi Hashim Muzadi yang wafat beberapa bulan lalu.</p>
<p>Berkumpulnya para purnawirawan jenderal di istana ini, jadi sebuah pertanyaan tersendiri lagi. Apakah Jokowi sedang berupaya ‘menguasai’ kekuatan militer dari para purnawirawan jenderal ini? Memulai tahun politik, bisa jadi Jokowi memang berupaya ‘mengamankan’ posisinya dari kemungkinan adanya “serangan lawan”.</p>
<p>Serangan lawan? <em>Widih</em>, udah kayak mau perang aja. Tapi kalau dipikir-pikir, bisa jadi sih. Secara lawan Jokowi juga berasal dari militer. Selain itu, sebagai presiden yang berasal dari sipil, keahlian strategi militer yang dimiliki oleh para jenderal ini, tentu akan sangat membantu dalam pertarungannya nanti. Pemikirannya jauh juga ya. (R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/Reshuffle1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jurus Jegal Jokowi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/jurus-jegal-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jun 2017 08:21:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrat]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli Zon]]></category>
		<category><![CDATA[Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Komunis]]></category>
		<category><![CDATA[PDI Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu Serentak 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[PKI]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden RI]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Susilo Bambang Yudhoyono]]></category>
		<category><![CDATA[Teten Masduki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=11556</guid>

					<description><![CDATA[Pemilihan Presiden masih akan berlangsung dua tahun lagi, namun persiapannya sudah memanas. Kuatnya elektabilitas Joko Widodo, diperkirakan akan membuat pertarungan memperebutkan RI satu menjadi berat. Adakah upaya yang dapat menjegalnya? PinterPolitik.com “Janganlah kita lupakan demi tujuan kita, bahwa para pemimpin berasal dari rakyat, dan bukan berada atas rakyat.” ~ Ir. Soekarno [dropcap size=big]P[/dropcap]emimpin berasal dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>Pemilihan Presiden masih akan berlangsung dua tahun lagi, namun persiapannya sudah memanas. Kuatnya elektabilitas Joko Widodo, diperkirakan akan membuat pertarungan memperebutkan RI satu menjadi berat. Adakah upaya yang dapat menjegalnya?</h4>
<hr />
<p><span style="color: #cfdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<blockquote><p><em>“Janganlah kita lupakan demi tujuan kita, bahwa para pemimpin berasal dari rakyat, dan bukan berada atas rakyat.”</em> ~ Ir. Soekarno</p></blockquote>
<p>[dropcap size=big]P[/dropcap]emimpin berasal dari rakyat dan dipilih oleh rakyat, itulah hakikat dari pemilihan umum (pemilu) langsung. Melalui Pemilu, rakyat memilih sosok yang tak hanya mumpuni dalam memimpin, tapi juga mampu memberi rasa aman dan kesejahteraan. Tak heran bila pemilu kerap diibaratkan sebagai pesta rakyat, karena pada saat itu kekuasaan sepenuhnya ada di tangan rakyat.</p>
<p>Dua tahun mendatang, pesta itu akan kembali digelar. Rakyat akan memiliki ‘kuasa’ untuk mempertahankan maupun menjegal pemimpin tertinggi negeri. Sejumlah survei dan analisa mulai digelar, memprediksi kemungkinan yang akan terjadi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Mampukah presiden masa ini, Joko Widodo, mempertahankan singgasananya? Dan siapakah yang sekiranya akan bernyali untuk mencuri?</p>
<p>“Kami mengharapkan Pak Prabowo tetap sehat dan maju untuk 2019. Sebab, kalau Prabowo terpilih sebagai pemimpin nasional, akan membuat posisi Indonesia lebih kuat,” itulah harapan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, Kamis (20/4). Kemenangan di pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta merupakan tolok ukur untuk mengusung Prabowo Subianto maju sebagai calon Presiden pada 2019.</p>
