<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>siti aisyah &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/siti-aisyah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Mar 2019 09:52:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>siti aisyah &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jalan Panjang Pembebasan Siti Aisyah</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/jalan-panjang-pembebasan-siti-aisyah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2019 10:20:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[kim jong nam]]></category>
		<category><![CDATA[siti aisyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=49792</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Jalan-Panjang-Pembebasan-Siti-Aisyah.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-49789 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Jalan-Panjang-Pembebasan-Siti-Aisyah.jpg" alt="Jalan Panjang Pembebasan Siti Aisyah" width="1080" height="1236" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Jalan-Panjang-Pembebasan-Siti-Aisyah.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Jalan-Panjang-Pembebasan-Siti-Aisyah-262x300.jpg 262w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Jalan-Panjang-Pembebasan-Siti-Aisyah-768x879.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Jalan-Panjang-Pembebasan-Siti-Aisyah-895x1024.jpg 895w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Jalan-Panjang-Pembebasan-Siti-Aisyah-696x797.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Jalan-Panjang-Pembebasan-Siti-Aisyah-1068x1222.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Jalan-Panjang-Pembebasan-Siti-Aisyah-367x420.jpg 367w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Jalan-Panjang-Pembebasan-Siti-Aisyah-895x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Presiden Sudah Peroleh Informasi Soal  Aisyah</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/presiden-sudah-peroleh-informasi-soal-aisyah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E19]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2017 03:32:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kepolisian]]></category>
		<category><![CDATA[kim jong nam]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jong Un]]></category>
		<category><![CDATA[korea utara]]></category>
		<category><![CDATA[Makau]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Pidana]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[siti aisyah]]></category>
		<category><![CDATA[Tersangka]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=5583</guid>

					<description><![CDATA[Siti Aisyah telah mendapat pendampingan hukum dari Kementerian Luar Negeri. Hingga saat ini, dia masih diperiksa Kepolisian Malaysia. pinterpolitik.com JAKARTA &#8211; Presiden Joko Widodo sudah memperoleh informasi mengenai warga negara Indonesia, bernama Siti Aisyah, yang diduga terlibat dalam pembunuhan Kim Jong Nam, kakak tiri penguasa Korea Utara, Kim Jong Un. Menteri Sekretaris Negara Pratikno, di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Siti Aisyah telah mendapat pendampingan hukum dari Kementerian Luar Negeri. Hingga saat ini, dia masih diperiksa Kepolisian Malaysia.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Presiden Joko Widodo sudah memperoleh informasi mengenai warga negara Indonesia, bernama Siti Aisyah, yang diduga terlibat dalam pembunuhan Kim Jong Nam, kakak tiri penguasa Korea Utara, Kim Jong Un.</p>
<p>Menteri Sekretaris Negara Pratikno, di depan Wisma Negara, Jakarta, Senin (20/2/2017), mengatakan, Jokowi menerima informasi tersebut dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.</p>
<p>Bagaimana respons Presiden Jokowi terkait dengan laporan itu, Pratikno enggan menjelaskan lebih lanjut. &#8220;Itu urusan Ibu Menlu-lah. Saya hanya menjawab yang urusan saya saja,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengaku tak memiliki kapasitas untuk mengomentari latar belakang Siti Aisyah (25). Ia mengatakan, Polri menghormati proses hukum yang berlangsung di Malaysia.</p>
