<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>sovereign wealth fund &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/sovereign-wealth-fund/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 May 2026 00:22:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>sovereign wealth fund &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Danantara dan Konstitusi Kedua: Ketika Negara Memilih Menjadi Satu Arsitektur</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/headline/danantara-dan-konstitusi-kedua-ketika-negara-memilih-menjadi-satu-arsitektur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Wim Tangkilisan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 08:36:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kata Pemred]]></category>
		<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Danantara]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Governance]]></category>
		<category><![CDATA[kapitalisme negara]]></category>
		<category><![CDATA[Kedaulatan Data]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Sovereign AI]]></category>
		<category><![CDATA[Sovereign Cloud]]></category>
		<category><![CDATA[sovereign wealth fund]]></category>
		<category><![CDATA[State capitalism]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=169375</guid>

					<description><![CDATA[Audio dibuat menggunakan AI. Dr. Wim Tangkilisan, S.H., M.Sc.Pemimpin Redaksi PinterPolitik.comChairman, PinterPolitik Center for Strategic Policy Analysis KATA PEMRED #28PinterPolitik.com Pada 7 Mei 2026, di sebuah ruangan di Jakarta, sesuatu yang lebih besar daripada rilis resminya sedang dimulai. Sekitar 60 pimpinan holding BUMN berkumpul. Yang memimpin bukan Menteri, melainkan seorang Chief Technology Officer, Sigit Puji [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/danantara-dan-konstitusi-kedua_180526.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Audio dibuat menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dr. Wim Tangkilisan, S.H., M.Sc</strong><em>.</em><br><em><em><em><em>Pemimpin Redaksi PinterPolitik.com</em></em></em></em><br><em><em><em><em>Chairman, PinterPolitik Center for Strategic Policy Analysis</em></em></em></em></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>KATA PEMRED #28</strong><br><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 7 Mei 2026, di sebuah ruangan di Jakarta, sesuatu yang lebih besar daripada rilis resminya sedang dimulai. Sekitar 60 pimpinan <em>holding</em> BUMN berkumpul. Yang memimpin bukan Menteri, melainkan seorang <em>Chief Technology Officer</em>, Sigit Puji Santosa. Yang dibicarakan kelihatan teknis: <em>sovereign AI</em>, <em>sovereign cloud</em>, kesiapan keamanan siber pasca-kuantum, satu gugus tugas bersama bernama <em>Danantara Digital Transformation Task Force</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan yang lebih sulit datang belakangan. Apa, sebenarnya, yang dimulai pada hari itu?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya menyebutnya — dalam arti metaforis — konstitusi kedua. Konstitusi pertama, UUD 1945, menyusun rumah politik kita. Konstitusi kedua tidak terbit di Lembaran Negara. Ia muncul perlahan, melalui UU 1/2025 dan UU 16/2025, melalui PP 10/2025, melalui rapat-rapat seperti yang berlangsung di Jakarta hari itu. Ia menyusun rumah operasional negara-modal. Konstitusi pertama menentukan siapa boleh memerintah. Konstitusi kedua menentukan bagaimana seluruh sistem nasional berpikir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Danantara tidak lahir dari ruang kosong. Fragmentasi BUMN selama dua dekade memang mahal dan tidak terbaca: lebih dari 1.000 entitas, ribuan transaksi pengadaan paralel, puluhan sistem informasi yang tidak bicara satu sama lain. Argumen pro-sentralisasi punya rasionalitas yang serius. Pertanyaannya bukan apakah konsolidasi diperlukan, melainkan bentuk seperti apa, dan untuk audiens mana ia harus terbaca.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Davos, 23 Januari 2026, <em>Chief Investment Officer</em> Danantara Pandu Patria Sjahrir menyampaikan satu angka kepada Reuters: USD 14 miliar. Target investasi 2026, naik dari USD 8 miliar tahun sebelumnya. Dua bulan kemudian, sejumlah laporan yang mengutip Fitch memperkirakan angka yang lebih agresif — USD 26 miliar, setara 1,7% PDB. Sumber utama, kata Pandu, adalah dividen dari perusahaan-perusahaan yang sudah menjadi milik Danantara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang penting bukan angkanya. Yang penting adalah titik gravitasi yang sedang bergeser. Dividen yang sebelumnya menjadi bagian dari logika penerimaan negara kini semakin diperlakukan sebagai amunisi modal portofolio. <em>Patriot Bonds tranche</em> kedua, yang disiapkan awal 2026, menambah satu jalur lagi — akses ke modal pasar tanpa harus melewati pintu APBN.