<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>seperti biji mangga &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/seperti-biji-mangga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Nov 2017 08:19:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>seperti biji mangga &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Anies, Anak Dan Biji Mangga</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/anies-anak-dan-biji-mangga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K32]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Nov 2017 08:19:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[seperti biji mangga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=16475</guid>

					<description><![CDATA[Kata Pak Anies, “anak-anak itu kayak biji mangga”. Maksudnya apa Pak? PinterPolitik.com [dropcap]B[/dropcap]uah memang bagus untuk kesehatan karena banyak kandungan vitaminnya. Banyak makan buah, badan jadi segar. Buah mangga misalnya, dipercaya mampu menyembuhkan banyak penyakit. Begitulah kira-kira khasiat buah mangga. Tapi kalo kebanyakan makan mangga bisa menyebabkan sakit perut dan mencret. Sebenarnya, Pak Anies suka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Kata Pak Anies, “anak-anak itu kayak biji mangga”. Maksudnya apa Pak?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb31;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]B[/dropcap]uah memang bagus untuk kesehatan karena banyak kandungan vitaminnya. Banyak makan buah, badan jadi segar. Buah mangga misalnya, dipercaya mampu menyembuhkan banyak penyakit. Begitulah kira-kira khasiat buah mangga. Tapi <em>kalo </em>kebanyakan makan mangga bisa menyebabkan sakit perut dan <em>mencret.</em></p>
<p>Sebenarnya, Pak Anies suka buah mangga atau biji mangga ya? Soalnya dalam acara Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta (16/11), Pak Anies bilang, “anak-anak itu kayak biji mangga.”<em> Emang </em>apa kaitannya anak-anak dengan ‘biji mangga’<em>?</em> <em> </em></p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550">
<p lang="in" dir="ltr">Kata Anies Baswedan, Anak-anak Seperti Biji Mangga&#8230; <a href="https://t.co/SkhF4bIuLC">https://t.co/SkhF4bIuLC</a></p>
<p>&mdash; TEMPO.CO (@tempodotco) <a href="https://twitter.com/tempodotco/status/931035114657550336?ref_src=twsrc%5Etfw">November 16, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Saat baca judul berita ini, spontan saya langsung terbahak. <em>Duh, </em>komentar Gubernur DKI ini <em>aneh-aneh aja ya.</em> <em>Jangan-jangan </em>Pak Anies lagi <em>pingin</em> makan mangga. Kalau <em>gitu</em> <em>ngomongnya</em> <em>to the point aja deh, </em>Pak. Pasti langsung <em>disediain</em> satu bakul mangga yang sudah ranum, <em>Eh.</em></p>
<p>Tapi setelah baca beritanya secara saksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya, akhirnya saya <em>tau</em> maksud dari Bapak kita yang satu ini. Ternyata Mantan Rektor Paramadhina ini, mengaitkan analogi <em>biji mangga </em>dengan tumbuh-kembang anak-anak. <em>Ow gitu, trusss </em>maksudnya<em> gimana </em>Pak?</p>
<p><em>“Ketika masih kecil, biji mangga belum bisa tumbuh daun, batang, atau ranting. Dan biji tersebut harus ditanam di atas tanah yang subur. Jangan paksa dia punya daun, batang, dan ranting karena belum masanya,&#8221;</em> ujar Pak Anies.</p>
<p>Ia lalu menambahkan bahwa kalau biji mangga dipaksa, mereka tidak bisa tumbuh. Sama halnya dengan anak-anak seperti itu juga. Maka keluarga harus berperan seperti ‘tanah’nya, sedangkan pemerintah bertugas memberikan &#8220;cuaca&#8221; yang baik, agar anak-anak itu bisa tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang matang secara emosi maupun intelektual.</p>
<p>Petuah yang sangat bagus. Tapi bukannya ini terkesan <em>ngambang</em> dan retorika semata ya, Pak? Saat ini, masyarakat butuh langkah yang lebih nyata. Bila perlu <em>talk less do more, </em>bukan malah <em>no action talk only. </em>Semoga<em> aja</em> <em>enggak kayak gitu</em> ya, Pak. Soalnya, sekarang itu waktunya, <em>kerja, kerja </em>dan<em> kerja, </em>bukan? <strong>(K-32)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/5a905e4e-2dfe-4a55-bce7-2911ca6e0ab5-1024x633.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