<p>Wacana akan terjadinya pertarungan kedua kalinya antara Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019 nanti, juga diamini oleh Pengamat Politik Ray Rangkuti, Jumat (13/1) lalu. Secara faktual, menurutnya, hanya nama Prabowo yang mencuat sebagai kandidat alternatif melawan Jokowi. Dari parpol besar lainnya pun, ia melihat belum ada yang kepopulerannya setingkat dan menonjol dari Prabowo.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Survei Kompas: <a href="https://twitter.com/hashtag/Jokowi?src=hash">#Jokowi</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/Prabowo?src=hash">#Prabowo</a> Dominasi Bursa <a href="https://twitter.com/hashtag/Pilpres2019?src=hash">#Pilpres2019</a> Segini <a href="https://twitter.com/hashtag/Elektabilitas?src=hash">#Elektabilitas</a> Keduanya <a href="https://t.co/oH0vIBZHZH">https://t.co/oH0vIBZHZH</a> via <a href="https://twitter.com/tribunmedan">@tribunmedan</a></p>
<p>— Tribun Medan (@tribunmedan) <a href="https://twitter.com/tribunmedan/status/869143511177744384">May 29, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="//platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<h4><strong>Elektabilitas Jokowi Masih Tinggi</strong></h4>
<blockquote><p><em>“Biarkanlah rakyat yang menentukan arah bangsa ini akan dibangun, dan bagaimana rakyat akan menjaga masa depannya, sebab rakyat pemilik sah konstitusi.” </em>~ Munir</p></blockquote>
<p>Namun Fadli Zon sebaiknya jangan besar kepala dulu, karena menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari, Jokowi masih menjadi primadona untuk memimpin Indonesia. “Jika <em>head to head</em> Jokowi <em>versus</em> Prabowo, maka Jokowi 50,2 persen dan Prabowo 28,8 persen. Belum putuskan atau tidak menjawab atau rahasia sekitar 20 persen,” katanya, Rabu (22/3).</p>
<p>Pada Pilpres 2014 lalu, Jokowi memang berhasil mengalahkan Prabowo, namun dengan perolehan suara yang tipis, yaitu 70.997.833 suara (53 persen) dan Prabowo 62.576.444 suara (46 persen). Menghadapi 2019 nanti, Jokowi bahkan sudah mengantungi dukungan dari tiga partai, yaitu Nasdem, Hanura, dan Golkar, di samping PDI Perjuangan. Namun, dukungan masih dapat berubah, tergantung peta politik jelang pendaftaran calon nanti.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-11557 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/survei-kompas.jpg" alt="" width="750" height="375" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/survei-kompas.jpg 750w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/survei-kompas-696x348.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/survei-kompas-300x150.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p>
<p>Qodari mengatakan, ada lima tolok ukur masyarakat dalam menentukan presiden yang akan dipilih. Hasil survei ini, lanjutnya, merupakan tanggapan langsung warga. “Lima alasan tertinggi memilih capres, yaitu dekat dengan rakyat 22,4 persen; terbukti kerjanya 18,8 persen; berjiwa sosial dan baik 9,3 persen; membawa perubahan 9,3 persen; dan berani 6,2 persen,” terangnya.</p>
<p>Hasil yang sama juga diraih Harian Kompas, Senin (29/5). Survei yang dilakukan April 2017 menunjukkan 41,6 persen responden menyatakan jika pemilu dilakukan saat ini, akan memilih Jokowi. Sementara Prabowo dipilih 22,1 persen responden. “Survei Saiful Mujani Research and Consulting juga memperlihatkan 58 persen masyarakat cukup puas dengan kinerja Presiden Jokowi‎,” kata Ketua Umum PKPI Hendropriyono, Senin, (12/6).</p>
<p>Mantan kepala BIN tersebut mengatakan, dukungan pada Jokowi tak lepas dari kondisi perekonomian Indonesia yang terus membaik. Salah satu indikatornya, naiknya peringkat Indonesia sebagai tempat layak berinvestasi. “Lembaga rating <em>Standard &amp; Poor&#8217;s </em>menaikkan <em>sovereign rating</em> Indonesia menjadi BBB dengan <em>outlook</em> stabil. <em>United Nations Conference on Trade and Development</em> juga menempatkan Indonesia sebagai negara berprospek investasi ke-4 dunia setelah Amerika, Tiongkok, dan India.”</p>
<h4><strong>Melemahkan Presiden Terlemah</strong></h4>
<blockquote><p><em>“Hidup adalah tantangan, jangan dengarkan omongan orang, yang penting kerja, kerja, dan kerja. Kerja akan menghasilkan sesuatu, sementara omongan hanya menghasilkan alasan.”</em> ~ Ir. Jokowi</p></blockquote>
<p>Prinsip kerja tanpa peduli omongan orang, sepertinya prinsip yang tepat dilakukan Jokowi. Karena sejak terpilih sebagai presiden, ia memiliki jumlah <em>haters </em>yang cukup banyak, terutama dari para pendukung Prabowo. Tipisnya suara kemenangan yang diraih juga menyebabkan pemerintahan Jokowi banyak mendapatkan guncangan dari anggota legislatif yang awalnya berkoalisi sebagai oposisi.</p>
