<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Start-Up &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/start-up/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Aug 2023 09:05:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Start-Up &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Israel Tidak Stabil, Startup Cabut</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/israel-tidak-stabil-startup-cabut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S83]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Aug 2023 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan startup]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan startup hengkang]]></category>
		<category><![CDATA[stabilitas ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[stabilitas politik]]></category>
		<category><![CDATA[Start-Up]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=133539</guid>

					<description><![CDATA[PinterPolitik.com Stabilitas politik memainkan peran krusial dalam mengarahkan kondisi ekonomi suatu negara, termasuk mempengaruhi ekosistem startup. Perubahan politik yang tidak stabil dapat memiliki dampak signifikan terhadap ekspansi dan perkembangan startup. Stabilitas politik menciptakan lingkungan yang dapat memberikan keyakinan kepada para pelaku bisnis, termasuk para pendiri startup, untuk berinvestasi dalam jangka panjang. Ketidakpastian politik dapat menimbulkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Stabilitas politik memainkan peran krusial dalam mengarahkan kondisi ekonomi suatu negara, termasuk mempengaruhi ekosistem startup. Perubahan politik yang tidak stabil dapat memiliki dampak signifikan terhadap ekspansi dan perkembangan startup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Stabilitas politik menciptakan lingkungan yang dapat memberikan keyakinan kepada para pelaku bisnis, termasuk para pendiri startup, untuk berinvestasi dalam jangka panjang. Ketidakpastian politik dapat menimbulkan keraguan terhadap regulasi bisnis, perubahan kebijakan pajak, dan perlindungan hukum atas kekayaan intelektual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini dapat membuat investor lebih enggan untuk menyuntikkan modal ke dalam startup, menghambat pertumbuhan dan inovasi yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, stabilitas politik berperan dalam membentuk persepsi global terhadap suatu negara. Negara dengan stabilitas politik yang rendah mungkin dianggap sebagai tempat yang risiko untuk berbisnis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini dapat mengurangi minat investor asing untuk bekerja sama dengan startup lokal, membatasi akses terhadap pasar internasional, dan meredam peluang pertumbuhan global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika politik tidak stabil, prioritas pemerintah mungkin berubah dengan cepat, mengakibatkan perubahan fokus pada sektor ekonomi tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini yang kini terjadi pada Israel, perusahaan <em>startup</em> di negara itu berbondong-bondong hengkang menyusul ketegangan politik imbas reformasi yudisial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kekacauan ini sudah terjadi sejak awal tahun ini dengan puluhan ribu orang turun ke jalan setiap minggu untuk memprotes kebijakan itu yang dianggap melemahkan peradilan dan mendegradasi indepedensi Mahkamah Agung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu pengunjuk rasa adalah pendiri dan CEO Tipalti, Chen Amit yang perusahaannya bergerak di bidang akuntansi dan pembayaran global yang berbasis di Israel namun berkantor pusat di California, Amerika Serikat (AS) dan perusahaan itu bernilai US$8,3 miliar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Amit terpaksa mengalihkan dana dan investasinya ke luar negeri karena kekhawatiran akan ketidakpastian, gangguan, serta risiko dari perombakan yudisial Israel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Karena risiko kelangsungan bisnis yang ditimbulkan oleh perombakan tersebut, perusahaan memperoleh visa L1 yang memungkinkan pemberi kerja AS untuk memindahkan staf dari kantor luar negerinya ke kantor Amerika,&#8221; Chen Amit, Pengusaha <em>Startup </em>di Israel (12/8/23).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesimpulannya, stabilitas politik memiliki pengaruh signifikan terhadap ekosistem startup. Meskipun perubahan politik dapat membawa tantangan, stabilitas politik yang baik dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan, inovasi, dan investasi dalam startup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, penting bagi negara-negara untuk memprioritaskan stabilitas politik sebagai landasan bagi perkembangan ekonomi dan industri startup yang berkelanjutan. (S83)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="5Cjm-WMqNlQ"><iframe title="Cara Jitu Putin Habisi Musuh-musuhnya" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/5Cjm-WMqNlQ?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/perdana-menteri-palestina-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bangkrutnya SVB, Suramnya Bisnis Start-up?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/ruang-publik/bangkrutnya-svb-suramnya-bisnis-start-up/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pinter Politik]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Mar 2023 16:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ruang Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Silicon Valley Bank]]></category>