<p>Menjawab pertanyaan wartawan di Mabes Polri, Senin (20/2), dia mengatakan, Siti Aisyah telah mendapat pendampingan hukum dari Kementerian Luar Negeri. Hingga saat ini, dia masih diperiksa Kepolisian Malaysia.</p>
<p>Selain itu, kesimpulan mengenai  keterlibatan Siti belum diumumkan secara resmi oleh otoritas Malaysia. Informasi yang berkembang, mari pelajari bersama. “Jika saya dalam kapasitas Jubir Polri menilai, nanti kemungkinan akan bias,&#8221; kata Irjen Boy Rafli Amar.</p>
<p>Berdasarkan informasi, Siti berpartisipasi dalam acara <em>reality show</em> sebuah stasiun TV pada saat peristiwa itu terjadi. Saat itu, Siti diminta menyemprotkan cairan ke orang-orang yang melintas di sekitar Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia., termasuk Kim Jong Nam.</p>
<p>Siti tak menyadari bahwa cairan tersebut mematikan. Dari pekerjaan di <em>reality show</em> itu, Siti mendapatkan sejumlah uang. Namun, ada anggapan Siti hanya sebagai orang yang dimanfaatkan oleh pihak tertentu.</p>
<p>Dalam perkembangan lainnya, keluarga Kim Jong Nam kini berada dalam perlindungan pemerintah Tiongkok di Makau. Sekretaris Keamanan Makau, Wong Sio Chak, membenarkan pemerintah mengawasi kasus ini dengan ketat.</p>
<p>Namun, Wong tak menjelaskan langkah yang diambil untuk mengamankan keluarga Kim Jong Nam. Pemerintah terus berupaya, sesuai hukum, untuk melindungi keselamatan dan hak-hak warga, pengunjung, dan mereka yang tinggal di Makau.</p>
<p>Kim Jong Nam, yang pindah ke Makau pada awal 2000-an, sudah pernah mengalami percobaan pembunuhan pada 2012.</p>
<p>Istri kedua Jong Nam, Lee Hye Kyong, putranya, Kim Han Sol (21), dan putrinya, Kim Sol Hui (18), tinggal di bekas jajahan Portugis itu. Sedang istri pertama dan putranya tinggal di Beijing, Tiongkok.</p>
<p>Menurut sumber, yang dikutip <em>South China Morning Post</em>, istri dari Jong Nam sangat sederhana, selalu bersemangat, sangat terbuka, tetapi tak pernah membicarakan Korea Utara. Putranya, Kim Han Sol, dan putrinya, Kim Sol Hui, belajar di sekolah internasional di Makau.</p>
<p>&#8220;Mereka anak-anak yang normal, sangat aktif, terlibat banyak kegiatan. Mereka tak terlihat seperti bersembunyi dari sesuatu,&#8221; kata sumber itu.</p>
<p>Sejumlah sumber mengatakan, tak banyak orang yang mengetahui latar belakang keluarga Jong Nam, tetapi mereka kemudian menyadari situasi khusus yang mengelilingi kedua anak itu.</p>
<p>&#8220;Anak-anak ini mudah bergaul, tetapi mereka menghindari untuk berbagi detail, misalnya alamat atau nomor telepon,&#8221; kata sumber itu. (Kps/E19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/BG-yellow-1-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Terbunuhnya Kim Jong-nam, Rekayasa Korea Utara?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/terbunuhnya-kim-jong-nam-rekayasa-korea-utara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2017 05:38:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[JK]]></category>
		<category><![CDATA[KBRI di Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[kepolisian malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jong Un]]></category>
		<category><![CDATA[King Jong Il]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan Kim Jong-nam]]></category>
		<category><![CDATA[siti aisyah]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Presiden Jusuf Kalla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=5494</guid>

					<description><![CDATA[Kasus pembunuhan Kim Jong-nam mendapat perhatian masyarakat Indonesia, sebab salah satu tersangkanya merupakan warga negara Indonesia. Namun banyak spekulasi yang mengatakan Siti Aisyah tak lain hanya korban dari konspirasi pembunuhan Pemerintah Korea Utara, benarkah? pinterpolitik.com JAKARTA – Walau Pemerintah Indonesia melalui KBRI Malaysia telah menyediakan bantuan hukum untuk mendampingi Siti Aisyah, namun hingga kini pihak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Kasus pembunuhan Kim Jong-nam mendapat perhatian masyarakat Indonesia, sebab salah satu tersangkanya merupakan warga negara Indonesia. Namun banyak spekulasi yang mengatakan Siti Aisyah tak lain hanya korban dari konspirasi pembunuhan Pemerintah Korea Utara, benarkah?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p><strong>JAKARTA </strong>– Walau Pemerintah Indonesia melalui KBRI Malaysia telah menyediakan bantuan hukum untuk mendampingi Siti Aisyah, namun hingga kini pihak KBRI masih harus menunggu untuk dapat menjumpai wanita asal Serang yang kini masih berstatus tersangka tersebut.</p>
