<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Sergei Lavrov &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/sergei-lavrov/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 May 2023 08:30:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Sergei Lavrov &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Putin “Gatel” Pengen Gaet Indonesia?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/putin-gatel-pengen-gaet-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M78]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Mar 2023 11:49:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[berita politik]]></category>
		<category><![CDATA[BRICS]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sergei Lavrov]]></category>
		<category><![CDATA[Vladimir Putin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=125192</guid>

					<description><![CDATA[Menarik sih ya kalau Indonesia ikut BRICS. Pemerintah Rusia ungkap Indonesia bersama 20 negara lainnya berniat bergabung dengan BRICS, aliansi dagang Brazil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Melihat ke belakang, hal ini sudah digaungkan sejak 2022, beberapa saat setelah Rusia menyerang Ukraina. Kalau memang benar, hal ini tentu menarik karena meskipun BRICS adalah aliansi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-Putin-Gatel-Pengen-Gaet-Indonesia.jpg" alt="infografis putin gatel pengen gaet indonesia" class="wp-image-125195" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-Putin-Gatel-Pengen-Gaet-Indonesia.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-Putin-Gatel-Pengen-Gaet-Indonesia-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-Putin-Gatel-Pengen-Gaet-Indonesia-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-Putin-Gatel-Pengen-Gaet-Indonesia-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-Putin-Gatel-Pengen-Gaet-Indonesia-1920x2400.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-Putin-Gatel-Pengen-Gaet-Indonesia-336x420.jpg 336w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Menarik sih ya kalau Indonesia ikut BRICS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Rusia ungkap Indonesia bersama 20 negara lainnya berniat bergabung dengan BRICS, aliansi dagang Brazil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Melihat ke belakang, hal ini sudah digaungkan sejak 2022, beberapa saat setelah Rusia menyerang Ukraina.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau memang benar, hal ini tentu menarik karena meskipun BRICS adalah aliansi perdagangan, negara-negara kerap memandangnya sebagai kelompok negara sekutu Rusia dan Tiongkok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi untuk saat ini sikap tegas Indonesia terkait isu tersebut belum ditunjukkan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-Putin-Gatel-Pengen-Gaet-Indonesia-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Rusia Pergi, G20 Jadi G19?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/rusia-pergi-g20-jadi-g19/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2022 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[G20]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Lavrov]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[Sergei Lavrov]]></category>
		<category><![CDATA[Sergey Lavrov]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=119247</guid>

					<description><![CDATA[Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov dikabarkan tinggalkan KTT G20 Bali. Mungkinkah karena ini G20 berubah jadi G19?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 15-16 November di Bali, Indonesia, akan mempertemukan banyak negara dalam satu tempat. Rumornya, negara-negara Barat seperti Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa ingin mendepak Rusia dari G20.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“What the hell am I doin&#8217; here? I don&#8217;t belong here” – Radiohead, “Creep” (1992)</p>
</blockquote>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph">Siapa <em>sih</em> yang <em>nggak</em> ingat dengan masa-masa sekolah? Hampir semua pasti memiliki memori-memori akan masa lampau yang biasa disebut masa-masa paling indah sepanjang hidup tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, mungkin, momen-momen itu bisa menjadi masa-masa paling indah karena kita menikmati banyak kebahagiaan bersama teman-teman sekolah kita. Mulai dari belajar bersama sampai kenakalan-kenakalan ringan yang dilakukan bareng-bareng, semua terekam menjadi semacam video yang suatu hari nanti akan berakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, tanpa kita sadari, tidak semua orang sebenarnya merekam momen-momen di sekolah sebagai masa-masa paling indah. Ada juga orang-orang yang akhirnya merasa masa-masa itu adalah masa-masa paling buruk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka adalah anak-anak yang tidak pernah merasa nyaman di lingkungan sekolah. Tanpa kita sadari, lelucon dan ucapan yang menghina membuat mereka semakin terpinggirkan dari anak-anak yang selalu merasa masa-masa sekolah adalah masa paling indah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Coba bayangkan. Hampir di setiap kelas ketika kita bersekolah dulu, ada satu atau dua anak yang sering jadi bahan lelucon. Lucu <em>sih</em>, tapi pernahkah kita berpikir soal apa yang mereka rasakan?