<p>Fakta ini pula yang membuat analis politik dari Northwestern University, Prof. Jeffrey Winters menilai kalau Jokowi adalah presiden terlemah dalam sejarah politik Indonesia. “Jokowi presiden terlemah sejak masa Gus Dur. Dia ditinju oleh tokoh-tokoh politik yang tidak peduli dia jatuh,” kata Winters seperti dikutip dalam Wall Street Journal, Selasa, (28/7/2016).</p>
<p>Lemahnya posisi Jokowi ini, memang pada akhirnya banyak menguntungkan pihak-pihak yang ingin menjatuhkannya. Selama tiga tahun pemerintahannya, tak sedikit isu-isu yang dihembuskan untuk menjungkal kepemimpinan Jokowi. Bahkan sempat beredar upaya makar yang dilakukan pihak-pihak tertentu, dengan mendompleng aksi massa terkait kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lalu.</p>
<h4><strong>Terjangan Fitnah</strong></h4>
<blockquote><p><em>“Saya melihat ada tiga isu artifisial yang diarahkan ke Istana, ke pemerintah. Satu, anti-Islam, kedua antek China, ketiga pro-PKI.”</em></p></blockquote>
<p>Tiga isu ini diungkapkan oleh Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/5) lalu. Teten yang juga sempat diisukan sebagai antek komunis oleh Alfian Tanjung ini mengimbau, kritik yang ditujukan kepada pemerintah sebaiknya dilakukan secara proporsional.</p>
<p>Tudingan-tudingan bohong yang diarahkan secara masif kepada Presiden Jokowi ini, menurut Teten, sebenarnya untuk membentuk opini masyarakat. Berita-berita bohong itu, lanjutnya, tidak hanya mengotori demokrasi, namun juga tidak produktif di tengah usaha pemerintah menjalankan roda pembangunan nasional. <a href="https://pinterpolitik.com/jokowi-pki-gebuk-saja/"><strong>(Baca: Jokowi: PKI, Gebuk Saja!) </strong></a></p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Sangat keterlaluan mereka yg fitnah Jokowi. Presiden RI sampai hrs mempertahankan diri di FB. Mari hantam mrk yg melakukan itu thd Presiden <a href="https://t.co/uLzpdBierz">pic.twitter.com/uLzpdBierz</a></p>
<p>— Daemoen (@Mentimoen) <a href="https://twitter.com/Mentimoen/status/871763892547887105">June 5, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="//platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<h4><strong>Kebijakan Tidak Populis</strong></h4>
<blockquote><p><em>&#8220;Saya tahu, banyak yang memaki-maki saya. Untuk awal-awal. Itu yang karena belum tahu arahnya mau kemana. Saya siap tidak populer. Saya siap dimaki-maki.”</em></p></blockquote>
<p>Pernyataan ini Jokowi akui karena sudah siap dengan segala keputusan yang diambil, terutama kebijakan yang tak populis. Ada beberapa kebijakan yang ia ambil dan ini berisiko menggerus popularitasnya. Diantaranya adalah kebijakan mengalihkan subsidi BBM, menolak impor beras, hingga menghukum mati pengedar narkoba.</p>
<p>Jokowi sadar kalau perubahan yang ia dorong akan menyakitkan masyarakat. Namun, semuanya juga harus sadar kalau perubahan biasanya dimulai dengan hal-hal yang sakit. “Jangan dipikir Jokowi penakut, itu yang perlu dicatat. Waktu mengalihkan BBM November lalu, saya diingatkan. ‘Pak Jokowi, kalau mengalihkan akan menghilangkan subsidi, maka popularitas akan jatuh’. Itu risiko. Tidak ada masalah buat saya.”</p>
<p>“Tapi saya yakin tahun ini kita akan tumbuh seperti tahun kemarin. Orang bekerja harus optimis, jangan pesimis. Masyarakat juga harus optimis. Kalau ada suara-suara miring, itu tolong diluruskan. Mohon dijelaskan sebetulnya kondisinya seperti ini. Saya kira itu tugas kita bersama, sehingga tak menjadi rumor yang tak baik,” katanya Sabtu (16/5). <strong>(Baca: “<a href="https://pinterpolitik.com/tugu-rakyat-simbol-protes-mahasiswa/">Tugu” Rakyat, Simbol Protes Mahasiswa</a>) </strong></p>
<h4><strong>Presidential Threshold?</strong></h4>
<blockquote><p><em>“Hari ini Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menyatakan dukungannya kepada Ir Joko Widodo untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden RI tahun 2019 yang akan datang.”</em></p></blockquote>
<p>Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Senin (12/6) secara resmi mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi sebagai calon presiden dalam Pilpres 2019. Namun dukungan PKPI pimpinan Hendropriyono ini tentu tak akan banyak artinya bila ambang batas <em>Presidential Threshold</em> (Pres-T) yang kini tengah diributkan pemerintah dan DPR, ternyata berada di angka di atas 10 persen. Sebab PKPI tidak dapat mengusung Jokowi tanpa berkoalisi dengan partai lainnya.</p>
