<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>sertifikasi halal &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/sertifikasi-halal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Aug 2023 07:46:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>sertifikasi halal &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemkab Banyuwangi Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/pemkab-banyuwangi-fasilitasi-sertifikasi-halal-umkm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S83]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2023 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah kabupaten banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Produk Halal]]></category>
		<category><![CDATA[sertifikasi halal]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Usaha Mikro Kecil dan Menengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=134287</guid>

					<description><![CDATA[PinterPolitik.com Pentingnya sertifikasi halal bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) semakin menjadi perhatian dalam era globalisasi dan kesadaran konsumen yang semakin tinggi terkait dengan aspek agama dan kehalalan produk. Sertifikasi halal tidak hanya menjadi keharusan bagi produsen besar, tetapi juga sangat krusial bagi UMKM. Atas dasar itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memfasilitasi sertifikasi halal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Pentingnya sertifikasi halal bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) semakin menjadi perhatian dalam era globalisasi dan kesadaran konsumen yang semakin tinggi terkait dengan aspek agama dan kehalalan produk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sertifikasi halal tidak hanya menjadi keharusan bagi produsen besar, tetapi juga sangat krusial bagi UMKM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Atas dasar itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memfasilitasi sertifikasi halal gratis bagi seribu pelaku UMKM setempat sebagai upaya memperkuat ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dengan memiliki sertifikasi halal bisa meningkatkan kepercayaan konsumen, pangsa pasar dan daya saing bisnis,&#8221; Ipuk Fiestiandani, Bupati Banyuwangi (16/8/2023).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produk halal tidak hanya ditujukan bagi konsumen Muslim, tetapi juga menarik bagi konsumen non-Muslim yang mencari produk berkualitas, aman, dan terjamin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan memiliki sertifikasi halal, UMKM dapat memperluas pangsa pasar mereka dan menjangkau lebih banyak konsumen potensial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, sertifikasi halal memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk yang mereka konsumsi telah melewati proses produksi yang ketat sesuai dengan standar halal. Ini membangun kepercayaan konsumen terhadap keamanan dan kualitas produk UMKM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam era perdagangan global, memiliki sertifikasi halal dapat membantu UMKM bersaing dalam pasar internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak negara dengan mayoritas penduduk Muslim mengharuskan produk impor untuk memiliki sertifikasi halal, sehingga UMKM dengan sertifikasi ini akan lebih mudah memasuki pasar-pasar tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, proses sertifikasi halal memicu UMKM untuk lebih inovatif dalam pengembangan produk. Mereka perlu memahami bahan-bahan yang digunakan dalam produk dan mencari alternatif bahan yang sesuai dengan standar halal. Ini mendorong UMKM untuk meningkatkan kualitas produk mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memiliki sertifikasi halal dapat meningkatkan reputasi UMKM di mata konsumen, mitra bisnis, dan lembaga pemerintah. UMKM yang menunjukkan keseriusan dalam menjaga aspek kehalalan produknya akan lebih dihargai dan diakui.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam menghadapi persyaratan yang semakin ketat terkait sertifikasi halal, UMKM perlu mengambil langkah-langkah untuk memahami proses sertifikasi, mengembangkan kebijakan produksi yang sesuai, dan menginvestasikan waktu dan sumber daya yang cukup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam jangka panjang, investasi ini akan memberikan manfaat besar bagi pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM serta membantu mereka meraih kesuksesan dalam pasar yang semakin kompetitif. (S83)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="g49XfTTCWrE"><iframe title="Apple vs Samsung: Tarung Abadi Hingga Kiamat Teknologi?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/g49XfTTCWrE?start=5&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/1692542755-1024x576.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menguak Politik Di Balik Sertifikasi Halal</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/menguak-politik-di-balik-sertifikasi-halal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R53]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jan 2020 11:09:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[industri halal]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'ruf Amin]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[sertifikasi halal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=71350</guid>