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Bullying</em> – baik itu secara verbal atau non-verbal – hingga kini masih menjadi salah satu momok bagi dunia pendidikan <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/indonesia/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Indonesia</strong></a>. Kesadaran siswa, guru, dan orang tua terkait persoalan ini pun masih timpang.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/Ck-WA9BPYLy/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/sU9IrL4lGjxtInqlzsWGGSJTKC_gxKPaiesYqe53hzTOC0VQ2s_3NfqwaldbwgO3qPKv8c8jePGDs5Yp5RZ7r25f5r3m6sENbGx9kfTJtdzNzlGGF_IsBnr1rVLrUrFdFZRIQiBpKgtm22swASMtfrpnb5hiStv19Rad7nEBoT3xqWAs5PYUf4ZC4NUtNaSbtpdAzzPO7g" alt="Tugas Sambut-sambut Tamu G20"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Terlepas dari persoalan <em>bullying</em> yang masih marak di pendidikan kita, perasaan terpinggirkan seperti ini mungkin juga dirasakan oleh sejumlah negara yang kini tengah bertemu di Bali, Indonesia, untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/g20/"><strong>G20</strong></a><strong> </strong>yang dihelat pada 15-16 November 2022.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perasaan ini mungkin paling dirasakan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/rusia/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Rusia</strong></a><strong> </strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/sergei-lavrov/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Sergei Lavrov</strong></a>. <em>Gimana nggak</em>? Dalam Pertemuan Menlu G20 pada Juni lalu, misalnya, Lavrov dikritik habis-habisan oleh negara-negara anggota G20 yang merupakan negara-negara Barat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Lah</em>, sekarang, bukan <em>nggak</em> mungkin sorotan serupa juga terjadi. Pasalnya, Pak Lavrov kembali pergi dari sejumlah pertemuan KTT G20 <em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, Rusia ini seperti anak yang mengalami <em>bullying</em> juga ya di antara teman-teman G20. Lagipula, seperti yang dijelaskan oleh perspektif konstruktivisme dalam studi Hubungan Internasional, negara-negara memang bertindak sesuai peran terkonstruksi yang dimiliki masing-masing dalam masyarakat internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/amerika-serikat/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Amerika Serikat</strong></a> (AS) dan negara-negara G7 mungkin berperan sebagai “anak-anak populer” yang senantiasa merasa sebagai “geng” paling kuat. Sementara, Republik Rakyat <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/tiongkok/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Tiongkok</strong></a><strong> </strong>(RRT) mungkin bisa dianalogikan sebagai “anak pintar” yang juga disukai oleh sejumlah temannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, mungkin <em>nih</em>, Indonesia memiliki peran sebagai “anak baik” yang <em>nggak pengen</em> teman-temannya saling <em>berantem</em> – apalagi <em>nih</em> kalau <em>berantem</em>-nya di rumah si Indonesia sendiri. <em>Hmm</em>, bisa kacau <em>nih</em> rumah kita. <em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, terlepas dari analogi anak sekolahan ini, bisa-bisa G20 ini mengalami nasib yang sama seperti G8. Kan, Rusia dulu juga anggota G8 tetapi semua berubah ketika Rusia didepak dan akhirnya organisasi itu menjadi G7. Mungkin <em>nggak</em> ya G20 nanti bakal jadi G19? (A43)&nbsp;</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="3UXmC0NUvFU"><iframe title="Attila Sang Hun: Dewa Perang yang Hampir Kuasai Dunia" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/3UXmC0NUvFU?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/Rusia-Pergi-G20-Jadi-G19.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menlu Rusia Lavrov: Nyet, PBB!</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/cross-border/menlu-rusia-lavrov-nyet-pbb/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2022 15:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cross Border]]></category>
		<category><![CDATA[Lavrov]]></category>
