<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Sungai Citarum &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/sungai-citarum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Jun 2019 11:25:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Sungai Citarum &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Suntikan Dana Demi Citarum  Harum</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/suntikan-dana-demi-citarum-harum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jun 2019 12:21:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Citarum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=59783</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/Suntikan-Dana-Demi-Citarum-Harum.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-59784" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/Suntikan-Dana-Demi-Citarum-Harum.jpg" alt="" width="1080" height="1158" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/Suntikan-Dana-Demi-Citarum-Harum.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/Suntikan-Dana-Demi-Citarum-Harum-280x300.jpg 280w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/Suntikan-Dana-Demi-Citarum-Harum-768x823.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/Suntikan-Dana-Demi-Citarum-Harum-955x1024.jpg 955w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/Suntikan-Dana-Demi-Citarum-Harum-696x746.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/Suntikan-Dana-Demi-Citarum-Harum-1068x1145.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/Suntikan-Dana-Demi-Citarum-Harum-392x420.jpg 392w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/Suntikan-Dana-Demi-Citarum-Harum-955x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ridwan Kamil &#8216;Dikuliti&#8217; Deddy Mizwar</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/ridwan-kamil-dikuliti-deddy-mizwar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 May 2018 10:34:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Debat Pilgub Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Deddy Mizwar]]></category>
		<category><![CDATA[Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jawa Barat 2018]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi Sungai Citarum]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Citarum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=28971</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Kalau jadi Gubernur, ini (Ridwan Kamil) jadi konsultan saya. Badan Citarum bukan urusan Provinsi. Ini urusan bisa dilakukan secara vertikal. Seperti banjir Bandung tidak bisa Kang Emil benahi sendiri.&#8221; ~ Deddy Mizwar PinterPolitik.com [dropcap]W[/dropcap]akil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar yang kini mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Jawa Barat malas dan ogah untuk berdebat dengan Ridwan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Kalau jadi Gubernur, ini (Ridwan Kamil) jadi konsultan saya. Badan Citarum bukan urusan Provinsi. Ini urusan bisa dilakukan secara vertikal. Seperti banjir Bandung tidak bisa Kang Emil benahi sendiri.&#8221; ~ Deddy Mizwar</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]W[/dropcap]akil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar yang kini mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Jawa Barat malas dan ogah untuk berdebat dengan Ridwan Kamil perihal Sungai Citarum</p>
<p>Bukan tanpa sebab, Deddy merasa Ridwan Kamil tak memahami persoalan Sungai Citarum. Nah loh, ga paham tapi kok bertanya dan mengajak debat sih? <em>Weleeeh weleeeeh, </em>wajarlah namanya juga berupaya untuk saling ‘menjatuhkan’.</p>
<p>Bahkan, saking kesalnya, Deddy Mizwar berencana akan menarik Ridwan Kamil sebagai konsultan apabila terpilih dalam kontestasi Pilgub Jawa Barat nantinya. Emangnya apa sih yang dipersoalkan sama Ridwan Kamil?</p>
<p>Kata Ridwan sih, mana nih Pemerintah Provinsi Jawa Barat katanya punya program Citarum Bestari kok malah ga ada perkembangannya. Ada sesumbar tahun 2018 bisa diminumlah, tapi nyatanya ga ada ya?</p>
<p>Bahkan Ridwan sempat menyinggung, masa persoalan Sungai Citarum begini aja Presiden Jokowi sampe turun sih? <em>Hadeuuuhhh, weleeeh weleeeh. </em></p>