					<description><![CDATA[Tak diragukan lagi, selaku negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia adalah pasar terbesar bagi industri halal. Akan tetapi, dengan kenyataan tidak berkembang dengan baiknya industri tersebut di Indonesia, hal ini tentu menyisakan tanda tanya terkait mengapa hal tersebut bisa terjadi? Adakah persoalan fundamental terkait pasar produk halal lokal yang sejatinya tidak memiliki pasar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Tak diragukan lagi, selaku negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia adalah pasar terbesar bagi industri halal. Akan tetapi, dengan kenyataan tidak berkembang dengan baiknya industri tersebut di Indonesia, hal ini tentu menyisakan tanda tanya terkait mengapa hal tersebut bisa terjadi? Adakah persoalan fundamental terkait pasar produk halal lokal yang sejatinya tidak memiliki pasar yang baik di Indonesia?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">B</span>eberapa waktu yang lalu, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyampaikan keheranannya terkait mengapa Indonesia yang mengonsumsi 10 persen produk halal dunia justru tidak menjadi <a href="https://nasional.kompas.com/read/2019/12/06/22184151/maruf-heran-indonesia-jadi-importir-produk-halal-terbesar-di-dunia"><strong>negara produsen produk halal terbesar</strong></a>.</p>
<p>Dilansir dari The ASEAN Post, impor produk halal Indonesia memang hanya pada produk makanan dan minuman saja bahkan mencapai <a href="https://theaseanpost.com/article/halal-indonesia-booming-industry"><strong>US$ 169,7 miliar</strong></a> atau sekitar Rp 2.364 triliun pada 2016. Dan pada 2017, angka ini meningkat menjadi  <strong><a href="https://republika.co.id/berita/ekonomi/syariah-ekonomi/19/02/24/pndiyg370-potensi-besar-industri-halal-indonesia">US$ 170,2 miliar</a></strong> atau sekitar Rp 2.371 triliun.</p>
<p>Akan tetapi, seperti dalam pernyataan Ma’ruf, besarnya daya konsumtif masyarakat Indonesia akan produk halal, nyatanya tidak berbanding lurus dengan perkembangan industri halal lokal. Padahal, melihat pada peluang pasarnya, Indonesia dapat disebut sebagai pasar terbesar produk halal dunia. Hal ini tidak terlepas dari status Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.</p>
<p>Menariknya, negara eksportir produk halal justru tidak berasal dari negara dengan penduduk mayoritas muslim. Ini terlihat dari Brasil yang menempatkan dirinya pada pucuk tertinggi negara eksportir produk halal. Pada 2016, negeri Samba tersebut bahkan mencatat ekspor makanan dan minuman halal sebesar US$ 5,2 miliar atau sekitar Rp 72 triliun.</p>
<p>Pemerintah sendiri memang diketahui telah lama untuk mendorong perkembangan industri halal menimbang pada besar potensi pasarnya. Ini misalnya terlihat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meresmikan <a href="https://www.industry.co.id/read/50510/presiden-jokowi-dorong-pertumbuhan-industri-halal"><strong>Halal Park</strong></a> di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta pada 16 April 2019 lalu.</p>
<p>Namun anehnya, kendati memiliki potensi pasar yang besar, ataupun telah didukung oleh pemerintah &#8211; seperti yang disorot oleh Politikus PKS, Handi Risca &#8211; industri halal Indonesia justru dinilai <a href="https://rmol.id/read/2019/02/11/378120/industri-halal-lamban-berkembang-4-tahun-terakhir-ini"><strong>lambat berkembang</strong></a>.</p>
<p>Dalam ulasan Abdul Rasyid dari Binus University, industri halal Indonesia ternyata hanya kuat di <a href="https://business-law.binus.ac.id/2017/05/31/roadmap-industri-halal-di-indonesia/"><strong>sektor <em>traveling</em></strong></a> atau pariwisata. Ini misalnya terlihat kemenangan Indonesia dalam <a href="https://business-law.binus.ac.id/2016/12/28/potensi-pariwisata-halal-di-indonesia/"><strong>World Halal Tourism Awards 2016</strong></a> (WHTA 2016) yang diumumkan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.</p>
<p>Akan tetapi, menimbang pada besar potensinya, tentu fokus untuk mengembangkan industri halal di sektor makanan dan minuman jauh lebih menguntungkan daripada sektor pariwisata.</p>
<p>Pasalnya, nilai impor produk halal berupa makanan dan minuman Indonesia pada 2017 bahkan mencapai Rp 2.371 triliun, di mana angka ini merupakan 62 persen dari nilai produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada triwulan I-2019 yang mencapai <a href="https://www.bps.go.id/pressrelease/2019/05/06/1620/ekonomi-indonesia-triwulan-i-2019-tumbuh-5-07-persen.html"><strong>Rp 3.782 triliun</strong></a>.</p>
