<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Sidang Isbat &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/sidang-isbat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Mar 2018 23:05:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Sidang Isbat &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Politisi Gerindra: Hapuskan Sidang Isbat</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/politisi-gerindra-hapuskan-sidang-isbat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A15]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 May 2017 06:43:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=10653</guid>

					<description><![CDATA[Sodik Mudjahid mengusulkan untuk menghapus sidang isbat. Menurutnya, tradisi tersebut layak untuk dikaji kembali sesuai dengan perkembangan zaman. PinterPolitik.com [dropcap size=big]S[/dropcap]etiap menentukan masuknya 1 Ramadhan sebagai awal berpuasa dan 1 Syawal untuk menentukan waktu Hari Raya Idul Fitri, pemerintah biasanya menggunakan Sidang Isbat. Sayangnya, sidang ini seringkali dilalui dengan perdebatan panjang, sehingga beberapa ormas dan tarekat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><em><strong>Sodik Mudjahid mengusulkan untuk menghapus sidang isbat. Menurutnya, tradisi tersebut layak untuk dikaji kembali sesuai dengan perkembangan zaman.</strong></em></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cadb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap size=big]S[/dropcap]etiap menentukan masuknya 1 Ramadhan sebagai awal berpuasa dan 1 Syawal untuk menentukan waktu Hari Raya Idul Fitri, pemerintah biasanya menggunakan Sidang Isbat. Sayangnya, sidang ini seringkali dilalui dengan perdebatan panjang, sehingga beberapa ormas dan tarekat menjalankan ibadah pada tanggal berbeda, meski telah ada ketetapan dari pemerintah.</p>
<p><span style="font-weight: 400;"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-10654 aligncenter" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/Wakil-Ketua-Komisi-VIII-DPR-Sodik-Mudjahid.jpg" alt="" width="640" height="427" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/Wakil-Ketua-Komisi-VIII-DPR-Sodik-Mudjahid.jpg 640w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/Wakil-Ketua-Komisi-VIII-DPR-Sodik-Mudjahid-630x420.jpg 630w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/Wakil-Ketua-Komisi-VIII-DPR-Sodik-Mudjahid-300x200.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/Wakil-Ketua-Komisi-VIII-DPR-Sodik-Mudjahid-360x240.jpg 360w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" />Seringnya perdebatan tersebut, membuat </span><span style="font-weight: 400;">Wakil Ketua Komisi VIII Fraksi Partai Gerindra yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Partai Gerindra, Sodik Mudjahid mengusulkan untuk menghapus sidang isbat tersebut. Menurutnya, tradisi tersebut layak untuk dikaji kembali sesuai dengan perkembangan zaman.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Sidang isbat sudah berlangsung puluhan tahun dan layak dikaji keberadaannya sesuai dengan perkembangan zaman, termasuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam bidang astronomi dan ilmu Falaq,&#8221; kata Sodik, Selasa (23/5).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sodik memaparkan 6 alasan kenapa sidang isbat harus dihapus, </span><i><span style="font-weight: 400;">pertama </span></i><span style="font-weight: 400;">karena kemajuan pengetahuan yang sudah mampu menghitung secara akurat penanggalan hari per hari hingga berpuluh-puluh tahun kedepan. </span><i><span style="font-weight: 400;">Kedua </span></i><span style="font-weight: 400;">sidang isbat sering mempertontonkan perbedaan pendapat di kalangan ulama dan pemimpin umat saat menghadapi bulan suci Ramadan.</span><i><span style="font-weight: 400;"> Ketiga</span></i><span style="font-weight: 400;"> penetapan waktu hasil dari sidang isbat beberapa hari sebelum tiba bulan puasa, sering memperkuat dan mempertegas kebingungan dikalangan awam atas perbedaan tersebut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lalu alasan </span><i><span style="font-weight: 400;">keempat </span></i><span style="font-weight: 400;">adalah proses sidang isbat dari mulai kegiatan pengamatan  di lapangan, di beberapa titik jauh sebelum sidang isbat, sampai kegiatan sidangnya memerlukan biaya yang cukup besar. </span><i><span style="font-weight: 400;">Kelima, </span></i><span style="font-weight: 400;">sebelum sidang isbat, ormas Islam dan tarekat biasanya sudah menetapkan dan menyosialisasikan ketetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal kepada jemaah masing-masing. Dan hal itu dipegang kuat sebagai pedoman berpuasa umat. </span><i><span style="font-weight: 400;">Keenam </span></i><span style="font-weight: 400;">ormas Islam mempunyai otonomi dalam isbat dan menentukan jatuhnya 1 Ramadan dan 1 Syawal tanpa ada perasaan sungkan.</span></p>
<p><b>Tujuan Dilakukannya Sidang Isbat</b></p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-10656 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/hisab-rukyah-57231142157b61eb11ee419d.jpg" alt="Politisi Gerindra Hapuskan Sidang Isbat" width="760" height="380" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/hisab-rukyah-57231142157b61eb11ee419d.jpg 760w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/hisab-rukyah-57231142157b61eb11ee419d-696x348.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/hisab-rukyah-57231142157b61eb11ee419d-300x150.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/hisab-rukyah-57231142157b61eb11ee419d-759x380.jpg 759w" sizes="(max-width: 760px) 100vw, 760px" /></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sidang isbat merupakan </span><span style="font-weight: 400;">sidang penetapan dalil syar&#8217;i di hadapan hakim dalam suatu majelis, gunanya untuk menetapkan suatu kebenaran atau peristiwa yang terjadi. Namun di Indonesia, sidang isbat ini lebih populer kaitannya dengan penetapan datangnya bulan Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. </span><span style="font-weight: 400;">Jika dilihat, sidang isbat memang hanya ada di Indonesia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut catatan sejarah, sidang isbat pertama kali dilakukan pada tahun 1950. Dalam perhitungannya, ada </span><span style="font-weight: 400;">dua metode yang digunakan yaitu hisab dan rukyatul hilal. Berdasarkan artinya,  hisab adalah perhitungan. Dalam dunia Islam istilah hisab sering digunakan dalam ilmu falak (astronomi) untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sementara Rukyatul Hilal adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah dengan merukyat (mengamati) hilal secara langsung. Apabila hilal (bulan sabit) tidak terlihat (atau gagal terlihat), maka bulan (kalender) berjalan digenapkan menjadi 30 hari.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Karena banyaknya golongan Islam yang mempunyai pandangan dalam menentukan kapan masuknya bulan Ramadhan, serta penetapan Idul Fitri, dan Idul Adha tiba, maka pemerintah mengambil inisiatif untuk melakukan sidang isbat guna menyamakan pandangan masyarakat umum. Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Namun Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama sendiri mengakui bahwa keputusan ini tidaklah mengikat, sehingga tidak masalah jika ada pihak tertentu yang meyakini tanggal berbeda.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Karena sidang isbat </span><span style="font-weight: 400;">bersifat musyawarah, penetapan yang menjadi hasil dalam sidang ini pun merupakan kesepakatan antara masing-masing ormas Islam yang yang diwakili oleh utusannya. Pemerintah hanya sebagai fasilitator untuk para tokoh Islam dan para ulama dalam melakukan kesepakatan, kemudian setelah hasil kesepakatan tersebut didapatkan, baru pemerintah yang diwakili Menteri Agama akan mengumumkannya ke masyarakat. (A15)</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/TIRTO-antarafoto-pantau-hilal-penentuan-idul-adha-010916-abhe-2_ratio-16x9-1024x639.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