<p>Tarik ulur ambang batas Pres-T dalam pembahasan RUU Pemilu ini memang akan sangat berpengaruh di Pilpres 2019. Sebagian besar menganggap partai koalisi Jokowi, yaitu PDI Perjuangan, Golkar, dan Nasdem, <em>ngotot</em> ambang batas tetap 20 persen untuk memantapkan langkah Jokowi sebagai presiden untuk kedua kalinya. Sementara partai-partai kecil yang mendukung Jokowi beranggapan, tingginya ambang batas hanya akan menjegal mereka untuk menjadi partai tunggal pengusung Jokowi. <strong>(Baca: <a href="https://pinterpolitik.com/jokowi-dijebak-presidential-threshold/">Jokowi Dijebak Presidential Threshold</a>)</strong></p>
<h4><strong>Belajar Dari SBY</strong></h4>
<blockquote><p><em>“Dari sisi komitmen dan kepemimpinan, Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) berbeda sekali dengan Pak Joko Widodo. Dua profesional yang berbeda</em><em>.”</em> ~ Sri Mulyani Indrawati</p></blockquote>
<p>Ucapan Menteri Keuangan ini disetujui Koordinator Komite Pemilih Indonesia Jerry Sumampow, ia mengatakan SBY dan Jokowi mempunyai gaya kepemimpinan sendiri. “Kalau SBY hati-hati betul dalam memilih menteri, karena tidak mau pilih figur yang dicerca publik, dia tidak berani ambil risiko. Jokowi adalah orang yang mau ambil risiko terkait keputusan politiknya,” katanya, 22 Desember 2014.</p>
<p>Dari segi gaya kepribadian, Jokowi juga berbeda sekali dengan SBY. “SBY tidak tahan di-<em>bully</em> sementara Jokowi membiarkan dirinya di-<em>bully</em>. Meskipun dipilih oleh publik, namun dia tidak mau melayani publik secara gampangan,” jelasnya. Tak pelak, keputusannya berefek pada kepuasan kinerja yang rendah yaitu hanya 40,7 persen saja, sedangkan pemerintahan awal SBY, kepuasan masyarakat mencapai 70 persen.</p>
<p>Kepuasan masyarakat memang sangat berpengaruh pada tingkat elektabilitas, sikap hati-hati SBY ini juga yang pada akhirnya menuntunnya menjabat sebagai presiden selama dua periode. Walaupun di tahun 2017 ini tingkat kepuasan masyarakat meningkat menjadi 66,4 persen, namun mampukah Jokowi mengambil hati sebagian masyarakat yang sudah terlanjur kecewa, pada Pilpres 2019 nanti?</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-11558 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/jkw1.jpg" alt="Jurus Jegal Jokowi" width="630" height="462" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/jkw1.jpg 630w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/jkw1-80x60.jpg 80w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/jkw1-573x420.jpg 573w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/jkw1-300x220.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 630px) 100vw, 630px" /></p>
<p>Peneliti Senior <em>Network for South East Asian Studies</em>, Muchtar Effendi Harahap berpendapat Jokowi akan sulit menang pada Pilpres 2019 mendatang. “Parpol pendukung Jokowi sangat mungkin gagal mempengaruhi massa pemilih. Mengapa? Mesin parpol tidak akan bekerja efektif dan mendulang suara pemilih maksimal untuk Jokowi, karena pamor PDI Perjuangan pun tengah merosot,” terangnya, Sabtu (27/5).</p>
<p>Muchtar juga melihat sebagian umat Islam masih menganggap rezim Jokowi adalah rezim anti-umat Islam dan kerap mengkriminalisasi aktivis dan ulama Islam. “Itu akan diperkuat lagi apabila PPP dan PKB selaku parpol Islam tidak mendukung resmi Jokowi,” katanya. Apalagi selama tiga tahun berkuasa, Jokowi dinilai belum berhasil menunjukkan prestasi sesuai janji kampanye dan rencana pembangunan nasional jangka menengahnya.</p>
<p>Di sini lain, Qodari berpandangan kalau elektabilitas Jokowi akan tetap meningkat walaupun dukungan parpolnya rendah. Kinerja Jokowi-JK yang tinggi dalam bidang pelayanan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, kesetabilan harga di daerah terpencil, kebijakan tol laut, pemberantasan korupsi, eksekusi hukuman bagi pengedar narkoba, dan hubungan baik dengan Arab Saudi, menjadi alasan utama masyarakat memilihnya. Jadi, mampukah Jokowi memenangi pertarungan Pilpres 2019 nanti? Berikan pendapatmu. (Berbagai sumber/R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/Jokowi_Prabowo-1024x741.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sukinah: Pasung Kaki Demi Bumi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/sukinah-pasung-kaki-demi-bumi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S21]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Mar 2017 03:07:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik & Figure]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Lingkungan Hidup Strategis]]></category>