<p>Mendengar pertanyaan dari Ridwan Kamil yang tendensius begitu, akhirnya Deddy memilih balik badan. Nah loh, bukan tak punya jawaban, tapi rasanya gimana gitu ya, Deddy mau aja jawab tapi Ridwan Kamil bakal paham ga? <em>Ehmmm. </em></p>
<p>Makanya, setelah balik badan Deddy langsung memberikan informasi kepada Ridwan Kamil, kata Deddy pengetahuan Ridwan yang kurang perihal Sungai Citarum.</p>
<p>Kalau Ridwan tahu persoalannya, kan Sungai Citarum itu kewenangan Pemerintah Pusat, kenapa jadi mengoyak – ngoyak Pemerintah Provinsi?</p>
<p>Oh iya lupa, lagi debat kandidat ya, apapun bisa ‘halal’ jadi alat serang politik. Tapi hati – hati juga, nanti <em>blunder </em>baru tahu rasa, <em>weleeeh weleeeh. </em></p>
<p>Nah biar mudah dipahami Ridwan Kamil, Deddy coba mencontohkan, Sungai Citarum itu kan harus diselesaikan secara vertikal alias harus ada campur tangan Pemerintah Pusat.</p>
<p><em>Weeeiittss, </em>sama halnya seperti Banjir di Bandung yang tidak bisa ditangani sendiri oleh Ridwan Kamil selaku Walikota. Waktu itu butuh Pemerintah Provinsi kan? <em>Ehh, </em>jangan pura – pura lupa, <em>uhuukk uhuuukk.</em></p>
<p>Tuhkan, Ridwan Kamil malah <em>blunder, </em>makanya jangan asal serang begitu. Awalnya Deddy bertahan dengan balik badan begitu bukannya kebingungan jawabnya, tapi ga enak jadinya malah bikin <em>blunder </em>Ridwan Kamil.</p>
<p>Soalnya, Bintang iklan Sosis itu sangat memaknai apa yang disampaikan Tan Malaka bahwa pertahanan yang sebaik-baiknya adalah yang dilakukan dengan menyerang.</p>
<p>Jadi balik badannya Deddy Mizwar saat itu kayaknya cari bisikan ya biar punya pertahanan terbaik untuk serangan Ridwan Kamil, <em>ehmmm, </em>abis dapat contekan baru deh menyerang, emang enak? <em>Weleeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/deddymizwar-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ridwan Kamil Bongkar ‘Kegagalan’ Aher</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/ridwan-kamil-bongkar-kegagalan-aher/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 May 2018 07:21:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Calon Gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Gubernur Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Citarum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=28696</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Selama 10 tahun pemerintahan Kang Aher (Ahmad Heryawan) itu yang jadi masalah kan. Sampai akhirnya harus diambil alih oleh Presiden Jokowi.&#8221; ~ Ridwan Kamil PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]erhelatan kontestasi politik memang selalu diwarnai dinamika yang cukup menyita perhatian publik. Tak aneh rasanya ketika muncul akrobat politik yang dipertontonkan untuk mencitrakan diri hanya untuk menarik simpati publik. Hal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Selama 10 tahun pemerintahan Kang Aher (Ahmad Heryawan) itu yang jadi masalah kan. Sampai akhirnya harus diambil alih oleh Presiden Jokowi.&#8221; ~ Ridwan Kamil</em></strong></h4>
<hr />
<p><strong>PinterPolitik.com</strong></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]erhelatan kontestasi politik memang selalu diwarnai dinamika yang cukup menyita perhatian publik.</p>
<p>Tak aneh rasanya ketika muncul akrobat politik yang dipertontonkan untuk mencitrakan diri hanya untuk menarik simpati publik.</p>
<p>Hal ini juga terjadi di perhelatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Khususnya bila mencermati akrobat politik yang dipertontonkan salah satu calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.</p>
<p>Kali ini, Ridwan Kamil yang juga menjabat sebagai Walikota Bandung menyerang Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan a.k.a Aher. Serangan politik begini sih wajar saja dan memang lumrah, apalagi sedang panas – panasnya kontestasi politik.</p>
<p>Ridwan Kamil mengatakan bahwa kepemimpinan 2 periode Aher itu ternyata gagal. <em>Weeeittss, </em>terlalu cepatkah mengambil kesimpulan? Apa dasarnya dinyatakan gagal? Cuma jadi bahan naikin citra saja? <em>Weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Ternyata <em>ehhh </em>ternyata, Ridwan Kamil menyoroti persoalan lingkungan di Jawa Barat yang masih bermasalah walaupun Aher sudah memimpin selama 10 tahun. Tak ada kemajuan sedikitpun? Gagal total nih? Ah masa sih?</p>