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pergeseran ini bukan sekadar konsolidasi modal. Ia pergeseran dari kedaulatan kepemilikan ke kedaulatan orkestrasi. Dulu negara memiliki BUMN; kini negara ingin mengorkestrasi data, dividen, dan keputusan investasi sebagai satu portofolio. Pasal 3F UU 16/2025 mempertegasnya: kewenangan strategis atas BUMN — dari akuntansi hingga kepatuhan — dipindahkan dari Menteri BUMN ke BPI Danantara.</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><em>&#8220;Danantara lebih mirip sistem operasi kapital kedaulatan daripada sovereign wealth fund biasa.&#8221;</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Arsitektur ini tampak bukan respons darurat, melainkan kalkulasi multi-dekade. Asta Cita membutuhkan instrumen kapital yang tidak terbawa siklus pemilu. Danantara, dengan aset USD 900 miliar, adalah jawaban doktrinal Presiden: bagaimana negara membangun lompatan ketika ruang fiskal kian diperebutkan belanja sosial, subsidi, bunga utang, dan agenda pertumbuhan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Forum 7 Mei 2026 mengungkapkan lapisan kedua arsitektur ini, yang sering disalahbaca sebagai program teknologi informasi. Ia bukan program teknologi. Ia teknologi tata kelola.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sigit Puji Santosa menyatakan Danantara memiliki peran menyelaraskan arah, platform, talenta, dan tata kelola, agar inisiatif digital BUMN tidak berjalan terpisah. Frasa terakhir itulah engselnya. Target efisiensi 25-40% dari sinergi belanja teknologi, lisensi, dan layanan bersama. Kebutuhan talenta digital menurut Komdigi: 600.000 tambahan per tahun hingga 2030.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi yang sedang dibangun lebih dalam. Ketika sekitar 60 <em>holding</em> BUMN berada dalam koordinasi satu <em>task force</em>, dengan <em>readiness assessment</em>, <em>governance framework</em>, dan platform yang saling terhubung — pusat tidak hanya menghemat biaya. Jika integrasi data berjalan penuh, transaksi PLN, pinjaman Himbara, manifes Pelindo, dan rekam medis rumah sakit BUMN, berpotensi menjadi titik dalam satu peta operasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Sovereign cloud</em>, dalam pengertian ini, bukan sekadar infrastruktur teknologi nasional. Ia sistem memori negara. Data lintas BUMN yang sebelumnya tersebar di kementerian, direksi, vendor, dan konsultan, kini dirancang berkumpul dalam satu ruang yang terbaca pusat.</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><em>&#8220;Pusat tidak lagi menunggu laporan. Pusat melihat secara langsung.&#8221;</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Beijing akan mengenali logikanya: negara memakai BUMN sebagai instrumen koordinasi industri. Washington juga, lewat <em>CHIPS Act</em> dan <em>Inflation Reduction Act</em> yang membaca kebijakan industri sebagai keamanan nasional. Yang membedakan Indonesia: kecepatan dan skala — 60 <em>holding</em> BUMN dikonsolidasikan dalam satu mekanisme tata kelola digital, horizon 18 bulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang ditulis James C. Scott dalam <em>Seeing Like a State</em>, negara modern selalu ingin membuat masyarakatnya terbaca — dulu melalui sensus, peta, dan pajak. Di era kecerdasan buatan, keterbacaan itu tidak lagi periodik. Ia menjadi permanen dan prediktif. <em>Dashboard</em> adalah menara pengawas versi abad ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pergeseran yang paling sering luput justru terletak di sini. Negara, secara historis, melihat alam semesta korporasi miliknya secara episodik. Laporan triwulan. Audit periodik. Rapat dewan komisaris. Pemeriksaan kementerian. Banyak hal terjadi di antara dua titik data.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Model Danantara membalik logika itu. <em>Streamlining</em> lebih dari 1.000 entitas BUMN menuju 200-300 <em>holding</em>, ditambah <em>dashboard</em> terpadu dan integrasi data lintas-sektor, menggeser <em>oversight</em> dari periodik ke kontinyu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pola ini akan dikenali Singapura. Temasek dan GIC mengelola portofolio negara dengan disiplin, tetapi juga dengan transparansi publik tahunan yang berstandar internasional. Danantara, sebagai badan <em>sui generis</em>, masih membangun suaranya. Pasal 43J UU 16/2025 mewajibkan laporan tahunan kepada kepala badan pengelola BUMN — bukan kepada publik secara langsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sinilah London, Frankfurt, dan Tokyo menjadi waspada. Mereka membaca legibilitas operasional Danantara dengan dua mata: satu melihat efisiensi yang dijanjikan, satu lagi melihat keburaman pada kontingensi fiskal. Awal 2026, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut tekanan rupiah sebagian datang dari permintaan valuta asing untuk belanja BUMN dan Danantara. Legibilitas internal, tampaknya, tidak otomatis berarti legibilitas eksternal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua suara dari luar membantu mempertajam pertanyaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara konsisten pada satu titik. &#8220;Danantara itu milik kita,&#8221; katanya pada Juli 2025. &#8220;Kita harus berani bilang bahwa Danantara itu harus bertanggung jawab.