<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Sudrajat-Syaikhu &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/sudrajat-syaikhu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Apr 2019 07:05:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Sudrajat-Syaikhu &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tjahjo ‘Marahi’ Sudrajat &#8211; Syaikhu</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/tjahjo-marahi-sudrajat-syaikhu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 May 2018 06:21:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[ahmad syaikhu]]></category>
		<category><![CDATA[Debat Pilgub Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sudrajat]]></category>
		<category><![CDATA[Sudrajat-Syaikhu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=29800</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Debat kampanye, ya sampaikan saya mau jadi gubernur, saya mau maju jadi bupati/walikota. Tegas. Jangan kampanye buat daerah tapi yang diomongkan ganti presiden. Bagaimana pemimpin daerah ditunggangi begini?&#8221; ~ Tjahjo Kumolo PinterPolitik.com [dropcap]M[/dropcap]enteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo jengkel dengan tindakan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor tiga, Sudrajat dan Ahmad Syaikhu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Debat kampanye, ya sampaikan saya mau jadi gubernur, saya mau maju jadi bupati/walikota. Tegas. Jangan kampanye buat daerah tapi yang diomongkan ganti presiden. Bagaimana pemimpin daerah ditunggangi begini?&#8221; ~ Tjahjo Kumolo</em></strong></h4>
<hr />
<p><strong><span style="color: #ccdb00;">PinterPolitik.com</span></strong></p>
<p>[dropcap]M[/dropcap]enteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo jengkel dengan tindakan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor tiga, Sudrajat dan Ahmad Syaikhu yang memamerkan kaos bertagar ganti presiden.</p>
<p>Bahkan Mendagri bukan hanya sekedar menyindir, tapi sudah menuding ada yang menunggangi pasangan yang diusung Partai Gerindra, PAN, dan PKS. Tuduhan serius? <em>Ehmmm</em>.</p>
<p><em>Wedeew</em>, mengapa Mendagri seberani itu menuduh pasangan cagub dan cawagub Jawa Barat itu? Emang Mendagri sudah memegang buktinya, kok begitu lantang, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Selain itu, Mendagri menyarankan kepada seluruh peserta Pilkada itu lebih baik kampanye yang berkaitan tentang pencalonannya saja.</p>
<p>Semisal kalau mau jadi Gubernur, Walikota, atau Bupati ya bicarakan tentang gagasan dan konsepnya, jangan malah sibuk membicarakan ganti presiden. Tjahjo merasa terganggu ya? <em>Upsss.</em></p>
<p>Ya iyalah, Tjahjo merasa terganggu, partainya sedang digoyang, <em>weleeeh weleeeh. </em>Lalu apa kiranya yang mendasari Mendagri ‘marah’ ke Sudrajat – Ahmad Syaikhu. <em>Eehmm</em> apakah murni karena Sudrajat – Syaikhu melakukan pelanggaran?</p>
<p>Atau biarlah urusan Bawaslu yang menilai salah atau engganya, kok Mendagri malah ikut – ikutan? <em>Weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Berhubung Mendagri berasal dari PDI Perjuangan jadi tahu dong apa keterkaitannya dengan tagar #2019GantiPresiden. <em>Ehm</em> sudah pasti alergi ya, masa sih? <em>Weleeeh weleeh.</em></p>
<p>Jadi wajar kalau Mendagri ngamuk karena dirinya merasa terusik juga, kan Presidennya sekarang dari PDI Perjuangan. Kalau ada yang ingin mengganti tentu harus konstitusional, sesama lahir dari si moncong putih harus saling membela dong, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Tapi emangnya PDI Perjuangan harus banget ngomel ya <em>ehmmm, </em> kan kalau ada pelanggaran atau apapun tenang aja, kan ada Bawaslu. Jadi lebih baik jangan tersita ke arah sana, buktinya aja Bawaslu sudah menjatuhkan sanksi kan? <em>Uhuuuk uhuuuk. </em></p>
<p>Mendingan laporin aja dan jangan sibuk mengomentari. Ujung – ujungnya Mendagri malah terkesan mencampuri urusan orang lain, <em>weleeeh weleeeeh. </em></p>