<p>Sudah barang tentu kalau persoalan lingkungan di Jawa Barat yang sering mendapat sorotan itu perihal Sungai Citarum. Sungai terkotor di Indonesia, mungkin ungkapan miringnya begitu ya? <em>Weeeleeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Ridwan Kamil pun sampai mengungkit persoalan Sungai Citarum yang sangat kotor itu, sampai akhirnya membuat Presdien Jokowi turun tangan.</p>
<p><em>Waduh, </em>jangan ngungkit dong. Kalau masalah begini Gubernur ga sanggup, berarti permasalahannya perlu ditangani lebih banyak tangan lagi, jadi wajar – wajar aja sih.</p>
<p><em>Ehh </em>tapi kan Ridwan Kamil juga menjabat jadi Walikota Bandung, <em>hmm, </em>setidaknya bersinggungan juga dengan Sungai Citarum. Apa yang sudah dilakukan? Apa pasrah dan melimpahkan ke Gubernur? <em>Weeeeiittss, </em>kayaknya sih begitu.</p>
<p>Ujung – ujungnya sih, Sungai Citarum jadi bahan operan dari Walikota ke Gubernur dan akhirnya harus Presiden yang turun.</p>
<p>Tapi jangan sampai Sungai Citarum udah jadi bahan operan, <em>ehhh </em>malah jadi bahan jualan politik. Memang sih persoalan lingkungan jarang jadi narasi politik, tapi ga begitu juga kali ah.</p>
<p>Mumpung jadi calon Gubernur, Kang Emil mau melakukan apa untuk Sungai Citarum? Dan selama jadi Walikota Bandung, Sungai Citarum pernah dipikirkan ga?</p>
<p>Makanya tak aneh kalau Najwa Shihab pernah menyindir para politikus yang bernyanyi saat kontestasi politik.</p>
<p>Kata Najwa, saat terseret musim kampanye politik, terkadang kita bingung yang dikatakan itu atas alasan ideal atau sekadar taktik? Sungai Citarum jadi taktik Ridwan Kamil? (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/ridwan-kamill.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menanti Minum Air Citarum</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/menanti-minum-air-citarum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[H33]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2018 13:15:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Air Sungai Citarum]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Citarum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=20294</guid>

					<description><![CDATA[Cita-cita agar air sungai Citarum dapat diminum masih sulit diwujudkan. Persoalan limbah di sungai ini begitu sulit dipecahkan. PinterPolitik.com [dropcap]A[/dropcap]ir yang bersih tidak seharusnya berwarna hitam dan berbau. Pemandangan seperti ini bisa ditemui di sungai terpanjang kebanggaan masyarakat Jawa Barat (Jabar), Sungai Citarum. Persoalan di sungai sepanjang 269 km ini seolah tidak kunjung selesai. Persoalan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Cita-cita agar air sungai Citarum dapat diminum masih sulit diwujudkan. Persoalan limbah di sungai ini begitu sulit dipecahkan.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]A[/dropcap]ir yang bersih tidak seharusnya berwarna hitam dan berbau. Pemandangan seperti ini bisa ditemui di sungai terpanjang kebanggaan masyarakat Jawa Barat (Jabar), Sungai Citarum. Persoalan di sungai sepanjang 269 km ini seolah tidak kunjung selesai. Persoalan ini menyita perhatian banyak orang, bahkan hingga presiden.</p>
<p>Presiden Joko Widodo menaruh perhatian serius pada Sungai Citarum. Secara khusus, Jokowi menggelar rapat terbatas untuk membahas revitalisasi sungai kaya sejarah ini. Pencemaran sungai ini harus segera dihentikan. Ia menyadari betul bahwa sungai ini memiliki peran bagi kehidupan masyarakat.</p>
<p>Perhatian serupa juga berlaku pada kandidat-kandidat pada Pilgub Jabar 2018. Sebagian besar kandidat sepakat bahwa revitalisasi Citarum adalah agenda yang penting. Beberapa kandidat bahkan menjadikan pembersihan sungai ini menjadi salah satu prioritas utama.</p>
<p>Menarik bagaimana Citarum menjadi perhatian para politisi. Sungai ini memang acap menyedot perhatian banyak orang. Meski begitu, nyatanya persoalannya tidak kunjung selesai. Sungai ini hingga sekarang masih juga menjadi lautan limbah. Ada apa sebenarnya di Citarum?</p>
<h4><strong>Citarum Sumber Kehidupan</strong></h4>
<p>Sungai Citarum memiliki posisi vital di daerah yang dilaluinya. Membentang dari Bandung hingga Jakarta, sungai ini kaya akan sejarah. Sungai ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Galuh, dan Kerajaan Sunda. Sebagaimana sungai pada umumnya, Citarum berperan dalam peradaban di wilayah sekitarnya.</p>
