<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Starbucks &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/starbucks/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Sep 2023 04:37:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Starbucks &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Starbucks, Kedai Kopi Kecil yang Mendunia</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/starbucks-kedai-kopi-kecil-yang-mendunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Sep 2023 04:37:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[Gordon Bowker]]></category>
		<category><![CDATA[Jerry Baldwin]]></category>
		<category><![CDATA[kedai]]></category>
		<category><![CDATA[kedai kopi]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[mendunia]]></category>
		<category><![CDATA[seattle]]></category>
		<category><![CDATA[socioloop]]></category>
		<category><![CDATA[Starbucks]]></category>
		<category><![CDATA[Zev Siegl]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=136959</guid>

					<description><![CDATA[socioloop.co Starbucks, sebuah nama yang hampir tak terpisahkan dari budaya minum kopi di seluruh dunia. Dari satu kedai kopi kecil di Seattle hingga menjadi raksasa industri kopi dunia, Starbucks telah merajai industri kopi dengan cara yang tak ada duanya. Namun, bagaimana sebenarnya perjalanan merek ini sejak awal hingga sekarang? Starbucks berdiri pada tahun 1971 di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>socioloop.co</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Starbucks, sebuah nama yang hampir tak terpisahkan dari budaya minum kopi di seluruh dunia. Dari satu kedai kopi kecil di Seattle hingga menjadi raksasa industri kopi dunia, Starbucks telah merajai industri kopi dengan cara yang tak ada duanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, bagaimana sebenarnya perjalanan merek ini sejak awal hingga sekarang?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Starbucks berdiri pada tahun 1971 di Seattle, Washington oleh tiga orang pendiri, yakni Jerry Baldwin, Zev Siegl, dan Gordon Bowker.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Awalnya, Starbucks hanya merupakan sebuah toko yang menjual biji kopi panggang dan alat-alat pembuat kopi, tanpa menyajikan kopi untuk diminum di tempat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, ide awal dari pendirian Starbucks adalah untuk menyajikan kopi berkualitas terbaik kepada pelanggan, sebuah prinsip yang masih diterapkan hingga hari ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kunci perubahan besar terjadi pada tahun 1982 ketika seorang pria bernama Howard Schultz bergabung dengan Starbucks.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah melakukan kunjungan ke Italia dan terpikat dengan budaya kafe di sana, Schultz meyakinkan pendiri Starbucks untuk mencoba konsep serupa di Amerika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Awalnya, Starbucks membuka beberapa kafe dengan menyajikan espresso. Namun, Schultz memiliki visi yang lebih besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun 1987, Howard Schultz membeli Starbucks dari pendirinya dan mulai ekspansi besar-besaran. Ia merubah Starbucks dari toko biji kopi menjadi kedai kopi yang menyajikan berbagai jenis minuman kopi, seperti latte, cappuccino, dan frappuccino.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Schultz menawarkan pengalaman minum kopi yang lebih dari sekadar secangkir kopi, yakni sebuah tempat untuk berkumpul, bersantai, atau bahkan bekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak saat itu, Starbucks terus berkembang pesat. Pada akhir tahun 1990-an, Starbucks sudah memiliki ribuan cabang di seluruh dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya di Amerika, Starbucks juga telah membuka cabang di berbagai negara, mulai dari Asia, Eropa, hingga Timur Tengah. (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/photograph-michael-dwyer-ap.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mixue-isasi Tiongkok Hantui Indonesia?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/cross-border/mixue-isasi-tiongkok-hantui-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2022 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cross Border]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[McDonald&#039;s]]></category>
		<category><![CDATA[McDonaldisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mixue]]></category>
		<category><![CDATA[Mixue-isasi]]></category>
		<category><![CDATA[Starbuckisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Starbucks]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=121485</guid>