<p>Artinya, jika pemerintah mampu mengembangkan industri halal di sektor makanan dan minuman, bukankah itu akan menjadi pemasukan negara yang luar biasa? Terlebih lagi, pemerintah tidak perlu repot-repot untuk mencari konsumen karena Indonesia sendiri merupakan konsumen terbesar produk tersebut.</p>
<p>Lantas pertanyaannya, mengapa fokus pada industri halal pada sektor makanan dan minuman tersebut tidak terjadi?</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-71359 aligncenter" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Paradoks-Industri-Halal-Indonesia.jpg" alt="" width="1080" height="1350" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Paradoks-Industri-Halal-Indonesia.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Paradoks-Industri-Halal-Indonesia-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Paradoks-Industri-Halal-Indonesia-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Paradoks-Industri-Halal-Indonesia-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Paradoks-Industri-Halal-Indonesia-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Paradoks-Industri-Halal-Indonesia-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Paradoks-Industri-Halal-Indonesia-336x420.jpg 336w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<h4><strong>Sertifikasi Halal jadi Ganjalan?</strong></h4>
<p>Nor Ai’han Mujar dan Norizan Hassan, dalam tulisannya <em>The Economics of Halal Industry</em>, menyebut makanan dan minuman halal <a href="https://www.researchgate.net/publication/305429557_THE_ECONOMICS_OF_HALAL_INDUSTRY"><strong>sebagai doktrin dalam ajaran Islam</strong></a>, yang mana hal tersebut harus dipenuhi.</p>
<p>Istilah “halal” sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti “memperbolehkan”. Di dalam Islam, pengaturan terkait makanan yang kategorikan halal cukup ketat. Secara sederhana, makanan halal merupakan makanan yang bukan haram atau tidak diperbolehkan.</p>
<p>Terkait makanan haram, setidaknya terdapat empat kategori umum. <em>Pertama</em> adalah bangkai, kecuali ikan dan belalang, <em>kedua</em> adalah darah, <em>ketiga</em> adalah daging babi, dan <em>keempat</em> adalah makanan yang disembelih dengan tidak menyebut nama Allah.</p>
<p>Tidak hanya berkisar pada empat kategori umum tersebut, makanan halal juga harus mengandung empat hal berikut. <em>Pertama</em>, halal zatnya, <em>Kedua</em> halal cara memperolehnya, <em>ketiga</em> halal cara memprosesnya, dan <em>keempat</em> halal cara menyajikan, mengantarkan serta menyimpannya.</p>
<p>Sekarang coba bayangkan, selaku doktrin yang harus dipenuhi, bagaimana sekiranya setiap orang muslim mampu untuk menjamin industri telah memproduksi makanan dan minuman yang halal?</p>
<p>Menimbang pada kesulitan tersebut, maka lahirlah apa yang disebut dengan sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dengan kata lain, setiap industri makanan dan minuman yang telah memiliki sertifikat halal tersebut, maka kehalalan produknya pasti terjamin.</p>
<p>Kendati terdengar mempermudah, namun sebenarnya persoalan sertifikasi halal tersebut justru menjadi bantu ganjalan tersendiri bagi para pelaku usaha. Hal ini misalnya diungkapkan oleh President Indonesian Chef Association (ICA), <a href="https://ekbis.sindonews.com/read/1223983/34/industri-kuliner-minta-pemerintah-permudah-pengurusan-sertifikasi-halal-1500994965"><strong>Henry Bloem</strong></a>, yang mengharapkan agar pemerintah memberikan kemudahan dan biaya yang ringan dalam mengurus sertifikasi halal agar tidak lagi menjadi beban bagi para pengusaha kuliner.</p>
<p>Iffah Karimah dalam tulisannya <em>Is Indonesia Ready for Halal Certification Obligation?</em>, juga turut menyoroti persoalan yang dikemukakan oleh Henry. Menurutnya, sebagian besar produsen produk halal di Indonesia menganggap kewajiban sertifikasi halal justru <a href="https://www.thejakartapost.com/academia/2019/06/12/is-indonesia-ready-for-halal-certification-obligation.html"><strong>meningkatkan biaya produksi</strong></a>. Akibatnya, para produsen tersebut enggan untuk mengurus sertifikasi halal karena hanya menganggapnya sebagai beban.</p>
<p>Menariknya, menurut Karimah, kurangnya kesadaran produsen untuk mengurus sertifikasi halal juga dipengaruhi dari faktor konsumen itu sendiri. Tuturnya, terdapat asumsi umum di tengah masyarakat, di mana karena mereka hidup di negara dengan penduduk masyoritas muslim, maka terdapat anggapan bahwa semua makanan dan minuman yang beredar otomatis menjadi halal.</p>
