<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Strata Sosial &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/strata-sosial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Dec 2022 00:46:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Strata Sosial &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Retno Marsudi untuk Pilpres 2024?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/retno-marsudi-untuk-pilpres-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[I76]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2022 00:45:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Retno Marsudi]]></category>
		<category><![CDATA[Strata Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=121392</guid>

					<description><![CDATA[“Ada menteri ngemper di mal. Subhanallah low profile&#160;banget. Menteri juga manusia” – Nanik Istumawati, Istri Menteri ATR/BPN PinterPolitik.com Sebagian besar pejabat di Indonesia identik dengan kekayaan yang berlimpah dan dengan gaya hidup mewah. Tidak hanya pada diri pejabat itu, istri dan anak pejabat juga kerap tampil glamor layaknya sosialita. Namun,&#160;ternyata tak semuanya&#160;seperti itu. Ada beberapa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>“Ada menteri ngemper di mal. Subhanallah </strong><strong><em><strong><em>low profile</em></strong></em></strong><strong>&nbsp;banget. Menteri juga manusia” – Nanik Istumawati, Istri Menteri ATR/BPN</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://www.pinterpolitik.com/"><strong><u><strong>PinterPolitik.com</strong></u></strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Sebagian besar pejabat di Indonesia identik dengan kekayaan yang berlimpah dan dengan gaya hidup mewah. Tidak hanya pada diri pejabat itu, istri dan anak pejabat juga kerap tampil glamor layaknya sosialita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun<ins>,</ins>&nbsp;ternyata tak semua<ins>nya</ins>&nbsp;seperti itu. Ada beberapa pejabat yang tidak malu tampil sederhana di hadapan publik. Contohnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi yang tertangkap kamera duduk <em>ngemper</em>&nbsp;di salah satu mal di Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagian besar mengapresiasi apa&nbsp; yang dilakukan Retno dengan nada positif. Bahkan istri Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nanik Istumawati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nanik memuji dengan mengatakan tindakan <em>ngemper </em>Retno menunjukkan kesan <em>low profile</em>&nbsp;seorang menteri. <ins>Ini dianggap s</ins>ekaligus menunjukkan kalau menteri juga manusia kebanyakan yang juga bisa duduk di sudut mana saja di mal.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Anyway</em>, fenomena ini menjadi sorotan karena berbeda dari anggapan umum kalau pejabat selalu mendapatkan <em>privilege </em>tersendiri<ins>.</ins> <ins>F</ins>asilitas yang diperoleh mereka haruslah khusus dan lebih tinggi dibandingkan yang lain.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/retno-rela-ngemper-di-mal-ed.-1024x1024.jpg" alt="retno rela ngemper di mal ed." class="wp-image-121395" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/retno-rela-ngemper-di-mal-ed.-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/retno-rela-ngemper-di-mal-ed.-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/retno-rela-ngemper-di-mal-ed.-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/retno-rela-ngemper-di-mal-ed.-1536x1536.jpg 1536w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/retno-rela-ngemper-di-mal-ed.-2048x2048.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Retno Rela Ngemper di Mal?</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Jika dipikir-pikir, rupanya ada juga <em>loh</em>&nbsp;pejabat atau menteri yang keluar pakem anggapan umum semacam itu<ins>&nbsp;–</ins>&nbsp;contohnya Menteri<ins>&nbsp;Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat</ins>&nbsp;<ins>(</ins>PUPR<ins>)</ins>&nbsp;Basuki Hadimuljono. Pria yang disapa Pak <ins>B</ins>as ini juga selalu berkelakuan di<ins>&nbsp;</ins>luar pakem protokoler pada umumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anggapan umum kalau pejabat haruslah diberikan hak istimewa berawal dari cara pandang tentang kelas sosial. Dalam konteks ilmu sosial, fenomena semacam ini dikaji dalam pendekatan yang disebut stratifikasi sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep stratifikasi ini mengandaikan adanya lapisan masyarakat yang terbentuk berdasarkan struktur