<p>Selain kuat secara historis, sungai kebanggaan masyarakat Jabar ini juga memiliki peran dalam aspek-aspek kehidupan di sekitarnya. Bisa dikatakan bahwa sungai ini adalah sumber kehidupan bagi masyarakat yang dilewatinya. Ada sekitar 27,5 juta penduduk yang menggantungkan hidup pada sungai ini.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-20296" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/sungai-citarum.jpg" alt="Menanti Minum Air Citarum" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/sungai-citarum.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/sungai-citarum-135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/sungai-citarum-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/sungai-citarum-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/sungai-citarum-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/sungai-citarum-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/sungai-citarum-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/sungai-citarum-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/sungai-citarum-420x420.jpg 420w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>Dari sungai inilah, banyak masyarakat di wilayah sekitar Jabar mengaliri sawah mereka. Diperkirakan ada 420 ribu hektare sawah yang memanfaatkan air Citarum sebagai irigasi. Bahkan aliran sungai ini, kabarnya punya  kontribusi bagi 15,41 persen produksi padi nasional.</p>
<p>Selain untuk pertanian, air dari Citarum juga menjadi sumber air minum bagi masyarakat Jabar dan DKI Jakarta. Disebutkan bahwa 80 persen air minum warga Jakarta, disumbang dari sungai ini.</p>
<p>Potensi sungai Citarum juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Arus sungai tercatat menghasilkan total listrik sebesar 1.888 MW. Ada tiga waduk yang menjadi sumber listriknya, yaitu Waduk Saguling, Waduk Jatiluhur, dan Waduk Cirata.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr"><a href="https://twitter.com/Dadan_Ramdan_?ref_src=twsrc%5Etfw">@Dadan_Ramdan_</a> :DAS Citarum Rusak&amp;Tercemar Karena Salah Kebijakan Tata Ruang&amp;Wilayah DAS. Cekungan Bandung Hrs Terbebas dari Industri Polutif <a href="https://t.co/pixBa9oJ17">https://t.co/pixBa9oJ17</a> <a href="https://twitter.com/KementerianLHK?ref_src=twsrc%5Etfw">@KementerianLHK</a> <a href="https://twitter.com/kemaritiman?ref_src=twsrc%5Etfw">@kemaritiman</a> <a href="https://twitter.com/jokowi?ref_src=twsrc%5Etfw">@jokowi</a> <a href="https://twitter.com/aheryawan?ref_src=twsrc%5Etfw">@aheryawan</a> <a href="https://twitter.com/atr_bpn?ref_src=twsrc%5Etfw">@atr_bpn</a></p>
<p>&mdash; WALHI JABAR (@walhijabar) <a href="https://twitter.com/walhijabar/status/953129350114680833?ref_src=twsrc%5Etfw">January 16, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Meski memiliki peran yang sangat penting, sayangnya sungai ini justru dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Citarum masuk ke dalam jajaran 10 besar sungai paling tercemar di dunia. Jika melihat kondisinya, Citarum tidak nampak sebagai sungai yang bisa memberi kehidupan. Berbagai jenis limbah telah mencemari sungai yang hulunya berada di Gunung Wayang ini.</p>
<p>Dalam sebuah catatan, disebutkan bahwa pencemaran limbah di Sungai Citarum sudah mencapai tingkat yang serius. Diperkirakan ada 280 ton limbah kimia per hari yang masuk ke badan sungai. Selain itu, diperkirakan pula limbah kotoran dari ternak memberi kontribusi limbah lebih dari 400 ton per hari.</p>
<p>Sampah juga menjadi sumber polusi dari sungai sepanjang 269 km ini. Berdasarkan Survei Kodam III Siliwangi, disebutkan sebanyak 20.462 ton sampah organik dan anorganik dibuang ke Sungai Citarum.</p>
<h4><strong>Citarum Sebagai Komoditas Politik</strong></h4>
<p>Begitu buruknya kondisi Sungai Citarum, membuat banyak orang memberikan perhatian. Berbagai LSM dan aktivis lingkungan misalnya, menaruh perhatian khusus pada kondisi sungai ini. Tidak hanya itu, akademisi-akademisi jempolan pun menawarkan berbagai solusi untuk memulihkan sungai ini.</p>
<p>Di pemerintahan sendiri, kondisi Citarum yang begitu memprihatinkan sampai juga ke meja orang nomor satu negeri ini. Revitalisasi Sungai Citarum ternyata menjadi salah satu agenda utama dalam masa pemerintahan Jokowi-JK. Menurutnya, revitalisasi menjadi amat penting karena peran Citarum begitu vital bagi kehidupan.</p>
