<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Soliditas Lembaga &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/soliditas-lembaga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Sep 2022 15:20:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Soliditas Lembaga &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Salmon Ganggu Soliditas TNI-Polri?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/salmon-ganggu-soliditas-tni-polri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[I76]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2022 15:20:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Salmon Pukul PM TNI]]></category>
		<category><![CDATA[Soliditas Lembaga]]></category>
		<category><![CDATA[TNI-Polri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=115964</guid>

					<description><![CDATA[“Sebagai alat negara, Polri berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden selaku kepala negara (head of state). Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut di atas, adalah sudah benar dan sangat tepat Polri berada langsung di bawah presiden bukan di bawah menteri” – Irjen Pol (Purn) Sisno Adiwinoto, Pengamat Kepolisian PinterPolitik.com Baru-baru ini, jagat media sosial dihebohkan dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>“Sebagai alat negara, Polri berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden selaku kepala negara (<em><strong><em>head of state</em></strong></em>). Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut di atas, adalah sudah benar dan sangat tepat Polri berada langsung di bawah presiden bukan di bawah menteri” – Irjen Pol (Purn) Sisno Adiwinoto, Pengamat Kepolisian</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><u><strong><a href="http://www.pinterpolitik.com">PinterPolitik.com</a></strong></u></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Baru-baru ini, jagat media sosial dihebohkan dengan unggahan video yang memperlihatkan seorang anggota Polisi Militer (PM) dipukul oleh pengendara motor yang diduga sebagai anggota kepolisian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anggota PM&nbsp;itu&nbsp;lengkap dengan seragam dan helm dinasnya, ia sedang menyeberangkan anak bersama orang tuanya karena kondisi lalu lintas yang begitu padat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Fast forward</em>, kejadian tak diduga muncul ketika pengendara sepeda motor berhenti di hadapan anggota PM, tiba-tiba melayangkan pukulan tepat ke wajah PM yang mengakibatkan helm yang dikenakannya&nbsp;pun terlepas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diketahui belakangan, pemukul bernama Bripka Salmon yang telah dikonfirmasi memiliki riwayat gangguan kejiwaan berat. Dan korban adalah Prada Irfan Trisakti,&nbsp;anggota dari Polisi Militer Kodam II/Sriwijaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski belum sebesar kasus pembunuhan Brigadir Yosua, tapi peristiwa semacam ini perlu&nbsp;diantisipasi karena sangat sensitif dan berpeluang melahirkan gesekan yang lebih meluas antara TNI&nbsp;dan Polri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persoalan rivalitas antara TNI-Polri sebenarnya telah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat, meskipun kedua institusi ini sering menutup-nutupinya dengan jargon-jargon soliditas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jacqui Baker dalam tulisannya yang berjudul <em>A Sibling Rivalry</em>&nbsp;menyebut bahwa ketika Indonesia memilih Reformasi, secara tidak langsung juga mereformasi struktur hierarki institusi pertahanan,&nbsp;yaitu Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, menurut Baker, rivalitas itu muncul sejak Polri “pisah ranjang” dengan TNI. Titik balik ini yang membuat pergeseran persepsi antara keduanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedikit memberikan konteks, selama ini matra-matra di dalam ABRI memandang Kepolisian sebagai “anak bungsu” dibanding dengan matra yang lain, seperti Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun,&nbsp;“anak bungsu” tersebut mendadak memiliki wewenang yang besar untuk menangani ancaman-ancaman yang&nbsp;marak terjadi, seperti terorisme, kekerasan komunal,&nbsp;dan konflik separatis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambah dengan persoalan Polri yang secara struktur berada langsung di&nbsp;bawah Presiden, sedangkan TNI di bawah Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Seolah ada ketimpangan hierarki,&nbsp;ada persepsi&nbsp;Polri sebagai&nbsp;anak emas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini kemudian memunculkan kecemburuan di kalangan prajurit TNI terhadap aparat Kepolisian. Dalam bahasa lain, rivalitas TNI-Polri terjadi karena adanya perebutan “lahan basah” di bidang keamanan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="878" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-58-878x1024.png" alt="image 58" class="wp-image-115966" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-58-878x1024.png 878w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-58-257x300.png 257w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-58-129x150.png 129w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-58-768x895.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-58-696x811.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-58-1068x1245.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-58-360x420.png 360w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-58.png 1080w" sizes="(max-width: 878px) 100vw, 878px" /><figcaption>Murka TNI Pada Effendi</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Samuel P Huntington dalam tulisannya yang berjudul <em>Interservice Competition and the Political Roles of the Armed Services</em>, mengambil contoh rivalitas internal militer Amerika Serikat (AS). Ia menyebut rivalitas cenderung bermula dari perselisihan mengenai alokasi anggaran yang berbeda di tiap angkatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks TNI-Polri, persoalan anggaran dan kesejahteraan&nbsp;tak dapat dipungkiri&nbsp;memang kerap menjadi isu yang terus bergulir.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Anyway</em>, perselisihan ini sangat mirip dengan perselisihan antara kakak dan adik dalam sebuah keluarga loh. Bayangkan jika terjadi ketidakadilan terkait uang jajan pasti muncul perselisihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam psikologi,&nbsp;persoalan itu diakibatkan karena munculnya favoritisme<em>&nbsp;</em>atau pilih kasih yang dilakukan oleh orang tua kepada anak-anak mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, ketika orang tua menunjukkan favoritisme terhadap salah seorang anaknya, hal tersebut mampu mengancam dan bahkan merusak hubungan antar saudara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hmm, jadi persoalannya tidak hanya berpusat&nbsp;pada dua orang yang berselisih ya. Tapi bisa juga diakibatkan karena sikap pilih kasih orang yang di atas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks&nbsp;keluarga tentu merujuk kepada orang tua. Sedangkan untuk TNI-Polri, pastinya Presiden Jokowi, atau kepala negara yang menjabat saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Btw</em>, jadi Pak Jokowi berat juga ya. Salmon yang buat ulah, tapi kok yang bertugas menyelesaikan perselisihan harus Pak Jokowi sih. Hehehe. (I76)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="f-U5oNnukNs"><iframe title="Kelas Revolusi Baru, Jalan Nadiem Menuju Pilpres" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/f-U5oNnukNs?start=244&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div><figcaption>Kelas Revolusi Baru, Jalan Nadiem Menuju Pilpres</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/komnas-ham-sebut-tni-polri-sekarang-berbeda-saat-rezim-orde-baru-rUYZ8BuAlm.webp" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