&#8221; Ia membandingkan Danantara dengan Norfund Norwegia, yang membuka portofolio dan tingkat pengembaliannya kepada publik.</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><em>&#8220;Danantara itu milik kita. Kita harus berani bilang bahwa Danantara itu harus bertanggung jawab.&#8221;</em></p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><em>— Bhima Yudhistira Adhinegara, Direktur Eksekutif CELIOS</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dr David Nellor, ekonom veteran IMF di Asia, melengkapi diagnosis itu. Menulis di <em>East Asia Forum</em> pada Maret 2026, Nellor menjelaskan: Moody&#8217;s dan Fitch tidak khawatir tentang besarnya pengeluaran, melainkan tentang fragmentasi kebijakan fiskal lintas institusi yang berada di luar kerangka anggaran tradisional. Danantara, dalam pembacaannya, adalah saluran utama: kewajiban negara dibangun tanpa muncul langsung di neraca APBN — sebuah neraca bayangan yang membuat lembaga rating waspada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia, dalam pengertian itu, sedang mencoba sesuatu yang belum dilakukan negara lain: menyatukan kapital kedaulatan, negara kesejahteraan, orkestrasi digital, dan kebijakan industrial dalam satu arsitektur — sebuah eksperimen hibrida yang taruhannya tidak hanya domestik. Inilah yang sering luput dari debat domestik: investor global tidak takut pada negara yang kuat. Mereka takut pada negara yang tidak terbaca. Lembaga yang dibangun untuk menjawab apa yang Pandu Sjahrir sebut sebagai defisit kepercayaan, justru menjawab dengan sentralisasi. Dan sentralisasi inilah yang, pada 4 Maret 2026, mendorong Fitch menurunkan <em>outlook</em> Indonesia ke negatif — Moody&#8217;s mendahului sebulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konstitusi kedua sedang ditulis di Jakarta, satu pasal demi satu pasal. Dari Davos sampai Washington, dari Beijing sampai Riyadh, kapitalisme negara abad 21 tengah mencari bentuknya. Indonesia, dengan taruhan doktrinal Prabowo, menawarkan satu model: sistem operasi kapital kedaulatan yang menyatukan dividen, data, dan legibilitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah model ini akan menjadi rujukan ASEAN, atau peringatannya — jawabannya tidak ditulis di pasar pagi ini, tidak juga di Senayan minggu ini. Ia ditulis oleh seberapa berani Danantara melengkapi konstitusi keduanya dengan pasal yang sejauh ini masih tertinggal: pasal yang menjamin cahaya yang menerangi 60 <em>holding</em> BUMN juga menerangi Danantara sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Negara abad ke-20 menguasai wilayah. Negara abad ke-21 mulai berusaha menguasai keterbacaan. Pertanyaan terakhir yang ditinggalkan Danantara bukan apakah negara akan punya mesin untuk mengoordinasikan dirinya sendiri — tetapi siapa yang mengawasi mesin yang kini mulai melihat hampir segalanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">**********************</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<pre class="wp-block-preformatted"><strong>Tentang Penulis</strong></pre>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dr. Wim Tangkilisan, S.H., M.Sc</strong><em>.</em><br><em><em><em><em>Pemimpin Redaksi PinterPolitik.com</em></em></em></em><br><em><em><em><em>Chairman, PinterPolitik Center for Strategic Policy Analysis</em></em></em></em></p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><em>Hak cipta dilindungi berdasarkan Pasal 113 UU 28/2014 tentang Hak Cipta.</em></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/danantara-dan-konstitusi-kedua_180526.mp3" length="4092380" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/chatgpt-image-may-18-2026-02_21_12-pm-1024x683.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ini Jurus Rahasia Trump “Perkasakan” Amerika? </title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/ini-jurus-rahasia-trump-perkasakan-amerika/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[D74]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Feb 2025 08:52:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Donald Trump]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[politik internasional]]></category>