		<category><![CDATA[Start-Up]]></category>
		<category><![CDATA[SVB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=126408</guid>

					<description><![CDATA[Silicon Valley Bank (SVB) mengalami kebangkrutan pada awal Maret 2023. Mungkinkah bangkrutnya SVB pertanda suramnya bisnis start-up?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pada awal Maret 2023 lalu, Silicon Valley Bank (SVB) yang kerap memberi pinjaman pada perusahaan-perusahaan </strong><strong><em>start-up</em></strong><strong> mengalami kebangkrutan. Di tengah banyaknya persoalan seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), mungkinkah bangkrutnya SVB menjadi pertanda suramnya bisnis </strong><strong><em>start-up</em></strong><strong>?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 10 Maret 2023, seluruh nasabah Silicon Valley Bank (SVB) berbondong-bondong menarik deposit mereka yang mengakibatkan bangkrutnya bank tersebut. Ini terjadi setelah SVB mengumumkan bahwa mereka telah menjual banyak sekuritas dengan harga miring dan mengumumkan akan menjual saham baru sebesar 2,25 miliar dolar Amerika Serikat (AS) untuk menutupi permasalahan keuangannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">SVB tercatat sebagai bank terbesar ke-16 di AS berdasarkan aset sebesar 220 miliar dolar AS yang dimilikinya. Ini adalah kegagalan terbesar setelah Washington Mutual bangkrut di tahun 2008. Pada saat itu, kebangkrutan tersebut memicu krisis keuangan yang melumpuhkan perekonomian selama bertahun-tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keuangan SVB melonjak pesat apabila dilihat dari 2020 sampai dengan 2022 dengan total asetnya yang terus bertambah. Pada 2020, keuangan SVB mencapai 115,511 miliar dolar AS – meningkat sebesar 62,68 persen dari 2019.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Angka ini kemudian meningkat lagi tahun 2021 sebesar 211,308 miliar dolar AS – mengalami kenaikan sebesar 82,93 persen dari tahun 2020. Terakhir, di akhir tahun 2022, total aset yang dimiliki SVB adalah sebesar 211,793 miliar dolar AS – dengan kenaikan 0.23 persen dari tahun 2021.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, mengapa dengan pertumbuhan SVB yang pesat ini dan terlihat bonafid ini bisa runtuh seketika? Padahal, dunia yang terus berkembang dan kebutuhan efisiensi meningkatkan digitalisasi di segala lini.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sini, SVB meraup keuntunga, dengan banyak memberikan pinjaman kepada perusahaan rintisan atau biasa disebut <em>start</em>&#8211;<em>up</em>. Namun, apa penyebab bank ini menjadi gagal?&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kisah Bangkrutnya SVB</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bisnis yang dilakukan oleh SVB itu banyak membeli obligasi negara dan utang jangka panjang lainnya. Memang aset ini cenderung memiliki jumlah pengembalian yang relatif rendah tetapi juga dengan risiko yang relatif rendah. Langkah ini dipandang oleh manajemen SVB sebagai langkah yang baik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, karena Federal Reserve AS (The Fed) menaikkan suku bunga sebagai kebijakan moneter untuk menekan inflasi, pada akhirnya, obligasi milik SVB menurun.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sesuai dengan prinsip ekonomi, di mana suku bunga acuan naik, harga obligasi akan menurun. Sebaliknya, apabila suku bunga acuan turun, harga obligasi akan naik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejalan dengan suku bunga acuan yang terus meningkat, beberapa nasabah dari SVB mengalami kesulitan finansial dan banyak yang menarik dana dari SVB. Pada akhirnya, setelah kerugian tersebut dan penarikan dana yang masif dari para nasabahnya, SVB pun bangkrut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah kebijakan ini sekiranya sudah menjadi kebijakan yang paling tepat untuk diambil oleh The Fed?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Merujuk kepada teori inflasi, untuk menekan laju inflasi, terdapat dua cara, yaitu <em>pertama</em> melalui kebijakan moneter dan <em>kedua</em> ialah kebijakan fiskal. Kebijakan moneter adalah manipulasi suplai uang dan tingkat suku bunga untuk menstabilkan atau menstimulasi ekonomi. Sementara, kebijakan fiskal berfokus kepada anggaran belanja negara dan pajak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan itu, maka The Fed harus menaikkan suku bunga acuan agar inflasi tersebut bisa menurun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, dengan dampak kebijakan The Fed kepada SVB ini, mengapa bisa berdampak lebih lanjut kepada iklim bisnis <em>start-up</em>? Mungkinkah dampak kebangkrutan SVB ini berlanjut dan berdampak pada bisnis <em>start-up</em> di Indonesia yang beberapa waktu lalu juga mengalami sejumlah masalah seperti sejumlah pemutusan hubungan kerjaa (PHK)?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Berdampak ke </strong><strong><em>Start-up</em></strong><strong> Indonesia?