<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Soft Landing &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/soft-landing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Oct 2022 09:57:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Soft Landing &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jokowi Perlu Bangun Tol Lagi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/jokowi-perlu-bangun-tol-lagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2022 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Tol]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Soft Landing]]></category>
		<category><![CDATA[Tol Laut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=117422</guid>

					<description><![CDATA[Soft landing Presiden Jokowi menuju 2024 makin buram dengan adanya manuver-manuver parpol. Perlukah Jokowi bangun "jalan tol" lagi?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Banyak pihak menilai bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin mengakhiri masa jabatan keduanya dengan baik – disebut sebagai </strong><strong><em>soft landing</em></strong><strong>. Apakah Jokowi perlu membangun “jalan tol” lebih banyak lagi?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“Highway, dip in traffic” – Travis Scott, “coordinate” (2016)</p></blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Sudah bukan rahasia lagi bahwa jalan tol membantu banyak orang yang ingin melakukan perjalanan jarak jauh antar-kota – bahkan juga perjalanan antar-provinsi. Kendaraan yang melalui jalan tol pun beragam – mulai dari yang kecil seperti mobil pribadi, bus (<em>coach</em>), hingga truk yang mengangkut barang dalam jumlah besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, ada sejarah yang menarik <em>nih</em> dari bagaimana jalan tol bisa menjadi pilihan yang disukai banyak orang untuk melakukan perjalanan jarak jauh. Salah satunya adalah bagaimana negara Amerika Serikat (AS) menjadikan jalan tol (<em>highway</em>) sebagai bagian dari budaya mereka – seperti kebiasaan <em>roadtrip</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tepatnya, dimulai pada tahun 1950-an, yakni ketika Presiden AS Dwight D. Eisenhower membuat rangkaian kebijakan yang mempermudah pembangunan jalan tol antar-negara bagian di AS. Sampai-sampai <em>nih</em>, sistem jalan tol yang membentang di AS ini disebut sebagai <em>Eisenhower Interstate System</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, bagaimana dengan di Indonesia? Mungkin, mirip-mirip dengan Eisenhower di AS, Indonesia kini punya Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membangun banyak jalan tol sehingga menghubungkan banyak kota/kabupaten di berbagai provinsi.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CjjlGvkBzau/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/mh1gj6_YZA3Xl9R6zT4mHv2EuXfIQZySl9Zv6ZlQy_JUGVQ_aV20py9lN1JApwxZrkuLrKIA3RFPSwN-IxnBV6lsrF05go_hF3886U_vTZzPy0UyKCsziIBhM5EOK9muJZiuH0IoltgrMwV2UnjLV81HsZKkWj0zKLqRndfBZ4_WYJonwyVbqmifPIh3XYARUV2fVg" alt="Mengenal Personalisasi Partai Politik Indonesia"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Boleh jadi, baik Eisenhower maupun Jokowi sama-sama suka dengan satu kelebihan jalan tol, yakni jalan yang sifatnya bebas hambatan. <em>Nah</em>, saking bebas hambatannya, jalan tol akhirnya diharapkan bisa menyalurkan uang lebih pesat di antara daerah-daerah yang dilalui.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi<em> nih</em>, Pak Jokowi kini sepertinya membutuhkan lebih banyak “jalan tol” yang bebas hambatan di periode pemerintahannya kedua ini. <em>Gimana nggak</em>? Makin ke sini, <em>kayak</em>-nya “hambatan” politiknya semakin banyak juga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PDIP, misalnya, baru beberapa waktu lalu bertemu Jokowi melalui pertemuan dengan Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri di Istana Batutulis, Bogor, Jawa Barat. <em>Nggak</em> hanya PDIP, Nasdem pun dituding mulai meninggalkan Jokowi melalui pengumuman Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) pada tahun 2024 mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, ya, mengacu pada tulisan Dan Slater berjudul <em>Party Cartelization, Indonesian-Style: Presidential Power-sharing and the Contingency of Democratic Opposition</em>, pembagian kekuasaan dengan partai-partai politik (parpol) ini penting bagi kekuatan eksekutif dalam menjalankan kebijakan-kebijakannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, Pak Jokowi sendiri disebut-sebut ingin bisa <em>soft landing</em> menuju akhir masa jabatannya pada tahun 2024 mendatang. Maka dari itu, bukan tidak mungkin, selain membangun jalan tol biasanya, Pak Jokowi <em>kayak</em>-nya juga perlu membangun jalan tol lebih banyak – yakni “jalan tol” politik – supaya bisa bebas hambatan <em>tuh</em> <em>soft-landing</em>-nya. <em>Hehe</em>. (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="RhvoaQYY4QY"><iframe title="Waspadai Operasi Intelijen Nasdem: Akan Masuk 3 Besar di 2024?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/RhvoaQYY4QY?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Jokowi-Perlu-Bangun-Tol-Lagi-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