		<category><![CDATA[Kantor Staf Kepresidenan]]></category>
		<category><![CDATA[Kendeng]]></category>
		<category><![CDATA[Kendeng Melawan]]></category>
		<category><![CDATA[KLHS]]></category>
		<category><![CDATA[Mahkamah Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pegunungan Kendeng]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[PT Semen Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Semen]]></category>
		<category><![CDATA[Sukinah]]></category>
		<category><![CDATA[Teten Masduki]]></category>
		<category><![CDATA[Unjuk Rasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=7532</guid>

					<description><![CDATA[“Ibu bumi wis maringi/ibu bumi dilarani/ibu bumi kang ngadili (Ibu bumi sudah memberi/ibu bumi disakiti/ibu bumi yang mengadili)”. Pewawancara: Kate Walton PinterPolitik.com [dropcap size=big]B[/dropcap]egitulah para petani wilayah Pegunungan Kendeng, Provinsi Jawa Tengah, menyanyi sambil duduk di depan Istana Negara, Jakarta. Sejak Senin (13/3/2017), puluhan petani melakukan aksi ‘Pasung Kaki Jilid II” di sana. Tiap hari jumlah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>“</em><em>Ibu bumi wis maringi/ibu bumi dilarani/ibu bumi kang ngadili</em> (<em>Ibu bumi sudah memberi/ibu bumi disakiti/ibu bumi yang mengadili)</em><em>”.</em></strong></p>
<p>Pewawancara: <a href="https://twitter.com/waltonkate?lang=en"><em><strong>Kate Walton</strong></em></a></p>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap size=big]B[/dropcap]egitulah para petani wilayah Pegunungan Kendeng, Provinsi Jawa Tengah, menyanyi sambil duduk di depan Istana Negara, Jakarta. Sejak Senin (13/3/2017), puluhan petani melakukan aksi ‘Pasung Kaki Jilid II” di sana. Tiap hari jumlah peserta meningkat, dan pada  Jumat (17/3) sore, sudah 50 petani yang memasung kakinya dengan cara disemen.</p>
<p><figure id="attachment_7651" aria-describedby="caption-attachment-7651" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://pinterpolitik.com/sukinah-pasung-kaki-demi-bumi/"><img loading="lazy" decoding="async" class=" td-modal-image wp-image-7651 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/WhatsApp-Image-2017-03-23-at-08.56.30.jpeg" alt="Sukinah: Pasung Kaki Demi Bumi" width="1280" height="720" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/WhatsApp-Image-2017-03-23-at-08.56.30.jpeg 1280w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/WhatsApp-Image-2017-03-23-at-08.56.30-696x392.jpeg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/WhatsApp-Image-2017-03-23-at-08.56.30-1068x601.jpeg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/WhatsApp-Image-2017-03-23-at-08.56.30-747x420.jpeg 747w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/WhatsApp-Image-2017-03-23-at-08.56.30-300x169.jpeg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/WhatsApp-Image-2017-03-23-at-08.56.30-768x432.jpeg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/WhatsApp-Image-2017-03-23-at-08.56.30-1024x576.jpeg 1024w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></a><figcaption id="caption-attachment-7651" class="wp-caption-text">Foto: Pinter Politik</figcaption></figure></p>
<p>Petani-petani Kendeng itu bersedia mengecor kakinya sebagai unjuk rasa atas pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang. Mereka menolak pabrik tersebut, karena akan merusak lingkungan setempat, terutama sumber air bersih.</p>
<p>Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tetap mengeluarkan izin untuk pembangunan pabrik semen, walaupun telah ada putusan  Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan gugatan petani Kendeng untuk menghentikan pembangunan pabrik. Maka, warga meminta Gubernur Ganjar untuk mematuhi putusan MA.</p>