<figure id="attachment_20295" aria-describedby="caption-attachment-20295" style="width: 1300px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-20295" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/2018_01_17_39011_1516167455._large.jpg" alt="Menanti Minum Air Citarum" width="1300" height="867" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/2018_01_17_39011_1516167455._large.jpg 1300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/2018_01_17_39011_1516167455._large-300x200.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/2018_01_17_39011_1516167455._large-768x512.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/2018_01_17_39011_1516167455._large-1024x683.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/2018_01_17_39011_1516167455._large-696x464.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/2018_01_17_39011_1516167455._large-1068x712.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/2018_01_17_39011_1516167455._large-630x420.jpg 630w" sizes="(max-width: 1300px) 100vw, 1300px" /><figcaption id="caption-attachment-20295" class="wp-caption-text">Presiden Jokowi Saat Memimpin Rapat tentang Citarum (Foto: Jakarta Post)</figcaption></figure>
<p>Di tingkat lokal, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) juga begitu peduli dengan kondisi sungai ini. Secara khusus, ia membentuk forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum untuk menyelesaikan persoalan ini. Ia berharap, di tahun 2018, air dari sungai ini sudah bisa diminum.</p>
<p>Kini, jelang Pilgub Jabar 2018, para kandidat pemilihan tersebut juga ikut berbondong-bondong menunjukkan kepeduliannya pada sungai yang bermuara di Laut Jawa ini. Mereka menjadikan Citarum sebagai salah satu komoditas politik utama di Tanah Pasundan.</p>
<p>Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi contohnya, memiliki cita-cita jangka pendek untuk membersihkan Sungai Citarum. Sementara itu, pasangan TB Hasanudin-Anton Charliyan dititipkan agenda merawat Citarum oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.</p>
<p>Kini tahun 2018 sudah tiba, tetapi tanda-tanda air Citarum dapat diminum belum juga terlihat. Jika sudah banyak orang yang peduli, mengapa permasalahan di Sungai ini tidak kunjung selesai?</p>
<h4><strong>Sulitnya Membersihkan Lautan Limbah</strong></h4>
<p>Sulitnya membongkar persoalan di Sungai Citarum terjadi karena kompleksitas yang ada di wilayah ini. Lautan limbah tidak kunjung terurai karena banyaknya pihak yang saling terkait dalam upaya revitalisasinya. Menko Polhukam Wiranto mengatakan ada banyak calo, pemalak, <em>broker</em>, hingga praktik pungutan liar yang membuat kondisi sungai terpanjang di Jawa Barat itu sangat buruk.</p>
<p>Di atas kertas, jika semua orang benar-benar peduli pada sungai ini, maka permasalahannya pasti sudah bisa diatasi. Meski begitu, sudah hampir 30 tahun, berbagai upaya masih juga belum menunjukkan dampak yang signifikan.</p>
<p>Industri adalah salah satu pihak yang kerap menjadi kambing hitam dari buruknya kualitas Sungai Citarum. Wajar, sebab ada sekitar ribuan industri yang membuang limbah ke badan sungai ini. Ada sekitar 53 persen limbah industri yang dibuang ke Sungai Citarum tanpa dikelola terlebih dahulu. Artinya, sebagian besar limbah yang dibuang, adalah limbah beracun (B3) karena belum diproses terlebih dulu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Memulihkan Citarum: Mulai Dari Limbah Industri <a href="https://twitter.com/hashtag/MelawanLimbah?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#MelawanLimbah</a>. Selengkapnya di: <a href="https://t.co/sAFINlWhOp">https://t.co/sAFINlWhOp</a> <a href="https://t.co/VKop73QMmY">pic.twitter.com/VKop73QMmY</a></p>
<p>&mdash; Greenpeace Indonesia (@GreenpeaceID) <a href="https://twitter.com/GreenpeaceID/status/949547231371132928?ref_src=twsrc%5Etfw">January 6, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Karena itu, saat ini pemerintah tengah melakukan pengawasan terhadap 81 perusahaan di wilayah Karawang yang diduga kerap melakukan pembuangan limbah ke sungai secara langsung. Perusahaan tersebut, didominasi oleh industri tekstil yang tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).</p>