<p>Artinya, jika konsumen tidak menaruh perhatian pada sertifikasi halal ataupun logo halal, tentu saja menjadi masuk akal mengapa produsen tidak ambil pusing untuk mengurus sertifikasi tersebut.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B61wfYgqUIw/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B61wfYgqUIw/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B61wfYgqUIw/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Pemerintah naikkan cukai rokok untuk tekan tingkat konsumsi.⠀ ⠀ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-01-03T02:00:38+00:00">Jan 2, 2020 at 6:00pm PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Farid Muttaqin dalam tulisannya <em>The Politics of Halal Food Certification and Consumption in Indonesia: A Political Ecological Analysis</em>, juga memberikan pernyataan yang mendukung analisis Karimah. Menurutnya, terdapat asumsi mendasar di tengah masyarakat yang mengidentikan <a href="https://www.academia.edu/5988904/The_Politics_of_Halal_Food_Certification_and_Consumption_in_Indonesia_A_Political_Ecological_Analysis"><strong>makanan dan minuman yang berasal dari alam</strong></a> mestilah terkategorikan halal.</p>
<p>Artinya, jika masyarakat tidak menemukan makanan yang terkategorikan haram secara umum seperti daging babi misalnya, maka pelabelan halal dapat begitu saja dilakukan.</p>
<h4><strong>Hanya sebagai <em>Branding</em> atau Juga Politis?</strong></h4>
<p>Menariknya, kendati Karimah mendukung pentingnya sertifikasi halal, ia juga menyoroti perihal bagaimana doktrin ajaran Islam tersebut dimanfaatkan sebagai komoditas dagang atau instrumen marketing.</p>
<p>Karimah mengutip pendapat Faegheh Shirazi dalam buku <em>Brand Islam: The Marketing and Commodification of Piety</em>, yang menyebutkan bahwa istilah Islam seperti halal telah menjadi label dalam marketing karena kemampuannya dalam meningkatkan intensi pasar.</p>
<p>Karena kemampuannya itulah berbagai industri mengikuti tren sertifikasi halal untuk mengejar profit, dan bukannya merujuk pada nilai Islami ataupun filosofi dari konsep halal itu sendiri. Ini kemudian menjelaskan mengapa negara-negara non-muslim seperti Brasil justru menjadi negara eksportir makanan dan minuman halal terbesar di dunia.</p>
<p>Hal tersebut kemudian yang disebut sebagai <em>pseudo-Islamic product</em> atau produk Islamis yang “palsu”. Singkat kata, sertifikasi halal ini hanya sebagai <em>branding</em> untuk meningkatkan penjualan produk.</p>
<p>Tidak hanya selaku <em>branding</em>, getirnya, sertifikasi halal ini juga disebut mengandung unsur politis. Di sini Farid menyoroti perihal otoritas dan monopoli MUI selaku institusi non-pemerintah karena kewenangannya dalam memberikan sertifikasi halal.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B6so1yqDl-T/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B6so1yqDl-T/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B6so1yqDl-T/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Tahun baru, tarif baru!⠀ ⠀ Simak artikel selengkapnya di https://pinterpolitik.com/⠀⠀ ⠀⠀ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-12-30T13:00:33+00:00">Dec 30, 2019 at 5:00am PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Farid menyebut bahwa “bahasa untuk melindungi hak konsumen” akan produk halal telah menjadi daya tawar politik yang kuat bagi MUI kepada para industri terkait. Pasalnya, jika industri atau pengusaha tidak mengikuti prosedur dari MUI, maka dengan mudah akan dijatuhi label tidak memenuhi hak konsumen. Singkat kata, ini tentunya dapat mendiskreditkan industri terkait.</p>
<p>Dalam <em>The Booming Halal Industry,</em> yang dimuat di The ASEAN Post, disebutkan bahwa penunjukkan Ma’ruf Amin yang berperan penting dalam mengurus sertifikasi halal di MUI sebagai wakil presiden oleh Presiden Jokowi, selain karena alasan politik, juga untuk memenuhi ambisi pemerintah untuk menjadi <a href="https://theaseanpost.com/article/booming-halal-industry"><strong>negara industri halal global</strong></a>.</p>
<p>Alasan itu tentu saja sangat masuk akal menimbang pada kuatnya daya tawar politik Ma’ruf dan MUI dalam ranah industri halal.</p>
<p>Pada akhirnya, mungkin dapat disimpulkan bahwa minimnya industri halal di sektor makanan dan minuman bukan diakibatkan karena produsen industri tersebut memang sedikit, melainkan ini adalah faktor administratif atau teknis di mana tidak semua industri mengurus sertifikasi halal sehingga tidak terdaftar sebagai industri halal.</p>
<p>Selain simpulan tersebut, adanya kesulitan pengurusan sertifikasi dan persepsi dari masyarakat yang nyatanya tidak memiliki perhatian khusus terkait sertifikasi tersebut nampaknya menjadi faktor berpengaruh lainnya yang membuat industri makanan dan minuman halal akan sulit untuk berkembang.</p>
<p>Dengan demikian, kendati menjadi intrumen marketing yang berhasil di luar negeri, nampaknya sertifikasi halal tidak begitu bekerja di Indonesia sebagai trik dagang. (R53)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="ebKMgMMbYaE"><iframe title="Sejarah Tan Malaka, Bapak Bangsa Yang Dilupakan?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/ebKMgMMbYaE?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/mui-maruf-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