					<description><![CDATA[Toko Mixue kabarnya siap mengisi ruang-ruang kosong di Indonesia, termasuk hatimu yang kosong. Mungkinkah Mixue-isasi kini hantui Indonesia?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Publik dunia maya Indonesia diramaikan oleh pembahasan soal logo Mixue yang bisa dilihat di mana-mana. Bahkan, ada yang menyebutkan kalau Mixue kini bisa ditemukan di setiap tikungan. Apakah ini sebuah Mixue-isasi?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Zǎo shang hǎo zhōng guó! Xiàn zài wǒ yǒu bing chilling. Wǒ hěn xǐ huān bing chilling” – John Cena, “BING CHILLING” (2021)</p>
</blockquote>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph">Mungkin, pernyataan di atas yang akan teringat ketika kita membeli dan makan es krim. Potongan kutipan di atas itu datang dari John Cena, aktor asal <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/amerika-serikat/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Amerika Serikat (AS)</strong></a>, yang tengah mempromosikan film <em>Fast &amp; Furious 9</em> (2021) pada tahun 2021.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cuplikan video itu direkam di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) – di mana Cena juga berbicara menggunakan Bahasa Mandarin sembari mengonsumsi es krim. Akhirnya, cuplikan video ini sempat kembali viral di sejumlah <em>platform</em> media sosial (medsos) pada tahun 2022 dengan istilah “<em>bing chilling</em>” – atau sebenarnya 冰淇淋 <em>(bīng qí lín)</em> yang berarti es krim dalam Bahasa Mandarin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, viralnya istilah “<em>bing chilling</em>” ini juga diikuti dengan meme baru yang banyak dibahas oleh warganet Indonesia, yakni banyaknya logo perusahaan es krim dan minuman teh asal <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/tiongkok/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Tiongkok</strong></a> yang bernama <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/mixue/"><strong>Mixue</strong></a>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Saking banyaknya <em>nih</em>, Mixue kini disebut ada di mana-mana. Bahkan, di setiap tikungan hampir dipastikan ada logo Mixue dengan gambar maskot mereka yang bernama Snow King.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya soal tokonya yang mudah ditemukan di mana-mana, Mixue juga mendapatkan julukan menarik dari para warganet, yakni sebagai “malaikat pencatat ruko kosong”. Ini karena kerap kali Mixue buka toko baru dengan menggantikan toko-toko yang baru tutup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Mixue dapat dengan mudah menjamur di Indonesia karena harga es krim dan minumannya yang disebut terjangkau. Dari segi bisnis, harga <em>franchise</em> Mixue juga disebut masih sangat murah bila dibandingkan dengan <em>franchises</em> lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran meme “BING CHILLING” dari John Cena hingga viralnya toko-toko Mixue seakan-akan menjadi deretan fenomena sosio-kultural yang saling terkait. Bahkan, perdebatan publik di media sosial (medsos) pun terjadi akibat adanya kabar bahwa Mixue belum memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CmoWBm1NQ_J/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/svQBq-z0ym-iij_s_oj23A6UYZws12kNZrdW_kExfM3w-aN-YVeaylYuJlDjqpXiCJXQlxIB2qde6wCi9pK5eAQfQ-l9GAihFISJjXKw-5WkziScE4cL3KVWBNhuSWHiOi7_mm8fjvV6fWERdz38yFuVJfIYl84Gd4GvPDAd1FUSmOLR0wKJsbaF-pVqu5BvCPgcyX3VCQ" alt="Indonesia Alami Mixue-isasi"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena-fenomena es krim asal Tiongkok ini bukan tidak mungkin memunculkan sejumlah konsekuensi lanjutan yang lebih dari sekadar meme di medsos. Mengapa munculnya Mixue ini menjadi hal yang berdampak bagi Indonesia – dan mungkin sejumlah negara lain? Apakah ini juga berkaitan dengan politik?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Belajar dari McDonaldisasi?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bila kita membayangkan bisnis waralaba (<em>franchise</em>) restoran cepat saji (<em>fast food</em>), kerap kali <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/mcdonalds/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>McDonald’s</strong></a> lah yang muncul di pikiran banyak orang. Bisa dibilang, restoran yang biasa disebut <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/mcd/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>McD</strong></a> ini adalah salah satu <em>pioneer</em> pertama dalam industri makanan cepat saji.</p>