<p>Berdasarkan pengakuan interogasi Aisyah, kepolisian Malaysia masih menyimpulkan kalau ia merupakan <em>sleeper agent</em> atau agen tersembunyi yang bertugas untuk “menghabisi” kakak tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Benarkah begitu? Kementerian Luar Negeri menyatakan masih terus mendalami kasus ini.</p>
<p>Pemerintah Indonesia sendiri menilai kalau Aisyah juga korban dari rekayasa kasus. “Kalau kita lihat justru Korea Utara (Korut) tidak peduli. Mungkin mereka saja yang merencanakan, Indonesia justru jadi korban. Posisi Aisyah itu ya sebagai korban,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla, dikantornya, Jumat (17/2).</p>
<p>Ucapan Wapres ini bisa jadi ada benarnya, sebab berdasarkan informasi, sebenarnya pihak Keamanan Tiongkok – yang selama ini menjamin keselamatan Kim Jong-nam dan keluarganya, sudah memberi peringatan akan adanya rencana pembunuhan bahkan tiga bulan sebelum kejadian tersebut.</p>
<p>Menurut <em>Daily Mail</em>, Jong-nam sekeluarga hidup dalam ketakutan dan mereka selalu diawasi penjaga bersenjata di Macau. Mereka tinggal di Macau karena agen keamanan Tiongkok memberikan perlindungan ekstra. Warga di blok apartemen tempat keluarga itu tinggal juga mengatakan, polisi bersenjata selalu berpatroli di sana. Setidaknya tiga bulan sebelum pembunuhan Jong-nam.</p>
<p>Jong-nam sekeluarga juga telah diberi peringatan untuk tidak bepergian ke luar Macau. Di wilayah ini, Korut enggan mengirim agennya karena alasan politik, demikian menurut sumber keamanan pada <em>Sunday Mail</em>. Sayangnya, Jong-nam yang dikenal sebagai penjudi dan <em>play boy</em> ini, mengabaikan peringatan tersebut dan akhirnya tewas diracun di Bandara Kuala Lumpur, Senin (13/2).</p>
<p>Media-media di Korea Selatan (Korsel) menurunkan berita, bahwa tewasnya Jong-nam ada kaitannya dengan keinginan bekas anak kesayangan Kim Jong-il ini untuk membelot ke Korsel dan Amerika Serikat. Pemerintah Tiongkok sendiri, diduga memberi pengamanan bagi Jong-nam dengan harapan ia bisa mengambilalih tampuk pimpinan di Pyongyang.</p>
<p>Kim Jong-nam mengasingkan diri ke luar dari Korea Utara setelah ayahnya Kim Jong-il, meninggal tahun 2011 lalu. Kim Jong-nam menyadari ia menjadi ancaman bagi adik tirinya, Kim Jong-un yang kini memimpin Korea Utara. Selain mengasingkan diri ke Macau, ia juga pernah mengunjungi beberapa negara seperti Malaysia dan Indonesia. (Berbagai sumber/R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/Terbunuhnya-Kim-Jong-nam-1024x896.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KBRI Tunjuk Pengacara Siti Aisyah</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/kbri-tunjuk-pengacara-siti-aisyah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E19]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2017 05:00:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[KBRI]]></category>
		<category><![CDATA[kepolisian malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[kim jong nam]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jong Un]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[siti aisyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=5445</guid>