<p>Kalau kata Iwan Fals, ternyata banyak hal yang tidak selesai dengan amarah, urat menegang mulu gimana mau berpikir, <em>weleeeeh weleeeeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/Mendagri-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>ASYIK Dompleng #2019GantiPresiden</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/asyik-dompleng-2019gantipresiden/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2018 13:30:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[#2018AsyikMenang]]></category>
		<category><![CDATA[#2019GantiPresiden]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Asyikers]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Jabar 2018]]></category>
		<category><![CDATA[Sudrajat-Syaikhu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=28043</guid>

					<description><![CDATA[“Lebih dari 1.000 anak muda se-Bandung Raya berkumpul menggelar pawai drumband Asyik ini di CFD Dago. Untuk memeriahkan acara, kami membentangkan baliho #2019GantiPresiden &#38; #2018AsyikMenang,&#8221; ~ Juru bicara Asyikers, Yogi Gustaman. PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]ada kontestasi Pemilu saat ini, perang tagar seakan menjadi hal lumrah terjadi di media sosial. Tidak hanya di panggung politik. Tagar ini kemudian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Lebih dari 1.000 anak muda se-Bandung Raya berkumpul menggelar pawai drumband Asyik ini di CFD Dago. Untuk memeriahkan acara, kami membentangkan baliho #2019GantiPresiden &amp; #2018AsyikMenang,&#8221; ~ Juru bicara Asyikers, Yogi Gustaman.</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]ada kontestasi Pemilu saat ini, perang tagar seakan menjadi hal lumrah terjadi di media sosial. Tidak hanya di panggung politik. Tagar ini kemudian menjalar menghiasi berbagai agenda kegiatan di dunia nyata. Salah satunya pada Pawai Drumband di Car Free Day Dago, Bandung (29/4) yang membentangkan baliho #2019GantiPresiden &amp; #2018AsyikMenang.</p>
<p>Para Pendukung Milenial Sudrajat-Syaikhu Paslon No.3 Pilgub Jabar 2018 memang sengaja membentangkan beberapa Baliho bertemakan #2019GantiPresiden. Seribu lebih anak muda yang tergabung dalam komunitas Asyikers mengklaim pasangan Asyik merupakan pasangan cagub-cawagub Jabar satu-satunya yang menginginkan 2019 ganti presiden. <em>Tsadeest.</em></p>
<p>Denger-denger sih, lewat baliho bertuliskan #2018AsyikMenang dan #2019GantiPresiden. Asyikers ingin menyampaikan pesan bahwa tidak ada cara lain jika Indonesia ingin maju dan bermartabat, kecuali 2019 ganti Presiden. Dan syaratnya Asyik harus menang dulu di Pilgub Jabar. Mantap jiwa. Meski terasa gak nyambung, tapi ya sudahlah. Biarin aja, yang penting mereka senang, hahaha.</p>
<p>Arus #2019GantiPresiden memang seakan gak bisa terbendung lagi. Pilihannya cuma dua, mengikuti arus atau melawan dan hanyut tertelan ombak karenanya. <em>Wuidih</em> ngeri-ngeri sedap ya. Hal ini yang kayaknya menjadi pertimbangan Paslon Asyik terus menyerukan jargon ini. <em>Toh</em> tiga partai pendukung di belakang mereka Gerindra-PKS-PAN memang paling getol mengusung tagar ini.</p>
<p>Tapi rasanya kok emang gak pas aja ya kalau dalam Pilkada ada tagar #2019GantiPresiden. Ini <em>mah</em> artinya strategi Partai politik pengusungnya ‘sambil menyelam minum air’. Ya pas kampanye Pilkada ya juga sekalian meraup suara untuk pemilihan Presiden 2019 mendatang. Oh, jadi ada upaya penggiringan massa yang ingin Indonesia ganti Presiden untuk skalian memilih Paslon Asyik ya.<em> Sa ae lau.</em></p>
<p>Oleh tim sukses Paslon Asyik ini, pemilih dikondisikan dengan paradigma berpikir untuk membangun rasa kekecewaan terhadap sosok Presiden Jokowi dengan #2019GantiPresiden. Dengan pemahaman ini, pemikiran mereka dimobilisasi untuk memilih Paslon Pemimpin Daerah yang sejalan dengan pandangan tersebut.</p>