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Boleh jadi, bangkrutnya SVB ini tidak sebegitu besar dampaknya di Indonesia. Hal ini dikarenakan fundamental makro ekonomi domestik yang ditetapkan masih bisa bertahan (<em>sustainable</em>) untuk menopang pertumbuhan kredit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kolapsnya SVB memang menggemparkan pasar tetapi tidak terlalu berpengaruh di Indonesia. Ini disebabkan oleh <em>exposure</em> keuangan antara Indonesia dan SVB yang minim.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Layaknya bisnis <em>start-up</em> di AS, perusahaan-perusahaan <em>start-up</em> di Indonesia pun mengandalkan dana pinjaman agar bisa beroperasi dengan baik. Meski begitu, terlepas dari bangrkutnya SVB, perusahaan <em>start-up</em> di Indonesia banyak mengandalkan <em>angel</em> <em>investor</em> dan <em>venture</em> <em>capital</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun langkah-langkah persiapan juga telah diambil Indonesia untuk mengamankan situasi ini. Beberapa di antaranya adalah langkah Bank Indonesia (BI) yang berencana untuk memperkuat langkah stabilitas nilai tukar rupiah untuk memitigasi ketidakpastian pasar keuangan global tersebut.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia setelah krisis keuangan tahun 1998 telah melakukan langkah-langkah yang mendasar dalam rangka penguatan kelembagaan. Infrastruktur hukum dan penguatan tata kelola serta perlindungan nasabah telah menciptakan sistem perbankan yang kuat, <em>resilient</em>, dan stabil.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/sm3LDXGNgxd1s6QppZPVlhw1I37ul1tAUd_eZSc1ztBEkCfKcbaA005pyNlaD9ZSFOk8hGifnqG7FQ3JRdic9ySXkDdWT1obM6Tu-U2DlH9e0RE0l75oYUUhwQ8P910LLaoUhGUrF1PuQwJgb4GodQ" alt=""/></figure>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Opini adalah kiriman dari penulis. Isi opini adalah sepenuhnya tanggung jawab penulis dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi PinterPolitik.com.</em></strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Bangkrutnya-SVB-Suramnya-Bisnis-Start-up-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Akhir Era Kejayaan Start-Up?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/akhir-era-kejayaan-start-up/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2022 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[PHK]]></category>
		<category><![CDATA[Start-Up]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=110845</guid>

					<description><![CDATA[Sejumlah start-up berbasis teknologi di Indonesia disebut tengah mengalami bubble burst – kondisi yang mana menggambarkan terjadinya ledakan bubble ekonomi. Perusahaan-perusahaan tersebut – seperti Zenius, LinkAja, dan JD.ID – dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan-karyawannya. Di sisi lain, sejumlah perusahaan start-up lainnya disebut juga menghentikan proses rekrutmen karyawan baru. Kondisi ini diduga oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="922" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/06/infografis-Akhir-Era-Kejayaan-Start-Up-922x1024.jpg" alt="infografis akhir era kejayaan start up" class="wp-image-110847" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/06/infografis-Akhir-Era-Kejayaan-Start-Up-922x1024.jpg 922w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/06/infografis-Akhir-Era-Kejayaan-Start-Up-270x300.jpg 270w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/06/infografis-Akhir-Era-Kejayaan-Start-Up-135x150.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/06/infografis-Akhir-Era-Kejayaan-Start-Up-768x853.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/06/infografis-Akhir-Era-Kejayaan-Start-Up-696x773.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/06/infografis-Akhir-Era-Kejayaan-Start-Up-1068x1187.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/06/infografis-Akhir-Era-Kejayaan-Start-Up-378x420.jpg 378w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/06/infografis-Akhir-Era-Kejayaan-Start-Up.jpg 1080w" sizes="(max-width: 922px) 100vw, 922px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sejumlah <em>start-up</em> berbasis teknologi di Indonesia disebut tengah mengalami <em>bubble burst</em> – kondisi yang mana menggambarkan terjadinya ledakan <em>bubble</em> ekonomi. Perusahaan-perusahaan tersebut – seperti Zenius, LinkAja, dan <a href="http://JD.ID" target="_blank" rel="noreferrer noopener">JD.ID</a> – dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan-karyawannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, sejumlah perusahaan <em>start-up</em> lainnya disebut juga menghentikan proses rekrutmen karyawan baru. Kondisi ini diduga oleh para ekonom terjadi akibat pendanaan yang terhambat karena perubahan perilaku investor.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/06/infografis-Akhir-Era-Kejayaan-Start-Up-922x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Basuki PUPR ‘Saingi’ Ji-pyeong &#038; Do-san?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/basuki-pupr-saingi-ji-pyeong-do-san/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2020 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Basuki Hadimulyono]]></category>
		<category><![CDATA[Han Ji-pyeong]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Korea Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Korsel]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri PUPR]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri PUPR Basuki Hadimulyono]]></category>