		<category><![CDATA[sovereign wealth fund]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=158288</guid>

					<description><![CDATA[Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump berniat mendirikan sovereign wealth fund (SWF). Keputusan ini dinilai jadi keputusan yang sangat besar dan berdampak ke seluruh dunia, mengapa demikian? ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel berikut. Audio ini dibuat dengan teknologi artificial intelligence.</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/sesuai-prediksi-sejumlah.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump berniat mendirikan <em>sovereign wealth fund</em> (SWF). Keputusan ini dinilai jadi keputusan yang sangat besar dan berdampak ke seluruh dunia, mengapa demikian?</strong> </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">PinterPolitik.com</a> </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sesuai prediksi sejumlah pengamat, kepresidenan Donald Trump di Amerika Serikat (AS) terbukti membawa sejumlah gebrakan yang cukup “bombastis”. Mulai dari hengkangnya AS dari sejumlah perkumpulan internasional penting, seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan <em>Paris Agreement</em>, sampai ke perintah presiden yang dinilai tidak wajar, yakni perintah mendirikan <em>sovereign wealth fund</em> (SWF) / dana investasi pemerintah. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Perintah tersebut muncul dari executive order yang diterbitkan Trump pada 3 Februari silam, di dalamnya, Trump memerintahkan Menteri Keuangannya untuk membuat skema SWF AS. Perintah tersebut sontak tuai respons pro dan kontra, baik di AS, maupun secara internasional, tidak heran, selama ini AS memang tidak memiliki SWF dalam skala nasional.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati demikian, tidak sedikit juga yang berasumsi bahwa ambisi Trump untuk menciptakan SWF AS bisa menjadi “senjata” pamungkas dalam membuat AS kembali menjadi negara yang disegani, bahkan bisa membuat jalan Tiongkok menjadi pesaingnya terhalangi. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, mengapa SWF Trump bisa begitu berpengaruh? Apa yang membuatnya menjadi sesuatu yang layak disegani, sekaligus ditakuti?&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/image.png" alt="image" class="wp-image-158291" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/image.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/image-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/image-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/image-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/image-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/image-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/image-696x870.png 696w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>SWF, Kartu Truf Trump?</strong>&nbsp;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Instruksi Donald Trump untuk membentuk SWF bisa menjadi langkah revolusioner yang memperkuat dominasi Amerika Serikat di kancah geopolitik dan sekaligus memberikan badan eksekutif, khususnya presiden, kendali finansial yang lebih besar. Jika terealisasi, SWF ini bisa mengubah cara AS bersaing dengan China, membangun kekuatan ekonomi globalnya, dan bahkan mengontrol industri-industri strategis.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">SWF sendiri sering dianggap “senjata” finansial, yang dapat mengubah arah geopolitik dan kekuatan ekonomi suatu negara. Dengan dana investasi yang dikelola negara melalui pengumpulan dari surplus perdagangan, atau konsensus perusahaan, SWF memungkinkan pemerintah untuk mengontrol aset strategis, mendanai proyek besar tanpa utang, dan memengaruhi pasar global tanpa harus mengandalkan sektor swasta. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan memang, selama ini, AS tertinggal dalam pemanfaatan dana negara sebagai instrumen kekuatan global. China, misalnya, telah menggunakan China Investment Corporation (CIC) untuk mengendalikan berbagai aset strategis di luar negeri, termasuk investasi di perusahaan teknologi, <em>real estate</em>, hingga infrastruktur transportasi di Asia dan Afrika. Negara-negara kaya minyak seperti Norwegia dan Uni Emirat Arab (UEA) juga menggunakan SWF mereka untuk mengontrol energi global dan membentuk kebijakan investasi yang menguntungkan kepentingan nasional mereka.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, bisa dibayangkan jika negara sekuat AS, Trump bisa menandingi dominasi investasi internasional negara-negara lain, seperti China, terutama di negara-negara berkembang, dengan menawarkan dana investasi sebagai alternatif dari <em>Belt and Road Initiative </em>(proyek multinasional Tiongkok).