<p class="wp-block-paragraph">McDonald’s sendiri didirikan oleh McDonald bersaudara yang bernama Richard dan Maurice McDonald pada tahun 1940 di San Bernardino, California, AS. Namun, bukanlah dua orang bersaudara ini yang membuat model McDonald dapat mendunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi kalian yang sudah pernah menonton film <em>The Founder</em> (2016), pasti sudah tahu bahwa McDonald’s akhirnya beralih pengelolaan dan kepemilikan ke seorang pebisnis bernama Ray Kroc. Kroc pun akhirnya mengubah sistem dapur McDonald’s dan membawanya ke seluruh dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada beberapa hal yang membuat McDonald’s berbeda dengan bisnis makanan dan restoran lainnya. Mengacu pada buku George Ritzer yang berjudul <em>The McDonaldization of Society: Into the Digital Age</em>, terdapat prinsip-prinsip yang diterapkan oleh McDonald’s – di antaranya adalah efisiensi (<em>efficiency</em>), kalkulabilitas (<em>calculability</em>), prediktabilitas (<em>predictability</em>), dan kontrol (<em>control</em>).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Upaya untuk membatasi jenis makanan, misalnya, menjadi cara McDonald’s untuk menjaga kontrol atas alur produksi hidangan mereka. Pada awal berdiri, restoran cepat saji asal AS itu hanya menjual burger daging dan burger keju.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, prinsip ini akhirnya terbawa ke seluruh dunia dengan sistem <em>franchise</em> yang terkontrol dari McDonald’s. Globalisasi restoran ini pun memunculkan istilah McDonaldisasi (<em>McDonaldization</em>) yang erat kaitannya dengan Amerikanisasi – persebaran budaya Amerika ke berbagai negara.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/ddGUe66WeJHODKBC7IUVw9sNgx2hDczXEPKhnU4_jfJ5VowejKU7oexMrVbdVmGAXb12MV12HgIIbB_uH4iDOscjSuUWK97GgffRnSawAiuZG3Ze_y64DOVyhaT3ZnJn8604Vtl7uiXJg-LKekABmwC9YLla86ryBWiqXrBP59jxZMCx3ttrMs1FiflbIT7ZsN1prWYiTA" alt="Ada Apa dengan McDonald's"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, dominasi makanan cepat saji oleh AS kini mulai menghadapi sejumlah kompetisi. Salah satunya mungkin datang dari Mixue yang disebut-sebut telah memiliki 300 lebih toko di Indonesia – melampaui McDonald’s yang memiliki sekitar 200 lebih toko.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kompetisi ini pun tidak hanya terjadi dalam jumlah toko. Para warganet Indonesia mulai membanding-bandingkan McDonald’s dan Mixue – setidaknya terkait produk es krim mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejumlah warganet menilai es krim Mixue – seperti Boba Sundae – memiliki harga yang terjangkau dan rasa yang enak. Sementara, sejumlah warganet tetap merasa McFlurry milik McDonald’s masih memiliki rasa yang lebih unggul.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, meski persoalan rasa masih menjadi perdebatan, jelas Mixue kini memiliki keunggulan dalam hal <em>marketing</em> (pemasaran). Pasalnya, akhir-akhir ini, Mixue menjadi pembicaraan terus-menerus dengan banyaknya jumlah toko mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengapa diskursus tentang Mixue semakin menjadi pembicaraan banyak pihak? Lantas, mungkinkah ini berimplikasi terhadap lanskap sosio-kultural Indonesia, mengingat dua merek ini berasal dari dua negara adidaya yang kini saling bersaing, yakni AS dan Tiongkok?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mixue-isasi Hantui Indonesia?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, sejumlah pihak menilai McDonaldisasi mulai kehilangan momennya di tengah era informasi kini. Setidaknya, anggapan inilah yang dijelaskan juga oleh Ritzer di edisi keenam bukunya <em>The McDonaldization of Society</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ritzer pun menyebutnya sebagai De-McDonaldisasi (<em>DeMcDonaldization</em>). Kini, muncul sejumlah model lain, seperti <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/starbuckisasi/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Starbuckisasi</strong></a> (<em>Starbuckization</em>). Tidak seperti McDonald’s, <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/starbucks/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Starbucks</strong></a> disebut menyajikan citra yang lebih baik – misal dengan kursi dan meja yang lebih nyaman serta kopi berkualitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Ritzer, dengan mengutip Howard Schultz, ini yang membuat Starbucks menjadi semacam tempat ketiga (<em>third place</em>) setelah rumah dan tempat kerja. Ada semacam <em>human connection</em> (koneksi kemanusiaan) yang dibangun.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/SnRwp1S5TJ9lGr4yIiYSDYZXTHnHCadHPjZi88xVwJZuqdGP3kJt7Ky4pY0mkKa99G9GSlYcnTl9MbfWvaZbXFOA42avOYRFEGjlwX8W8IoCGfJsSKuBcCkdnxpiDRhFGGr0_5Rzf9CFqFOr-RUG3ZY7ETZCQ50gQOonw5DwbvPk0oTOhDYokL2jWJf2RUZKpu2Vc_qn_g" alt="Russia Goodbye McDonald's"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Upaya De-McDonaldisasi semacam inilah yang mungkin kini tengah dilakukan oleh kehadiran Mixue di sejumlah negara, khususnya Indonesia – negara yang secara <em>notabene</em> memiliki favorabilitas kultural dengan AS dan negara-negara sekutunya seperti Jepang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan prinsip-prinsip <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/mcdonaldisasi/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>McDonaldisasi</strong></a>, Mixue memiliki cara tersendiri – dengan tidak hanya mengedepankan efisiensi, kalkulabilitas, prediktabilitas, dan kontrol. Mixue juga menerapkan prinsip-prinsip bisnis ala Tiongkok juga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu di antaranya adalah 面子 atau <em>miànzi</em>. Kata ini secara literal memang dimaknai sebagai wajah dalam Bahasa Mandarin. Namun, “<em>miànzi</em>” juga dapat berarti reputasi atau prestise.