					<description><![CDATA[Menlu memastikan Kemlu dan Kepolisian Malaysia akan terus berkoordinasi dengan institusi penegak hukum lainnya supaya akses kekonsuleran bagi KBRI dan pengacara dapat segera diberikan. pinterpolitik.com JAKARTA &#8211; Kepolisian Malaysia menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, Jumat (17/2/2017), dengan melibatkan Siti Aisyah,  warga negara Indonesia, dan tiga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Menlu memastikan Kemlu dan Kepolisian Malaysia akan terus berkoordinasi dengan institusi penegak hukum lainnya supaya akses kekonsuleran bagi KBRI dan pengacara dapat segera diberikan.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p><strong>JAKARTA &#8211;</strong> Kepolisian Malaysia menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, Jumat (17/2/2017), dengan melibatkan Siti Aisyah,  warga negara Indonesia, dan tiga tersangka lainnya.</p>
<p>&#8220;Kemarin, Jumat (17/2), bersama tersangka lainnya, SA telah melakukan rekonstruksi di Bandara KLIA,&#8221; kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangan tertulis Kemenlu, Sabtu (18/2).</p>
<p>Menurut Menlu, Kedutaan Besar RI (KBRI) di Malaysia telah menunjuk Gooi &amp; Azura sebagai <em>retainer lawyer</em> untuk mendampingi dan memberikan pembelaan hukum kepada Siti. Mereka telah berkoordinasi dengan penyidik di Kepolisian Sepang, Selangor. Namun, pengacara belum mendapat izin dari Malaysia untuk bertemu dengan Siti Aisyah.</p>
<p>&#8220;Akses kepada SA belum diperoleh karena Hukum Acara Pidana Malaysia mengatur bahwa tersangka tidak dapat ditemui oleh siapa pun selama proses investigasi,&#8221; katanya.</p>
<p>Menlu memastikan Kemlu dan Kepolisian Malaysia akan terus berkoordinasi dengan institusi penegak hukum lainnya supaya akses kekonsuleran bagi KBRI dan pengacara dapat segera diberikan.</p>
<p>Pada Sabtu, Retno telah berkomunikasi dengan Menlu Malaysia. Menlu Retno menegaskan kembali permintaan Indonesia untuk memperoleh akses kekonsuleran terhadap Siti Aisyah.</p>
<p>Seperti diiberitakan, Rabu (15/2) Kepolisian Malaysia menangkap seorang perempuan di Bandara Kuala Lumpur terkait dengan pembunuhan kakak tiri Kim Jong Un. Perempuan bernama Doan Thi Huong (28) dan berpaspor Vietnam itu ditangkap pada pukul 08.20 waktu setempat.</p>
<p>Esok harinya, Kamis, polisi Malaysia menangkap perempuan kedua yang juga diduga terlibat dalam pembunuhan. Perempuan berpaspor Indonesia itu bernama Siti Aisyah,  berusia 25 tahun.</p>
<p>Beikutnya, Jumat (17/2), Kepolisian Malaysia menangkap seorang lelaki berkebangsaan Korea Utara, yang juga diduga terkait dengan pembunuhan Kim Jong Nam.</p>
<p>Menurut polisi, berdasarkan dokumen,  lelaki itu benama Ri Jong Chol, berusia 47 tahun. Hingga kini, polisi Malaysia telah menangkap empat orang dalam perkara pembunuhan Jong Nam.</p>
<p>Di laman The Star, disebutkan, Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Khalid Abu Bakar mengatakan, tersangka ditangkap pada pukul 21.50, Jumat malam waktu setempat. Dalam dokumen identitas tercantum, Jong Chol dilahirkan pada 6 Mei 1970.</p>
<p>Menurut Abu Bakar, polisi masih memburu tiga laki-laki lain yang diduga terkait dengan kematian Nam. (Kps/E19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/BG-yellowA-copy-1-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Siti Aisyah Belum Dapat Ditemui KBRI</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/siti-aisyah-belum-dapat-ditemui-kbri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E19]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2017 06:58:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[JK]]></category>
		<category><![CDATA[Jusuf Kalla]]></category>
		<category><![CDATA[KBRI]]></category>
		<category><![CDATA[kim jong nam]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jong Un]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[siti aisyah]]></category>
		<category><![CDATA[skandal]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Presiden]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=5433</guid>