&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua, AS juga akan mampu mengendalikan perusahaan strategis global agar tidak jatuh ke tangan rival geopolitik. AS bisa menggunakan SWF untuk membeli atau menyelamatkan perusahaan yang dianggap vital bagi kepentingan nasional, yang berada dalam ancaman akuisisi asing. Contohnya, seperti kasus perusahaan US Steel, yang belakangan disebut akan dibeli Jepang. Jika ada SWF, pemerintah AS bisa dengan mudah memblokir ini dengan memberi tawaran yang lebih tinggi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, dengan adanya SWF, AS tidak hanya bertahan dalam persaingan ekonomi global—tetapi menyerang balik kekuatan ekonomi lain dengan sumber daya keuangan yang dikelola langsung oleh negara.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, manfaat terbesar SWF bagi Trump sepertinya bukan dari aspek geopolitiknya, melainkan dari sektor politik domestik. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu masalah terbesar yang dihadapi seorang presiden AS adalah keterbatasan kekuasaan eksekutif dalam hal anggaran. Semua kebijakan besar yang membutuhkan dana harus mendapatkan persetujuan dari Kongres, yang sering kali menjadi ajang tarik ulur politik antara Demokrat dan Republik. SWF di sini bisa menjadi solusi bagi Trump untuk mem-<em>bypass </em>Kongres dan mendapatkan sumber pendanaan langsung yang dapat ia gunakan tanpa harus melalui persetujuan legislatif.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini sangat penting mengingat rumor bahwa Trump ingin menggunakan SWF untuk membeli TikTok, aplikasi media sosial yang ia anggap sebagai ancaman nasional karena kepemilikan China. Jika Trump berhasil mendirikan SWF, pemerintah AS bisa langsung mengakuisisi TikTok atau memberikan pendanaan kepada perusahaan AS untuk mengambil alih kepemilikannya—tanpa harus meminta persetujuan dari Kongres atau menghadapi tekanan dari sektor swasta.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih dari sekadar membeli TikTok, kontrol atas dana negara semacam ini juga bisa digunakan untuk mendanai proyek infrastruktur besar, dan bahkan memberikan insentif kepada bisnis yang mendukung kebijakan presiden. Ini akan memberikan presiden AS kekuatan finansial yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya, membuat eksekutif lebih otonom dari sistem politik yang selama ini membatasi gerakannya.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/image-1.png" alt="image" class="wp-image-158292" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/image-1.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/image-1-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/image-1-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/image-1-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/image-1-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/image-1-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/image-1-696x870.png 696w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Namun, Tidak Semudah itu, Ferguso (</strong><strong><em>Eh</em></strong><strong>, Trump)</strong>&nbsp;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak dapat disangkal bahwa Sovereign Wealth Fund (SWF) bisa menjadi senjata politik dan ekonomi yang luar biasa bagi administrasi Trump. Namun, meskipun tampak menjanjikan, ada dua tantangan besar yang bisa menggagalkan ambisi Trump ini.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Pertama</em>, SWF umumnya digunakan oleh negara yang memiliki surplus finansial besar, seperti Norwegia yang mengandalkan pendapatan minyak atau China yang memiliki cadangan devisa besar. Sementara itu, AS justru berada dalam posisi defisit anggaran yang semakin dalam. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun fiskal 2024, defisit AS mencapai lebih dari US$1,5 triliun, dan pembentukan SWF tanpa dana yang jelas bisa menimbulkan pertanyaan besar tentang sumber pendanaan yang akan digunakan. Apakah Trump akan menarik dari cadangan devisa, menerbitkan obligasi baru, atau memotong anggaran program domestik? Semua opsi ini bisa memicu gejolak politik dan ekonomi yang besar.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kedua</em>, Partai Demokrat hampir pasti akan menentang SWF ini. Mereka bisa berargumen bahwa pembentukan SWF memberi presiden terlalu banyak kekuasaan finansial di luar mekanisme <em>checks and balances</em>, yang bertentangan dengan prinsip demokrasi AS.