<p><em>Lah</em> artinya Paslon Asyik dipilih bukan berdasarkan program (Visi-Misi) apa yang hendak mereka canangkan untuk Jawa Barat, tetapi lebih kepada kesamaan rasa akan keinginan ganti Presiden. Lah, situ sehat, memanipulasi pemikiran masyarakat awam? (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/Paslon-ASYIK-Baliho-2019-Ganti-Presiden-1024x768.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Rhoma ‘Menggoyang’ Pilgub Jabar</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/rhoma-menggoyang-pilgub-jabar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2018 11:33:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Fans of Rhoma dan Soneta]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Idaman]]></category>
		<category><![CDATA[Paslon Asyik]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jawa Barat 2018]]></category>
		<category><![CDATA[Rhoma Irama]]></category>
		<category><![CDATA[Sudrajat-Syaikhu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=24302</guid>

					<description><![CDATA[“Jadi kami secara pribadi dengan Forsa, Soneta, dan Idaman sudah komitmen untuk mendukung Sudrajat-Syaikhu.” ~ Ketua Umum Partai Idaman, Rhoma Irama. PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]emilu Kepala Daerah tanpa adanya dangdut, bagai sayur tanpa garam. Begitulah perumpamaan yang tepat saat ini. Itulah sebabnya, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), Sudrajat-Syaikhu (Asyik) turut menggandeng dukungan dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><em><strong>“Jadi kami secara pribadi dengan Forsa, Soneta, dan Idaman sudah komitmen untuk mendukung Sudrajat-Syaikhu.” ~ Ketua Umum Partai Idaman, Rhoma Irama.</strong></em></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]emilu Kepala Daerah tanpa adanya dangdut, bagai sayur tanpa garam. Begitulah perumpamaan yang tepat saat ini. Itulah sebabnya, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), Sudrajat-Syaikhu (Asyik) turut menggandeng dukungan dari pedangdut senior Rhoma Irama. Mantap jiwa, bisa dangdutan <em>mulu</em> nih nanti, <em>warbiasa.</em></p>
<p>Setelah menyatakan mendukung Paslon Asyik di Pilgub Jabar, Raja dangdut Rhoma Irama berkomitmen memenangkan pasangan nomor urut tiga ini melalui berbagai dukungan. Salah satunya dukungannya, akan didatangkan Forsa (Fans of Rhoma dan Soneta) dan simpatisan Partai Idaman. Yang <em>ngefans</em> Haji Rhoma, <em>kuy</em> lah merapat <em>rame-rame</em>.</p>
<p>Sejauh ini sih, Haji Rhoma gak bilang kalau dirinya bakal jadi Juru Kampanye (Jurkam) Paslon Asyik. Hanya sebatas dukungan aja katanya. Dukungan dengan kondisi Partai Idaman yang masih nyangkut sebagai peserta pemilu maksudnya? <em>Mmmm,</em> gimana ceritanya? Itu mah percuma juga dukung,<em> toh</em> gak ada kontrak politiknya.<em> Aya aya wae ah.</em></p>
<p>Oh, jangan-jangan istilah dukungan itu biar lebih &#8220;sesuatu&#8221; aja kali ya penyebutannya. Mungkin istilah yang pas itu meng-<em>hire</em> Haji Rhoma dan Soneta Group untuk menggalang massa pendukung, saat musik dangdut bergoyang. Lumayan lah ya, meski Partai Idaman masih <em>nyangkut</em>, yang penting dapur Soneta <em>tetep ngebul</em>.<em> Alhamduuuuulillah.</em></p>
<p>Tim sukses Paslon Asyik tau aja sih, kalau orang Indonesia itu kebanyakan suka musik dangdut. Ya gak peduli lah ya siapa politisi yang lagi jadi nyagub, yang penting selama jempol tangan berdiri dan gendang bergoyang, itu udah lebih dari cukup. Masalah nanti <em>nyoblos</em> Cagub siapa, ya suka-suka warganya lah. Kalau Cagubnya bagus, ya dipilih, kalau gak, ya ke laut aja <em>atuh</em>.</p>