					<description><![CDATA[Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, pemerintah akan memberikan pendampingan kepada setiap warga negara yang tersangkut persoalan hukum di negara lain. Terlebih bila WNI tersebut merupakan korban kejahatan. pinterpolitik.com KUALA LUMPUR –  Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur belum mendapatkan akses untuk bertemu dengan Siti Aisyah, yang ditangkap oleh Kepolisian Malaysia karena diduga terlibat dalam pembunuhan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, pemerintah akan memberikan pendampingan kepada setiap warga negara yang tersangkut persoalan hukum di negara lain. Terlebih bila WNI tersebut merupakan korban kejahatan.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p><strong>KUALA LUMPUR –  </strong>Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur belum mendapatkan akses untuk bertemu dengan Siti Aisyah, yang ditangkap oleh Kepolisian Malaysia karena diduga terlibat dalam pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.</p>
<p>Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Andreano Erwin, Jumat (17/2) malam,  mengatakan, sejauh ini KBRI belum mendapatkan izin dari otoritas Malaysia untuk bertemu Siti Aisyah. “Masih menunggu,&#8221; kata Andreano dalam pesan singkat kepada media.</p>
<p>Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, pemerintah akan memberikan pendampingan kepada setiap warga negara yang tersangkut persoalan hukum di negara lain. Terlebih bila WNI tersebut merupakan korban kejahatan.</p>
<p>Wapres mengemukakan, pasti kedutaan kita sudah bergerak membela apabila memang dia jadi korban. “Tapi, kalau dia, katakanlah pelaku utama, tentu lain soal,&#8221; kata Kalla di Kantor Wapres, Jumat.</p>
<p>Wapres menanggapi kasus tertangkapnya WNI asal Serang, Siti Aisyah, oleh Kepolisian Malaysia lantaran diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Kim Jong Nam.</p>
<p>Dalam kasus ini, Wapres menganggap Siti merupakan korban kejahatan, sekalipun, menurut pernyataan kepolisian Malaysia, dia diduga pelaku pembunuhan Kim Jong Nam.</p>
<p>Seperti diberitakan, Rabu (15/2), Kepolisian Malaysia menangkap seorang perempuan di Bandara Kuala Lumpur terkait dengan pembunuhan kakak tiri Presiden Korut Kim Jong Un. Kepolisian Malaysia dalam rilisnya mengatakan, seorang perempuan berpaspor Vietnam ditangkap pukul 08.20 waktu setempat. Perempuan bernama Doan Thi Huong (28) itu dikenali lewat rekaman CCTV bandara.</p>
<p>Esok harinya, polisi menangkap perempuan kedua, yang juga diduga terlibat dalam pembunuhan. Perempuan berpaspor Indonesia itu bernama Siti Aisyah berusia 25 tahun.</p>
<p>Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, mengatakan, Atase Kepolisian KBRI Malaysia berusaha menemui Siti Aisyah, namun pihak KBRI belum diperbolehkan bertemu langsung dengan Siti.</p>
<p>&#8220;Otoritas di sana belum mengizinkan karena masih pemeriksaan 7 x 24 jam oleh polisi di sana,&#8221; ujar Martinus, di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat.</p>
<p>Utusan Menlu didampingi petugas Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, mendatangi rumah Gunawan Hasyim, mantan suami Siti Aisyah, di Jalan Samarasa Satu, Angke, Tambora, Jumat.</p>
<p>Pihak Kemlu hanya ingin memastikan status hubungan Siti Aisyah dengan mantan suaminya. Petugas juga bertemu orangtua Gunawan untuk memastikan Siti Aisyah telah bercerai dengan Gunawan Hasyim. Keluarga menunjukkan selembar kertas fotokopi bermaterai, yang berisi perceraian Siti Aisyah dengan Gunawan Hasyim.</p>
<p>Dari Kuala Lumpur diberitakan, Pemerintah Malaysia tidak akan menyerahkan jenazah Kim Jong kepada Pemerintah Korea Utara sebelum diperoleh hasil uji DNA dengan sampel yang diambil dari keluarga korban. Pyongyang telah meminta Malaysia menyerahkan jenazah abang tiri  Kim Jong Un itu.</p>
<p>Para investigator di Malaysia masih berupaya mengungkap kasus pembunuhan ini. Ahli Forensik sedang menguji sampel yang diambil dari tubuh korban, untuk mengetahui jenis racun apa yang digunakan.</p>
<p>Pelaku pembunuhan diduga menyemprotkan racun ke muka Nam saat dia sedang menunggu jadwal penerbangan ke Makau, di areal perbelanjaan bandara. Pihak Korea Utara melalui para diplomatnya mengajukan keberatan dengan pengujian tesebut. (Kps/E19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/BG-yellowA-copy-1-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