<p><div style="width: 640px;" class="wp-video"><video class="wp-video-shortcode" id="video-7532-1" width="640" height="640" preload="metadata" controls="controls"><source type="video/mp4" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/George-Lamberis-instagram_BRumOc3jBbU.mp4?_=1" /><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/George-Lamberis-instagram_BRumOc3jBbU.mp4">https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/George-Lamberis-instagram_BRumOc3jBbU.mp4</a></video></div></p>
<p><a href="https://www.instagram.com/p/BRumOc3jBbU/"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7643 alignleft" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/sc.jpg" alt="" width="330" height="247" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/sc.jpg 330w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/sc-80x60.jpg 80w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/sc-265x198.jpg 265w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/sc-300x225.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 330px) 100vw, 330px" /></a></p>
<p>Sudah banyak yang bicara tentang Kendeng, baik di media massa maupun di media sosial. Namun, masih ada mitos yang beredar, termasuk bahwa perempuan-perempuan yang menyemen kaki ‘dieksploitasi’. Untuk mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap, <span style="color: #cedb2a;"><strong><em>PinterPolitik.com</em> </strong></span>berbicara langsung dengan salah seorang tokoh petani Kendeng, Ibu Sukinah (41 tahun).</p>
<p>Sukinah merupakan pemimpin perempuan petani Kendeng dan dianggap motivator peserta pasung kaki. Pak Gunretno, petani yang juga tokoh masyarakat Kendeng, <a href="https://www.pressreader.com/indonesia/the-jakarta-post/20161018/281505045744563">pernah mengatakan</a> bahwa Sukinah “berbeda dari yang lain”, karena memiliki kemampuan untuk memberikan motivasi kepada petani lain.  Sukinah hanya berpendidikan SD, tapi hanya dia yang bisa menyelesaikan debat internal kelompok Kendeng melalui mediasi. Sukinah juga memimpin aksi pemasangan tenda di jalan yang menuju pabrik semen di Kendeng pada Juni 2014. Tendanya dibongkar secara paksa oleh pendukung pabrik – kaki Ibu Sukinah dan ibu lain diinjak, dan dua perempuan dilemparkan dari tenda. Mereka diancam, siapa yang menolak akan diculik. Sejak kejadian itu, Sukinah menjadi lebih yakin bahwa apa yang kelompok “Kendeng Melawan” lakukan adalah gerakan yang benar.</p>
<p>Pada 13-19 Maret 2017, untuk kedua kalinya Ibu Sukinah mengecor kaki, juga untuk menolak pabrik semen tersebut. Yang pertama pada pertengahan tahun 2016. Bedanya, pada kesempatan pertama penyemenan dilakukan selama satu hari. Kaki para petani disemen pada pagi dan dibongkar sore harinya. Sedang untuk kali ini, pada saat tidur pun kaki mereka dicor.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Selamat malam semua. Tidur yang nyenyak. <a href="https://twitter.com/hashtag/dipasungsemen2?src=hash">#dipasungsemen2</a> <a href="https://t.co/F5Dsx8bKwL">pic.twitter.com/F5Dsx8bKwL</a></p>
<p>— febriana firdaus (@febrofirdaus) <a href="https://twitter.com/febrofirdaus/status/842395131017744384">March 16, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="//platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Ibu Sukinah mengakui dirinya hanya  petani biasa. Tujuannya mengikuti unjuk rasa demi melestarikan lingkungan hidup wilayah Pegunungan Kendeng. Seperti dikatakan Pak Gunretno, kelompok Kendeng Melawan “tidak menolak pembangunan, hanya ingin pembangunan yang benar-benar mendukung masyarakat.” Begitulah tujuan aksi Selamatkan Kendeng ini.</p>
<hr />
<p>Berikut adalah wawancara di depan Istana Negara Jakarta pada Kamis (16/3).</p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #cedb2a;"><strong>Pinter Politik</strong></span>: <em><strong>Terima kasih, Ibu, sudah bersedia bicara dengan kami. Ibu dari desa mana dan Kabupaten mana?</strong></em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #800080;"><strong>Sukinah</strong></span>:<em> </em>&#8220;Nama saya Sukinah, dari Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunung, Kabupaten Rembang.&#8221;</p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #cedb2a;"><strong>Pinter Politik</strong></span>: <em><strong>Ibu tinggal di situ sejak lahir?</strong></em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #800080;"><strong>Sukinah</strong></span>:<em> </em>&#8220;Ya, sejak saya lahir, sejak nenek moyang kami, sampai kini kami  masih tinggal di situ.