<p>Tapi rasa-rasanya ada yang kurang deh. Masa hari gini dukungan dangdutnya cuma dari Haji Rhoma aja? Kayak kurang kekinian gitu. Harusnya nih ya, kalau Paslon Asyik mau menang, gak usah tanggung-tanggung, <em>gaet</em> aja pedangdut yang lagi<em> hits zaman now</em>, Via Vallen atau Nella Kharisma. Dijamin <em>tokcer</em> deh kampanyenya.<em> Beuh,</em> <em>ajib bener dah.</em> (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/Rhoma-Irama-dukung-Paslon-Asyik.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sandiaga ‘Menduakan’ Warga DKI</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/sandiaga-menduakan-warga-dki/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2018 04:35:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Gubernur Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jabar 2018]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Jawa Barat 2018]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Uno]]></category>
		<category><![CDATA[Sudrajat-Syaikhu]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Gubernur DKI Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=23968</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Ke depan berharap DKI dan Jawa Barat, ini memiliki potensi yang sangat besar bersama pasangan Sudrajat-Syaikhu. Untuk itu kepada masyarakat Tasikmalaya untuk mendukung pasangan Asyik.&#8221; ~ Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno. PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]opularitas Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno dimata masyarakat sepertinya membuat Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menjadikannya sebagai juru kampanye informal untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><em><strong>&#8220;Ke depan berharap DKI dan Jawa Barat, ini memiliki potensi yang sangat besar bersama pasangan Sudrajat-Syaikhu. Untuk itu kepada masyarakat Tasikmalaya untuk mendukung pasangan Asyik.&#8221; ~ Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.</strong></em></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]opularitas Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno dimata masyarakat sepertinya membuat Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menjadikannya sebagai juru kampanye informal untuk Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Sudrajat-Syaikhu.</p>
<p>Sosok Sandi kayaknya masih lebih menjual dari pada Paslon Sudrajat-Syaikhu itu sendiri. <em>Tuh</em> buktinya Gerindra masih harus meminta Bang Sandi turun ke lapangan berkampanye membantu mereka. Salah satunya seperti saat di Tasikmalaya, Minggu (18/3). <em>Yailah</em>, <em>pake</em> minta di-<em>backup</em> segala.<em> Cemen</em> ah.</p>
<p>Paslon Sudrajat-Syaikhu kayak anak kecil aja sih, minta ditemenin ke mana-mana saat kampanye. Malahan berbagai media justru lebih banyak memberitakan sosok Sandinya, ketimbang Paslon itu sendiri. Ini kan <em>ngenes</em> banget. Kok serasa Bang Sandi aja nih yang lagi mau Pilkada hahaha.</p>
<p>Oh tunggu dulu, jangan-jangan memang itu trik kampanyenya. Jadi alih-alih mempromosikan ide dan gagasan program yang akan dibawakan Sudrajat-Syaikhu, Gerindra justru memakai Sandi untuk meningkatkan pencitraan kedua Paslon ini melalui banyaknya pemberitaan di media.</p>
<p>Ini ceritanya elektabilitas Sudrajat-Syaikhu masih dangkal gitu, jadi perlu dikatrol segala sama kehadiran Bang Sandi. Mungkin tujuannya biar masyarakat Jawa Barat pas inget wajah Bang Sandi, jadi keinget Paslon Sudrajat-Syaikhu. <em>Aya aya wae ah, cape deh.</em></p>
<p>Kasian tuh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ditinggal kerja sendiri. Dia lagi kerepotan loh, razia gedung-gedung tinggi. Bantuin <em>dung</em>, jangan malah <em>kelayapan</em> bantu kampanye di Jawa Barat. Iya sih kampanyenya gak di hari kerja, tapi gak etis juga <em>keles</em>. Jawa Barat <em>mah</em> urusan dapur tetangga, jangan ikut nge-<em>riweuh.</em></p>
<p>Apa perlu seluruh warga DKI nyubitin pipinya nih, baru balik melayani masyarakat Jakarta? Biarkan masyarakat Jawa Barat memilih calon gubernurnya berdasarkan visi misi program yang dibawa. Ini Bang Sandi kayaknya masih kebawa suasana Pilgub DKI Jakarta kemarin ya. Jadi masih semangat ’45 buat ikut kampanye lagi. <em>Wadezig,</em> kerja Bang kerja, jangan kampanye <em>mulu</em>! (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/Sandiaga-Uno.jpeg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