		<category><![CDATA[Menlu Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Luar Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[Russia]]></category>
		<category><![CDATA[Sergei Lavrov]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=112921</guid>

					<description><![CDATA[Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov disebut walk out dari G20 di Bali kemarin. Sebenarnya siapa Menlu yang dijuluki "Nyet" Minister ini?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Viktorovich Lavrov yang disebut </strong><strong><em>walk out</em></strong><strong> dalam Pertemuan Menlu G20 2022 di Bali pada 7-8 Juli merupakan Menlu yang dikenal tegas dan berani terhadap kekuatan-kekuatan Barat. Bahkan, Lavrov disebut berani menentang aturan yang diterapkan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“I do not want to use the four-letter word” – Sergei Lavrov, Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia</p></blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Pertemuan Menteri Luar Negeri (Menlu) G20 2022 yang dilaksanakan di Bali, Indonesia, pada 7-8 Juli 2022 memang menjadi momen penting dalam sejarah diplomasi dunia.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimana tidak? Untuk pertama kalinya setelah konflik Rusia dan Ukraina meletus sejak 24 Februari 2022 lalu, Menlu Amerika Serikat (AS) <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/antony-blinken/"><strong>Antony Blinken</strong></a> dan Menlu Rusia <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/sergei-lavrov/"><strong>Sergei Lavrov</strong></a> berada dalam satu ruangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, tampaknya, momen ini tidak bertahan lama. Layaknya hubungan yang tidak memiliki visi yang sama, Lavrov pun dikabarkan meninggalkan tempat pertemuan pada sesi kedua.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alhasil, ketika perwakilan dari Ukraina berbicara di hadapan negara-negara anggota <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/g20/"><strong>G20</strong></a> dan sejumlah perwakilan negara undangan, Lavrov pun tidak terlihat batang hidungnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepergian Lavrov dari pertemuan mungkin beralasan. Pasalnya, sejak tiba di tempat pertemuan, Menlu Rusia tersebut sudah menerima pelabelan dari wartawan. “Agresor, penjajah, penyerang. Banyak sekali yang kita dengar hari ini,” ujar Lavrov.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, ternyata, berdasarkan klarifikasi Menlu RI <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/retno-marsudi/"><strong>Retno Marsudi</strong></a>, Lavrov ternyata hanya meninggalkan tempat sejenak. Bahkan, mengacu pada informasi yang diungkapkan oleh mantan Duta Besar (Dubes) RI untuk Belanda tersebut, Menlu Rusia itu sempat pamit kepada Retno selaku pemimpin pertemuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan tidak mungkin Lavrov meninggalkan tempat karena alasan lain. Mungkin, siapa tahu kalau ternyata Lavrov sedang pergi keluar untuk menikmati <em>sebat</em> alias sebatang rokok?&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski begitu, istilah “<em>sebat</em>” bukanlah istilah yang ada di kamus Lavrov. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Menlu Rusia tersebut adalah sosok diplomat yang suka merokok – bahkan bisa dibilang biasa melakukan <em>chain-smoking</em> (merokok bersambung).</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/Cf099hhhUnE/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/BtVLH3M_VmxnqkMMXCYOflV2okxPfGCcf2pAzWVMuD-bvDGSLc1mCg30elzVWWEvZrKTfTcWdAjwYl92hj-Kiw-lEf59n_AQL2RVOLpwgVD_3C4bdFWBcad3oEt_YiOR_IYAMhoXvQmxuh1a7Q" alt="Rusia Di-bully di G20"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Terdapat cerita menarik juga soal kebiasaan merokok Lavrov ini. Menlu Rusia itu disebut berani berkata, “<em>Nyet</em>!” kepada Kofi Annan yang kala itu masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pbb/"><strong>Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)</strong></a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, Annan kala itu secara tegas memberlakukan larangan merokok di lingkungan Markas PBB di New York, AS. “Annan tidak ikut memiliki gedung ini,” ucap Lavrov.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkataan “<em>Nyet</em>!” dari Lavrov ini memang tidak hanya muncul saat dirinya ingin merokok saja, melainkan juga dalam berbagai isu penting ketika bernegosiasi dan berdiplomasi dengan negara-negara lain, termasuk kekuatan seperti negeri Paman Sam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengapa Lavrov begitu berani dengan tegas mengucapkan “<em>Nyet</em>!” secara tegas kepada negara seperti AS? Apa sebenarnya yang membuat Lavrov begitu spesial sehingga begitu dipercaya oleh Presiden Rusia <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/vladimir-putin/"><strong>Vladimir Putin</strong></a> untuk memegang peran diplomatik tertinggi di negeri tersebut?