<p>Bahkan diperkirakan sekitar 90 persen dari 3.236 industri tekstil di sepanjang aliran Sungai Citarum, tidak memiliki IPAL. Akibatnya, air limbah yang dibuang memiliki kadar racun yang amat tinggi. Besarnya jumlah industri tanpa IPAL ini, juga dituding akibat adanya peran Pemerintah oleh para aktivis lingkungan.</p>
<p>Kesalahan terbesar adalah pemberian izin pembuangah air limbah industri yang serampangan, akibat pemerintah tidak menyadari dampai limbah bagi Sungai. Salah satu perusahaan yang terbukti melanggar tersebut adalah PT Kahatex, PT Insan Sandang Internusa, dan Five Star Textile Indonesia. Untungnya, Mahkamah Agung telah membatalkan pemberian izin pembuangan limbah bagi ketiga perusahaan ini.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr"><a href="https://twitter.com/hashtag/gerakanTidak?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#gerakanTidak</a> agar citarum kembali Bestari..<br />Setuju? Mari dukung, mari saling mengingatkan.. <a href="https://t.co/jg5H40qqO9">pic.twitter.com/jg5H40qqO9</a></p>
<p>&mdash; Ahmad Heryawan (@aheryawan) <a href="https://twitter.com/aheryawan/status/715313663939194880?ref_src=twsrc%5Etfw">March 30, 2016</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Masalah perizinan ini, memang pada akhirnya tidak terlepas dari proses penerbitan izin itu sendiri. Karena sudah bisa ditebak bila didalamnya juga akan berkaitan dengan praktik korupsi. Sebab bila tidak ada korupsi dibaliknya, bisa jadi lembaga yang memberikan izin pembuangan limbah tersebut, tidak kompeten dalam melakukan tugasnya.</p>
<p>Selain itu, dari segi penegakan hukum bagi pelaku pembuang limbah pun menjadi sorotan. Sebab selama ini, Pemerintah dinilai tidak melakukan pengawasan dan penindakan hukum yang cukup bagi pelakunya. Tidak ada hukuman yang tegas bagi pelaku, terutama industri yang membuang limbah ke Citarum.</p>
<p>Di sisi lain, ditemukan pula kalau ada oknum TNI yang berperan dalam menjaga kelanggengan Citarum tetap kotor. Belakangan, ditemukan ada oknum TNI yang justru ikut serta dalam pencemaran Sungai Citarum. Oknum ini mengaku memiliki perusahaan pengelolaan limbah medis, namun pada kenyataannya, limbah itu hanya ia buang ke sungai. Oknum tersebut, kini harus menghadapi urusan hukum dengan Polisi Militer.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr"><a href="https://twitter.com/hashtag/ayobersihkancitarum?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#ayobersihkancitarum</a> 4 : Tuips pilih kondisi sungai citarum yang mana (PIC KIRI atau PIC KANAN) ???<a href="https://twitter.com/humasjabar?ref_src=twsrc%5Etfw">@humasjabar</a> <a href="https://twitter.com/ElshintaBandung?ref_src=twsrc%5Etfw">@ElshintaBandung</a> <a href="https://twitter.com/PRFMnews?ref_src=twsrc%5Etfw">@PRFMnews</a> <a href="https://twitter.com/ridwankamil?ref_src=twsrc%5Etfw">@ridwankamil</a> <a href="https://twitter.com/aheryawan?ref_src=twsrc%5Etfw">@aheryawan</a> <a href="https://t.co/3OshtowFu4">pic.twitter.com/3OshtowFu4</a></p>
<p>&mdash; Kodam III/Siliwangi (@kodam3siliwangi) <a href="https://twitter.com/kodam3siliwangi/status/923436046125166592?ref_src=twsrc%5Etfw">October 26, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Kasus tersebut adalah ironi. Sebab selama ini Kodam Siliwangi memberikan perhatian serius pada pembersihan Sungai Citarum. Pangdam Siliwangi Doni Monardo terbilang getol menyuarakan pembersihan Citarum, karena itu penting untuk terus menelusuri adanya oknum TNI lain yang justru mencemari Citarum.</p>
<p>Berdasarkan permasalahan yang ada, menempatkan pencemaran Citarum sebagai komoditas politik adalah hal yang wajar. Namun jika terbatas di jargon saja, maka masa kegagalan revitalisasi Citarum tidak akan pernah ada penyelesaiannya. Menanti kesadaran industri dan masyarakat adalah hal yang terlampau lama diwujudkan. Pemerintah harus mulai bertindak tegas pada semua yang terlibat, termasuk internal pemerintah sendiri.</p>
<p>Koordinasi yang baik adalah kunci bagi persoalan ini. Koordinasi yang baik dapat menjadi solusi agar air Sungai Citarum menjadi layak untuk diminum. (H33)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/limbah-Citarum-1-1024x682.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