&#8221;</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><span style="color: #cedb2a;">Pinter Politik</span></strong>:<em><strong> Masih ada keluarga di situ?</strong></em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #800080;"><strong>Sukinah</strong></span>:<em> </em>&#8220;Ya, masih ada.&#8221;</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><span style="color: #cedb2a;">Pinter Politik</span></strong>:<em><strong> Ibu bisa ceritakan sedikit tentang kehidupan di situ?</strong></em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #800080;"><strong>Sukinah</strong></span>:<em> </em>&#8220;Kehidupan saya itu sehari-hari bertani. Kami tiap hari, walaupun apa ya Mbak, kadang-kala kami jualan, kalau hari Senin dan Kamis  sampai jam 9 pagi. Tapi, tiap hari kami bertani dan mencari rumput buat ternak.&#8221;</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><span style="color: #cedb2a;">Pinter Politik</span></strong>:<em><strong> Dan sekarang di sana, alam masih indah, masih alami?</strong></em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #800080;"><strong>Sukinah</strong></span>:<em> </em>&#8220;Kalau dulu itu sangat indah. Kalau sekarang karena tambang, sudah agak berkurang, apalagi kalau ada pabrik semen dan tambang-tambang lagi.&#8221;</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><span style="color: #cedb2a;">Pinter Politik</span></strong>:<em><strong> Menurut ibu, kalau pabrik semen dibangun di situ, dampaknya akan seperti apa?</strong></em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #800080;"><strong>Sukinah</strong></span>:<em> </em>&#8220;Dampaknya sekarang sudah dampak sosial: sama tetangga dan sama antardesa sudah nggak rukun.&#8221;</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><span style="color: #cedb2a;">Pinter Politik</span></strong>:<em><strong> Kira-kira akan ada dampak yang positif, yang bagus dari pabrik semen?</strong></em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #800080;"><strong>Sukinah</strong></span>:<em> </em>&#8220;Bagi aku sama dulur-dulur petani, nggak ada, sama sekali.&#8221;</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><span style="color: #cedb2a;">Pinter Politik</span></strong>:<em><strong> Sama sekali tidak ada?</strong></em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #800080;"><strong>Sukinah</strong></span>:<em> </em>&#8220;Nggak ada.&#8221;</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><span style="color: #cedb2a;">Pinter Politik</span></strong>:<em><strong> Tujuan dari protes ini apa saja, Bu?</strong></em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #800080;"><strong>Sukinah</strong></span>:<em> </em>&#8220;Tujuan kami ingin bertemu Pak Jokowi untuk menutup pabrik semen yang ada di Rembang, menutup tambang-tambang. Terutama di Jawa Tengah ini [supaya] nggak ada pabrik semen. Untuk melestarikan alam karena Jawa ini sudah rawan bencana, pada penduduk juga, bencana bisa diantisipasi sebelum terjadi.&#8221;</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><span style="color: #cedb2a;">Pinter Politik</span></strong>:<em><strong> Kenapa Ibu Sukinah  mau terlibat dalam protes ini?</strong></em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #800080;"><strong>Sukinah</strong></span>:<em> </em>&#8220;Karena ibu bumi aku ibaratkan sebagai ibu aku sendiri. Kalau manusia melahirkan manusia, tapi kalau bumi melahirkan air, melahirkan tanaman oleh makhluk yang hidup di bumi ini.&#8221;</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><span style="color: #cedb2a;">Pinter Politik</span></strong>:<em><strong> Ibu mau berapa lama di sini [di depan Istana Negara] pasung kaki?</strong></em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #800080;"><strong>Sukinah</strong></span>:<em> </em>&#8220;Aku belum tahu sampai berapa lama. Ya, sampai berhasil, Mbak.&#8221;</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><span style="color: #cedb2a;">Pinter Politik</span></strong>:<em><strong> Berhasil itu berarti apa buat ibu?</strong></em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #800080;"><strong>Sukinah</strong></span>:<em> </em>&#8220;Sampai kami bertemu dengan Pak Jokowi, dan apa yang kami inginkan sama dulur-dulur itu dilaksanakan Pak Jokowi, supaya pertanian  tetap diutamakan, terutama Jawa Tengah  lumbang panen Nusantara. Jadi, bukan untuk Jawa aja, Mbak, untuk luar Jawa juga.