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Lavrov, </strong><strong><em>The “Nyet” Minister</em></strong><strong>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bisa dibilang, Lavrov merupakan Menlu yang menjabat terlama setelah Uni Soviet runtuh. Sebelumnya, memang ada Menlu Soviet yang menjabat terlama, yakni Andrei Gromyko yang menjabat selama 28 tahun dari tahun 1957 hingga tahun 1985.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fakta bahwa Lavrov adalah panjanganya masa menjabat Menlu – yakni selama 18 tahun dari tahun 2004 hingga sekarang – menunjukkan bahwa dirinya adalah menteri yang diandalkan oleh <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/putin/"><strong>Putin</strong></a>. Boleh jadi, Lavrov memiliki sejumlah faktor X sebagai seorang diplomat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Faktor X yang <em>pertama</em> jelas adalah kelihaiannya dalam berdiplomasi dan bernegosiasi. Lavrov memiliki pengalaman yang panjang di dunia diplomatik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lahir di Moskow, Uni Soviet, pada 21 Maret 1950, Lavrov memiliki ayah keturunan Armenia bernama Kalantaryan dan ibu bernama Kaleria Borisovna Lavrova yang berasal dari Noginsk – sebuah wilayah yang hanya berjarak sekitar 70 kilometer dari Moskow.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lavrov kecil merupakan seorang siswa yang sangat menyukai mata pelajaran fisika. Bahkan, dirinya dulu berencana untuk melanjutkan pendidikan tinggi di bidang ini – entah di National Research Nuclear University (MEPhI) atau di Moscow Institute of Physics and Technology (MIPT).</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/Cf9IQ9wpWUm/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/ucrRRPml0rDTm64Hvkxm5u_WOX_pA9USuRyfH6UbmzB814sqzp1o92adADj3TOFl2yEtdOEXsxOPXs4ZCbdghML83qXytuCisgaB4PJ2BOxcKj6Ey3Zwe2B23xXR_hT7QYGjYocQKBFW12eJ-w" alt="Lavrov Menlu Rusia The Russian Chain-smoker"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, rencana awal ini berubah. Boleh jadi, karena terinspirasi dari ibunya yang bekerja di bidang perdagangan luar negeri, Lavrov akhirnya memutuskan untuk menekuni hubungan internasional di Moscow State Institute of International Relations (MGIMO).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah lulus pada tahun 1972, Lavrov menjalani magang untuk Kedutaan Besar (Kedubes) Soviet di Sri Lanka – juga turut mengatur hubungan bilateral dengan Maladewa. Di sinilah, Lavrov akhirnya menguasai bahasa-bahasa asing selain Bahasa Inggris, yakni Bahasa Sinhala dan Bahasa Dihevi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seiring berjalannya waktu, Lavrov ditempatkan di posisi-posisi yang berbeda – seperti di bidang ekonomi internasional dan di PBB. Rekam jejaknya yang baik mengantarkan dirinya untuk dipilih menjadi Dubes untuk PBB pada tahun 1994.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di PBB inilah, Lavrov banyak menorehkan karismanya sebagai diplomat. Baru, pada tahun 2004, sosok bocah yang dulunya menggemari fisika diangkat Putin untuk menjadi Menlu Rusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prestasinya sebagai Menlu pun cukup panjang. Mengacu pada tulisan Corneliu Bjola yang berjudul <em>Diplomatic Leadership in Times of International Crisis</em>, Lavrov sukses mencegah serangan udara dari negara-negara Barat terhadap Suriah pada tahun 2013 silam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Lavrov juga berhasil mencegah AS untuk membawa isu Krimea ke PBB pada tahun 2014 silam. Dengan bernegosiasi ke pemerintahan Barack Obama – melalui Menlu AS John Kerry, Lavrov membuat isu jauh dari meja rapat PBB.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, apakah hanya faktor X ini yang membuat Lavrov bisa begitu sukses sebagai Menlu Rusia? Mengapa sebenarnya Putin begitu bisa mengandalkan Lavrov?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Lavrov, Kesayangan Putin?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan tidak mungkin, Lavrov memiliki faktor X lainnya yang mempengaruhi keberhasilannya sebagai Menlu Rusia. Faktor X yang <em>kedua</em> bisa jadi adalah fleksibilitasnya untuk bisa dekat dengan negara-negara Barat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lavrov sendiri menjadi salah satu anggota kabinet pemerintahan <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/rusia/"><strong>Rusia</strong></a> yang sempat bisa <a href="https://www.newsweek.com/sergey-lavrov-russias-top-diplomat-trump-606598"><strong>terhindar dari sanksi</strong></a> negara-negara Barat – meski akhirnya terkena sanksi pada tahun 2022 akibat “operasi militer” Rusia ke <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/ukraina/"><strong>Ukraina</strong></a>. Hal ini terjadi kala isu Krimea memuncak pada tahun 2014.