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi, jika Trump mencoba menggunakan dana negara untuk kepentingan ekonomi yang menguntungkan kelompok bisnis tertentu, Demokrat bisa menyerang inisiatif ini sebagai bentuk nepotisme ekonomi dan penyalahgunaan kekuasaan. Jika Kongres dikendalikan oleh Demokrat atau bahkan Partai Republik yang lebih moderat, SWF ini bisa terhambat atau bahkan dibatalkan sepenuhnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Singkatnya, SWF bisa menjadikan Trump lebih kuat dari presiden mana pun sebelumnya, tetapi tantangan politik dan ekonomi yang menyertainya bisa membuat proyek ini sulit diwujudkan. Jika Trump benar-benar ingin menjadikan SWF sebagai alat kekuasaan, ia harus menemukan solusi atas defisit anggaran AS dan memenangkan pertempuran politik yang pasti akan terjadi di Washington.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi, pada akhirnya ini semua hanyalah asumsi belaka. Bisa saja, pembentukan SWF ini ke depannya justru mengalami sejumlah kendala hingga tidak jadi berjalan. Bagaimanapun juga, satu hal yang pasti adalah AS di bawah kepemimpinan Trump sepertinya akan mengalami beberapa dinamika yang menarik. (D74)&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="poKhdxDXaoo"><iframe title="Ini Alasan Prabowo “Pede” Masuk BRICS?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/poKhdxDXaoo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/sesuai-prediksi-sejumlah.mp3" length="2979715" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Trump-Buat-Partai-Republik-Bubar.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tiru Prabowo, Trump Bikin SWF</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/tiru-prabowo-trump-bikin-swf/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S91]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Feb 2025 03:28:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[sovereign wealth fund]]></category>
		<category><![CDATA[Trump]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=158492</guid>

					<description><![CDATA[Trump kayaknya belajar dari Indonesia nih?&#160; #DonaldTrump #Trump #Prabowo #PrabowoSubianto #Danantara #sovereignwealthfund #SWF #pinterpolitik #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini&#160;&#160;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/tiru-prabowo-trump-bikin-swfartboard-1_1-819x1024.png" alt="tiru prabowo, trump bikin swfartboard 1 1" class="wp-image-158495" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/tiru-prabowo-trump-bikin-swfartboard-1_1-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/tiru-prabowo-trump-bikin-swfartboard-1_1-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/tiru-prabowo-trump-bikin-swfartboard-1_1-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/tiru-prabowo-trump-bikin-swfartboard-1_1-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/tiru-prabowo-trump-bikin-swfartboard-1_1-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/tiru-prabowo-trump-bikin-swfartboard-1_1-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/tiru-prabowo-trump-bikin-swfartboard-1_1-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/tiru-prabowo-trump-bikin-swfartboard-1_1-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/tiru-prabowo-trump-bikin-swfartboard-1_1.png 1200w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/tiru-prabowo-trump-bikin-swfartboard-1_2-819x1024.png" alt="tiru prabowo, trump bikin swfartboard 1 2" class="wp-image-158496" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/tiru-prabowo-trump-bikin-swfartboard-1_2-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/tiru-prabowo-trump-bikin-swfartboard-1_2-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/tiru-prabowo-trump-bikin-swfartboard-1_2-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/tiru-prabowo-trump-bikin-swfartboard-1_2-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/tiru-prabowo-trump-bikin-swfartboard-1_2-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/tiru-prabowo-trump-bikin-swfartboard-1_2-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/tiru-prabowo-trump-bikin-swfartboard-1_2-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/tiru-prabowo-trump-bikin-swfartboard-1_2-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/tiru-prabowo-trump-bikin-swfartboard-1_2.png 1200w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Trump kayaknya belajar dari Indonesia nih?&nbsp;<img decoding="async" alt="🤔" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/16.0/1f914/32.png"><img decoding="async" alt="💭" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/16.0/1f4ad/32.png"></p>



<p class="wp-block-paragraph">#DonaldTrump #Trump #Prabowo #PrabowoSubianto #Danantara #sovereignwealthfund #SWF #pinterpolitik #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini&nbsp;&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/tiru-prabowo-trump-bikin-swfartboard-1_1-819x1024.png" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