&#8221;</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><span style="color: #cedb2a;">Pinter Politik</span></strong>:<em><strong> Kalau izin buat pabrik semen  tidak dicabut, bagaimana Bu?</strong></em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #800080;"><strong>Sukinah</strong></span>:<em> </em>&#8220;Kalau itu saya belum bisa jawab, ya, Mbak. Karena belum ada faktanya. Jadi sampai kapan kami berharap Pak Jokowi melaksanakan program Nawa Cita? Tapi,  kenapa petani malah nggak [dapat apa-apa]… ya, tapi saya masih berpositif sama Pak Jokowi bahwa dia pro-rakyat, pro-orang kecil seperti kami.&#8221;</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><span style="color: #cedb2a;">Pinter Politik</span></strong>:<em><strong> Apakah Ibu sudah dengar bahwa ada surat dari kelompok dengan nama Aliansi Perempuan Masyarakat Rembang yang mengatakan perempuan-perempuan yang ikut aksi ini dieksploitasi?</strong></em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #800080;"><strong>Sukinah</strong></span>:<em> </em>&#8220;Itu siapa yang bilang? Menurut aku itu, dia iri. Dia kan pengen, cuma kan kalau dia nggak dibayar, dia nggak mau. Kalau kita itu dari hati sendiri, karena kami merasa daripada sakit besok seperti apa [buat] anak cucu, lebih baik sekarang dirasakan, besok anak cucu tinggal enaknya, seperti itu.&#8221;</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><span style="color: #cedb2a;">Pinter Politik</span></strong>:<em><strong> Jadi tidak ada eksploitasi perempuan?</strong></em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #800080;"><strong>Sukinah</strong></span>:<em> </em>&#8220;Nggak ada! Ini kemauan sendiri, nggak ada yang ajak kok.&#8221;</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><span style="color: #cedb2a;">Pinter Politik</span></strong>:<em><strong> Terima kasih, Bu Sukinah. Semoga kuat terus, semangat terus.</strong></em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #800080;"><strong>Sukinah</strong></span>:<em> </em>&#8220;Terima kasih, Mbak.&#8221;</p>
<hr />
<p><strong>Diterima Teten Masduki</strong></p>
<p>Pada Senin (20/3), beberapa peserta aksi pasung kaki dipanggil ke Kantor Staf Kepresidenan. Sukinah satu satu yang diundang. Namun, mereka tidak bertemu dengan Presiden Jokowi, hanya diterima oleh Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Pesan yang disampaikan oleh Teten Masduki, pabrik PT Semen Indonesia di Kendeng tidak akan berfungsi sebelum hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dikeluarkan.</p>
<p>Para petani Kendeng mengatakan mereka tidak puas dengan apa yang disampaikan Kepala Staf Kepresidenan, karena sudah ada putusan MA. Oleh karena itu, menurut Sukinah dan Gunretno, aksi akan berlanjut di depan Istana Negara sampai izin yang dikeluarkan oleh Pemprov Jawa Tengah dicabut.</p>
<p>Saat ditanya setelah kembali dari Kantor Staf Kepresidenan, Sukinah mengatakan, dia optimistis hasil yang mereka inginkan tercapai.*</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-7668 size-large" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/kronolagi-petani-kendeng-2-01-765x1024.jpg" alt="perjuangan petani kendeng" width="696" height="932" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/kronolagi-petani-kendeng-2-01-765x1024.jpg 765w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/kronolagi-petani-kendeng-2-01-696x931.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/kronolagi-petani-kendeng-2-01-1068x1429.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/kronolagi-petani-kendeng-2-01-314x420.jpg 314w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/kronolagi-petani-kendeng-2-01-224x300.jpg 224w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/kronolagi-petani-kendeng-2-01-768x1027.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/kronolagi-petani-kendeng-2-01.jpg 1800w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/George-Lamberis-instagram_BRumOc3jBbU.mp4" length="7391513" type="video/mp4" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/BG-yellow-Sukinah-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