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CfwPz7khrNE/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/AYK1P1wmKEtmbD4pedZgieWgAm59pHB9eBIbnAx1dH0riyhfMByR-myDkdgN1ZYkwneUAL-czEs2sZIMNkb2VwB9OhPElMUA0CF0Uwab7G1Kw1yxDLKQZt_wcm_l9A5404nUF_NDuEazAZGssg" alt="Rusia Bersyukur Boris Mundur"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Boleh jadi, pragmatisme dan kelihaiannya sebagai diplomat membuat AS dan negara-negara Barat berpikir dua kali untuk memberinya sanksi – bisa membuka celah dan daya tawar (<em>leverage</em>) dalam negosiasi dengan Rusia.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, bukan tidak mungkin, ini juga akibat “kedekatan” keluarganya dengan AS. Putrinya, Ekaterina Lavrova, yang lahir dalam pernikahannya dengan Maria Lavrova, misalnya, lebih banyak menghabiskan hidupnya di New York, AS, dan London, Britania (Inggris) Raya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini membuat Ekaterina yang merupakan lulusan sarjana Columbia University dan pascasarjana London School of Economics (LSE) tidak bisa berbahasa Rusia dengan lancar. Selain itu, menantu Lavrov yang bernama Alexander Vinokurov ialah seorang pebisnis yang juga lulusan kampus ternama di Inggris, yakni University of Cambridge.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan tidak mungkin, faktor X inilah yang membuat Putin akhirnya beberapa kali mengangkat kembali Lavrov sebagai Menlu. Di sisi lain, Lavrov juga punya sifat yang tegas dan terus terang – bahkan mantan Menlu AS Hillary Clinton menyebut Menlu Rusia itu sebagai “<em>jerk</em>”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, dimensi inilah yang menjadi faktor X <em>ketiganya</em>, yakni faktor psikologis. Boleh jadi, cara berpikirnya yang terus terang (<em>straightforward</em>) dan langsung ini berakar dari kesukaannya pada fisika ketika masih duduk di bangku sekolah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa studi <a href="https://www.studyinternational.com/news/physics-and-the-female-brain-how-science-can-change-the-way-you-think/"><strong>menunjukkan</strong></a> bahwa mempelajari fisika – dan ilmu eksak pada umumnya – turut mempengaruhi cara berpikir seseorang. Dengan belajar fisika, seseorang akan terus melihat alasan dan mencari cara kerja di balik sebuah fenomena.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan tidak mungkin, sifat terus terang ini merupakan desain dari strategi diplomasi ala Putin. Pengalaman Clinton menghadapi Lavrov, misalnya, bisa jadi membuat AS sedikit kesulitan menguasai negosiasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, inilah desain diplomasi <em>jerk</em> ala Putin yang tersalurkan melalui sosok Lavrov. Mengacu pada <a href="https://www.psychologytoday.com/intl/blog/jerkology/202104/jerkology-the-diagnosis-treatment-and-prevention-jerks"><strong>tulisan</strong></a> Jeremy E. Sherman yang berjudul <em>Jerkology</em>, <em>jerk</em> sendiri bisa berimplikasi pada hubungan interpersonal – membuat orang memiliki beban emosional atas apa yang dilakukan sang <em>jerk </em>kepadanya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, Menlu Rusia yang selalu berkata “<em>Nyet</em>!” kepada AS dan negara-negara Barat lainnya ini semacam menjadi “serigala” Putin yang siap menerka kapan saja. Meski begitu, “serigala” ini pun terkadang bisa diajak berbicara secara rasional hingga menghasilkan <em>outcome</em> yang optimum dalam manuver-manuver diplomasi Rusia. (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="DIFjP2VsJ9s"><iframe title="Jika Revolusi Bolshevik Tidak Terjadi" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/DIFjP2VsJ9s?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/Menlu-Rusia-Lavrov-Nyet-PBB-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Lavrov: The Russian Chain-smoker</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/lavrov-the-russian-chain-smoker/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M78]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2022 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[John Kerry]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[Sergei Lavrov]]></category>
		<category><![CDATA[Vladimir Putin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=112954</guid>