		<category><![CDATA[Nam Do-san]]></category>
		<category><![CDATA[Start-Up]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=95945</guid>

					<description><![CDATA[“What makes a great CEO? There&#8217;s no such thing. That&#8217;s as absurd as asking what makes a great politician. There are no right answers to politics or management” – Han Ji-pyeong,&#160;Start-Up&#160;(2020) PinterPolitik.com Siapa yang&#160;nggak&#160;pernah dengar seri asal Korea Selatan (Korsel) yang berjudul&#160;Start-Up&#160;(2020)? Bisa dibilang seri satu ini lagi&#160;nge-hype&#160;dan&#160;trending&#160;banget&#160;lho. Bahkan, kisahnya mampu menciptakan perdebatan layaknya diskursus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h3 class="wp-block-heading"><strong>“What makes a great CEO? There&#8217;s no such thing. That&#8217;s as absurd as asking what makes a great politician. There are no right answers to politics or management” – Han Ji-pyeong,&nbsp;<em>Start-Up&nbsp;</em>(2020)</strong></h3>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Siapa yang&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>pernah dengar seri asal Korea Selatan (Korsel) yang berjudul&nbsp;<em>Start-Up</em>&nbsp;(2020)? Bisa dibilang seri satu ini lagi&nbsp;<em>nge-hype</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>trending</em>&nbsp;banget&nbsp;<em>lho</em>. Bahkan, kisahnya mampu menciptakan perdebatan layaknya diskursus Pemilu.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gimana nggak</em>? Seri ini mengisahkan perjalanan mereka dalam membangun usaha&nbsp;<em>start-up</em>&nbsp;<em>lho</em>. Nah, dalam perjalanannya, Seo Dal-mi juga menjalani sejumlah peristiwa dramatis&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;– berujung pada dua pilihan&nbsp;<em>cowok</em>&nbsp;yang berbeda, yakni Han Ji-pyeong dan Nam Do-san.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Beeh</em>, dua pilihan ini sampai membuat para penggemar drama Korea (K-drama) harus adu argumen&nbsp;<em>lho</em>. Soalnya&nbsp;<em>nih</em>, sifat masing-masing&nbsp;<em>cowok</em>&nbsp;ini juga berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain di media sosial, perdebatan juga terjadi&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;di dunia nyata. Sejumlah tempat umum dan restoran bahkan secara terbuka menyatakan diri mereka sebagai salah satu kubu pendukung dari dua&nbsp;<em>cowok</em>&nbsp;itu, entah tim Han Ji-pyeong atau tim Nam Do-san.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, di tengah-tengah debat soal siapa yang harus jadi pilihan Dal-mi ini, salah satu kementerian di Indonesia punya alternatif lain.&nbsp;<em>Widih</em>, semacam membangun poros ketiga&nbsp;<em>aja nih</em>.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kementerian tersebut adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam sebuah kicauan dari @KemenPU, sebuah alternatif dari tim Han Ji-pyeong dan tim Nam Do-san muncul, yakni tim Park Bas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di pilihan Park Bas ini, terpampang sebuah foto yang familiar&nbsp;<em>lho</em>. Siapa lagi kalau bukan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.&nbsp;<em>Waduh</em>, bakal jadi pilihan berat&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>ya buat para warganet?&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, mungkin&nbsp;<em>nih</em>, banyak penggemar K-drama bakal lebih milih Do-san atau Ji-pyeong.&nbsp;<em>Tapi nih</em>, pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pasti tetap satu, yakni tim Park Bas.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gimana nggak</em>? Park Bas ini&nbsp;<em>udah&nbsp;</em>jadi semacam menteri yang setia dengan Pak Jokowi&nbsp;<em>lho</em>. Saking terbukti setianya, Park Bas ini dipilih kembali menjabat sebagai Menteri PUPR di periode kedua pemerintahan Jokowi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, meskipun baru-baru ini ramai lagi isu&nbsp;<em>reshuffle&nbsp;</em>kabinet, bukan&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>mungkin&nbsp;<em>dong</em>&nbsp;Pak Jokowi masih butuh Park Bas. Kan, ada&nbsp;<em>tuh&nbsp;</em>proyek ibu kota baru yang juga ikutan mau meniru Seoul, Korsel.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagipula,&nbsp;<em>ngapain&nbsp;</em>juga kan Pak Jokowi milih Do-san atau Ji-pyeong. Kan, kalau soal&nbsp;<em>start-up</em>, Pak Presiden&nbsp;<em>udah&nbsp;</em>punya jagoan sendiri yang namanya Mas Nadiem Makarim.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, terlepas dari itu, munculnya pilihan Park Bas ini sedikit mengingatkan kita dengan sejumlah kasus korupsi yang menjerat sejumlah menteri ya. Ya, andai saja semua menteri mirip Park Bas, mungkin Pak Jokowi bakal <em>nggak</em> sering marah-marah ya. <em>Hehe</em>. (A43)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Luciferianism: Antara Soeharto dan Mysticism" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/IgTINK9lpKA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Basuki-PUPR-‘Saingi-Ji-pyeong-Do-san-1024x564.jpeg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