dan <ins>hierarki</ins>. Mulai dari masyarakat primitif hingga masyarakat modern, semuanya membentuk stratifikasi sosial tersendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fakta sosial ini dijelaskan oleh sosiolog Pitirim Sorokin yang menggambarkan<ins>&nbsp;bahwa</ins>&nbsp;kesetaraan dalam masyarakat sebenarnya adalah mitos yang tidak dapat direalisasikan sepanjang sejarah umat manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masyarakat primitif dalam kebudayaannya mempunyai stratifikasi yang kuat dan mengikat<ins>&nbsp;–</ins>&nbsp;disebut dengan kasta. Se<ins>mentara,</ins>&nbsp;pada masyarakat modern, stratifikasi ini diperkenalkan dengan istilah kelas sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Stratifikasi sosial ditata secara vertikal (atas-bawah) yang hierarkis<ins>&nbsp;–</ins>&nbsp;terdiri dari distribusi beragam hak dan keistimewaan, tugas dan tanggung jawab, nilai sosial, kekuatan sosial<ins>,</ins>&nbsp;dan pengaruh di antara anggota masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hampir semua masyarakat terstratifikasi. Stratifikasi melibatkan pembagian hak istimewa yang tidak setara di antara anggota masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Stratifikasi sosial secara alami membentuk masyarakat ke dalam kelompok atau kategori yang saling terkait satu sama lain<ins>&nbsp;–</ins>&nbsp;biasanya melalui hubungan superioritas dan subordinasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Khusus untuk Pak Bas dan Bu Retno, terlihat adanya kesadaran etika yang lebih kritis melihat konsep strata sosial tersebut. Mereka tidak terjebak pada “arus” cara <ins>berpikir</ins>&nbsp;kebanyakan orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Layaknya seorang pemimpin yang menjadi contoh atau <em>suri</em>&nbsp;<em>tauladan</em>&nbsp;bagi masyarakat, pejabat haruslah lebih berhati-hati dalam menampilkan sikap. Idealnya, pejabat publik mempunyai semacam etika kewajiban untuk mempromosikan keteraturan dibandingkan menyulut&nbsp; kekacauan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep etika kewajiban diperkenalkan oleh Immanuel Kant dengan mempromosikan konsep imperatif kategoris dan imperatif hipotetis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Immanuel Kant dalam bukunya <em>Foundations of the Metaphysic of Morals</em>&nbsp;menjelaskan tentang konsep perbedaan yang mendasar antara imperatif hipotesis dan kategoris.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Imperatif kategoris menentukan kehendak baik seseorang murni dalam dirinya sendiri. Se<ins>mentara,</ins>&nbsp;imperatif hipotesis menentukan kehendak baik seseorang, tetapi dengan tujuan atau motivasi tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari cara berpikir Kant ini<ins>,</ins>&nbsp;kita bisa menarik kesimpulan kalau pejabat haruslah memiliki imperatif kategoris, yakni konsep etika yang keluar dari panggilan suara hati. <ins>Ini t</ins>erlihat alami dan bisa menjadi rujukan banyak orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>By the way</em>, apa yang dilakukan oleh Bu Retno menjadi pelajaran berharga bagi setiap orang tua. Sering<ins>&nbsp;</ins>kali<ins>,</ins>&nbsp;kita jumpai hal yang sama terjadi dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun menjabat sebagai menteri, Bu Retno juga punya kewajiban sebagai seorang nenek untuk menyuapi cucunya. Hal tersebut <ins>alamiah</ins>&nbsp;karena kita pada dasarnya adalah individu yang mempunyai identitas berlapis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seharusnya bukan hanya Pak Bas dan Bu Retno aja <em>sih </em>yang dapat menunjukkan sikap keluar pakem semacam ini. <ins>Namun, </ins>seluruh pejabat di negeri ini harusnya menunjukkan sikap yang serupa.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, bisa-bisa Bu Retno jadi bintang baru <em>nih</em> di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi). Atau bahkan bisa jadi calon presiden (capres) alternatif perempuan untuk 2024 mendatang<ins>?</ins> <em>Uppsss. Hehehe.</em> (I76)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="QDVAjc3Mfyo"><iframe title="Ini Yang Terjadi Jika Megawati Tidak Jadi Presiden" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/QDVAjc3Mfyo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div><figcaption class="wp-element-caption">Ini Yang Terjadi Jika Megawati Tidak Jadi Presiden</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/menteri-luar-negeri-retno-marsudi-1_169.jpeg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