					<description><![CDATA[Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov dalam Pertemuan Menlu G20 pada 7-8 Juli 2022 lalu harus menghadapi narasi-narasi yang mengantagoniskan negaranya terkait konflik Rusia dan Ukraina. Lavrov pun dikabarkan melakukan walkout pada sesi kedua setelah banyak negara-negara Barat justru menyudutkan Rusia. Terlepas dari insiden yang terjadi di Bali tersebut, Lavrov sebenarnya punya rekam jejak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/lavrov-the-russian-chain-smoker-ed.-819x1024.jpg" alt="lavrov the russian chain smoker ed." class="wp-image-112956" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/lavrov-the-russian-chain-smoker-ed.-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/lavrov-the-russian-chain-smoker-ed.-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/lavrov-the-russian-chain-smoker-ed.-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/lavrov-the-russian-chain-smoker-ed.-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/lavrov-the-russian-chain-smoker-ed.-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/lavrov-the-russian-chain-smoker-ed.-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/lavrov-the-russian-chain-smoker-ed.-336x420.jpg 336w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/lavrov-the-russian-chain-smoker-ed..jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov dalam Pertemuan Menlu G20 pada 7-8 Juli 2022 lalu harus menghadapi narasi-narasi yang mengantagoniskan negaranya terkait konflik Rusia dan Ukraina. Lavrov pun dikabarkan melakukan <em>walkout</em> pada sesi kedua setelah banyak negara-negara Barat justru menyudutkan Rusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlepas dari insiden yang terjadi di Bali tersebut, Lavrov sebenarnya punya rekam jejak yang panjang dalam dunia diplomatik. Menlu Rusia yang kini berusia 72 tahun tersebut sudah menjabat dalam kabinet pemerintahan Rusia sejak tahun 2004. Sebelumnya, Lavrov juga menjabat sebagai Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1994 hingga tahun 2004.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lavrov juga dikenal sebagai diplomat yang cerdik dan pragmatis. Dalam sejumlah isu seperti Suriah dan Krimea, Menlu Rusia yang juga perokok berat tersebut mampu membuat Amerika Serikat (AS) mengikuti alur sesuai apa yang diinginkan oleh negaranya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/lavrov-the-russian-chain-smoker-ed.-819x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Rusia ‘Di-bully’ di G20</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/rusia-di-bully-di-g20/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M78]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Jul 2022 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[G20]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[Sergei Lavrov]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=112694</guid>

					<description><![CDATA[Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov menghadiri Pertemuan Menlu G20 yang dihelar pada 7-8 Juli 2022 di Nusa Dua, Bali. Namun, kehadirannya sudah langsung mendapatkan sambutan negatif dari para wartawan saat baru tiba dan disambut Menlu RI Retno Marsudi. Selain itu, Lavrov juga mengeluhkan tudingan-tudingan perwakilan negara-negara Barat di pertemuan tersebut. Sejumlah label seperti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="//i0.wp.com/pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/rusia-dibully-di-g20-ed.-819x1024.jpg" alt="rusia dibully di g20 ed." class="wp-image-112696" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/rusia-dibully-di-g20-ed.-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/rusia-dibully-di-g20-ed.-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/rusia-dibully-di-g20-ed.-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/rusia-dibully-di-g20-ed.-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/rusia-dibully-di-g20-ed.-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/rusia-dibully-di-g20-ed.-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/rusia-dibully-di-g20-ed.-336x420.jpg 336w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/rusia-dibully-di-g20-ed..jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov menghadiri Pertemuan Menlu G20 yang dihelar pada 7-8 Juli 2022 di Nusa Dua, Bali. Namun, kehadirannya sudah langsung mendapatkan sambutan negatif dari para wartawan saat baru tiba dan disambut Menlu RI Retno Marsudi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Lavrov juga mengeluhkan tudingan-tudingan perwakilan negara-negara Barat di pertemuan tersebut. Sejumlah label seperti agresor, penyerang, dan penjajah sempat dilontarkan pada perwakilan Rusia di pertemuan tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/rusia-dibully-di-g20-ed.-819x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