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengacu pada tulisan Guy Olivier Faure dan Tony Fang yang berjudul <em>Changing Chinese Values: Keeping Up with Paradoxes</em>, <em>miànzi </em>adalah hal yang sangat penting dijaga – dengan budaya Konfusianisme yang mengedepankan nilai moral rasa malu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Upaya untuk menjaga <em>miànzi </em>inilah yang membuat <em>branding</em> penting bagi para pelaku usaha Tiongkok meski harus membutuhkan upaya lebih – termasuk bagi Mixue. Mungkin, banyaknya toko Mixue yang bermunculan merupakan prinsip bisnis waralaba baru ala Tiongkok dengan istilah baru semacam McDonaldisasi dan Starbuckisasi, yakni <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/mixue-isasi/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Mixue-isasi</strong></a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Boleh jadi, Mixue-isasi merupakan konsep sukses baru yang menjanjikan. Pasalnya, Mixue sendiri kini lebih jadi perbincangan publik dibandingkan waralaba-waralaba asal AS seperti McDonald’s, Starbucks, KFC, atau Burger King.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang pernah dijelaskan dalam tulisan <a href="https://www.pinterpolitik.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>PinterPolitik.com</strong></a> yang berjudul <a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/mcd-bts-meal-jokowi-perlu-waspada/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong><em>McD-BTS Meal, Jokowi Perlu Waspada?</em></strong></a>, McDonald’s dan Starbucks pun merupakan simbol Amerikanisasi – yang mana menggambarkan bagaimana prinsip dan nilai budaya Amerika yang mulai terserap ke masyarakat berbagai negara. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkinkah ini giliran Mixue-isasi ala Tiongkok yang bisa menjadi Chinisasi (<em>Chinization</em>) di Indonesia? Mari kita amati saja kelanjutannya. (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="R37oAHfoVXo"><iframe title="Mengapa KFC Lebih Unggul Dari MCD di Asia | PinterPolitik x @ESTMedia" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/R37oAHfoVXo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/Mixue-isasi-Tiongkok-Hantui-Indonesia-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Starbucks Alat Bill Gates Kontrol Populasi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinpol-tv/starbucks-alat-bill-gates-kontrol-populasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F56]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2020 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fact Check]]></category>
		<category><![CDATA[PinPol TV]]></category>
		<category><![CDATA[konspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[PinterPolitikTV]]></category>
		<category><![CDATA[Starbucks]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=83862</guid>

					<description><![CDATA[Starbucks merupakan salah satu perusahaan besar asal Amerika. Kabarnya, terdapat peran Bill Gates di balik berjayanya Starbucks. Selain itu, terdapat desas-desus kalau Starbucks ternyata punya kaitan dengan perusahaan modifikasi genetika organisme. Banyak dari kita mungkin asing dengan nama Monsanto. Ini adalah nama perusahaan bioteknologi agrokimia dan pertanian asal Amerika yang berdiri sejak tahun 1901. Menariknya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Starbucks Alat Bill Gates Kontrol Populasi?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/Euh7o9ckHPA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Starbucks merupakan salah satu perusahaan besar asal Amerika. Kabarnya, terdapat peran Bill Gates di balik berjayanya Starbucks. Selain itu, terdapat desas-desus kalau Starbucks ternyata punya kaitan dengan perusahaan modifikasi genetika organisme. Banyak dari kita mungkin asing dengan nama Monsanto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini adalah nama perusahaan bioteknologi agrokimia dan pertanian asal Amerika yang berdiri sejak tahun 1901. Menariknya, selama sedekade terakhir, Monsanto dikenal sebagai wajah dari kejahatan korporasi. Lantas benarkah desas-desus Starbucks? Lalu mengapa Mosanto dikenal memiliki citra yang buruk?</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/08/maxresdefault-7-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
